Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 1

'Senja, hari ini aku akan pulang terlambat, jangan tunggu aku!' pesan dari Adam masuk saat Senja baru saja akan mengajak suaminya makan malam di luar.

Bahkan selama tiga bulan ini, Adam tidak tahu kalau senja memutuskan untuk bekerja. Karena suaminya terllau sibuk, dan mulai semakin menjaga jarak. Padahal enam bulan terakhir, hubugan mereka sudah mulai dekat. Tapi, pada akhirnya memang sepertinya hanya dia saja yang memiliki perasaan kepada Adam. Senja kembali teringat akan ucapan Adam saat hari pertama mereka menikah dulu. Pernikahan yang terjadi saat Senja membantu Adam dan keluarganya menggantikan calon istrinya yang menghilang tiba-tiba.

'Senja, kamu tahu kalau aku tak pernah mencintai kamu. Aku menganggap kamu sebagai teman aku. Karena hatiku masih milik Arum. Dan aku yakin dia pergi karena memiliki alasan tersendiri. Hanya saja dia belum bisa mengatakannya padaku. Jadi aku minta jangan berharap lebih dalam pernikahan kita. Namun aku akan tetap memerikanmu nafkah lahir dan tak akan pernah mengabaikan semua kebutuhanmu,'

"Ahhhh... Salah aku sendiri yang memakai perasaan pada Mas Adam. Hingga akhinya aku yang terluka sendiri, karena hanya mencintai seornag diri," ucap Senja pelan.

"Woooiii... Kok ngelamun sih? Kenapa? Berantem sama suami kamu?" tanya Anggi, sahabat Senja.

"Nggak kok! Ya udah yuk pulang... Nanti keburu makin malem karena macet!" ajak Senja dan berjalan menuju parkiran, dia mengambil sepeda motornya dan pergi meninggalkan area gedung perkantoran.

Tiba di rumah, seperti biasa akan sangat sepi.

Jam di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul 23.45 WIB saat langkah kaki menggesek lantai granit. Adam melangkah masuk, melepas jas hitamnya dengan wajah yang tampak begitu lelah. Bau parfum wanita asing, lembut namun tajam tercium samar saat pria itu berpapasan dengan Senja yang berdiri di dekat dapur.

"Kamu belum tidur, Senja?" suara Adam terdengar serak, terkejut menemukan istrinya masih terjaga di kegelapan remang ruang tamu.

"Belum, Mas. Aku nunggu kamu," jawab Senja pelan, menatap lurus mata pria yang belakangan ini membentangkan jarak begitu jauh darinya.

Adam menghela napas panjang, melonggarkan dasinya dengan gerakan gusar.

"Kan aku sudah kirim pesan tadi sore. Nggak usah tunggu aku. Kalau ada apa-apa, kamu bisa makan atau tidur duluan. Nggak perlu menyiksa diri seperti ini."

"Aku cuma mau ketemu suamiku, Mas. Apa itu juga salah?"

"Bukan begitu," potong Adam cepat, mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

"Aku capek, Senja. Pekerjaan di kantor lagi menumpuk banget beberapa bulan ini."

Senja tersenyum tipis, sebuah senyuman getir yang mengiris hatinya sendiri.

"Pekerjaan kantor? Sampai kamu nggak pernah punya waktu lagi untuk sekadar makan malam sama aku? Sampai kamu lupa... kalau hari ini ulang tahun pernikahan kita yang kedua?"

Hening sejenak. Adam membeku di tempatnya berdiri. Rasa bersalah melintas sekejap di matanya, sebelum akhirnya tertutup kembali oleh raut dingin yang membentenginya.

"Maaf. Aku benar-benar lupa," kata Adam datar, tanpa ada niat mendekat atau menggenggam tangan istrinya.

"Tapi kamu harusnya paham, posisi aku di perusahaan sedang sulit. Jangan menambah beban aku dengan hal-hal sentimental seperti ini."

"Hal sentimental?" Senja tertawa pelan, menahan air mata yang mendesak keluar.

"Maafkan aku kalau begitu Mas. Aku memang selalu terbawa dengan perasaan dalam pernikahan kita. Padahal kamu sering mengingatkan aku alasan kita menikah. Kalau begitu selamat malam, Mas,"

Senja pergi masuk ke dalam kamarnya, air matanya sudah tak bisa di tahan lagi. Dia bisa mencium aroma parfum wanita di tubuh suaminya. Tapi siapa? Bukankan suaminya selama ini selalu setia dan menjaga hatinya untuk mantan calon istrinya dulu? Atau mungkin dia sudah menemukan wanita lain? Tapi kenapa dia tak mengatakan yang sejujurnya kepada Senja?

Keesokan harinya, matahari terbit membawa sisa kesedihan yang belum sepenuhnya reda. Meski hatinya masih menyisakan perih, tangan Senja tetap cekatan menyiapkan kemeja putih yang sudah dirapikan, lengkap dengan dasi yang senada di atas tempat tidur. Di meja makan, aroma nasi goreng mentega hangat dan kopi hitam kesukaan Adam sudah membumbung tinggi.

Senja memilih menyibukkan diri di dapur saat mendengar langkah kaki Adam mendekat. Pria itu tampak segar setelah mandi, namun raut mukanya tak bisa menyembunyikan rasa canggung yang teramat sangat. Menatap Senja yang tetap melayaninya dengan penuh ketulusan, menyiapkan piring dan menuangkan kopi tanpa sedikit pun amarah dada Adam dihantam rasa bersalah yang luar biasa.

"Senja," panggil Adam pelan ketika Senja meletakkan cangkir kopi di samping piringnya.

Senja menoleh, berusaha memasang wajah senormal mungkin. "Iya, Mas? Ada yang kurang?"

Adam memegang jemari Senja yang hendak ditarik kembali. Kehangatan singkat itu membuat Senja menahan napas. Pria itu menatap mata istrinya dalam-dalam, penuh penyesalan.

"Maafkan aku untuk semalam," ucap Adam lirih, suaranya tulus tanpa benteng dingin yang biasa ia pasang.

"Aku benar-benar keterlaluan. Ucapan dan sikapku semalam tidak seharusnya diucapkan pada kamu yang sudah menungguku sampai larut malam."

Senja terpaku, matanya bergetar menatap Adam yang kini menggenggam kedua tangannya.

"Sebagai gantinya," lanjut Adam dengan senyum tipis yang amat jarang ia perlihatkan beberapa bulan terakhir, "nanti malam aku akan jemput kamu. Kita makan malam di luar. Kita rayakan ulang tahun pernikahan kita yang kedua. Hanya kita berdua. Tolong beri aku kesempatan untuk menebus kesalahan semalam, ya?"

Secercah kebahagiaan menyelimuti dada Senja. Rasa ragu dan prasangka buruk semalam seolah menguap begitu saja digantikan oleh hangatnya harapan. Senja mengangguk pelan, senyuman manis yang tulus akhirnya mengembang di bibirnya.

"Iya, Mas. Aku tunggu nanti malam."

Sepanjang hari, Senja bekerja dengan senyum yang tak berhenti mengembang. Anggi yang menyadarinya bahkan sempat menggodanya habis-habisan karena melihat Senja begitu bersemangat. Hatinya membuncah oleh harapan, bayangan makan malam romantis dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka terasa begitu dekat di depan mata.

1
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 dikira Angkasa tidak tahu ,jika kamu toilet umum.Kok percaya dirimu tinggi.Terus tinggikan kesombongan dan merasa kemenangan kamu, saatnya jatuh langsung remek,Lyra.
ryuka
bagus senja 👍👍👍👍👍👍
nely_48
maksa n harus ya angkasa, no debat
sunaryati jarum
Yoi pacaran Setelah sah sangat bagus, tidak takut berbuat zina karena sudah sah
Ilfa Yarni
betul itu pak angkasa pacaran halal setelah menikah itu asyik tau
YuWie
agak2 dejavu dg kata2 adam dan senja ya..lagian adam sdh diusir2..ngapain masih di apart arum. Gak mampu sewa rmh
YuWie
tetap saja arum merasa menang walo sesaat..tak suka.
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!