agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejahilan agler
pagi hari di apartemen terjadi keheboan, agler menjahili sisi yang sulit di bangunkan "aunty bangun" yang hanya di jawab gumaman oleh sisi, "aunty bangun" ucapnya lagi, agler bosan auntynya itu tak kunjung bangun, sebuah ide melintas di otaknya, di raihnya lipstik sisi yang ada di meja rias, agler melingkari kedua mata sisi, kemudian membuat pipi sisi kemerahan yang berbentuk bulat di kanan dan kiri, sisi sama sekali tak terusik dia masih asik dengan mimpi indahnya.
oke selanjutnya membangunkan aunty, di ambilnya buku kemudian digulungnya, dia menarik nafas panjang kemudian berteriak di telinga auntynya melalui buku yang sudah digulung, "kebakaran kebakaran" sisi yang terkejutpun langsung panik dan berdiri begitu dia membuka matanya, kebakaran dimana kebakaran .
agler tak dapat menahan lagi tawanya hahahaha aunty hahahaha kau lucu sekali
mata sisi menyipit melirik tajam pada sosok bocah yang menertawainya " kau mempermainkan aunty"
eh tidak tidak aku tak begitu, bagaimana ya " tadi itu aunty susah sekali di bangunkan jadi aku hanya sedikit menjahilimu, "agler menyipitkan jempol dan telunjuknya memberi tahu sisi
agler menarik tangan sisi "ayo kita keluar" eh jangan begini aunty mau mandi dulu, "tak perlu ayo" tarikan tangan agler tak lepas dari sisi sampai ke ruang tv dimana agam bunda lea dan sang sopir ada disana,
maaf semua agak lama susah sekali membangunkan aunty, "mereka menatap sisi yang kacau, hahaha hahaha mereka tertawa terbahak bahak,oh ya ampun non kalau mau jadi badut jangan disini, perut saya jadi sakit karna terus tertawa, lea menggeleng gelengkan kepalanya sambil tertawa, ia yakin ini pasti ulah putranya yang jahil itu, hanya agam yang terus diam menatap mereka, menurutnya itu sesuatu yang membosankan, jadi dia tetap sibuk dengan gadgetnya, sisi bingung, apa yang terjadi.
dia yakin sesuatu terjadi pada dirinya, diapun berbalik menatap agler, "setan kecil apa yang kau lakukan"
mpttth... aunty aku tak melakukan apapun" elak agler
awas kau ya...sisi berlari ke arah kaca yang menggantung diruang tv itu, "oh ya ampun wajahku" sisi panik dan menangkup kedua pipinya sendiri
agleeeeerrrrr" teriakan sisi menggema, sisi menghentak hentakkan kakinya tak terima sambil meninggalkan mereka menuju kamar mandi.
lea meredahkan tawanya dilambaikannya tangannya memanggil agler "sini nak" jangan ulangi lagi oke, kasiankan aunty mu, tidak baik nak melakukan hal seperti itu.
"maaf bun" agler merasa bersalah
"jangan melakukan hal konyol" ucap agam tanpa mengalihkan pandangannya dari gadget.
agler menjawab acuh tak acuh "ya takkan ku ulangi
setengah jam kemudian sisi sudah tampil cantik dengan kemeja dan celana panjang khas kantor membalut tubuhnya, dia melirik agler dan mengacuhkannya, kalian semua sudah sarapan?
belum, di kulkas tak ada bahan masakan, sahut lea
agam hanya menggelengkan kepalanya
ya sudah kita sarapan di restoran bawa saja
agler merasa bersalah "aunty maaf" tapi sisi memalingkan wajahnya, tak memperdulikan ucapan agler.
aunty maaf " ucapnya lagi
iya iya jangan diulangi "ucap sisi penuh penekanan
agler nyengir menampakkan deretan giginya membalas ucapan sisi
ayo semua kita sarapan, pak ayo sarapan juga bareng kita, setelah itu kita belanja "eh tapi non saya gak pantes" mereka menghentikan langkah "gak ada yang beda pak" kita semua sama sama manusia, sudah ayo jangan protes" ucap lea