Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten

Transmigrasi Menjadi Istri Gendut Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:84.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

"Gak usah pura-pura amnesia. Dan ingat, meski kamu bunuh diri berkali-kali, aku bakal tetep ceraiin kamu."

"Hei, Pak Tentara! Saya benar-benar gak kenal Anda!"

Vivian, desainer ternama, mengalami kecelakaan mobil dan jatuh ke sungai. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Levia, istri gendut Kapten Arvandra Jayasena.

Semua orang tahu, Levia terobsesi pada Vandra. Demi menjadi istrinya, ia menjebak sang kapten hingga terpaksa menikahinya. Akibatnya, pernikahan mereka hanya dipenuhi kebencian, hingga Levia nekat mengakhiri hidupnya.

Kini, Vivian yang menempati tubuh Levia sama sekali tidak berniat mengejar cinta Vandra. Ia hanya ingin mengubah takdir pemilik tubuh dengan cara menurunkan berat badan dan mengejar kembali mimpinya sebagai desainer.

Namun, ketika Levia berhenti mengejar, perlahan Vandra malah enggan melepaskannya.

"Via... kita mulai dari awal."

"Mulai dari awal? Maaf, Kapten. Saya bukan aplikasi yang bisa di-reset ke pengaturan pabrik."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Ketika Orang Lain Melihat Kesempatan

Sore itu, halaman sebuah gedung pertemuan dipenuhi beberapa istri prajurit yang akan mengikuti kegiatan Persit. Sebagian masih duduk sambil menikmati minuman, sementara yang lain bercakap-cakap dalam kelompok kecil.

Levia datang mengenakan blouse sederhana dengan celana panjang bahan. Rambutnya diikat rapi, membuat wajahnya yang kini semakin tegas terlihat jelas.

Begitu melihatnya, beberapa perempuan langsung menyambut. "Levia, sini!"

Levia tersenyum dan menghampiri mereka.

"Sudah lama gak ketemu," ujar salah seorang perempuan. "Kamu sekarang makin berubah, ya."

Levia tertawa kecil. "Berubah apanya?"

"Penampilanmu."

Salah seorang lainnya memerhatikan tubuh Levia dari atas sampai bawah. "Berat badanmu sekarang berapa?"

"Masih sekitar delapan puluh empat kilogram," jujur Levia.

Mata mereka langsung membesar.

"Serius?"

Levia mengangguk. "Iya."

"Kirain sudah di bawah delapan puluh."

"Kalau dilihat memang kelihatan lebih ringan," sahut perempuan di sebelahnya.

Levia tersenyum. "Mungkin karena aku rutin olahraga. Selain berat badan turun, tubuh juga jadi lebih padat."

"Olahraga apa?"

"Macam-macam." Levia menjawab dengan ramah. "Kardio, latihan kekuatan, tinju, sama bela diri."

"Tinju?"

"Iya." Levia mengangguk.

Mereka langsung tertawa kagum.

"Pantasan sekarang kelihatan beda."

"Dulu kamu gak pernah ikut kegiatan seperti ini."

Levia mengangkat bahu. "Dulu aku memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah."

Mereka saling pandang. Tidak ada yang melanjutkan kalimat itu. Semua tahu bagaimana Levia dulu dikenal.

Salah seorang akhirnya mengalihkan pembicaraan. "Oh iya, kami dengar kamu sekarang punya perusahaan?"

Levia tersenyum. "Masih kecil."

"Kecil apanya? Aku lihat beberapa produknya sudah mulai dikenal."

Levia tersipu malu. "Masih tahap awal. Aku masih belajar banyak."

"Namanya apa?"

"Brenda." Levia mengucapkannya dengan mantap.

"Brenda?" Perempuan itu mengulang nama tersebut. "Kenapa namanya Brenda? Ada arti khusus?"

Levia terdiam sejenak sebelum tersenyum. "Ada."

Sebelum menjawab, ia memandang gelang pemberian ayahnya yang melingkar di tangannya. Gelang yang katanya milik mendiang ibunya.

"Brenda itu gabungan nama kedua orang tuaku. Bram dan Dahlia."

"Ah..." Perempuan di depan Levia tampak takjub. "Berarti nama ayah dan ibu?"

Levia mengangguk. "Iya. Aku bisa sampai sejauh ini karena mereka. Ayah yang membesarkanku dan selalu mendukungku, sementara Ibu memang sudah gak ada, tapi beliau tetap bagian dari hidupku."

Levia tersenyum kecil. "Jadi aku ingin ada nama mereka dalam sesuatu yang kubangun sendiri."

Beberapa perempuan langsung tersenyum.

"Manis banget."

"Berarti E-nya dari Levia?" tanya perempuan di samping Levia.

Levia terkekeh. "Iya. Anggap saja begitu."

Mereka tertawa kecil.

"Bagus, lho. Jadi bukan sekadar nama perusahaan."

"Iya," sahut Levia. "Aku ingin setiap kali melihat nama itu, aku ingat dari mana aku berasal."

Salah seorang perempuan yang sejak tadi lebih banyak diam akhirnya membuka suara dengan hati-hati.

"Levia..."

Levia menoleh. "Hm?"

"Maaf kalau pertanyaannya terlalu pribadi."

Levia mengerutkan dahinya. "Apa?"

"Dulu aku sering dengar kabar kalau Kapten Vandra mau nyeraiin kamu."

Suasana di antara mereka sedikit berubah.

Levia tetap tenang. "Memang pernah ada pembicaraan soal itu."

"Kalau sekarang kamu sudah berubah seperti ini..." Perempuan itu tampak ragu. "Apa kamu masih mau bercerai?"

Levia tidak langsung menjawab. Beberapa pasang mata menunggunya.

"Aku rasa..." Levia tersenyum tipis. "Kalau soal itu, aku gak bisa memutuskan sendirian."

"Kenapa?"

"Karena pernikahan bukan cuma tentang apa yang aku mau." Nada suaranya terdengar tenang. "Vandra juga punya keputusan sendiri."

Salah seorang perempuan mengangguk pelan. "Tapi kalau boleh jujur..." katanya. "Sayang banget kalau sampai cerai."

"Betul."

Perempuan lain ikut menyela, "Aku juga berpikir begitu. Kamu sekarang punya perusahaan, punya kemampuan, tubuhmu juga semakin sehat. Kalau aku jadi Kapten Vandra, aku malah takut kehilangan."

Levia tertawa kecil. "Jangan begitu."

"Serius."

"Kalau kalian terus ngomong begitu, nanti aku jadi besar kepala," canda Levia.

Mereka tertawa.

Seorang perempuan yang duduk di samping Levia kemudian berkata, "Kalau Kapten Vandra benar-benar tetep mau cerai, itu malah bikin aku heran."

Levia mengangkat alis.

"Adik iparku kebetulan belum menikah," lanjutnya santai. "Dia juga pebisnis. Kalau kamu benar-benar bercerai, kenalan saja dengannya."

Yang lain langsung tertawa. "Astaga, kamu langsung menawarkan adik ipar!"

"Kenapa?" sahut wanita di samping Levia. "Aku malah senang kalau punya adik ipar seperti Levia."

Seorang wanita lagi ikut bersuara dengan nada antusias. "Levia, adikku juga masih single. Dosen. Boleh juga tuh kenalan sama kamu."

Levia sampai menggeleng sambil tertawa. "Kalian ini..."

"Tapi serius," ujar perempuan itu. "Dia bakal senang kalau punya istri yang punya bisnis sendiri, mandiri, dan gak bergantung sama keluarga."

Levia tersenyum. "Terima kasih, tapi untuk urusan jodoh, aku belum kepikiran."

"Belum kepikiran atau masih menunggu seseorang?" goda yang lain sambil menaik turunkan alisnya.

Pertanyaan itu membuat Levia terdiam sesaat. Ia kemudian tersenyum lembut. "Aku sekarang sedang sibuk membangun hidupku sendiri."

Jawaban itu membuat mereka saling pandang. Tidak ada lagi Levia yang dulu selalu membicarakan Vandra. Sekarang, bahkan ketika namanya disebut, perempuan itu tidak lagi menunjukkan kegelisahan.

Dan tanpa Levia sadari, perubahan itulah yang justru membuat beberapa orang mulai bertanya-tanya.

"Kalau Levia benar-benar sudah gak ngejar Kapten Vandra lagi..." batin seorang wanita yang duduk tak jauh dari mereka.

Sejak tadi, wanita itu diam-diam mendengarkan percakapan tersebut. Ibu Risa, istri seorang jenderal, menatap Levia beberapa saat.

Dulu ia sering mendengar bagaimana Levia begitu terobsesi pada Vandra. Namun perempuan yang dilihatnya sekarang benar-benar berbeda.

Sorot matanya kemudian berubah. "Lalu gimana reaksi sang kapten ketika pulang nanti?"

Ia terdiam sejenak sebelum sebuah pikiran terlintas di benaknya. "Kalau begitu... apa Risa masih punya kesempatan untuk mendapatkan Vandra?"

 

...✨“Dulu ia ingin menjadi seseorang yang pantas dicintai. Kini ia memilih menjadi seseorang yang pantas dibanggakan oleh dirinya sendiri.”...

...“Saat seseorang berhenti mengejar, ruang yang ditinggalkannya bisa saja menjadi kesempatan bagi orang lain. Namun belum tentu orang yang ditinggalkan rela membiarkan kesempatan itu diambil.”✨...

.

To be continued

1
Septi Wijaya
status nya blm cere kan ya .. harusnya jgn bawa lelaki ke rumah...
Ma Em
Vandra hatinya sdh senang karena surat cerai blm di tanda tangan oleh Levia tapi Levia malah bilang kalau Vandra mau mengambil surat cerainya .
Uthie
selalu dibikin nagih terus baca kisah cerita mereka 😁👍👍
Ass Yfa
ya ampun..nyesek bngt..pulang jerumah istri yg buka pintu orang luar...maksutnya gimana..kalo Vandra nggk bisa mengelola emosi jelas mencak2,,,Via juga buasa aja...dia bukan Levia...mssalahnya dia Viviana..jadi rasa cinta iti tak pernah ada😭😭
Ass Yfa
ribet bngt sih Van..cintamu
Ass Yfa
kenapa harus Risa yg nelpon...berharap Levia....harusnya tiap kali Risa nrlpon tdk usah diangjt diabaikan saja...ters meners ngasih harapan ke Risa...Vandra sendiri tdk tegas
Anitha
Van jangan biarkan Levia tanda tangan surat cerai itu, ayo kamu ngomong jangan kelu gitu di depan Via...buktikan kalo kamu mesih mencintai Levia dan menginginkannya💪
mery harwati
Ini minum kopi online dulu lah pagi², agar kalian (Vandra, Andri & Levia) gak salah paham lagi, apapun akhir cerita ini, mau berpisah baik² mencari pasangan hidup masing² silahkan, mau dilanjut sebagai suami istri terserah, karena author yang punya alur ceritanya 😍
Wardi's
beuh berat vandra... berat..., hayo loh mau jawab apa .. mo ngomong apa..., jangan malu., akuin aja klo kamu mau batalin perceraian itu...
mery harwati
Sengaja alurnya dibuat Andri yang buka pintu saat Vandra berkunjung ke rumah Pak Gultom mertua Vandra, padahal ada Bu Sari ART di rumah Pak Gultom 😀
Apa iya Andri Mahesa sebagai tamu sekaligus rekan bisnis Brenda malah yang membukakan pintu saat ada tamu di rumah Pak Gultom? Sedangkan posisi Andri sendiri juga tamu 😂
Dan Pak Gultom sebagai tuan rumah tidak memperkenalkan Andri pada Vandra, kesannya dibuat agar salah paham antara Vandra, Andri & Levia 🤭
Anitha
setahun bertugas dan baru pulang ingin menemui istrinya,dan sampai rumah di sambut dengan adanya Andri yang nginep du rumah Levia...

panggilan kak Andri membuat Vandra membeku😄
Wardi's
pasti nyess bgt rasanya ya vandra.., yg sabar ya., anggap aja ujian atas perbuatanmu selama ini.. msh berhubungan sama risa pdhl blm cerai..
Wardi's
omegat gmn tuh rasanya vandra..., disaat sdh mulai menerima levia., tp ada pria lain yg nginap dirumahnya .
aku
terkesan plin plan. kmren bandingin sm si onoh yg bergelar dokter. klo skrg d blg ke via jd mkirnya org pasti krn via lbh sukses. 😌
Wardi's
nah loh.... pagi2 vandra d kejutkan ada andri nginep d rumah levia...
Anitha
kejutan untuk Vandra di saat pulang ke rumah Levia di sambut dengsn adanya Andrii yang nginep di rumah Levia...kamu jangan salah paham dulu ya Van..bersikaplah dengan bijak
asih
gimana reaksi vandra Nanti ketika DIA datang ke rumah via dan ternyata disana Ada andri hahaha
Ma Em
Apakah Levia akan kembali pada Vandra atau berjodoh dgn Andri Mahesa .
Kadek Sri
wah Vandra akan bertemu Levia
Puji Hastuti
jeng jeng jeng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!