Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Kontrak CEO Cantik

Suami Kontrak CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Dydy_ailee

WARNING!!! Harap bijak membaca ya karena bikin panas dingin juga, hehehe


Hans seorang pria biasa yang masih memiliki seorang istri, terpaksa menerima tawaran seorang CEO cantik untuk menjadi suami kontraknya. Ia membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan putri kecilnya yang menderita penyakit kanker, sekaligus untuk memenuhi gaya hidup istrinya yang hedon.

Lantas, bagaimana Hans akan menjalani semua ini? Lalu kenapa sang Nona Ceo memilih Hans sebagai suami kontraknya? Padahal di luar sana banyak pria yang lebih hebat dari Hans.

Yukkkkk ikuti kisahnya yang nano-nano, hehehehe

IG @dydyailee536
FB Dydy Ailee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Takut Kehilangan

Hans kemudian mandi, sementara Raina menyiapkan wine untuk mereka berdua dan membawanya menuju gazebo. Raina masuk kembali ke dalam kamar, membantu membuka koper Hans. Memilihkan baju untuk Hans. Namun ada sesuatu yang mulai mengusik hati Raina, yaitu Hans membawa sebuah foto keluarga dalam sakunya. Raina tersenyum tipis melihat foto itu.

"Kenapa Raina? Kamu cemburu? Ingat, dia hanya suami bayaranmu yang kamu inginkan. Kamu bahkan sudah memilikinya dan merasakan tubuhnya jadi jangan terpengaruh foto itu." Batin Raina berdialog, berusaha mengontrol perasaannya.

CEKLEK! Pintu kamar mandi terbuka. Raina terpergok oleh Hans saat sedang memegang foto ditangannya.

"Kamu sudah memberi kabar istri dan anakmu Hans? Maaf, aku membuka kopermu dan melihat ini."

Hans tersenyum. "Tidak apa-apa. Aku tadi sudah mengirimkan pesan pada Citra."

"Aku hanya berniat memilihkan baju untukmu tapi aku melihat foto ini ditumpukan atas." Ucap Raina seraya mengembalikan foto itu lagi ke tempat semula. Hans mendekat kearah Raina.

"Tidak apa-apa, aku sungguh tidak marah."

"Ya sudah, kamu pilih saja sendiri bajumu ya. Aku tunggu di gazebo."

"Iya." Singkat Hans. Raina pun keluar dan menuju gazebo. Kini keduanya tengah duduk bersama menikmati angin malam yang dingin.

"Kamu minum lagi?"

"Hanya sedikit Hans."

"Kamu saja yang minum, aku tidak usah."

"Minumlah Hans, kamu akan merasa lebih baik." Raina menuangkan wine ke dalam gelas Hans.

"Baiklah, sedikit saja ya."

"Iya."

CHEERS! Bibir gelas beradu. Lagi-lagi ekspresi Hans, membuat Raina tertawa.

"Kenapa? Apa da yang lucu?"

"Aku menyuruhmu meminum hanya karena ingin lihat ekspresi wajahmu itu." Ucap Raina masih dengan tawa renyahnya. Hans pun lalu ikut tertawa kecil.

"Kamu ini ada-ada saja ya. Masa iya hanya karena itu kamu memaksaku minum?"

"Iya Hans." Raina memegangi perutnya merasa geli. Hans terus memandang Raina yang tertawa serenyah itu. Membuat jantung Hans berdebar kencang.

"Seandainya semua orang tahu kalau tawa Madam devil sangat cantik."

"Hanya denganmu Hans, aku bisa tertawa selepas ini. Aku tidak peduli dengan julukan mereka. Dengan menjadi madam devil, bisa membuatku terlihat kuat dan berkuasa. Bukankah itu menarik?"

"Iya, kamu benar. Dan baru kali ini aku bertemu dengan sosok wanita seperti kamu, Raina."

"Hans, kita baru saja bertemu tapi rasanya aku seperti sudah lama mengenalmu. Apa kamu merasakan hal yang sama?"

"Iya Raina. Aku tidak mudah membuka hati pada seorang wanita tapi denganmu, rasanya berbeda. Ini bukan pekara uang atau kontrak itu tapi aku juga merasa seperti itu. Seperti sudah lama mengenalmu."

"Apa dimasa lalu kita ada hubungan ya? Dan sekarang kita berenkarnasi?" Raina menebak dengan segala fantasinya.

"Memang renkarnasi itu ada?"

"Entahlah," Raina pun tergelak lagi.

"Dasar kamu," ucap Hans sambil mengelus pucuk kepala Raina. Sentuhan yang membuat hatinya menjadi hangat.

"Hans, aku mulai mengantuk. Kita tidur ya?"

"Baiklah." Hans lalu membantu Raina turun dari gazebo yang cukup tinggi. Keduanya lalu menuju kamar. Hans mengambil bantal dan ia pindahkan ke sofa.

"Hans, kamu mau apa?"

"Mau tidur, Raina. Aku tidur di sofa dan kamu di atas ranjang."

"Tidur disamping ku Hans." Perintah Raina.

"Baiklah." Hans pasrah. Karena ucapan Raina adalah perintah. Hans langsung naik ke atas tempat tidur tepat di samping Raina. Tanpa basa-basi Raina langsung memeluk Hans.

"Dekap aku, Hans." Pinta Raina. Hans lalu membalas dengan mendekap tubuh Raina.

"Hans, rasanya nyaman sekali seperti ini. Bagaimana denganmu? Atau kamu menganggapku ini adalah Citra."

"Aku nyaman tapi aku juga sedang memikirkan kondisi Mikayla."

"Kamu tenang saja, Hans. Aku sudah meminta dokter terbaik untuk menangani putrimu. Aku juga sudah berkonsultasi tentang pengobatannya di luar negeri."

"Terima kasih, Raina. Tapi kalau di luar negeri, bagaimana dengan pekerjaan ku disini? Sedangkan aku baru saja masuk kerja. Dan juga, biaya hidup disana sangatlah mahal."

"Hans, aku sudah meminta asisten ku untuk mengatasi masalah ini. Karena masih stadium 3, putrimu harus menjalani serangkain kemoterapi dan operasi disana. Setidaknya butuh waktu enam bulan, Hans. Aku yang akan membiayai semua pengobatannya termasuk tempat tinggal kalian selama disana. Besok Reno sekretarisku, aku suruh ke rumah sakit untuk mengurus operasi pengangkatan kanker putrimu. Dia juga akan berkonsultasi dengan dokter yang menangani putrimu. Supaya putrimu bisa dibawa ke luar negeri secepat mungkin. Jangan sampai terlambat Hans."

"Bagaimana kalau istri dan mertuaku tahu hubungan kita?"

"Jangan khawatir. Aku tidak bodoh, Hans. Reno akan datang atas nama perusahaan. Dan nanti setelah putrimu tiba di Jerman, aku akan menemuimu disana. Kamu jangan khawatir soal itu. Saat ini kamu harus fokus dengan kesehatan putrimu dan juga pernikahan kita besok."

"Terima kasih Raina. Aku berharap ada keajaiban dan usaha ini membuahkan hasil."

"Hans, saat putrimu sembuh total, aku akan mengakhiri hubungan kita ini." Ucap Raina dengan serius, membuat Hans merasa bingung dan juga terkejut.

"Bukankah kamu bilang kalau sampai kamu bosan?"

"Iya sampai aku bosan, Hans. Tapi aku tidak mau  menjadi orang jahat. Setelah itu, aku akan memotong gajimu 20% tiap bulannya." Raina melepaskan pelukannya lalu bangkit dari posisi tidurnya. Ia duduk sambil memeluk lututnya.

"Kenapa berubah Raina?" Hans pun ikut bangun. Entah kenapa ada rasa sedih di sudut terdalam hatinya.

"Selama kita terikat kontrak pun, aku tidak masalah jika kamu memotong gaji ku. Dan kamu tidak jahat, Raina." Mendengar ucapan Raina, membuat Hans merasa sedih. Sudut hatinya seolah merasa takut kehilangan Raina.

"Hans, kamu melakukan ini untuk putrimu, aku merasa bersalah. Aku egois memisahkan seorang Ayah dengan anaknya."

"Aku tidak merasa seperti itu Raina. Maaf kalau ucapanku menyinggungmu."

"Aku tidak mau membuatmu menjadi pria jahat, Hans." Ucapan Raina membuat Hans terdiam sejenak.

"Raina, kenapa kamu jadi lemah begini? Ingat Raina, disini kamu yang berkuasa. Kenapa kamu malah lemah begini? Kamu benar-benar sudah menggunakan hatimu bukan lagi logika mu. Raina, ingat! Jangan tunjukkan kelemahanmu pada orang lain, meskipun itu Hans." Raina bergumam dalam hati. Merasa dirinya berubah lemah karena perasaannya pada Hans. Dan tiba-tiba Hans memeluk Raina dari belakang.

"Maaf, kalau aku tiba-tiba memelukmu tanpa perintah. Raina, jangan menyalahkan dirimu. Aku seharusnya yang berterima kasih. Di pilih oleh mu seharusnya aku merasa beruntung. Sekalipun kita masih terikat kontrak, aku tidak masalah kamu memotong gajiku, Raina. Aku ikhlas! Aku nyaman bersamamu dan entah kenapa aku mulai merasa takut kehilanganmu. Bersama mu, aku merasa dihargai. Padahal kamu sudah mempunyai segalanya dan karir yang luar biasa. Bahkan pria seperti ku tidak pantas mendampingimu. Kamu pun bisa dengan mudah menemukan pria hebat mana saja untuk kamu pilih. Tapi kamu justru memilihku. Memilih pria yang tidak punya apa-apa ini. Sikapmu itulah yang membuatku nyaman. Saat kamu mengatakan ingin menyudahi kontrak setelah putriku sembuh entah kenapa aku merasa sedih. Itu artinya kebersamaan kita akan berakhir. Jangan berakhir dengan cepat Raina. Ijinkan aku merasakan dihargai, diperhatikan dan disayangi olehmu."

Ucapan Hans begitu menyentuh perasaan Raina. Raina juga tidak tahu bagaimana jika nanti Hans tahu kalau istrinya selingkuh, Hans pasti akan hancur dan terpuruk. Setidaknya setelah putri Hans sembuh, Raina akan membongkar kebusukan Citra. Syukur-syukur Hans tahu lebih cepat.

"Terima kasih Hans. Pastikan lakukan tugasmu dengan baik."

"Pasti Raina." Hans melepaskan pelukannya dan ia pun kembali bersemangat.

"Kita tidur sekarang. Aku lelah sekali dua hari terakhir ini." Ucap Raina.

"Iya baiklah." Dan mereka berdua kemudian tidur sembari saling memeluk. Raina merasa sangat nyaman berada di dalam dekapan Hans sepanjang malam.

1
Darma Wangsah
luar biasa
Darma Wangsah
lanjut,yang bikin aku aku penasaran adalah rahasia hans dan Raina
Asma Khaidir
lanjutkan belum tamat kan
Besse Darma
typo Citra bukan Adel
Ulul Amri
Akhirnya Novel Masterpiece Update juga, Semoga Saja Tidak Hiatus Lagi
Chika NardNold
Hampir aja lupa ceritanya thorr krn luamaaa amat apdet nya hehehe
Yuda Sangpetualang
kapokmu kapan Andra... makanya sifat iri dengki dan sombong jangan dipakai...jadi malu sendiri kan jadinya hehe
Yuda Sangpetualang
Kecewa
Yuda Sangpetualang
Buruk
Darmawangsya Darmawangsya
iya, lama banget upnya,hampir 1 tahun
Mas Cun
Luar biasa
Erni Ta
mewek dah😭😭
Erni Ta
haredaang🤭
Erni Ta
oh paksu aku merindukanmu🤭
Erni Ta
suami mana suami,,jadi kebelet ini🤣
Erni Ta
suami mana suami🤣🤣🤣
Chika NardNold
Ini kapan di lanjutkan thor
Dydy Ailee
hai hai hai .... bakal aku lanjut nanti, sabar dulu yaaa 😁😁😁
Fatim Maryati
padahal lg suka"nya ceritanya ensk
Fatim Maryati
lsnjut ih ko lama g on lg thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!