kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.
yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Mata Nina berbinar melihat raut frustrasi Faris yang kian tak terkontrol di tengah riuhnya bisik-bisik mahasiswa. Tanpa membuang waktu, Nina merapikan posisi tasnya, mengubah raut wajahnya menjadi penuh rasa khawatir dan kebingungan khas gadis polos, lalu melangkah turun mendekati lorong Fakultas Bisnis.
Faris melangkah keluar dari ruang kelas dengan napas terengah-engah, mengusap wajahnya yang penuh keringat dingin. Kehormatan dan nama baik keluarga yang ia bangun belasan tahun hancur berantakan dalam sehari.
"Assalamualaikum....Ayah?"
Suara lembut nan lugu itu memecah kegusaran Faris. Pria itu menoleh patah-patah dan menemukan Nina berdiri tak jauh darinya, memegang tali tasnya dengan wajah cemas.
"Nina? Sedang apa kamu di sini?" bentak Faris dengan nada parau, refleks menoleh ke sekeliling karena takut ada yang mengenali hubungannya dengan Nina.
"Nina baru selesai sarapan di kantin, terus dengar ada ramai-ramai di lorong..." jawab Nina dengan mata berkedip polos, melangkah lebih dekat. "Ada apa, Ayah? Kenapa Ayah berteriak-teriak mencari Hazel di depan dosen dan teman-temannya?"
Faris membuang muka, menggertakkan giginya rapat-rapat. Rasa malu dan murka bercampur menjadi satu. "Anak tidak tahu diri itu kabur dari rumah! Dia menggadaikan aset keluarga demi foya-foya di klub malam!"
Mata Nina membelalak sempurna, memasang ekspresi terkejut yang amat sangat natural. "N-nggak mungkin, Ayah... Hazel kan anak yang baik dan penurut. Masa Hazel tega melakukan hal sejahat itu sama Ayah dan Tante Anggun?"
Sentilan halus Nina yang memuji Hazel sebagai anak penurut justru terasa bagai bensin yang disiramkan ke dalam kobaran api amarah Faris.
"Penurut matamu?!" sembur Faris dengan nada menekan. "Dia hanyalah anak haram yang cuma bisa memeras hartaku! Sekarang rumah dan tanah serta aset lainnya terancam disita bank gara-gara surat utang yang dia tanda tangani!"
Nina menutup mulutnya dengan telapak tangan, berpura-pura sangat terpukul mendengarnya. Namun di balik jemari yang menutupi bibirnya, senyum kemenangan terukir amat tipis.
"Seandainya Ayah mau bertaubat dan menyesali perbuatannya pada sang ibu dulu, mungkin Nina bisa membantunya" gumamnya dalam hati.
"Lalu... bagaimana dengan Ayah?" bisik Nina parau, menatap Faris penuh rasa iba buatan. "Ayah sudah tidak punya uang lagi untuk menyelamatkan rumah dan aset lainnya?"
Faris mencengkeram kepalanya sendiri. Pertanyaan Nina menghantam harga dirinya yang paling dalam. Pria yang dulu selalu berlagak paling berkuasa itu kini benar-benar berada di ambang kebangkrutan total.
"Kamu..." Faris mendadak menatap Nina dengan pendar mata liar penuh pengharapan muslihat. Ia memegang kedua lengan Nina erat-erat. "Kamu kan sekarang istrinya Jafar, kan?! Nina! Bantu Ayah! Minta Jafar melunasi utang Hazel atau beri Ayah uang beberapa miliar untuk menyelamatkan aset rumah!"
Nina menatap jemari Faris yang mencengkeram lenganya. Di dalam hatinya, ia tertawa geli melihat betapa rendahan dan putus asanya pria yang menyebut dirinya seorang Ayah ini.
Dengan pelan namun tegas, Nina melepaskan cengkeraman tangan Faris dari lengan nya, melangkah mundur satu tindak dengan raut wajah takut-takut.
"Tapi Ayah..." cicit Nina pelan, suaranya terdengar ragu dan bergetar. "Kemarin malam kan Ayah sendiri yang menasihati Nina... Ayah bilang Nina tidak boleh minta uang atau harta apa pun dari Tuan Jafar. Ayah bilang Nina harus jual mahal agar Tuan Jafar tidak menganggap Nina wanita murahan... Lagian status Nina hanya istri sirih, kalau Nina macam-macam, tuan jafar pasti akan membuang Nina"
Faris tersentak hebat. Kalimat nasihat busuk yang ia lontarkan semalam kini menghantam telak wajahnya sendiri layaknya bumerang.
"N-bukan begitu maksud Ayah, Nina!" gagap Faris, wajahnya kian pucat pasi. "Keadaannya sekarang darurat!"
"Nina takut, Ayah... Tuan jafar ..." potong Nina pelan sembari menundukkan kepala penuh kepatuhan buatan. "Tuan Jafar sangat galak dan kejam . Kalau Nina melanggar janji dan tiba-tiba minta uang miliaran untuk melunasi utang Hazel... Tuan Jafar bisa marah dan menceraikan Nina. Kalau Nina diceraikan, pasti Tuan jafar akan menagih hutang-hutang yang dulu di tukar dengan Nina?"
Faris tersedak ludahnya sendiri. Ia mematung di tengah lorong kampus, tak mampu membalas sepatah kata pun. Ucapan Nina yang terdengar lugu itu mengunci rapat semua celah manipulasi yang biasa Faris gunakan.
"Nina masuk kelas dulu ya, Ayah. Semoga Hazel cepat ketemu... Assalamualaikum" pamit Nina lembut, membungkuk sopan lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan Faris yang berdiri mematung bagai patung bernyawa di tengah hiruk-piruk kampus.
Setelah meninggalkan Faris yang terpaku membisu di lorong kampus, Nina melangkah menuju sudut perpustakaan yang sepi. Ia menarik napas dalam-dalam, mengeluarkan ponsel khususnya, dan langsung menghubungi Tania.
"Assalamualaikum...Tania," bisik Nina dengan nada dingin dan penuh perhitungan. "Aset tanah dan sisa saham milik Anggun Group yang dijadikan jaminan oleh Hazel... surat utangnya sudah dipegang oleh pihak Mr.R dan Nick , kan?"
"Waalaikumsalam....Betul, Nin," jawab Tania dari seberang telepon. "Mereka berencana menjual surat utang dan menyita aset itu hari ini juga dengan harga murah di pasar gelap."
Nina meraba Black Card berkilat di dalam saku gamisnya. Senyum kemenangan terukir sempurna di bibirnya.
"Boleh minta tolong gak Tan, Aku ingin Beli semuanya atas namaku," pinta Nina dengan tegas. "Tuan jafar memberikan Aku Black Card semalam. Tebas seluruh sisa saham Anggun Group, tanah, salon yang saat ini masih di segel polisi, hingga sertifikat rumah utama tempat Ayah dan Anggun tinggal. Ambil alih seluruh kepemilikan aset mereka sebelum pihak lain menyentuhnya.".
Tania terkejut bukan main mendengar Nina di berikan Kartu sakti oleh Jafar, pria kejam yang tempo hari ia bilang Fir'aun.
"Siap, Bos! Transaksi besar akan segera diproses...!" sahut Tania penuh semangat.
"Hati-hati nin, sepertinya Jafar sudah mulai ada hati padamu" goda Tania di seberang sana , membuat wajah Nina memerah.
"Siap-siap nin, Aku akan menjemput mu sekarang juga".
____
Beberapa Jam kemudian, di lantai teratas gedung pencakar langit pusat kota Jakarta, Jafar sedang memimpin rapat penting bersama jajaran direksi internasional. Suasana ruangan rapat begitu hening dan penuh tekanan, setiap petinggi perusahaan menahan napas menunggu keputusan dari sang konglomerat dingin.
Tiba-tiba...
Ting ....
Ting...
Ponsel pribadi Jafar yang terletak di atas meja marmer bergetar keras. Layarnya menyala, menampilkan serangkaian notifikasi perbankan dari akun utama tempat Black Card terhubung.
Jafar melirik sekilas, namun sepasang mata tajamnya mendadak membelalak sempurna di balik masker hitamnya.
[NOTIFICATION: TRANSACTION SUCCESSFUL - IDR 20.000.000.000]
[RECIPIENT: ASSET LIQUIDATION & SHARE TRANSFER SERVICES]
"Dua puluh miliar rupiah!"
Pria yang biasanya tak pernah mengedipkan mata saat kehilangan ratusan juta itu langsung menegakkan tubuhnya. Ini bukan sekadar belanja baju, tas bermerek, atau skincare mahal khas gadis desa, ini adalah transaksi pembelian aset dan akuisisi saham berskala besar!
Tanpa memedulikan puluhan pasang mata direksi yang terkejut, Jafar mengangkat tangannya, menghentikan rapat seketika.
"Rapat ditunda," potong Jafar singkat dengan suara berat yang tak membiarkan bantahan.
Ia berdiri, melangkah lebar keluar dari ruang rapat menuju ruang kerja pribadinya. Dako yang sigap langsung mengikuti dari belakang dengan wajah yang tak kalah tegang.
Brak!...
Jafar membanting pintu ruang kerjanya, berbalik menatap Dako dengan pendar mata yang berkilat tajam di balik masker. Ia melempar ponselnya ke meja.
sungguh terlalu kamu Faris
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰