Indonesia
NovelToon NovelToon
Membesarkan Pangeran Terbuang Di Istana Dingin

Membesarkan Pangeran Terbuang Di Istana Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Kejadian tidak terduga membuat Bai Luoluo harus di rawat dirumah sakit dalam waktu yang lama, karena tulang lututnya mengalami retak.

Hari-hari yang ia lalui saat dirawat di rumah sakit membuatnya merasa sangat bosan.

Dalam menghabiskan waktu bosannya, ia bermain game.

Game bergenre fantasi zaman kuno.

Keseruan bermain game berlatar kerajaan zaman kuno itu, membuat Bai Luoluo menjadi terobsesi ingin terus menyelesaikan game.

Ia menginginkan Pangeran yang ia rawat dalam game tersebut berpindah tempat ke istana timur.

Sampai tanpa ia sadari game tersebut seperti memiliki kehidupan.

Pangeran terbuang yang ia rawat dalam game bergenre kerajaan itu, dapat berbicara padanya layaknya seperti manusia nyata.

Dan bergerak sendiri ke level berikutnya tanpa perlu ia mainkan.

Bagaimana reaksi Bai Luoluo begitu menyadari, kalau Pangeran terbuang yang ia rawat dalam game kerajaan itu, diam-diam menyukai Bai Luoluo?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26.

Yan Liang menyampirkan bulu, yang telah ia buat menjadi sebuah mantel hangat ke bahu Luo Luo.

"Eh, kenapa diberikan padaku?" tanya Luo Luo.

"Aku memang hanya ingin membuatnya untuk Nona saja!" jawab Yan Liang membenarkan mantel tersebut dengan baik di bahu Luo Luo.

"Terimakasih, aku sangat menyukainya!" Luo Luo mengelus bulu mantel dengan perasaan senang.

Yan Liang tersenyum mendengar ucapan terimakasih Luo Luo, ia merasa puas sudah membuat perinya menyukai pemberiannya.

"Nona, Pangeran! makanan sudah siap!!" sahut Jin Si meletakkan sayur yang baru selesai ia masak.

Mereka makan pada meja di halaman istana dingin seperti biasanya.

Luo Luo melihat menu yang telah dimasak Jin Si, hanya dua macam sayur dan telur rebus.

"Tunggu sebentar, aku akan membuat sesuatu! jangan makan dulu!" kata Luo Luo, lalu pergi ke dapur istana dingin.

Pangeran perlu makan daging, agar tubuhnya lebih sehat, serta memiliki tenaga yang kuat.

Luo Luo mengambil daging ayam, yang diasap-asapkan tergantung di atas tungku dapur.

Ia mengolahnya menjadi masakan, yang biasa Ibunya masak di dunia nyata.

"Nona! sepertinya ayam ini sangat lezat!!" seru Jin Si melihat menu ayam yang Luo Luo letakkan ke atas meja.

"Lebih enak lagi kalau di makan!" kata Luo Luo mengambil satu potong ayam, dan meletakkan nya ke dalam mangkuk nasi Yan Liang.

"Makan yang banyak, Pangeran!"

"Terimakasih, Nona!" ucap Yan Liang tersenyum.

Mereka tidak menyadari, tidak jauh dari luar pagar istana dingin, diam-diam Kaisar bersama Kasim Wang mengintip ke halaman istana dingin.

Mereka berdiri di balik sebuah pohon, memperhatikan Yan Liang, yang tampak terlihat begitu bahagia.

"Yang Mulia, bagaimana kalau kita langsung saja mengunjungi Pangeran pertama" dengan suara pelan Kasim Wang memberi ide kepada Kaisar.

"Jangan! putraku itu masih marah padaku, dia pasti tidak senang melihat kedatanganku!" jawab Kaisar, tanpa mengalihkan pandangan matanya melihat ke arah Yan Liang.

"Bagaimana Yang Mulia tahu, kalau anda tidak mencobanya, Yang Mulia!"

Benar juga, ya?! pikir Kaisar Pei Xuan, merasa perkataan Kasim Wang tidak salah.

"Ehem! baiklah! Ayo, kita coba datang untuk mampir!" jawab Kaisar dengan setengah ragu.

Dengan langkah kaki sedikit berat, karena merasa takut Yan Liang akan mengusirnya, begitu ia berdiri di pintu pagar istana dingin.

"Yang Mulia Kaisar datang!!" sahut Kasim Wang lantang.

Mendengar suara Kasim Wang, sontak membuat mereka bertiga bangkit dari duduk mereka.

Mereka terpaku tidak percaya, melihat Kaisar menginjakkan kakinya ke istana dingin.

Setelah dua puluh tahun berlalu, selir Zhouyi Yu di buang ke istana dingin.

Yan Liang yang terkejut melihat Kaisar, tiba-tiba muncul di istana dingin, kembali duduk dengan sikap acuh tak acuh.

"Salam Baginda!!" ucap Luo Luo dan Jin Si memberi salam kepada Kaisar, dengan cara mereka masing-masing.

Kaisar melirik Yan Liang, yang tampak kembali melanjutkan makannya.

Luo Luo menyadari lirikan mata Kaisar, ia dengan sigap menarik kursi di dekat Yan Liang untuk Kaisar.

"Silahkan duduk, Yang Mulia! kebetulan kami sedang makan, kalau Yang Mulia berkenan ikut makan bersama kami, hamba akan mengambil satu set mangkuk piring untuk Baginda!" ucap Luo Luo dengan ramah.

"Oh, tentu saja! aku kebetulan belum makan!" jawab Kaisar sembari tersenyum, lalu duduk pada kursi yang di tarik Luo Luo.

Luo Luo bergegas mengambil satu set alat makan untuk Kaisar, dan menyendok nasi putih untuk Kaisar.

Sementara Yan Liang diam saja menikmati makannya, tanpa memperdulikan Kaisar, yang sesekali melirik ke arahnya.

Karena Kaisar ikut makan bersama dengan Yan Liang, Jin Si menyudahi makannya, karena tidak sopan ia makan satu meja dengan Kaisar.

"Hem, enak!" ucap Kaisar mencicipi menu hidangan, yang ada di atas meja satu persatu.

Saat makan, Kaisar baru sadar, kalau menu makanan yang terhidang di atas meja semuanya sangat lezat.

Keningnya mengerut, baru menyadari makanan istana dingin lebih enak, dari makanan dapur istana Kaisar.

"Ini.. !"

Luo Luo menyadari perasaan heran Kaisar, dengan menu makanan yang tersaji di meja.

"Sejak Ibunda Pangeran hamba tinggal di istana dingin, dapur istana utama tidak pernah mengirimkan makan untuk beliau, Ibunda Pangeran mencari sendiri untuk makannya, dengan menemukan sayur liar di sekitar halaman belakang istana dingin!" kata Luo Luo menjelaskan.

"Makanan yang ada di meja, hasil berkebun Pangeran, dan beternak di halaman belakang istana!" lanjut Luo Luo menjelaskan.

Hati Kaisar seperti tertusuk jarum yang tajam, mendengar penjelasan Luo Luo.

Ia merasa sangat bersalah sekali mengetahui penderitaan selirnya, yang tidak akan pernah ia temukan lagi, karena selir kesayangannya itu telah tiada.

Kaisar memejamkan mata menahan perasaan, yang terasa menyakitkan dalam dadanya.

Ia sangat menyesal tidak pernah sekali pun mengunjungi istana dingin.

"Sudahlah, jangan merasa berpura-pura sedih! tidak akan dapat mengembalikan Ibunda hamba!" sindir Yan Liang menikmati menu makanan yang ia makan.

Mendengar apa yang dikatakan Yan Liang, Kasim Wang merasa Pangeran Yan Liang sangat dingin pada Kaisar.

Ia menghela nafas, andai Pangeran tahu, Kaisar juga merasa sakit hati, sejak selir Zhouyi di buang ke istana dingin! bisik hati Kasim Wang.

Semua karena Permaisuri yang cemburu! Kasim Wang menggelengkan kepalanya, mengingat liciknya hati Permaisuri Ming Yue.

Sementara Kaisar dapat merasakan sikap dingin Yan Liang, yang sepertinya akan sulit ia cairkan.

Luo Luo yang melihat jarak antara Kaisar dan Yan Liang, terlihat seperti dinding yang sangat tebal.

Ia pun berpikir untuk menghancurkan dinding itu, agar hubungan antara Kaisar dan Pangerannya tidak membuat mereka semakin jauh.

"Sudah memasuki musim dingin, apakah istana dingin memiliki cukup arang?" tanya Kaisar, mencari perbincangan untuk mencairkan suasana yang kaku.

"Pangeran hamba sudah menyediakannya satu bulan yang lalu, Yang Mulia! istana dingin tidak merasa khawatir menanti musim dingin tahun ini!" jawab Luo Luo.

"Kalau masih kurang katakan saja, pelayan istana utama akan datang mengantarkannya ke istana dingin!"

"Tidak perlu!" jawab Yan Liang dingin.

Luo Luo dapat melihat raut wajah Kaisar, yang seketika redup mendengar nada dingin Pangerannya.

Tapi detik berikutnya Kaisar tidak menghiraukan nada dingin Yan Liang.

Kaisar menghela nafas, "Aku merasa ragu dengan Pangeran ketiga dan keempat, mendapatkan baju dingin, untuk diberikan kepada rakyat yang tidak mampu!" nada suara Kaisar terdengar lesu, mengungkapkan keraguannya dengan kinerja dua putranya yang lain.

Luo Luo teringat akan misi yang harus ia selesaikan, untuk membawa Pangeran dengan suka rela pindah ke istana timur.

"Yang Mulia Baginda! Pangeran hamba mungkin dapat membantu, untuk mendapatkan baju hangat sebelum musim dingin semakin ekstrem!" ujar Luo Luo menawarkan bantuan kepada Kaisar.

Kaisar tertegun mendengar usulan Luo Luo.

Ternyata Pangeran Yan Liang, memiliki rasa peduli dengan keadaan rakyat kecil.

Perlahan sudut bibir Kaisar menyunggingkan senyuman senang.

Bersambung.......

1
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor gk enak menunggu 😅😅 sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm up n makaciih tuk upnya
Wahyuningsih
author ni terlalu bertele tele gk sat set sat set biar cpt kelar masalahnya
Wahyuningsih
makin seru aja.... waaah penasaran q thor
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor makin seru aja
Wahyuningsih
mampus
Wahyuningsih
kayaknya crutanya seru thor.... q penasaran deh
Wahyuningsih
q mampir thor
vania larasati
lanjut
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar jika ibu suri bukan ibu kandung kaisar cepat hukum mati ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
bikin yuhuan tau anaknya yanliang sedang jatuh cinta kepada loulou
vania larasati
lanjut
Fajar Fathur rizky
biki yuhuan tau jika yanliang suka loulou
Fajar Fathur rizky
cepat hukum mati putri han itu beserta keluarganya karena menipu
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan ibu suri itu thor bikin hukum mati ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin putri han lumpuh
vania larasati
lanjut
Fajar Fathur rizky
cepat usir wanita itu thor
Fajar Fathur rizky
bikin yanliang senang ketemu ibunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!