Bagi Monica dan kelompoknya, ini bukan sekadar tugas biasa—ini adalah perjuangan untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Di tengah kepungan musuh dan bayang-bayang naga hitam, mereka terus melangkah maju. Tetapi tidak semua orang bisa pulang. Ketika tabir misteri akhirnya terkuak, darah dan air mata telah tercurah, meninggalkan hanya dua orang yang berdiri di antara puing-puing pengorbanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembakaran Oasis Karang Hitam dan Senjata Rahasia Varkas
Suhu di sekitar Oasis Karang Hitam meningkat tajam bukan lagi sekadar karena terik gurun, melainkan akibat gelombang panas sihir yang meledak bertubi-tubi di atas permukaan pasir merah. Udara bergetar hebat, berbau belerang, mineral hangus, dan racun Miasma pekat yang mengepul dari tubuh puluhan prajurit Sand-Golem.
BOOOOOOM!
Sayap burung api Hellfire Phoenix milik Kazuma membentang lebar di langit gurun, menyapu belasan prajurit Sand-Golem berzirah tembaga hingga meleleh menjadi cairan pasir merah murni. Suara lengkingan api keemasan membumbung tinggi, membelah kabut racun dan memberikan pandangan terang bagi anggota tim lainnya.
"Elena, jam dua di atas pilar karang!" teriak Kazuma seraya mengibaskan tangannya, mengarahkan pusaran api sekunder untuk menghalau serangan panah racun dari bukit pasir di samping mereka.
Elena melompat anggun melintasi pilar batu kapur yang setengah hancur. Tali busur Celestial miliknya ditarik maksimal hingga memancarkan pendaran perak murni yang menyilaukan. Tanpa perlu membidik lama, matanya yang tajam telah mengunci posisi tiga perapal sihir Ordo Umbra yang bersembunyi di balik barikade karang.
"Celestial Arrow: Triple Starfall!"
WUUUSH—CRAAASH!
Tiga berkas cahaya perak meluncur deras bagai meteor jatuh, menembus perisai Miasma milik para perapal sihir tersebut hingga meledak dahsyat. Dinding karang tempat mereka bersembunyi hancur berkeping-keping, melemparkan sisa-sisa pasukan musuh ke dasar gurun.
Sementara itu, di garis depan pertahanan, Reno berdiri bagaikan dinding baja yang tak tergoyahkan. Setiap kali prajurit Sand-Golem mencoba mengepung posisinya, Reno menghantamkan perisai Aegis of the Iron Titan miliknya ke tanah. Gelombang kejutan emas merekah luas, menghancurkan cangkang tembaga dan persendian batu para monster pasir hingga menjadi debu.
"Kalian tidak akan bisa menembus pertahanan kami!" teriak Reno seraya mengayunkan gada besinya, menghempaskan tiga Sand-Golem sekaligus.
Di balik riak-riak pertempuran yang kacau, Danis bergerak bagai bayangan tanpa bentuk. Menggunakan kemampuan Shadow Walk yang diselaraskan dengan bayangan pilar-pilar karang, belati kembarnya terayun bersih memutus urat-urat energi sihir yang menggerakkan pasukan tengkorak dari belakang.
Melihat pasukannya hancur dengan sangat cepat, Komandan Varkas yang melayang di udara tertawa histeris. Suara tawanya yang melengking bergema dari balik topeng tengkorak besinya, dipenuhi kejahatan yang tak terkendali.
"Luar biasa! Sangat luar biasa, Tim Vanguard!" jerit Varkas seraya mengangkat tongkat gadingnya tinggi-tinggi ke arah langit. "Tapi kalian hanya melayani cangkang kosong! Oasis Karang Hitam ini bukan sekadar pangkalan... ini adalah pabrik penciptaan Miasma Titan!"
Kristal darah di puncak tongkat gading Varkas meletus memancarkan berkas cahaya merah pekat langsung menuju ke dalam danau air raksa di tengah reruntuhan Oasis Karang Hitam. Seketika, permukaan danau gersang itu berguncang hebat! Air raksa bercampur pasir merah meletus membumbung tinggi hingga puluhan meter.
GROOOOOOOAR!
Sesosok monster kolosal setinggi belasan meter bangkit dari dalam dasar danau karang. Tubuhnya terbentuk dari kombinasi pasir merah, batu cadas, dan Miasma cair beracun yang terus menetes membasahi tanah. Di dadanya, tertanam sebuah kristal Miasma raksasa yang berdenyut-denyut menyerap energi panas dari gurun sekitarnya.
"A-apa-apaan makhluk itu?!" seru Reno seraya memasang kuda-kuda kokoh dan mengangkat perisainya, menahan hempasan gelombang angin beracun yang dimuntahkan oleh sang Miasma Titan.
"Hati-hati! Inti energinya berada di kristal merah dadanya!" panggil Kazuma seraya memeriksa perubahan aliran mana di petanya. "Jika makhluk itu menyerap energi gurun terlalu lama, dia bisa menciptakan ledakan Miasma skala besar yang melenyapkan seluruh area oasis ini!"
Monica melangkah maju ke garis paling depan, membetulkan kuncir kuda rambut hitamnya yang berkibar keras diterpa badai pasir.
Tongkat safirnya berpendar emas keemasan yang sangat stabil dan menenangkan. Matanya yang berwarna biru jernih menatap lurus ke arah Varkas dan Miasma Titan tanpa ada rasa gentar sedikit pun.
"Kita tidak punya waktu untuk bertarung lama di sini," tegur Monica dengan suara tenang namun memancarkan wibawa kepemimpinan yang mutlak. "Reno, tahan pukulan fisik Titan itu! Kazuma dan Elena, fokuskan sihir kalian untuk meretakkan kristal pelindung di dadanya! Danis, bersiaplah melumpuhkan Varkas saat perisainya terbuka!"
"SIAP, KETUA!" jawab keempat anggota Tim Vanguard serempak.
Reno menerjang paling depan, melompat tinggi dan menancapkan perisai emasnya tepat di bawah kaki sang Miasma Titan. "Aegis of the Iron Titan: Ground Zero!" Kubah energi keemasan raksasa merekah, menahan tinju batu monster kolosal tersebut dan mengunci pergerakannya di tanah.
Di saat bersamaan, Kazuma dan Elena memadukan sihir tertinggi mereka. Burung api Hellfire Phoenix yang membara hebat menyatu dengan berkas cahaya perak Celestial Arrow, meluncur lurus membentuk tombak energi gabungan yang menghantam tepat di tengah kristal Miasma monster tersebut.
CRAAAAACK! BOOOOOOM!
Kristal pelindung di dada Miasma Titan retak dan hancur berkeping-keping! Reaksi balik dari hancurnya inti energi itu melempar Komandan Varkas dari udara, memutus kontrol sihirnya secara total.
Sebelum Varkas sempat menyentuh tanah, Danis telah muncul dari bayangan di belakangnya. Belati kembarnya terkunci di leher sang komandan Ordo Umbra.
"Gerakanmu terkunci, Varkas," bisik Danis dingin.
BZZZZZT!
Monica melangkah mendekati Varkas yang bersimbah darah dan kehabisan mana, seraya menghentakkan tongkat safirnya ke tanah. "Celestial Sanctum: Purifying Nova!" Gelombang cahaya emas menyapu seluruh area Oasis Karang Hitam, membersihkan racun Miasma, menetralkan pasir beracun, dan memadamkan sisa-sisa pasukan monster Ordo Umbra sampai ke akar-akarnya.
Gurun yang tadinya penuh dengan ancaman dan racun kini kembali hening di bawah pendaran cahaya emas yang sejuk. Oasis Karang Hitam berhasil direbut sepenuhnya oleh Tim Vanguard!
Varkas yang terdesak terbatuk-batuk, menatap Monica dengan mata merah yang dipenuhi keputusasaan. "Kau... kau tidak akan pernah bisa menghentikan Lord Malakor... Benteng Tengkorak Merah... sudah siap melakukan ritual akhir..."
Monica menatap dingin sang komandan musuh yang terkulai lemas. "Ritualnya akan berakhir sama seperti pertempuran di sini. Tim Vanguard tidak akan berhenti sampai benua ini benar-benar bebas dari kegelapan Ordo Umbra."