Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS BAHU LAWEYAN

GADIS BAHU LAWEYAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Kutukan
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.

Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.

Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...

Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Waktu memperlihatkan pukul dua pagi. Mobil Farhan berhenti tepat didepan rumah sakit.

Hujan sudah reda. Tetapi panas di tubuh Kasih semakin tinggi.

Ia kembali menggendong Kasih dan berjalan menuju ruang IGD.

Para medis menyambutnya dengan ranjang sorong, dan bergegas membawa Kasih ke ruangan untuk di lakukan pemeriksaan dan juga tindakan medis.

"Bapak selesaikan administrasinya, dan kami akan segera menanganinya," pesan seorang perawat, saat Farhan berada di ambang pintu IGD.

Farhan menganggukkan kepalanya, lalu menuju ruang administrasi dan menjadi penjamin untuj Kasih. Dimana gadis itu bahkan tidak memiliki identitas sama sekali.

Setelah pengurusan yang cukup rumit, akhirnya dapat selesai, setelah di lancarakan jalannya dengan yang namanya uang.

****

Kasih terbangun dari tidurnya, setelah ia mengalami beberapa kali mengigau.

Suhu tubuhnya sudah turun, dan ia tak lagi mengerang.

Dengan perlahan ia membuka matanya. Wajahnya masih tampak pucat, tetapi ia celingukan saat mendapati dirinya berada di ruangan rawat inap.

Aroma obat-obatan dan juga karbol langsung terendus di indera penciumannya.

"Sudah sadar?" suara Farhan mengagetkannya.

Kasih menoleh ke arah sumber suara tersebut. Lalu menundukkan kepalanya.

Tampak sang pemuda sedang menyeruput kopi cappucino panasnya.

"Kenapa kamu menolongku? Aku... aku kotor..." ucapnya dengan suara yang terisak.

Kasih merasa malu. Sebab tubuhnya berulang kali di jamah pria brengsek.

Bahkan malam tadi, pemuda itu melihatnya hanya dengan menggunakan pakaian dalam saja.

Farhan meletakkan cup kopi nya, di atas meja nakas. "Gak niat apapun... Hanya saja kamu ini bagian dari tim pekerja. Maka aku harus menyelamatkanmu. Sebab kalau terjadi sesuatu sama tim kerja, maka aku yang repot ngurusin BPJS-nya." jawab Farhan asal.

Kasih menghela nafasnya dengan berat. Meskipun jawaban Farhan tak sesuai yang diinginkannya, tetapi setidaknya pemuda itu tidak berniat mesum padanya.

"Aku pembawa sial... nanti kamu..." Kasih merasakan suaranya tercekat di tenggorokannya

"Diam. Kalau aku terkena sial, biar aku yang tanggung. Kamu cukup tetap hidup." tegasnya.

Kasih langsung terdiam. Suasana mendadak hening.

Sedangkan di dada Farhan. Ia dapat mendengar suara detak jantungnya yang bergemuruh.

Duk!

Duk!

Duk!

Ia tidak tahu apa yang membuatnya harus rela menjaga sang gadis yang bahkan mereka belum lama untuk saling mengenal.

Saat bersamaan, Mandor Karjo datang dengan membawa dua porsi bubur ayam. Ia meletakkannya di atas meja.

"Apa sebenarnya yang terjadi, Pak?" tanyanya dengan rasa penasaran.

"Tidak ada... Hanya kepleset doang," jawabnya dengan nada berbohong, agar para pekerja tidak panik.

"Nanti lapor polisi. Sekarang kunci dia di gudang. Agar jera." ucapnya dengan nada dingin.

Mandor Karjo tak menjawab. Ia hanya mengangguk dengan pelan, dan wajahnya tampak penasaran. Ia tahu, kalau Farhan lagi berbohong. Hanya saja tak ingin mengorek lebih jauh.

Mandor Karjo berpamitan dan menjalankan perintah.

Setelah kepergian Mandor Karjo, Farhan berjalan menghampiri ranjang. Lalu menarik kursi dan duduk di sampingnya.

"Makan dulu... Setelah itu minum obat," pesan Farhan, sembari mengambil seporsi bubur ayam yang masih terasa hangat.

"Makasih," ucap Kasih dengan suara yang pelan.

Farhan tak menjawab. Ia memberikan cup bubur ayam itu kepada Kasih.

Di balik jendela, Sundel Bolong tiba-tiba nongol dengan wajah seram. "TUANKU JAGOAN!"

Farhan memejamkan kedua matanya. "Bisa diem gak?" omelnya, sembari menggetok menggunakan sendok.

"ADUH," keluhnya, langsung Kabur.

Kasih bengong. Sembari memperhatikan wajah Farhan.

"Mereka mengapa sering bersamamu?" tanyanya dengan rasa penasaran.

"Gak usah di pikirin...mereka hanya demit gabut," jawab Farhan asal. Lalu menoleh ke arah Kasih. "Kamu bisa lihat mereka juga?" tanya Farhan balik.

Kasih menganggukkan kepalanya.

"Oh, syukurlah... Karena kamu gak kaget atau teriak," ucap Farhan lagi.

Kasih hanya menunduk, dan menyuapkan bubur ayamnya.

"Kenapa kamu nolongin aku? Aku bisa bikin kamu mati." ia kembali bertanya.

"Kalau aku sampai mati, siapa yang akan bayarin uang gaji pekerja proyek ini? Kamu?"

Kasih kembali menghela nafasnya. Berbicara dengan Farhan sama saja buang tenaga, sebab ia tak pernah terlihat serius. "Kamu absurd sekali."

"Iya. Tapi aku bicara serius." jawabnya.

Dia duduk bersandar di sandaran kursi. Lalu menatap Kasih dengan dalam. "Denger ya. Kamu bukan pembawa sial. Kamu hanya korban. Yang sial itu orang yang mau menyentuh kamu tanpa izin."

Kasih mendadak merasakan hatinya menghangat. Bulir bening jatuh di sudut matanya. "Aku capek lari."

"Udah. Gak usah lari lagi. Mulai besok kamu kerja sama aku. Di kantor. Bukan di barak." jawab Farhan dengan cepat

Kasih mengerutkan keningnya. "Kantor? Jauh dari sini?"

Farhan mengangguk pelan. "Iya. Letaknya di kota. Kantor Rayyan Group. Lebih aman. Si sana ada satpam. Ada CCTV. Dan... ada aku juga."

"Kenapa kamu baik banget sama aku?" Kasih masih merasa tak percaya

"Karena kamu namanya Kasih. Masa iya kamu hanya bisa beri sedih terus."

Kasih mengulas senyum tipis, dan itu membuatnya sedikit membuat rasa tenang dalam hidupnyanya.

****

Waktu memperlihatkan pukul enam pagi. Farhan bersiap membawa Kasih keluar dari rumah sakit.

Farhan membantu Kasih membereskan semua administrasi yang di butuhkan.

"Kamu serius mau bawa aku ke kantor?"

"Iya. Posisi kamu sebagai staff admin proyek. Gaji 4 juta. Ada BPJS. Dan juga ada mess."

"Itu gaji terbesar yang pernah aku dengar," ucapnya hampir menangis.

"Nanti kalau kerjanya bener, aku tambah lagi." sahut Farhan, sembari berjalan menuju parkiran mobil.

Kasih duduk di sebelah Farhan. Ia masih menggunakan jaket milik Farhan dan kebesaran.

Sedangkan Farhan menyetir, dengan helm proyek yang diletakkan di pangkuan.

Sepanjang jalan, mereka masih diem.

Saat berada di pertengahan jalan, Farhan memutar mobilnya ke sebuah toko pakaian. "Kita beli pakaian untukmu. Kamu tidak mungkin menggunakan jaketku terus," ucapnya dengan nada serius.

Kasih merasakan pipinya memerah. Bagaimana tidak, pemuda itu bahkan memperhatikannya sedemikian rupa.

"Makasih sudah gak takut sama aku."

"Aku hanya takut. Takut kalau kamu kenapa-kenapa saat aku gak ada."

Duuugh!

Jantung Kasih serasa hendak copot mendengar ucapan sang pemuda.

****

Waktu memperlihatkan pukul sembilan pagi di Kantor RAYYAN GROUP yang terletak di lantai tiga.

Farhan membawanya ke sebuah ruangan yang bersebelahan dengan ruangan miliknya, dan hanya terhalang dinding kamar saja.

"Ini ruang kerjamu. Kebetulan admin yang lama resign karena menikah." ucap Farhan, sembari memperlihatkan ruang kerja untuk Kasih.

Ruangan kecil yang di lengkapi AC. Meja kerja dan sebuah komputer.

Saat bersamaan, Nawang Wulan datang menghampiri. "Selamat datang, Kasih... Selamat bergabung di perusahaan kontruksi milik kami."

"Hah! Mama... Kok bisa tau?" tanya Farhan dengan rasa bingung.

"Kebetulan mama datang ke kantor..." jawabnya berbohong. Sebab ia sudah mendapatkan laporan dari para rekan demitnya.

Kasih ikut tersentak kaget. Ia merasakan sesuatu yang lain pada Nawang Wulan. Seolah ada getaran panas yang langsung bereaksi pada bagian intimnya.

"Kamu jangan khawatir, puteraku tidak akan macam-macam. Bekerjalah dengan nyaman,"

Farhan mengerutkan keningnya.

"Ngomong apaan sih, Ma? Aku bukan penjahat yang harus ditakuti," omelnya. Sebab ia merasa jika sang mama memiliki niat terselubung.

Hati Kasih mendadak hangat. Tetapi di sebaliknya, ada sesuatu yang sedang berusaha menghancurkannya.

"Sudah... Kamu kan sudah saya belikan pakaian baru. Jadi jaketnya balikin," ucap Farhan.

"Hah!" Kasih langsung bengong.

"Iya, jaket... Itu barang limitid edition," jawab Farhan dengan santai.

Kasih langsung melepaskan jaketnya, dan memberikannya pada Farhan. "Nih!"

Farhan mengambilnya, dan nyelonong pergi.

Sedangkan Nawang Wulan menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"Jangan diambil hati... Puteraku memang sedikit acuh," ucap Nawang Wulan, lalu berpamitan pergi.

Sementara itu, asap hitam yang mengepul dan membetuk sosok pria berpakaian serba hitam sedang mengamatinya dari balik pohon mahoni di seberang bangunan kantor.

1
Desyi Alawiyah
Akhirnya mba Gita dan mas Arka muncul juga 🤭

Semoga mereka bisa menemukan Kasih yah.. ☺
Desyi Alawiyah
Udah deh Mbah, kamu udah kalah.. nyerah aja sih.. Lagian, Kasih mana mau punya bapak macam kamu 😌

Sekalian tuh ajak Roro Penguk, biar dia nggak gangguin keluarganya Rayyan lagi.. 🧐
yuyun Rahayu
ya Allah kasihh, tragis benr nasibmuu😢😢
FiaNasa
gak usah ditahan Farhan gas poll dahh🤣🤣🤣
yuyun Rahayu
udh buat tumbal aja tuhh Kashh si Hendra bapak angktmu yg gk tau ahlaq
neni nuraeni
Alhamdulillah kutukannya sudah hilang,,, ayo gas aja farhan ga bkl knp2 ko,,,semoga Nawang cantik lagi ya kak,,, lnjuttt
tati st🌼🌼
korban pertama si dimas,tapi aku rela
tati st🌼🌼
agah masa diajak nikah sirih
neni nuraeni
semoga mereka bisa menahan godaan terakhir dan untuk Wulan serta Rayyan semoga mereka bisa mnglhkn Mbah jati serta antek2nya
Desyi Alawiyah
Ayo Farhan, fokus.. Jangan lengah.. ingat, ini hari terakhir kamu dan Kasih puasa mutih 👻
Desyi Alawiyah
Wah, maksudnya apa nih Kak Siti..

Tubuhnya sebesar rumah pihak pengembang? 🤭
tati st🌼🌼
mampir di karya otor
yuyun Rahayu
semga aja kutukan itu selesai ya Kasih,dn bapakmu yg siluman itu cept dimusnahkn dgn manusia yg memilki ilmu,dna kamu bisa hidup damai
Desyi Alawiyah
Semoga Mbah Jati, Roro Penguk dan antek-anteknya cepet musnah deh.. Kasihan, Kasih biar dia jadi manusia normal yang bebas dari kutukan..


Ohya Kak.. si Gita dan suaminya, orang yang pertama kali bawa Kasih ke panti asuhan ketika Kasih masih bayi, kok nggak di munculin sih..

Apa dia mereka beda kota dengan tempat tinggal Kasih.. 😌
FiaNasa
si Roro penguk pasti baunya penguk🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
FiaNasa
yg slalu gak kuat si kasih
neni nuraeni
semoga mereka berhasil puasa mutihnya,,, dan Wulan kmbli cantik agar ia bisa mnglhkn Mbah jati serta antek2nya, lnjut atuh kak seruuu
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiinn
total 1 replies
FiaNasa
setidaknya kau tidak bodoh² amat lah kasih..udah tau banyak bahaya pake nganterin berkas segala,,kan bisa telfon atau minta tolong sopir anterin itu berkas..kasih kok lemah banget ya
neni nuraeni
waduhh.. lnjutt
kinoy
eh mlh nambah korban LG..duh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!