Jingga Wibowo, kelas 3 SMP dia anak no 3 dari pasangan Amelia dan Dodi Wibowo, ayah dan ibu jingga sudah bercerai.
Mereka bercerai karena Dodi, menikah lagi dengan perempuan yang lebih muda dari ibunya setelah berpisah dari ayahnya, ibu jingga membawa semua anaknya kembali ke desa kelahiranya di sini lah kisah jingga dan kedua kakaknya di mulai, kakak pertama jingga laki laki dia kelas 3 SMA bernama Al biru Wibowo kakak perempuanya bernama Nila Wibowo dia baru kelas 1 SMA. bagaimana kisah hancurnya rumah tangga ibu dari 3 anak tersebut? dan kisah jingga dan kakaknya di tempat baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda bisam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dodi dan Clara
Setelah mendengar kabar dari asistennya bahwa mantan istrinya Amelia, hidup baik-baik saja tanpanya dia jadi berfikir apa Amelia bekerja di kantoran, tapi mengapa orang suruhannya tidak ada yang bisa mencari dimana tempat tinggal Amelia.
Dia yang niatnya ingin menemani istrinya itu sampai lupa karena terlalu memikirkan Amelia dan anak-anaknya.
Saat masih sibuk dengan pikirannya itu Dodi di kaget kan dengan suara orang mengetuk pintu ruang kerjanya dengan sangat keras dan berteriak.
tok tok
"Tuan tolong nyonya Clara!" ujar pelayan di luar sana.
"Ada apa dengan Clara?" tanya Dodi setelah membuka pintu.
"Tuan nyonya tenggelam di kolam renang!" jawab pelayan wanita tersebut.
Dodi berlari menuruni tangga rumahnya dia benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya, Clara tidak bisa berenang Lalau kenapa bisa ada di kolam renang pikirnya.
Saat sampai di lantai dasar rumahnya dia bertanya pada pelayan tadi yang berjalan mengikutinya.
"Di Mana istriku?" ujar Dodi.
"Ada di dalam kamar tamu tuan!" jawab pelayan tadi.
Dodi berlari menuju kamar tamu, dia melihat istrinya sudah sadar dan sudah berganti baju.
"Kamu ngga papa sayang?" tanya Dodi, dia menghampiri Clara yang sedang berbaring di ranjang, tapi pandangan matanya kosong seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.
Tidak ada jawaban dari Clara, Dodi yang melihat itu memeluk istrinya, dia sedih melihat wanita yang di cintai ya seperti ini.
hiks hiks...
"Sayang tatap mata mas!" Dodi menangis dia berkata sambil menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya.
"Maafkan mas ok! jangan seperti ini sayang mas nggak kuat melihat kamu terus seperti ini." ujar Dodi.
Clara yang melihat suaminya menangis, menghapus air mata suaminya.
"Kenapa aku nggak bisa punya anak lagi mas? apa ini karma dari mba Amelia? aku juga nggak mau berpisah dari kamu mas!" Clara meneteskan air matanya setelah selesai berkata seperti itu, dia sangat rapuh tidak bisa lagi memiliki anak di paksa cerai dengan suaminya, umurnya yang masih muda sangat labil emosinya.
"Nggak akan ada yang memisahkan kita sayang percaya sama mas, soal karma itu tidak benar ok!" Dodi mencoba meyakinkan istrinya itu.
Clara menganggukkan kepalanya dia kembali memeluk suaminya, dia sudah tidak memiliki keluarga selain suaminya di dunia ini jadi hanya suaminya tempat bersandar semua keluh kesahnya.
Mereka berdua tidur siang bersama karena memang Dodi libur kerja untuk hari ini.
Malam harinya saat sedang makan malam bersama suaminya Clara mendengar ada orang yang bertamu di mansion nya.
"Mbok tolong bukakan pintu sepertinya ada tamu di depan!" ujar Clara.
mbok Inem langsung bergegas membukanya pintu, di sana ada wanita dengan pakaian super ketat dan dandanan glamor berdiri di depan pintu mansion, ketika pintu di buka wanita itu langsung masuk ke dalam meski belum di persilahkan masuk.
"maaf nona anda di larang masuk kedalam sembarangan!" ujar mbok inem.
"Kamu hanya pelayan di rumah ini jadi nggak usah ngelarang saya masuk ngerti!" ujar Bela.
ya wanita itu adalah Bela dia sengaja datang kesini karena sejak pagi menghubungi Dodi tapi tidak ada tanggapan dari Dodi.
Bela melanjutkan langkahnya mencari keberadaan Dodi, tepat di rumah makan dia melihat Dodi dan Clara sedang makan malam.
prok prok... Sura tepuk tangan Bela membuat pasangan suami istri itu menoleh ke arahnya.
"Bagus yeah kamu disini enak-enakan makan sedangkan aku, sibuk mikirin kamu tanpa menyentuh makanan sedikit pun!" sarkas Bela.
Dodi yang melihat bela berani datang ke mansionya dan berkata seperti seperti itu di depan istrinya.
"Mbok kenapa dia bisa masuk kedalam sini!" tanya dodi pada mbok Inem yang berdiri di belakang Bela.
"maaf tuan nyonya Bela memaksa masuk." jawab mbok Inem.
"Mbok bisa kembali ke belakang!" ujar Clara.
"Aku sudah selesai mas! sambung Clara, dia berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi dari sana, baru berapa langkah Clara berjalan di hentikan dengan suara Bela.
"Kenapa kamu pergi, minder lihat aku yang cantik ini?" tanya Bela dengan angkuhnya.
"Bela jaga bicara kamu dengan istri saya!" Dodi berkata penuh penekanan.
Clara yang mendengar ucapan Bela membalikan badannya.
"Kenapa harus minder? aku bahkan lebih cantik dari anda nona Bela!" jawab Clara, dia kemudian melanjutkan langkahnya.
Bela kesal dengan ucapan Clara, memang benar istri Dodi itu lebih cantik dari Bela karena usianya masih muda.
"Sekarang pergi dari sini, dan jangan pernah menginjakan kaki lagi di mansion milik ku!" ujar Dodi, dia pergi meninggalkan Bela dan pergi menyusul istrinya.
Bela pergi dari sana niatnya ingin bertemu dengan Dodi dan mengajaknya makan malam malah berujung pengusiran.
Di dalam kamar Dodi tidak menemukan istrinya, tapi kemudian dia melihat ke arah pintu istrinya baru keluar dari bathroom.
"Sayang kamu nggak papa?" tanya Dodi.
"Aku baik-baik aja mas." jawab Clara, tapi dari raut wajah Clara tidak bisa di bohongi dia kesal, bagaimana tidak kesal wanita yang mengaku hamil anak suaminya itu sesuka hati masuk kedalam mansion keluarganya.
"Sayang bagaimana kalau kita pergi honeymoon?" ujar Dodi, dia mencoba membuat suasana hati istrinya itu kembali baik.
"Beneran mas!" jawab Clara antusias.
"Tapi apa mas ada waktu?" tanyanya lagi karena dia tahu suaminya sangat sibuk dengan pekerjaanya.
"Kalau masalah itu biar mas yang pikirkan, kamu hanya perlu menunggu waktunya ok!" jelas Dodi, dia juga belum memastikan kapan akan pergi dengan istrinya tapi setidaknya dia sudah merencanakan honeymoon kedua dengan istrinya itu.
"Iya mas." jawab Clara dengan senyum di bibirnya.
Dodi lega karena istrinya sudah kembali tersenyum setelah kemarin terlihat murung.
-
Di perusahan Wiliam, dia sedang sibuk dengan pekerjaanya, semenjak hubungannya dengan Amelia semakin dekat, walau tidak bertemu tapi keduanya selalu berkomunikasi itu juga harus Liam yang lebih dulu memulai sedangkan Amelia hanya mengikuti alur saja.
Seperti sekarang saat sedang sibuk pun ketika waktu sudah menunjukan jam 11 siang dia akan langsung berhenti bekerja lalu beralih ke ponselnya untuk menelfon Amelia.
"Assalamualaikum... lagi ngapain Mel?" tanya Liam, dia bahkan sudah senyum-senyum sendiri saat mendengar suara Amelia, benar-benar bucin.
"......"
"Pergi dengan siapa? jangan bilang kalau dia laki-laki!" ujar Liam, senyumnya hilang berganti dengan raut kesal.
"......"
"Bagus setidaknya kamu nggak pergi dengan laki-laki! jangan lupa makan siang nanti sakit maag nya kambuh mengerti!" Liam memang paket lengkap, bucin, pengertian dan posesif itu nomer satu.
"......"
"Baiklah aku tutup telfon nya, nanti sore aku hubungi lagi ok!"
"....."
"Wa'alaikum salam...."
Wiliam langsung membereskan meja kerjanya, dia juga ingin makan siang karena tadi pagi hanya minum kopi di rumahnya.
bersambung.....
Maaf ya kalau tulisan nya masih banyak typo maklum masih belajar, dukung terus ya! like dan masukan dalam rak buku terimaksih.