Indonesia
NovelToon NovelToon
Ceo Itu Ayahku

Ceo Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Tamat
Popularitas:42.8k
Nilai: 5
Nama Author: Doris ariesta

Pada saat sembilan tahun yang lalu, dalam pertemuan pertama kali karena dikenalkan teman, membuat Leonardo dan Riana saling berkenalan lebih dekat.

Siapa sangka pertemuan pertama tersebut mereka terlibat dalam cinta satu malam. Kesalahan tersebut terjadi karena tidak sengaja, mereka pulang dari bar meminum banyak minuman alkohol hingga membuat mabuk, di bawa luar sadar mereka singgah di hotel karena Leonardo tidak sanggup melajukan mobilnya karena bahaya menyetir dalam keadaan mabuk.

Dari cinta satu malam tersebut, Riana merasakan mual-mual dan dinyatakan hamil oleh Dokter. Hingga membuat Riana malu dan syok, bahkan berusaha mencari tempat baru. Menyakinkan dirinya sanggup membesarkan seorang anak seorang diri.

Namun setelah 9 tahun berlalu nasib naas menimpa wanita ini, bagaimana tidak anak yang dibesarkan dengan penuh cinta harus menderita kanker leukemia. Berbagai cara sudah dilakukan Riana demi kesembuhan sang putra. Riana akhirnya meminta tolong Leonardo ayah dari anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doris ariesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Getaran Cinta

Setelah satu bulan menikah, seiring berjalannya waktu. Serta menikmati satu atap bersama, membuat keduanya sangat bahagia karena kini bisa merasakan keutuhan rumah tangga yang seutuhnya.

Leonardo merasa diperhatikan, dengan kedatangan sang istri dalam rumah tangga mereka. Setiap pagi sebelum berangkat bekerja, wanita yang kini berada di sampingnya tersebut. Selalu menyiapkan sarapan pagi untuk Leonardo dan putranya tersayang.

Kebahagiaan mereka semakin bertambah karena putranya, sudah sembuh dari sakit kanker leukemia yang menyerang seluruh imun tubuhnya. Dengan melakukan pengobatan rutin, proses kemoterapi dan menjaga makanan yang sehat. Membuat sang putri kini kembali sehat.

Sebagai Orang tua, keduanya sangat bahagia dengan itu semua. Bahkan, sangat berterimakasih kepada pihak rumah sakit yang telah membantu, proses pengobatan anak mereka secara rutin.

Pagi hari wanita ini sudah menyuguhkan sarapan pagi nasi goreng dan minuman jus untuk dinikmati, suaminya akan bekerja dan butuh asupan gizi.

"Sayang makan dulu ... baru berangkat bekerja," panggil Riana ketika suaminya menapaki tangga turun dari lantai dua rumah mereka.

Leonardo mengacungkan senyumnya terlihat kagum, bahwa yang dicintai sudah menyiapkan sarapan pagi. Segera Leonardo menghampiri Riana dan mengecup kening wanita itu, ingin romantis sebelum pergi berangkat bekerja.

"Sayang ... bahagia sekali, pagi hari sudah disambut dengan sarapan pagi, tak pernah terpikir dalam bayang akan seperti ini menikah." Leonardo mengecup kening, pipi kiri dan pipi kanan istrinya. Lalu memeluk wanita itu dari depan.

"Aku bau, soalnya bau asap dan asem baru memasak. Pakai daster lagi," jawab Riana mencium aroma tubuhnya yang bau masakan tersebut.

Leonardo tersenyum bibirnya ikut bergerak melihat sikap lucu sang istri, baginya tidak masalah dengan bau masakan yang menempel di tubuh istrinya.

"Tidak masalah, Sayang. Aku suka dengan model kamu seperti apa? Mau wangi dan mau bau masakan yang menempel, aku tetap mencintai." Leonardo memandang wajah istrinya.

Setiap hari melihat istrinya bahagia menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, tentu pria ini sangat bahagia, rasanya diperhatikan oleh perempuan layaknya bak bidadari tersebut.

Saat dulu sebelum menikah, Leonardo selalu makan terbang. Terkadang bosan dengan masakan Bibi di rumah. Namun, kini kebahagiaan yang membuatnya bahagia di masak oleh istri tercinta.

"Kamu serius, suamiku. Mau menerima istri kamu ini, dalam keadaan bau atau wangi apapun?" tanya Riana, saat itu Riana merasakan tidak seperti biasanya. Saat ini wanita ini merasa menjadi wanita paling beruntung, bisa mendapatkan suami super perhatian ketika berumah tangga.

"Melihat kesayangan aku bahagia, aku juga ikut merasakan bahagia. Sehat selalu kesayangan, semoga kita bisa menjalani rumah tangga sampai maut memisahkan dan saling berjanji tidak akan meninggalkan dalam keadaan apapun." Saat berkata seperti itu Leonardo, langsung memeluk tubuh mungil istrinya. Dengan tatapan haru dan menangis.

Kini kehadiran mereka berdua dalam hidup Leonardo, sebagai pengganti kehilangan Orang tua yang sudah tidak menemani Leonardo lagi, karena Orang tua pria ini sudah meninggal dunia.

"Kita sama-sama akan mengarungi rumah tangga, jangan mengingat lagi masa lalu diantara kita." Riana juga ikut menangis keduanya sudah mulai, melupakan kejadian yang terjadi sekitar 9 tahun silam dan kini saatnya menebus kesalahan tersebut, dengan memperbaiki diri. Menjadi Orang tua yang baik untuk anak.

Anak mereka belum bangun tidur dan keduanya menikmati makanan yang dihidangkan oleh Riana. Leonardo nampak mendekat, ingin menyuapi Riana dari piringnya seperti layaknya kisah romantis yang ada di film.

"Sayang mendekat, biar aku suapi kamu sekarang," kata pria itu meraih sendok dan mendekatkan ke mulut Riana.

Riana lalu membuka mulutnya dengan menganga, merasakan keromantisan yang di buat oleh suaminya. Keduanya terlihat sama-sama menikmati adegan romantis tersebut.

"Aku malu disuapi, bukan anak kecil lagi soalnya." Riana menutup matanya dengan tangannya, terlihat tersipu malu saat berada bersama Leonardo.

"Buka dong matanya, jangan ditutup begitu loh, kan sudah jadi suami istri, mengapa malu sama suami sendiri ...," kata Leonardo menurunkan tangan sang istri yang menutupi matanya.

Mata wanita itu terlihat berkaca-kaca, begini indahnya mempunya pasangan hidup yang bisa menghargai dirinya. Saat pria itu menurunkan tangan Riana, pria ini melihat sepertinya wanita yang disayangi sedang bersedih karena kagum.

"Sayang ada apa? Mengapa matanya berkaca-kaca?" tanya Leonardo menghapus air mata yang telah membasahi pelupuk mata sang istri.

"Aku tidak ada apa-apa, Sayang. Cuma kagum saja, mempunyai suami super perhatian sekali," kata Riana.

"Ehh ini baru biasa, belum kedepannya, pasti kamu akan klepek-klepek. Dengan semua rayuan yang aku berikan," tawa pria itu menghibur hati sang istri.

Wanita ini menjadi terhibur, sedikit menepuk bahu suaminya dengan kedua tangannya yang mungil. Saat mereka sedang saling memandang, anak mereka bangun hendak bergabung untuk sarapan pagi bersama mereka.

"Papa dan Mama, aku lapar, mau makan nasi goreng." Bocah cilik ini teringat, bahwa mamanya akan membuatkan nasi goreng spesial kesukaannya.

Mereka berdua terkejut, seketika itu mereka beraksi seperti biasa saja. Saat putra mereka datang tak ada keromantisan lagi dan sudah terlewatkan tadi.

Leonardo sebagai seorang ayah, langsung mengambil nasi goreng dan menaruhnya di dalam piring. Lalu sebelum berangkat ke kantor, menyuapi anak dulu. Supaya anaknya merasakan perhatian seorang ayah.

"Sini Papa suapi, kamu harus makan yang banyak, Nak. Biar cepat pulih dan badannya sehat terus." Leonardo menginginkan anaknya berselera makan, dengan makanan yang mereka berikan bermutu dan sesuai dengan standar kesehatan yang diberikan dokter waktu itu.

"Hore disuapi, Papa." Bocah kecil itu senang bisa disuapi.

"Sayang nanti kamu sekolah? Nanti, biar mama yang antar." Riana akan mengantarkan putranya untuk sekolah.

"Kita antar Davin sekolah bareng saja, nanti biar aku yang jemput," sambung pria itu ingin memberikan yang terbaik.

Davin terlihat sangat girang, bahwa ayahnya akan mengantarkan sekolah. Punya ayah seperti punya kebahagiaan tersendiri buat Davin. Setelah merasakan pahitnya, saat dulu orang sekeliling menghinanya, tidak mempunyai ayah.

"Papa tahu tidak? Semenjak teman-teman aku tahu, bahwa aku mempunyai ayah. Mereka tidak pernah lagi mengejek aku," kata putra Leonardo tersebut dengan polosnya.

"Nah, Papa bahagia, anak Papa yang ganteng ini, tidak di bully lagi oleh teman-temannya sekarang." Membelai rambut anaknya dengan kasih sayang.

"Ini semua berkat Papa, karena sering mengantar aku. Teman-teman aku melihatnya makanya mereka tidak menghina aku lagi sekarang,"

Dalam hati Leonardo sebenarnya ingin menangis, mengapa dulu dirinya tidak hadir saat anaknya masih kecil. Kalau tidak putra mereka, tidak akan merasakan namanya di bully oleh teman sekolahnya.

Leonardo merasakan penderitaan anak ini begitu berat, ada berapa beban yang harus dipikul putranya.

1
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 Kasian Riana, yg sabar Riana sbntar Davinnya udah baikan Tdk syok lagi past mengetii
Nur Syamsi
bagus Riana, kamu hrus tegas, ingat kesehatan avakmu jgn pikirkan Mia yg egois ....kamu punya anak yg bisa menyatakan kamu dg ayahnya sdgkan Mia dia baru tungan lgi pula dia Tdk mau menerima Davin anak Leo
Nur Syamsi
betul sekali Leo, zmuanya itu egois dia maunya sama Leo Tdk Maw menerima anaknya ....ya sudah dong
Nur Syamsi
Leonardo, Mia tu sdah memperlihatkan sifat aslinya, bahkan Tdk Maw menerima anak kamu, ya dipikirkanlah it berarti dia cuma naenya jamu dan hartamu ..,
Elisa Nursanti Nursanti
🫰🫰🫰🫰🫰
riska tanisha: Terimakasih kk🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!