Indonesia
NovelToon NovelToon
HAZEL'S HAPPINESS

HAZEL'S HAPPINESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Teen School/College / Persahabatan / Romansa
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: PearlBlueY

Kebahagiaan ??
Menurut kalian apa makna dari sebuah "Kebahagiaan" ?
Bagaimana cara kalian mendapatkan "Kebahagiaan" itu ?
dan seperti apa rasanya "Bahagia" itu ???

Hazel Aqueena, Seorang gadis yang kehilangan orang tuanya sejak kecil karena kecelakaan membuat gadis kecil itu menanggung berbagai rasa sakit dan trauma yang ada dalam dirinya.

Hazel Aqueena, yang kehilangan semua memori tentang dirinya, hidupnya bahkan orang tuanya.

Kehilangan segala hal dalam usia yang masih terlalu kecil membuatnya harus menambah identitas dirinya.
Hazel Aqueena, gadis itu hidup dengan identitas baru menjadi seorang Hazel Mikhayla Aqueena.

Bisakah Hazel hidup dengan identitas barunya? Bisakah Hazel melupakan rasa sakit atas kehilangan orang tuaya??
Bisakah Hazel menangani trauma nya??
Apakah semua rasa sakit yang telah ia rasakan akan terbayarkan oleh kebahagiaan yang akan datang??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PearlBlueY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Sheera, Devandra dan Raja

..."Diam adalah kunci ketika seseorang malas untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi."...

...----------------...

Hari semakin petang membuat beberapa murid dari kelas tertentu yang melaksanakan berbagai macam les dan kegiatan ekstrakurikuler tambahan membubarkan diri mereka.

Seperti yang saat ini Hazel lakukan bersama teman sekelasnya yang baru saja menyelesaikan kegiatan belajar tambahan.

Hazel mengemas semua bukunya ke dalam tas milik nya. Diikuti Riri dan Vania, Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju parkiran untuk segera kembali ke rumahnya.

Disaat ketiga gadis tersebut sudah setengah jalan, tiba-tiba Devandra mencegat jalan Hazel namun Hazel hanya melihat Devandra sekilas dan langsung berlalu menghindari Devandra.

Namun bukan Devandra namanya jika Ia cepat menyerah begitu saja. Ia mengerti kenapa Hazel bersikap seperti itu padanya dan Ia sadar ini kesalahannya karena Ia terlalu asik dengan gadis lain yang merupakan temannya.

"Pulang sama gue" Devandra memegang pergelangan tangan Hazel yang membuat Hazel menghentikan langkahnya.

"Gue pulang sama Riri Vania" Ucap Hazel sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Devandra pada tangannya.

"Nggak ada penolakan"

Tegas Devandra yang disambut lirikan tajam dari Hazel. Devandra mengabaikan lirikan tajam Hazel dan menarik Hazel lebih dahulu menuju parkiran meninggalkan Riri dan Vania yang hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat pasangan itu sembari mengikuti pasangan itu dari belakang.

Kini mereka sudah berada di parkiran yang mulai kosong sebagian karena sebagian murid sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.

Devandra melepaskan tangan Hazel dan memakaikan sebuah helm di kepala Hazel.

Hazel hanya membuang wajahnya saat Devandra memakaikan helm padanya.

Selesai memasangkan helm pada Hazel, Ia menangkup kedua pipi Hazel dan membuat Hazel menatapnya. Hazel hanya menatap datar Devandra, sementara Devandra terkekeh melihat bibir Hazel yang sejak tadi cemberut mengerucut kecil.

"Maaf"

Devandra mengelus kedua pipi Hazel dengan lembut. Sentuhan Devandra pada pipi nya membuat kekesalan Hazel menguap entah kemana apalagi kini Devandra memasang wajah yang sangat manis padanya.

Akhirnya Hazel mengangguk dan memegang kedua tangan Devandra.

"Gue nggak suka lo cuekin gue kaya tadi"

Hazel kini berusaha jujur dengan apa yang Ia rasakan sejak tadi. Sejujurnya Ia sangat kesal dengan gadis bernama Sheera itu yang tiba-tiba saja datang dan memeluk Devandra-Nya di depan semua orang di kantin tadi.

Devandra mengulum bibirnya untuk tidak tersenyum lebih lebar karena saat ini akhirnya dirinya tahu bahwa Hazel tengah cemburu pada Sheera. Devandra memeluk Hazel dan mengatakan kata-kata maaf berulang kali.

Pemandangan Hazel dan Devandra yang saling memeluk satu sama lain membuat seorang gadis yang sejak tadi membuat kedua orang itu bertengkar memanas. Gadis itu tidak terima jika Devandra sudah memiliki kekasih.

Gadis bernama Sheera itupun menghampiri keduanya dan membuat Hazel menatapnya tidak suka, begitupun dengan Riri, Vania dan beberapa anggota D'Lions yang sejak tadi masih berada di parkiran tersebut.

"Devan" Sheera kini sudah berada di samping Hazel dan Devandra. Pelukan antara keduanya membuat Hazel melepaskannya. Devandra menoleh dan tersenyum tipis pada Sheera.

"Lo mau balik ya?"

Vania yang mendengar Sheera berbasa-basi seperti membuatnya sedikit jengah.

"Udah tau pake nanya" Vania langsung menimpali pertanyaan Sheera dengan sangat ketus.

"Lo sendiri kenapa belom balik??"

Bukan Devandra yang kali ini bertanya melainkan Hazel yang bertanya pada Sheera meskipun pertanyaan itu Hazel ucapkan dengan nada yang kelewat dingin.

"Ituu... Uuumm.. gue nunggu sopir gue jemput tapi barusan dia nelfon katanya dia nggak bisa jemput"

Ujar Sheera dengan senyuman manis yang masih terpatri di wajah cantiknya.

"Tadinya gue mau minta Devan buat pulang bareng dan anterin gue tapi kayaknya nggak bisa ya Dev?"

Sambung Sheera yang membuat Hazel muak pada gadis di hadapannya ini. Hazel hanya memutar matanya malas melihat Sheera yang sedari tadi memasang wajah sok manisnya.

"Sorry, tapi gue balik sama cewek gue"

Devandra mencoba sehalus mungkin menolak ajakan Sheera dan mulai menaiki motor besar miliknya.

Wajah Sheera tampak kecewa namun Ia sangat pandai menutupi rasa kecewanya dihadapan semua orang. Sheera tidak kehilangan akal, kini ia semakin mendekat kearah Devandra yang semakin membuat Hazel merasa ingin menjambak rambut gadis itu dari belakang.

"Untuk hari ini aja apa lo nggak bisa anterin gue pulang ??"

Alis Hazel menaut mendengar ucapan Sheera yang seperti memaksa Devandra untuk mengantarnya.

"Sebenarnya Mommy bilang ingin ketemu lo sekarang."

Ucapan Sheera membuat Devandra melihat dirinya dan tampak berfikir sejenak.

Hal itu tidak luput dari pandangan Hazel yang saat ini bertanya-tanya dalam hatinya mengapa Devandra tampak berfikir dan tidak langsung menolak nya?? dan apa sebenarnya hubungan diantara keduanya?? mengapa Devandra tampak berfikir setelah Sheera mengucapkan kata "Mommy" barusan??.

Sementara Devandra masih nampak berfikir, Sheera beralih menatap Hazel yang sejak tadi menatap dirinya dengan pandangan yang sulit dijelaskan.

"Umm sorry, tapi apa boleh hari ini Devandra pergi sama gue dulu ?"

Ucapan Sheera barusan membuat Riri, Vania dan anggota D'Lions menatapnya tidak percaya karena gadis itu meminta ijin kepada Hazel untuk membawa Devandra yang merupakan kekasih Hazel.

Senyuman miring Hazel sesaat membuat nyali Sheera ciut tetapi gadis itu tidak peduli. Sheera hanya ingin saat ini Devandra bisa pulang bersamanya.

"Gimana??"

Tanya Sheera lagi yang membuat Devandra kali ini menengahi keduanya. Devandra tidak ingin Hazel marah lagi padanya, maka Devandra mencoba menolak permintaan Sheera.

"Sorry Ra gue nggak bisa. Gue harus anterin Hazel"

Senyuman puas terpasang di wajah Hazel melihat Sheera yang kini memasang wajah cemberut.

"Bukannya Hazel bisa bareng kedua temannya ya?? Gue denger dari anak-anak dikelas kalau Hazel selalu pulang dan berangkat sama kedua temannya kan??"

Melihat Sheera yang bersikukuh memaksa Devandra membuat Raja maju menghampiri ketiganya.

"Lo bisa nggak, nggak usah maksa !!!"

Bentak Raja pada Sheera yang membuat semua orang disana kaget, terutama Devandra yang kini turun dari motor nya.

"Raja !!! Jaga sikap lo !!!"

Kali ini Devandra berkata dengan nada yang tak kalah tinggi. Raja hanya menatap datar Devandra dan Sheera bergantian.

"Kenapa Dev ?? Lo nggak suka kalau gue bentak cewek ini!!!"

Devandra maju selangkah dan mencengkram kerah seragam milik Raja dengan erat. Pertengkaran keduanya membuat anggota D'Lions dengan sigap menengahi keduanya.

Hazel hanya diam memperhatikan apa yang terjadi dihadapannya, apalagi saat ini Devandra terlihat menenangkan Sheera yang menangis karena bentakan Raja.

"Inget Dev !! Karena dia, kita pernah bertengkar hebat dan kali ini jangan sampe lo juga memihak dia dan nyakitin orang lain"

Ucap Raja dengan lantang dan pergi meninggalkan parkiran tersebut.

Ucapan Raja tentu saja menyisakan tanda tanya besar untuk Hazel. Siapa sebenarnya Sheera dan apa hubungannya dengan Devandra dan Raja??

Kenapa Devandra bersikap begitu baik dan manis pada Sheera dan Raja justru bersikap sebaliknya??

Pertanyaan tersebut semakin membuat Hazel semakin penasaran. Pandangan Hazel lagi-lagi beralih menatap Sheera yang kini memeluk Devandra dan Devandra yang sama sekali tidak menolak pelukan itu sama sekali.

Sekali lagi, Devandra lupa akan kehadirannya dan kini Hazel memilih melepas helm itu dan melempar helm itu tepat ke samping Devandra dan Sheera sambil masuk kedalam mobilnya bersama Riri dan Vania yang sudah ada di mobilnya.

Perhatian Devandra akhirnya teralihkan melihat helm milik Hazel yang Ia belikan kini telah dilempar oleh Hazel.

Devandra mencoba mengejar mobil Hazel yang kini sudah melaju meninggalkan sekolah tersebut dengan sangat cepat.

Ia mengacak rambutnya sendiri dan berteriak kesal karena Ia lagi-lagi membuat Hazel marah karena kecerobohan nya.

...----------------...

1
PearlBlueY
Thankyouuu kaaa 💙
Su kem
Aku beneran suka dengan karakter tokoh dalam cerita ini, thor!
PearlBlueY
Aaaa terimakasihz sudah berkomentar positif 💙
♡お前のペンデハ♡
Terima kasih sudah bikin hari-hariku lebih berwarna 🌈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!