Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26 Sebuah ciuman

Usai malam pengakuan di koridor, dinamika antara Leon dan Luna berubah makin intens. Namun, ketenangan mereka terganggu saat mobil yang membawa Leon dan Luna disergap oleh sekelompok pria bersenjata milik kubu musuh di sebuah jalur sepi menuju area perkebunan mansion.

Suasana malam terasa tenang di dalam sedan hitam berpenutup kaca gelap yang melaju di sepanjang jalur sepi menuju area perkebunan mansion. Di kursi belakang, Leon duduk menyandarkan punggungnya, satu tangannya menggenggam erat jemari Luna yang bertaut di atas paha. Tatapan kaku yang biasanya menghiasi wajah Leon kini berganti kehangatan yang tersirat.

Luna menatap jemari mereka yang saling mengunci, lalu tersenyum tipis "Kamu mendadak jadi sangat pendiam sejak kita keluar rumah. Kenapa?"

Leon menoleh pelan, membawa punggung tangan Luna ke bibirnya dan mengecupnya singkat "Hanya sedang menikmati ketenangan ini. Bersamamu."

Pipi Luna merona merah. Namun, sebelum ia sempat membalas, rentetan suara decitan ban yang memekikkan telinga memecah keheningan malam. Dari arah tikungan depan, dua SUV hitam bervolume besar mendadak meliuk tajam, memotong jalan dan menutup akses mobil mereka secara paksa.

"Tuan Leon! Ada pengadangan di depan!" ucap sopir sekaligus pengawal Leon.

Raut wajah Leon seketika berubah tajam, aura dinginnya kembali memuncak dalam sekejap "Mundur! Putar balik sekarang!" perintah Leon pada pengawalnya itu.

Dengan sigap sopir sekaligus pengawal itu membanting setir ke belakang, tetapi dari arah belakang, sebuah mobil lain bergerak cepat dan menabrak bagian samping sedan mereka dengan hantaman keras.

DUMMM!

Mobil berguncang hebat. Luna menjerit kecil akibat dorongan gravitasi yang mendadak, namun dengan refleks secepat kilat, Leon menarik tubuh Luna ke dalam pelukannya, melindungi kepala dan leher wanita itu dari benturan kaca.

Gigi Leon mengertak, mengeratkan dekapannya di tubuh Luna "Tetap merunduk, Luna! Jangan angkat kepalamu!"

Suara pecahan kaca dan rentetan tembakan otomatis mulai memberondong bodi mobil yang terlapis baja. Cahaya kilatan peluru menembus kegelapan malam, mengubah kehangatan yang baru saja mereka nikmati menjadi medan tempur yang mencekam.

Napas Luna memburu di balik dada bidang Leon, tangannya mencengkeram erat kemeja pria itu "Leon... mereka siapa?!" tanya Luna ketakutan.

Leon menatap tajam ke luar jendela yang mulai retak, jemarinya mengusap tengkuk Luna untuk menenangkan "Orang-orang yang salah memilih lawan. Dengar aku, sayang... pegang tanganku erat-erat. Apapun yang terjadi di luar, kamu tidak akan tersentuh sedikit pun."

"Aku takut Leon," ucap Luna lirih masih menyembunyikan kepalanya dalam dada Leon.

"Tenang sayang, semua akan teratasi," kembali Leon menenangkan Luna tapi lagi-lagi peluru dari musuh kembali menghantam body mobil mereka dan Leon tidak bisa diam melihat hal itu, dengan sigap Leon mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan meluncurkan tembakan jitunya ke arah musuh yang terus memberondong mobilnya dengan tembakan yang semakin membabi buta.

Bentrokan sengit tak terhindarkan. Demi menyelamatkan Luna dari adu tembak, Leon yang bertindak cepat berhasil menarik Luna menerobos semak belukar, Leon memegang erat tangan Luna sambil berlari dengan kencang sementara Luna yang sangat ketakutan dan gemetar itu berusaha mengikuti langkah Leon, semak belukar yang terhampar di kanan kiri jalan yang mereka lalui sudah tidak lagi mereka hiraukan,Leon terus berlari menggandeng Luna menuju sebuah tempat persembunyian rahasia milik Leon dan akhirnya mereka pun tiba di sebuah safe house rahasia milik Leon yang terisolasi di tengah hutan dan tidak akan mungkin dapat di temukan oleh para musuh itu. Leon langsung mengajak Luna masuk ke dalam ruang itu dan mengunci pintunya dari dalam.

"Kita aman di sini," ucap Leon pada Luna yang berdiri di sampingnya itu dengan napas yang tersengal-sengal. "Ini rumah siapa Leon?" tanya Luna menatap Leon penuh kekhawatiran di wajahnya "Ini tempat persembunyian rahasiaku," ucap Leon, tapi wajah Luna masih terlihat khawatir kemudian dia bertanya lagi pada Leon "Apa mereka tidak memburu kita sampai ke sini?" Leon menatap Luna dia tahu wanita itu sedang panik dan ketakutan yang teramat sangat lalu dengan tersenyum Leon berkata pada Luna "Sayang, kamu tidak perlu khawatir kita aman di sini dan mereka tidak akan pernah menemukan tempat persembunyian ini." Luna menatap Leon untuk meyakini perkataan yang Leon ucapkan barusan. "Benar begitu?" tanya Luna masih tidak percaya "Iya sayang, kita aman di sini kamu tidak usah takut."

Di dalam gubuk perlindungan yang gelap dan sempit, napas keduanya memburu. Adrenalin yang memuncak akibat ancaman bahaya bercampur aduk dengan desakan emosi dan hasrat terendam yang selama ini mereka tahan. Jarak tubuh yang teramat dekat membuat atmosfer di ruangan itu membakar secara instan.

Melihat ketakutan di mata Luna yang berpadu dengan kepasrahan, Leon tak lagi mampu menahan nalurinya. Pria itu menarik tengkuk Luna dan menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam, panas, dan sarat akan kepemilikan. Luna, yang tersapu oleh intensitas emosi Leon, melingkarkan tangannya di leher sang mafia dan membalas ciuman tersebut melepaskan seluruh keraguan yang tersisa.

"Maafkan aku sudah membuatmu ketakutan," ucap Leon sambil menempelkan ujung kepalanya di kepala Luna. "Tidak apa Leon, aku sadar sebagai orang yang dekat dengan kamu pastinya akan beresiko seperti ini hanya saja aku terlalu kaget melihat kejadian mengerikan yang sebelumnya belum pernah aku alami dan aku belum terbiasa dengan kejadian ini tapi aku janji aku akan tetap kuat bersama kamu," ucap Luna sebuah ungkapan hati yang tanpa sadar telah dia ucapkan di hadapan Leon. Leon tersenyum menatap Luna dan mencengkeram lebih erat pinggang Luna dan menariknya ke dalam dada bidangnya "Terimakasih sayang sudah mau menemani aku," Leon mengecup lembut puncak kepala Luna, Luna terharu dia memeluk Leon dengan erat "Aku aman bersamamu Leon dan aku sudah menemukan keluarga sejak aku masuk ke dalam kehidupan kamu dan Emily," ucap Luna terharu mengingat selama ini dia tidak pernah mempunyai orang yang benar-benar akan menyayangi dirinya dengan tulus. Tiba-tiba Luna melepaskan pelukannya dari Leon sambil bertanya padanya "Bagaimana dengan Emily, Leon?" tanya Luna teringat pada Emily yang berada di dalam mansion.

"Emily aman sayang, aku sudah perintahkan pada semua pengawal untuk memperketat penjagaan di mansion agar musuh tidak bisa masuk dan menyerang mansion." "Tapi aku khawatir dengan Emily," Luna tampak sedih, Leon menempelkan kedua tangannya dengan lembut di pipi Luna sambil berkata " Percaya sama aku, Emily aman, sayang," Luna mengangguk pelan.

Saat pengepungan musuh berhasil diredam oleh tim pengawal Leon yang menyusul, situasi perlahan kondusif. Namun, hubungan di antara Leon dan Luna tak lagi bisa kembali seperti semula. Ciuman di tengah bahaya itu resmi menghancurkan batas status kontrak mereka, mengubah rasa suka yang terselubung menjadi komitmen cinta yang nyata

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!