Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Keanu menahan napasnya sejenak, mengalihkan pandangannya dari lekuk tubuhnya Bunga yang tercetak jelas di balik kemeja basah itu. Dengan susah payah, ia menekan gejolak liar di dadanya demi memprioritaskan kondisi sang istri yang tengah ketakutan.

Keanu meraih selimut tebal di ujung ranjang, lalu membungkus tubuh Bunga dengan lembut. Tanpa ragu, ia duduk di tepi ranjang dan membawa tubuh Bunga yang gemetar hebat ke dalam dekapannya.

"Sttt... Tenanglah, Bunga. Ini cuma hujan dan petir, kau aman bersamaku," bisik Keanu hangat, merengkuh erat bahunya Bunga dan mengusap punggungnya yang dibalut selimut.

Semburan hangat dari tubuh Keanu serta pelukan tegap itu perlahan menyadarkan Bunga dari cengkeraman mimpi buruknya. Bunga menyandarkan kepalanya di dada bidang Keanu, mendengarkan detak jantung suaminya yang berdegup kencang tak beraturan. Jemarinya Bunga meremas kuat kemeja di bagian dada Keanu, mencari perlindungan penuh.

"Aku ada di sini, Bunga. Aku tidak akan membiarkan apa pun menyakitimu lagi... " ujar Keanu lagi dengan suara bernada rendah yang begitu menenangkan. Ia menunduk, lalu mengecup puncak kepala Bunga dengan lembut.

Usapan lembut dan kecupan itu beredar bagaikan penawar racun bagi ketakutan Bunga. Napas Bunga yang semula memburu perlahan mulai teratur kembali. Deru hujan dan gemuruh petir di luar jendela seolah tersamar oleh hangatnya dekapan Keanu.

Beberapa menit berlalu hingga Bunga benar-benar merasa tenang. Bunga mendongakkan kepalanya perlahan, menatap wajah Keanu dari jarak yang sangat dekat. Pandangan mereka bertemu. Di dalam bola matanya Keanu yang dalam, Bunga melihat ketulusan, perlindungan, dan kejujuran rasa yang tak lagi bisa disembunyikan.

Bunga menggerakkan bibirnya tanpa suara, namun tatapan matanya menyampaikan rasa terima kasih yang teramat mendalam.

Jarak di antara wajah mereka terpangkas begitu tipis. Keanu menatap bibir mungil Bunga yang sedikit terbuka. Pertahanan dirinya runtuh saat melihat ketenangan dan kepasrahan di mata istrinya. Tanpa bisa ditahan lagi, Keanu mendekatkan wajahnya dan mem4gut bibirnya Bunga dengan lembut.

Bunga tersentak kecil, namun bukannya menghindar, kali ini Bunga perlahan memejamkan matanya dan membalas ciuman itu. Rasa manis dan hangat menyapu keheningan kamar. Ciuman yang berdurasi panjang dan penuh kelembutan itu menyalurkan seluruh perpaduan emosi, rasa trauma, perlindungan, dan cinta yang kian merekah di antara keduanya.

Ketika Keanu akhirnya melepaskan pagut4nnya untuk memberi mereka ruang bernapas, Bunga menunduk malu dengan wajah yang merona merah padam di bawah temaram lampu kamar.

Keanu mengusap sudut bibirnya Bunga dengan ibu jarinya secara lembut, lalu tersenyum tipis menatap istrinya.

"Sekarang bergantilah pakaian dengan yang kering dulu," ujar Keanu pelan, suaranya sedikit serak. "Aku akan mengambilkan baju ganti lainnya dari koper dan menunggumu di luar."

Bunga mengangguk pelan, menyembunyikan senyum kecilnya di balik selimut saat Keanu beranjak dengan canggung keluar kamar untuk memberinya ruang.

Keanu bergegas melangkah keluar dari kamar utama dengan napas yang masih belum sepenuhnya teratur. Pria itu menyandarkan punggungnya pada pintu kamar yang tertutup rapat, lalu menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Jantungnya bergemuruh hebat di balik dada.

"Aku benar-benar menciumnya saat dia sadar... dan dia membalasnya, batin Keanu tak percaya. Bibirnya mengukir senyum tipis yang tak mampu ia tahan, meski kepalanya masih berputar antara rasa takjub dan kecanggungan yang membuncah.

Di dalam kamar, Bunga menyentuh bibirnya dengan ujung jari mungilnya. Rasa hangat dari sentuhan Keanu seolah masih tertinggal di sana. Pipinya yang sudah merona semakin memerah padam. Ia tak bisa membohongi dirinya lagi bahwa perasaannya pada Keanu telah tumbuh begitu dalam, mengikis bayangan trauma dan ketakutan masa lalunya secara perlahan.

Bunga segera berganti pakaian dengan kemeja ganti milik Keanu yang masih kering dan bersih. Setelah menata penampilannya kembali, ia melangkah keluar kamar dengan ragu-ragu.

Di ruang tengah, hujan di luar sana perlahan mulai mereda menjadi gerimis tipis. Keanu yang mendengar langkah kaki mendekat, segera memutar tubuhnya. Pandangan mereka kembali bertaut, membuat keheningan di dalam ruangan itu mendadak terasa begitu intens.

"Sudah berganti baju?" tanya Keanu lembut seraya melangkah mendekati Bunga. Suaranya terdengar jauh lebih hangat dibanding biasanya.

Bunga mengangguk pelan. Ia menyatukan kedua jemarinya yang canggung, lalu perlahan mengangkat tangannya membentuk gerakan bahasa isyarat:

"Terima kasih, Kak Keanu... Soal yang tadi... dan karena selalu ada untuk menyelamatkanku dari mimpi buruk."

Keanu mengamati jemarinya Bunga yang bergerak lembut, lalu tersenyum tulus. Pria itu memangkas jarak di antara mereka hingga berdiri tepat di hadapan Bunga. Tanpa ragu, Keanu mengikis kecanggungan itu dengan merengkuh tangan halus Bunga dan menggenggamnya erat.

"Kau tidak perlu berterima kasih, Bunga. Mulai sekarang dan seterusnya, tempatmu adalah di sisiku. Aku yang akan menjadi perisaimu dari ketakutan apa pun," ucap Keanu dalam dan bersungguh-sungguh, menatap lurus ke dalam bola mata jernih istrinya.

Bunga menatap kedalaman mata Keanu yang penuh kepastian. Di detik itu, seluruh ketakutannya perlahan meleleh. Ia mengangguk pasrah, menyandarkan kepalanya di dada bidangnya Keanu, menikmati hangatnya dekapan pria yang kini sepenuhnya telah memenangkan hatinya.

*

*

Sementara itu, malam semakin larut di Jakarta.

Adrian berdiri di balik meja kerjanya di kantor Alexandria, menatap layar monitor yang menampilkan berbagai grafik transaksi keuangan perusahaan. Di sampingnya, Detektif Jordan berdiri menyilangkan dada seraya mengamati berkas-berkas yang baru saja dicetak.

"Kau menemukan sesuatu pada aliran dana asing itu, Jordan?" tanya Adrian tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Jordan menarik sebuah lembar dokumen berstempel rahasia lalu menyodorkannya ke hadapan Adrian.

"Aliran dana yang mengalir ke rekening Panca dan tempat tinggalnya tidak berhenti di Lucas Gracio," ujar Jordan dengan nada berat. "Lucas hanyalah perantara. Sumber dana utamanya berasal dari sebuah perusahaan cangkang di Singapura yang terhubung langsung dengan kekuasaan bisnis milik keluarga besar yang sangat berpengaruh di negeri ini."

Adrian mengerutkan keningnya, membaca nama identitas yang tertera di dokumen tersebut. Matanya membelalak kaget.

"Ini... ini tidak mungkin," gumam Adrian terperanjat. "Jika nama ini benar, artinya posisi Tuan Keanu dan Nyonya Bunga dalam bahaya besar!"

"Tepat," sahut Jordan dingin. "Monster sejati di balik pembunuhan orang tua Bunga bukan sekadar pengusaha biasa. Dia berada jauh lebih dekat dengan lingkaran utama keluarga Alexander daripada yang pernah dipikirkan oleh Keanu."

Adrian mengepalkan tangannya kuat-kuat, menatap lembar dokumen di meja dengan raut wajah yang menegang hebat.

"Kau yakin dengan analisis ini, Jordan? Kita tidak bisa menuduh tanpa bukti yang benar-benar solid. Jika orang ini berada di lingkaran dalam, sedikit saja kesalahan langkah bisa menghancurkan keluarga Alexander!" tegas Adrian, suaranya terdengar cemas bercampur panik.

Jordan menghela napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya ke tepi meja. "Aku tidak pernah main-main dengan data, Adrian. Jejak digital dan aliran rekening itu tidak bisa berbohong. Sosok ini memegang kendali atas banyak aset tersembunyi. Lucas Gracio rela membusuk di penjara bukan cuma demi Clarissa, tapi karena dia tahu, lawan mereka kali ini sanggup melenyapkan satu keluarga dalam semalam."

"Aku harus menghubungi Tuan Keanu sekarang juga," ujar Adrian seraya meraih ponsel di atas meja.

"Jangan!" potong Jordan cepat seraya menahan tangan Adrian. "Keanu sedang berada di Belitung bersama Bunga. Kalau kau memberi tahu dia sekarang, Keanu yang impulsif akan langsung melesat kembali ke Jakarta dan membuat pergerakannya mudah dibaca oleh lawan. Biarkan dia menjaga istrinya di sana. Kita matangkan dulu bukti fisik ini sebelum memberikannya pada Keanu."

Adrian menelan ludah, lalu perlahan menurunkan ponselnya. "Baiklah... Tapi amankan seluruh dokumen ini. Jangan sampai ada satu pun kebocoran di kantor ini."

*

*

Sementara itu, di Pulau Belitung, keesokan paginya langit cerah menyambut vila pribadi mereka. Angin laut bertiup lembut menggoyangkan tirai putih di kamar utama.

Bunga terbangun lebih dulu. Saat membuka mata, hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tegap Keanu yang masih tertidur lelap tepat di sampingnya. Satu lengan kekar Keanu melingkar posesif di pinggangnya Bunga, memangkas jarak di antara mereka hingga tak tersisa.

Bunga tersenyum tipis. Wajahnya merona mengingat kejadian kemarin malam tentang kecupan manis dan dekapan hangat suaminya yang membuatnya merasa begitu dilindungi. Secara perlahan, Bunga mengulurkan jemari mungilnya, menyentuh lembut rahang Keanu yang tegas.

Seketika itu juga, mata Keanu terbuka perlahan. Suasana pagi yang hening mendadak terasa begitu intim saat bola mata mereka saling terkunci.

Keanu tidak menarik lengannya, justru semakin mempererat pelukannya di pinggangnya Bunga. Senyum tipis terukir di bibirnya yang tampan.

"Selamat pagi, Istriku," bisik Keanu dengan suara serak khas bangun tidur yang terdengar sangat menggoda.

Pipinya Bunga seketika memerah padam. Ia menunduk malu, berusaha menutupi rona bahagianya dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

Keanu terkekeh pelan, sebuah tawa renyah yang sangat jarang terdengar. Ia mengusap rambut lembut Bunga, lalu mengecup puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang.

"Hari ini cuacanya sangat cerah. Sesuai janjiku kemarin, setelah sarapan kita akan pergi ke butik untuk membeli semua pakaian yang kau butuhkan," tutur Keanu lembut seraya menatap Bunga yang kembali mendongak. "Aku tidak mau kau terus-terusan memakai kemejaku... meski harus kuakui, kau terlihat sangat cantik memakainya."

Bunga memukul pelan dadanya Keanu karena malu, membuat Keanu kembali tertawa hangat. Di dalam benaknya Bunga, rasa syukurnya mengangkasa. Di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta, ia merasa benar-benar menemukan kedamaian di dalam pelukan pria yang kini menjadi pelindung hidupnya.

Namun, di balik kehangatan dan kebahagiaan yang mulai menyelimuti pasangan pengantin baru itu, bayang-bayang 'monster' sejati dari masa lalu Bunga kini mulai melangkah mendekat, siap mencengkeram kehidupan mereka kembali.

Bersambung...

🌻🌻🌻🌻

Hallo semuanya 🤗🤗

Ada karya baru lagi loh dari Othor, cus kepoin yuk 💃💃💃

Sinopsis

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!