Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Di Balut Luka

Cinta Di Balut Luka

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

Kisah ini sebagian diangkat dari kisah nyata dan di baluri berbagai fiktif belaka. Maka bijaknya dalam membaca cerita pilihan anda.

👌👌👌

Kisah Cinta yang rumit dan penuh cerita memilukan membuat ku harus menjalani getirnya kehidupan.

Di jodohkan oleh beberapa pria pilihan keluarga membuatku terpaksa tegar dan ikhlas menerimanya.

Namun dari setiap pria itu tak ada satu pun yang berakhir bahagia. Aku selalu berdoa dalam setiap sujud ku, berharap suatu saat nanti akan datang pangeran tampan yang bersedia menjadi Imam ku hingga ke Jannah kelak.

Walau akhirnya aku yang selalu menjaga kehormatanku selama ini pada waktunya harus kehilangan kesucianku.

Disaat bersamaan juga dua orang pria meminangku didasari ketulusan hingga membuatku bingung harus memilih siapa diantara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Mbak Nai! yuhu! Mbak dimana?" teriak Chelsea dari luar. Bagaimana aku tahu, karena suara khasnya yang sudah kayak kaleng rombeng berteriak-teriak sesuka hati.

"Kenapa, Chel?" setelah Ia berada didepanku. Chelsea adalah sepupuku. Usianya baru 17 tahun. Itu artinya masih sekolah menengah atas.

"Mbak, anterin Chelsea foto copy yuk. Aku takut sendirian," rengeknya bergelayut dipundakku membuat aku geli olehnya.

"Emang Bang Ilham kemana?" tanyaku yang mendongak kearah nya.

"Bang Ilham kan kerja, ikut panen sawit katanya," jawab Chelsea sambil mengerucutkan bibir. Melihatnya aku kasihan hingga akhirnya aku bersedia. Toh, paling cuma sebentar. Masak sebagai saudara aku gak punya hati sih.

"Ya udah bantu Mbak Bereskan ini," kataku padanya. Anggap saja imbalan biar impas, hehehe....

"Oke, Mbak. Di tarok dimana?"

"Diatas lemari tu!" tunjukku ketempat yang dimaksud.

Cukup lama membereskan daganganku, kami pun berangkat dengan motor maticnya. Namun yang membuatku heran, kami sudah melewati tukang Foto Copy tapi Chelsea malah melajukan motornya.

"Chel, bukanya_?"

"Disana rusak, Mbak. Makanya agak jauhan dikit," jawabnya tersenyum.

Tepat disebuah bendungan yang besar dia menghentikan motornya didepan seorang pemuda. Tanpa malu bertukar pipi didepanku.

"Lo, Chel_?" aku sebagai mbak berusaha menegurnya tapi Chelsea malah memotong pembicaraanku.

"Mbak ini uang, Mbak pulang naik ojek ya. Aku mau jalan sebentar sama pacarku," katanya. Ia berlalu dengan pemuda itu tanpa memperkenalkannya padaku. Aku kebingungan dibuatnya. Dimana ada tukang ojek di tempat wisata tersebut. Hanya orang yang lalu lalang mencari hiburan yang kulihat.

"Ya ampun, Chel. Tega sekali sih kamu!" omelku kesal. Lama merenung dan berpikir. Akhirnya aku teringat dengan Mas Dikha. Lekas kurogoh ponsel bututku dari dalam saku celana. Untung barang berharga ini selalu kubawa akhir-akhir ini.

"Halo, Assalamualaikum!" jawab Mas Dikha dari sebrang.

"Wa'allaikumsalam, Mas. Aku bisa minta tolong," ujarku sedikit canggung.

"Kenapa, Nai? kau nampaknya sangat gelisah?" tanya Mas Dikha, nampaknya Ia panik dengan permintaanku.

Akhirnya kuceritakan semua sebab aku menelpon dan butuh jemputan darinya.

"Oh, gitu. Tunggu disana ya! ingat, jangan kemana-mana!" pesannya.

"Iya, Mas," jawabku. Seperti biasa, usai mengucapkan salam Mas Dikha mematikan ponselnya.

Sekitar setengah jam aku menunggu, akhirnya Mas Dikha muncul dari kejauhan. Kukembangkan senyum menyambut kedatangannya. Semakin hari, perasaanku padanya entah mengapa bertambah besar. Apalagi melihat wajahnya. Masya Allah, keindahan Tuhan mana lagi yang ku dustakan.

"Assalamualaikum!"

"Wa'allaikumsalam, makasih ya Mas udah repot-repot jemput Nai," kataku senang.

"Kayak sama siapa aja sih, Nai. Rupanya disini rame ya, kira keliling sebentar ya!" ajaknya tiba-tiba.

"Oh, boleh," jawabku antusias.

Dibendungan itu banyak orang menyewa perahu untuk sekedar menikmati sebuah kolam mini didekatnya. Aku yang melihatnya serasa ngeri. Bahkan suatu dentuman air nampak memabukkan.

"Nai, ayo kesini!" Mas Dikha mengajak ku mendekat di arah pusaran air.

"Ih, gak mau Mas, Nai takut!" teriakku histeris.

"Masak takut sih, kitakan bukan mau masuk kedalam air, Nai?" ajaknya lagi hendak menarik tanganku namun ku lepas dengan cepat dan aku akhirnya menangis. Sejak kecil, aku memang takut dengan air yang besar.

"Gak mau, Mas. Nai pusing liatnya," kataku protes sambil duduk menutupi wajahku dengan telapak tangan.

Bukannya menghibur Mas Dikha malah menertawakan tingkahku yang sudah seperti anak kecil. Pasti dia mengira aku hanya berbohong.

"Hiks... Mas Dikha," teriakku marah, mengangkat kepala kearahnya.

"Astaufirullahal azhim, Nai. Kamu beneran takut ya?" tanyanya setelah melihat mataku basah.

1
bobo
melas tmen ayu2 jd kuli panggul...abang dan bpky sengklek y thor
bobo: ok.sm2...
total 4 replies
Retno Ningsih
terharu dengan karyamu kak

juga terakhir di cerita tentang pernikahan

tapi jujur sulit buat saya,maaf dengan posisi membawa 2 anak dengan suami skrng jadi 3,banyak perselisihan khususnya putraku dengan ayah sambungnya,yg paling bikin sakit hati perkataan yg keluar dari lisannya "dasar monyet lu udah untung gùe nafkahin elu juga anak-anak lu

memaafkan bisa tp sulit melupakan,pernah beberapa kali mengungkapkan agar berpisah tp tidak di iyakan,skrang cuma pasrah sambil nunggu yg sulung lulus SMK jadi kl mau pindah ke kampung halaman lebih lega.
Retno Ningsih: aamiin

semoga saja kak🥺
total 2 replies
Retno Ningsih
maaf kak thor...anu...penulisan kata istighfar kurang tepat

seharusnya astaghfirullooh hal 'azhiim
Retno Ningsih: gpp kak....semoga next time di cerita lain bisa
total 2 replies
Erna Dahlan
lajut
Siti Lestari
kayak jaman Siti Nurbaya
Siti Lestari
😥😥
Siti Lestari
kasihan tuh naima
Siti Lestari
bener kata ibu nai
Siti Lestari
kok ceritanya pada putus senua
Siti Lestari
makin penasaran
Siti Lestari
ngawur tuh si Arif
Siti Lestari
Sabar ya nai
Siti Lestari
semangat nai
Siti Lestari
mudah mudahan cepet dapat jodoh laki laki yang baik nai
Siti Lestari
laki laki kayak Ronaldo itu nggak boleh dikasih hati
Siti Lestari
aku mampir kesini ya kak
Siti Lestari
Duh ternyata adiknya kirain pacarnya 😀😀🤭
Pangeran Matahari: iya kk
total 1 replies
Siti Lestari
tampaknya Arfian itu orangnya baik
Siti Lestari
kasihan naima
pertemuan naima dengan alfian....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!