Dunia tengah berada di ambang kehancuran. Perang modern tengah melanda, meluluhlantakkan kota demi kota, dan menjungkirbalikkan tatanan hidup manusia. Dalam pusaran konflik, kepentingan, intrik, dan kelicikan para penguasa turut menjadi bara yang makin melahap harapan akan perdamaian.
William, seorang pria biasa yang tengah bergelut mencari pekerjaan di tengah krisis, terperangkap di tengah pertempuran yang tak diberitakan media dan intrik para petinggi. Dalam pertemuannya dengan Rana, sahabatnya yang tengah cuti, William belajar bahwa tak ada satu pun kesetiaan yang dapat dipercaya sepenuhnya — bahwa pertemanan, keamanan, dan hidup manusia dapat hancur seketika saat kepentingan lebih diutamakan di atas kemanusiaan.
Ketika pesawat asing melintas di langit dan misil mulai berguguran, rahasia demi rahasia terungkap. Keputusan dan pengkhianatan akan menentukan nasib tak hanya satu manusia, tapi juga sebuah bangsa. Dalam tengah chaos, William harus memilih: melawan, atau melarikan dri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taiga あいさか x hmd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Welcome home and hell 2
Mobil Jeep hijau melewati hutan lebat.
Suasana sangat sepi di sana, bahkan tidak ada binatang sama sekali.
"Sudah berapa jam aku berjalan di sini? " Melihat jam tangan.
9:01
"Wow sudah 2jam lebih ya, tapi kalau dipikir-pikir pada ke mana hewan-hewan di hutan ini? "
*Radio berbunyi. "Vallow Fre jaca hacloba pier na tius Heru Village "
William mendengar suara Desa Heru. "Tunggu, akankah mereka pergi ke desa Heru? "
"Sialan, kalau aku ke sana hidup ku akan tamat, tapi sobat ku bagaimana? "
William mengacak-acak rambut. "Ahh sial, aku tidak tau lagi dengan dunia ini, lebih baik aku ganti baju di dalam mobil ini saja biar aman"
William membuka sebuah kotak berisi baju. Baju itu berkamuflase hutan hujan dengan loreng krem.
"Semoga saja tidak ada tentara Tristain di sini"
"Adohh aku harus ngapain lagi? Kembali atau lanjut? Arghhh pusing-pusing! "
William menoleh ke luar mobil, ekspresinya kebingungan. "Sebentar tadi aku masuk lewat mana?! "
Ternyata ada 3 jalur masuk di hutan itu yang membuat William kebingungan dan tersesat.
Sambil menepuk jidat ia tak sengaja melihat peta yang ada di dalam mobil.
Peta itu memberikan petunjuk seluruh jalur dari kota sampai hutan yang sedang William lewati.
"Hmm kota di sana jauh juga, kalau kembali mungkin bahan bakar juga akan habis, sial sepertinya memang tidak bisa ke mana-mana, bahan bakarnya saja sisa 30! "
William teriak di dalam mobil, sikapnya seperti orang yang sedang ganggu jiwa.
Pada akhirnya William memutuskan untuk pergi ke kota, tetapi karna perjalanan selama 3jam yang melelahkan dan suasana yang sangat sunyi membuat diri nya ketiduran di dalam mobil.
Bruk.
sore hari pukul 5.
Pundak William disentuh oleh orang asing.
"Let me try sir"
"ah okay"
Seseorang meniup pluit dengan keras sampai membuat William terbangun.
William memegang ke dua kupingnya dan panik. "Hai-hai calm! '
Menoleh ke kiri.
" Oh sh1t " dalam hati.
"Hey what are u doing bro"
William terkaget, bertemu dengan tentara musuh yang jumlahnya lumayan banyak.
"Aaaa a, i'm sorry sir! my gas is empty"
"Hmm good grammar but.." Seseorang memandang aneh.
"Hei Jacob Would you like to bring this strange person with us?"
"Okay, I'll go and get the fuel, wait here"
"Allright sir"
Mata orang yang membangunkan William sangat sinis dan memperingati dengan jarinya.
"Sialan kok bisa gini"
Ujar William.
"I've already filled it up with petrol, so this vehicle should be able to run. Please follow us." Ujar Jacob.
"Hey Satan, please don't be cruel when we get there. They are just ordinary citizens and have done nothing wrong."
"Don't worry my friend" Ujar Satan dengan hormat.
"I will watch over this child, and you guide this child along the right path." Perintah Jacob.
"Allright Allright, lets go dude"
Semua kendaraan berjalan menuju desa.
Saat menyetir Jacob memegang pundak William. "Hei, u from Tristain right? "
Mata William melotot, badannya bergetar. "No-no i from Hesgerl"
Jacob dengan sengaja menodong senpi ke jidat William. "Seriously? "
"No-no im joke! i'm from Tristain! "
"Ahaha good answer, by the way this is toy" Mengarahkan senpi ke kepalanya sendiri.
Cik.
Percikan air.
Dua-duanya seketika berekspresi datar.
" Why are you looking at me like that? " Ujar Jacob
" Ah sorry"
"Don't worry, maybe can we be friends?"
Sambil menyetir William terheran-heran dengan tentara yang aneh itu. "Hah? ahh yes ofcourse why not bro? "
"I like that, u so cool man, by the way It's very cold here, isn't it?"
"yes, u right! "
"Once you arrive, let's have some warm tea together. It's herbal tea, you know. I bought it from the locals, I didn't steal it HAHA" Mendepak pundak William dengan pelan.
"U so funny sir"
"By the way, what your Name? "
"My name is William"
"My name is Jacob, a generous man" Tiba-tiba saja dia memakai kacamata dan berlagak keren.
William menghela nafas. "Astaga mahluk apa lagi ini" gumam nya dalam hati
mampir juga ya/Coffee//Coffee/
titik dulu Thor baru tanda kutip.
Tapi penulisan dialog dan narasi penceritaannya masih kurang untuk membuat pembaca merasakan vibe cerita(ini opini pribadi ya)
Semangat🔥 Baca juga novelku ya, ayo berkembang bareng🔥
Nama : "Dialog" ini biasanya untuk naskah yang dibaca aktor dalam pentas.
Kalau dalam novel itu biasanya "dialog," ucap/ujar/dll nama