Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Ren Tao bertanya dengan penasaran, "Kakak Shen Yu sebenarnya apa yang kau mau lakukan ?"
"Dasar bodoh... Ini namanya abalone, kepiting mentega, lobster dan ikan kerapu macan. Lobster dan abalone ini adalah hidangan laut yang sangat mahal, rasanya juga sangat enak." Ucap Shen Yu dengan santai.
"Benarkah semahal itu... Sialan kenapa aku dan ayahku tidak tahu ya padahal sering pergi kesini." Zilong tidak menyangka akan mendengar hal ini dari Shen Yu.
"Bapakmu petani kalian saja tidak sekolah dan hidup di desa kecil. Kalian pergi ke kota saja tujuannya tidak jelas mana tahu kalian hal seperti ini. Sudahlah aku tidak mau jual tapi mau aku makan, kalian sudah membantu jadi masing-masing dari kalian akan aku beri 20 ribu." Ucap Shen Yu dengan santai.
"Banyak sekali kami tidak bisa terima." Ren Tao dan Zilong merasa tidak enak.
"Tak apa setelah pulang aku bayar dan kalian harus coba juga." Shen Yu tidak keberatan sama sekali.
Jika mereka tahu harga aslinya takutnya 20 ribu bisa dianggap uang receh. Jika saja ini bisa dibudidayakan didalam ruang dimensi mungkin dia bisa lebih cepat kaya, sayangnya ruang dimensinya itu seperti wilayah pegunungan dan tidak punya air laut.
Untuk ikan air tawar masih memungkinkan tapi jika untuk ikan laut sudah pasti tidak bisa, air spiritual hanya bisa menjaganya tetap segar saja dan lebih baik jangan serakah.
Karena tangkapan yang sudah terlalu banyak mereka memutuskan pulang lebih awal, Shen Yu membeli beberapa bumbu dan tidak sabar untuk memakannya.
Malam harinya mereka sampai dirumah dan Shen Yu memberikan Ren Tao dan Zilong sedikit untuk mencobanya dirumah. Qing Yue membantunya menurunkan semuanya dan Fei Sie memeriksanya.
"Wah semuanya barang mahal... Lobster, abalone, kepiting, udang dan kerapu." Ucap Fei Sie yang terlihat senang.
"Aku serahkan kepadamu... Ayo masuk mau hujan." Shen Yu baru mengingat hal yang penting.
Shen Yu mandi membersihkan tubuhnya dan ingat jika Fei Sie sebenarnya adalah gadis terpelaja di Kota. Dulu dia dikirim ke Desa sebagai relawan dan akhirnya menikah disini karena hidup yang sulit.
Sebagai relawan desa dia tidak bisa kembali ke Kota Provinsi dan mungkin seumur hidup tidak bisa bertemu dengan orang tuanya. Aturan relawan desa akan longgar pada tahun 1985 tapi masih ada sisa 5 tahun lagi.
Mereka bertiga makan bersama dan Shen Yu menikmati seafood sepuasnya. Makanan laut memang sangat enak tidak heran harganya juga sangat mahal.
Telepon berdering dan Shen Yu mengkat panggilan dari Kang Chen, "Halo ?"
"Shen Yu aku punya kabar bagus untukmu... Agen ekspor akan datang ke Kabupaten dan mencari hasil hutan terbaik. Harganya jauh lebih tinggi 50 persen dari harga pasar tapi yang dia minta bukan daging melainkan herbal atau kulit." Ucap Kang Chen dengan serius.
"Aku mengerti Paman Kang... Tapi ada hal penting yang ingin aku bahas. Aku butuh bantuanmu tidak lama lagi buah jeruk dan apel akan segera panen, 2 hektar lahanku mungkin akan mengumpulkan sangat banyak jadi apakah Paman Kang punya kenalan ?" Tanya Shen Yu kepada Kang Chen.
"Hanya masalah kecil... Aku akan segera mengabarimu." Kang Chen menyetujuinya dan menutup telepon.
Shen Yu membawa kedua Istrinya ke kamar dan berkata, "Menurut kalian jeruk dan apel di kebun belakang layak dijual berapa ?"
"1 ribu per kg dan harga borongan 800.... Harga normal paling tidak 600 tapi kita layak mendapatkan harga lebih. Bukan hanya soal kualitas tapi milik kita bukan hanya ditanam ditanah yang subur tapi berbuah dengan cepat." Fei Sie mengatakan pendapatnya.
"Iya... Jeruk dipasar Kota rasanya kadang ada yang asam dan kalau beruntung dapat yang manis." Qing Yue juga sependapat.
"Baiklah kalau begitu aku akan mendengarkan kalian tapi malam ini aku akan mengurus kalian berdua sekaligus." Shen Yu merangkul mereka berdua.
Mereka berdua terlihat malu dan ini semakin membuat Shen Yu menginginkannya, satu persatu pakaian lepas dan Shen Yu mengurus mereka berdua ditempat tidur secara bergantian.
Fei Sie merasa ini sangat memalukan tapi entah mengapa dia justru lebih bersemangat lagi, setelah bercinta sepanjang malam mereka bertiga tertidur pulas dan bangun keesokan paginya.
Shen Yu naik gunung membawa Blackie dan White bersamanya. Agen ekspor sangat jarang datang ketempat ini dan karena harganya bagus maka dia harus lebih berusaha lagi, kali ini tujuannya adalah memburu beruang buta.
Kulit, cakar dan empedunya punya nilai yang tinggi apa lagi empedu beruang adalah obat herbal alami. Shen Yu sudah tahu lokasinya dan dia melewati beberapa tebing curam, angin dingin bertiup kencang dari celah tebing dan ini adalah waktu yang pas bagi beruang mencari makan.
Shen Yu mengeluarkan tali tambang dan mengikatnya diantara dua pohon. Sekalipun tubuhnya berada dipuncaknya namun kekuatan beruang sangatlah menakutkan.
Sekuat apapun dirinya Shen Yu yakin satu tamparan saja itu sudah cukup membunuhnya, orang gunung pernah mengatakan memburu beruang tanpa anjing pemburu sama saja cari mati tapi dia punya dua serigala yang lebih berani dan ganas.
Shen Yu menemukan sebuah gua dan diluar dia melihat banyak tanaman obat, "Gila sarang beruang ini ternyata ladang obat. White... Blackie kalian berdua bersiaplah jangan serang dari depan pastikan untuk memancingnya kearahku."