Indonesia
NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Tua untuk Serena

"Ide gila apalagi ini?"-celetuk Lysa dengan tatapan sinis-

"Kenapa nggak langsung saja sih Sayangg! Kalau orang itu Narendra?!"-mendengus kesal-

"Pasti anak itu ada saja jawabannya Sayangkuuu"-mencubit gemas hidung istrinya-

Jayden mulai memahami bagaimana sifat putri tunggalnya itu, jadi dirinya bekerja sama dengan Naresh untuk menjodohkan anak mereka. Di sisi lain Serena merasa cemas dengan niat sang Papa yang akan menjodohkan dirinya dengan pria lebih tua darinya.

"Hmmm....bagaimana inii?! Aku malas sekali!!"-mendengus kesal-

Sementara Narendra yang masih ada dirumahnya menoleh sekilas ke arah gadis itu, ia langsung menghampiri Serena untuk menenangkan rasa cemasnya.

"Ada apa Cantikk?! Kenapa terlihat cemas sekali"-membelai kepala Serena dengan lembut-

"Huft....nggak tau nih!! Aku nggak mau di jodohin sama Papa ku?!"-ucapnya dengan manja-

"Kenapa nggak di coba dulu? Siapa tahu cocok dengannya?"-menatap lekat wajah Serena-

"Nggak mauuu...pasti orangnya tua!! Kata Papa, dia lebih tua dariku"-menyandarkan kepalanya di sofa-

"Kalau orangnya kaya raya?! Terus dia perhatiannya cuman ke kamu aja gimana?"-ucapnya dengan wajah polosnya-

"Hishhh....kamu ini yaaaa!!! Nggak mauuu!!"-menatap sinis Narendra-

Pria dingin itu justru tertawa puas melihat gadis incarannya kesal dan tak terima di jodohkan dengan laki-laki yang lebih tua darinya. Serena belum tau jika pria tua itu adalah orang yang saat ini bersamanya.

Sementara itu di rumah Naresh sedang sibuk menyiapkan acara pertemuan untuk mereka berdua. Laras dan Lysa sedikit kesal dengan suaminya sendiri, karena ide gila yang mereka rencanakan untuk menyatukan anak mereka masing-masing.

"Aku nggak ikut campur yaaa!! Kalau sampai salah satu dari mereka marah atau bahkan keduanya marah?!!"-celetuk Laras dengan nada kesal-

"Memang nggak paham lagi aku dengan rencana kalian!!"-lanjut Lysa sambil menghela nafas panjang-

"Tenang saja....Setelahnya juga bisa romantis"-celetuk Naresh dengan santai-

"Sayangg....jangan khawatir dengan Serena"-jelas Jayden dengan lembut-

"Tetap saja!! Pasti dia sudah ngomel terus saat ini!!"-ketus Lysa sambil berkacak pinggang-

"Yaaaa....kamu aja sana sama pria tua itu?!!"-menangkup wajah Naren-

"Aku maunya kamu! Bukan pria tua itu!"-jawabnya dengan tengil-

Sontak Serena langsung melepaskan kedua tangannya yang saat itu menangkup wajah Narendra, dengan nada kesal Serena terus saja mengomeli Narendra sampai pria itu hanya bisa tersenyum gemas.

Di perusahaan, Viktor sibuk dengan urusan klien bisnis Narendra. Dirinya diberi hukuman untuk menghandle semua pekerjaan, akibat berbuat iseng sampai mengganggu Serena.

"Hmmmm....gini amat sih punya Bos!! Untuk royal banget orangnya"-keluhnya sambil terkekeh pelan-

"Oh iya! Hari ini pertemuan acara perjodohan mereka kan?!"-ucapnya sambil tertawa geli-

"Pasti gadis itu sudah marah-marah nggak jelas"-duganya sendiri-

"Aku pulang ke rumah sebentar yaaa? Nanti aku datang kesini lagi?!"-memeluk Serena sekilas-

"Nggak perlu!! Aku bisa kok sendirian!!"-mendorong badan Narendra keluar-

"Mau aku temani nanti malam?! Aku bisa berpura-pura jadi kekasih kamu?"-menatap jahil ke arah Serena-

"Udah sana pulang!! Bukan urusan kamu juga!!"-menutup pintunya kasar-

Narendra langsung kembali kerumahnya sambil tersenyum tipis melihat ke arah pintu rumah Serena, dia berniat untuk datang ke perusahaan untuk mengecek pekerjaan Viktor.

Sementara Naresh dan Jayden sibuk menyiapkan acara untuk kejutan Serena maupun Narendra. Naresh sengaja tidak memberitahu putranya untuk acara perjodohan malam ini.

"Bagaimana dengan Narendra? Dia sudah tahu hal ini?!"-celetuk Jayden-

"Aku belum memberitahu dirinya! Nanti saja saat mendekati waktu pertemuan"-jelasnya sambil tertawa kecil-

"Huft....pusing kepalaku!!! Si Bos belum datang juga!"-bersandar di sofa-

"Bagussss.....udah selesai semuanya?!!"-sapa Narendra sambil bertepuk tangan-

"Eh....Bos?! Kapan datangnya?"-celetuknya terkaget-

"Baru saja!! Bagaimana urusan hari ini?! Beres semua kan?!!"-menatap tajam ke arah Viktor-

"Aman sih Bos....tapi cukup menguras tenaga"-jelasnya sambil menghela nafas panjang-

"Masih mau lanjut lagi?!!!"-celetuk Naren dingin-

Viktor hanya bisa tersenyum pahit melihat sang Bos masih saja ingin menghukum dirinya, baru kali ini emosi Narendra bertahan lama sampai membuat Viktor pusing dibuatnya. Tak hanya itu saja, ia juga meminta Viktor untuk mencari makanan yang hanya ada di kota sebelah.

Sedangkan Serena sibuk dengan urusan rumah dan juga ponselnya, ia tak menyadari jika sang Mama mengirim pesan singkat sampai menelpon beberapa kali.

"Kemana anak ini?! Sama sekali tidak ada respon sejak tadi"-ucapnya pelan-

"Bagaimana Lysa? Rena bisa dihubungi?!"-tanya Laras dengan cemas-

"Sejak tadi tak ada balasan dari dia! Aku takut terjadi sesuatu dengannya"-jelas Lysa dengan khawatir-

"Tenang saja...pasti dia di tempat yang aman saat ini"-jelas Laras menenangkan-

Malam itu Serena bersiap untuk datang ke acara pertemuan keluarga, dirinya berniat datang sendiri ke resto mewah yang ada di kota tersebut. Sedangkan pria tua yang akan di kenalkan dengan dirinya masih sibuk di perusahaan.

"Nggak usah pakai make-up lah!"-ucapnya kesal-

"Berangkat aja sendiri juga bisa"-gumamnya pelan-

"Pasti dia belum pulang?! Pakai acara mau nemenin segala! Dasar Tiang listrik!!"-mendengus kesal dan berlalu pergi-

Sepanjang perjalanan ke resto itu, Serena mulai nampak gelisah. Dirinya berniat untuk menghubungi Narendra supaya bisa dijadikan alasan pulang cepat dan menghindar dari acara perjodohan itu.

Viktor dan Narendra sibuk membahas pekerjaan juga kerjasama dengan rekan bisnisnya, sementara Serena sudah sampai di resto itu.

"Apa Tuan mau bekerjasama dengan perusahaan kita?"-ucap salah satu pimpinan perusahaan lain-

"Tunggu satu Minggu lagi! Aku tidak bisa menjawabnya sekarang!!"-jawab Naren dengan datar-

"Kenapa harus satu Minggu Tuan?! Apakah proyek ini tidak sesuai dengan perusahaan Tuan?!"-desaknya dengan nada tinggi-

"Tolong jaga sikap Anda Tuan!! Jangan sampai perusahaan Anda masuk daftar hitam kamu!!"-tegur Viktor dengan tatapan tajam-

"Urus mereka!! Aku tak mau melihatnya lagi!!"-celetuk Naren sambil berlalu pergi-

"Sayangggg....akhirnya kamu datang juga? Mama khawatir denganmu"-memeluk erat putrinya-

"Maaa....dia belum datang kan?!!"-bisiknya pelan-

"Udah nggak sabar ya bertemu pria itu?"-celetuk Jayden dari belakang-

"Papaaaaaa!! Maaa....lihat tuh?!!"-mendengus kesal-

"Hai Cantikkk....apa kabar Sayanggg?"-menghampiri dan memeluk erat Serena-

"Kamu datang sendiri Cantikkk?"-tanya Naresh sambil membelai rambut panjang Serena-

Setelah berbincang sebentar, mereka akhirnya makan malam bersama, di sela-sela acara makan bersama Jayden langsung membahas tentang pria tua itu di hadapan Serena dan yang lainnya.

Serena hanya bisa diam dan pura-pura tidak mendengar pembahasan sang Papa, dirinya lebih memilih asyik menikmati makanan.

"Renaaaa....bagaimana? Kamu bisa kenalan dulu dengannya"-jelas Jayden lembut-

"Paaaa....bisa nggak usah bahas itu?!! Aku nggak mauuu!!"-mendengus kesal-

"Sayanggg...dia baik kok orangnya? Tenang saja...kamu sudah pernah bertemu dengannya"-jelas Naresh sambil tersenyum lebar-

"Haaa.....?!! Siapa?! Aku bertemu banyak orang deh Om?!"-jawabnya sambil mengernyitkan dahinya-

"Sudah....lanjutkan saja makannya yaaa?"-mengusap lembut pipi Serena-

"Kemana dia?!! Belum datang juga!"-gumam Naresh pelan-

"Mau kemana Bos?!! Nggak makan dulu?"-tanya Viktor curiga-

"Aku ada urusan penting!! Ohh...tolak saja kerjasama dengan mereka!!"-jelasnya datar sambil bergegas keluar-

Narendra juga menyusul ke resto tempat pertemuan itu, namun dirinya tidak diberitahu siapa perempuan yang akan di kenalkan dengannya. Dia mengubah penampilannya acak-acakan seperti anak geng motor yang suka dengan perkelahian.

Sementara Serena mulai bosan dengan acara pertemuan itu, dirinya mulai berjalan mondar-mandir di dalam ruangan VVIP tersebut.

"Huft...dasar orang tua!! Pulang aja kalau begini!"-omelnya pelan-

"Paaaa....aku pulang ajalah!! Paling juga orang itu udah tidur!!"-celetuknya dengan kesal-

"Tunggu sebentar Sayangg...dia masih di perjalanan"-jelas Jayden dengan santai-

"Siapa sih pria tua itu?!! Hish...menyebalkan sekali!!"-mengepalkan tangannya-

"Puas kan kalian ini!!! Lihat tuh...Rena sudah mulai bosan!!"-cibir Laras dengan tatapan tajam-

"Dimana?! Kenapa lama sekali?!!"-ucap Naresh melalui panggilan telepon-

"Jalanan macet parah!! Aku nggak janji bisa sampai di sana"-jelasnya dengan suara datar-

"Nggak usah datang Pak tua!! Aku nggak mau kenalan dengan orang tua sepertimu!!"-celetuk Serena spontan-

Narendra merasa tidak asing dengan suara perempuan itu, dirinya mencoba mencerna suara yang barusan ia dengar melalui panggilan telepon itu. Dia merubah panggilan biasa menjadi video call untuk melihat wajah perempuan yang sudah menolak dirinya.

Naresh hanya mengarahkan kamera ke arah Serena tanpa diketahui oleh gadis itu, sontak Narendra sampai tersedak melihat wajah gadis itu sangat tidak asing baginya.

"Dia....!!! Serena...?!!"-ucapnya terbata-

"Jadi perempuan itu Serena?!!"-ucapnya meyakinkan-

~Mau aja Ser....pria tua itu udah kenal kamu dari awal! Wkwkwkwk~🤭

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!