Indonesia
NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEAJAIBAN PERI MALAM DAN NAGA KUNO MUNGIL

Malam semakin larut di Hutan Kelam. Pohon Kehidupan Abadi yang baru saja tumbuh di samping rumah kayu dua lantai itu menyala dengan pendar cahaya hijau zamrud yang sangat lembut. Dedaunan kristalnya bergesek perlahan ditiup angin malam, mengeluarkan harmoni suara yang mirip dengan musik pengantar tidur paling merdu di dunia.

Keajaiban pohon itu rupanya menarik perhatian murni dari alam. Dari celah-celah rimbunnya Hutan Kelam, ratusan titik cahaya mungil berwarna-warni berkumpul dan melayang mendekati pekarangan. Mereka adalah Peri-Peri Kecil Hutan (Sprites)—makhluk ajaib berukuran sebesar jempol tangan dengan sayap transparan yang berkilau layaknya debu bintang.

Elena yang sedang tidur di kamarnya di lantai dua perlahan membuka matanya. Mendengar suara ketukan halus di jendela kaca, bocah lima tahun itu melangkah jinjit menuju balkon. Betapa terkejut dan gembiranya Elena saat mendapati puluhan peri kecil terbang berputar-putar di sekelilingnya, tertawa renyah dengan suara seperti dentang lonceng kecil.

"Waaah... Bintang-bintangnya bisa terbang!" bisik Elena berbinar-binar.

Para peri kecil itu membawa Elena berjalan melintasi jembatan kayu kecil menuju Rumah Pohon Mewah miliknya. Di sana, Elena bermain lempar tangkap debu cahaya, menari bersama para peri kecil, dan mendengarkan dongeng-dongeng alam hingga akhirnya Elena tertidur pulas di dalam rumah pohonnya, berselimutkan dedaunan hangat dan dijaga oleh puluhan teman kecil barunya.

Keesokan harinya, matahari siang bersinar terik menerangi Hutan Kelam. Suasana pekarangan sangat tenang; Kayy sedang santai menyapu dedaunan gugur di teras sambil mengenakan celemek kesayangannya, sementara Alya sibuk memetik sayuran segar di kebun. Elena sendiri sedang asyik berlari-lari mengejar Shiro di bawah bayangan pohon raksasa.

Namun, ketenangan itu mendadak terganggu.

WUUUUUUUUUUUSH!

Langit cerah di atas Hutan Kelam mendadak berubah gelap gulita. Angin kencang bertiup kencang hingga memutar dahan-dahan pohon pinus di luar pekarangan. Sesosok bayangan raksasa sepanjang lima puluh meter melintas di bawah matahari, memancarkan aura intimidasi yang sangat mengerikan.

Itu adalah Naga Kuno Merah (Ancient Red Dragon)—penguasa langit purba yang telah hidup selama puluhan ribu tahun. Sang Naga Kuno kebetulan sedang melintas di atas wilayah tersebut dan mendadak mendeteksi keberadaan pusaran energi alam yang tak masuk akal berasal dari pekarangan rumah Kayy.

"Energi apa ini?! Keberadaan Pohon Kehidupan di tempat terpencil seperti ini?!" raung sang Naga Kuno di dalam hatinya. Matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah pekarangan Kayy. "Tempat ini harus menjadi wilayah milikku!"

Dengan raungan yang menggetarkan bumi, sang Naga Kuno melipat sayapnya dan menukik turun dengan kecepatan penuh dari awan, berniat menghancurkan apa pun yang ada di pekarangan tersebut untuk merebut sang Pohon Kehidupan!

BOOOOOOOOOOM!

Sebuah suara dentuman dahsyat bergema di udara. Namun, bukan pekarangan Kayy yang hancur.

Tepat sepuluh meter di atas pekarangan, tubuh raksasa sang Naga Kuno mendadak menghantam dinding transparan tak terlihat—perisai pelindung otomatis [Absolute Barrier MAX] yang dipasang Kayy untuk menjaga kebersihan dan keamanan rumahnya dari guncangan luar.

Perisai tipis itu bahkan tidak bergoyang atau memancarkan riak sedikit pun. Sebaliknya, sang Naga Kuno yang menabraknya dengan kecepatan suara justru terpental hebat! Sisik batu keras di moncongnya retak, matanya berkilat-kilat mendadak pusing tujuh keliling, dan tubuh raksasanya jatuh menghantam tanah pekarangan luar dengan posisi telentang!

BRUK!

Debu membumbung tinggi. Sang naga raksasa tergeletak lemas di tanah dengan bintang-bintang berputar-putar di atas kepalanya.

Alya kaget dan refleks melangkah mundur ke teras. Namun, Elena justru berkedip pelan. Sama persis seperti saat pertama kali bocah itu bertemu dengan Shiro si Serigala Es, Elena sama sekali tidak merasa takut.

Dengan langkah santai dan polos, Elena berjalan mendekati naga raksasa yang sedang pingsan terlentang itu sambil membawa pedang kayu mainannya. Elena mencolek-colek hidung raksasa naga tersebut menggunakan ujung pedang kayunya.

"Kadal merah besar... Kamu kenapa tiduran di tanah? Pusing ya?" tanya Elena polos seraya mengelus hidung bersisik naga itu dengan jemari mungilnya.

Sang Naga Kuno perlahan membuka matanya. Kesadarannya kembali, dan rasa harga dirinya sebagai penguasa langit mendadak terbakar hebat. Bagaimana mungkin ada seorang bocah manusia mungil menyentuh hidungnya secara sembarangan?!

"Manusia kerdil lancang! Berani-beraninya kamu—"

ROAAARRR!

Naga Kuno itu hendak menegakkan tubuhnya dan mengeluarkan semburan api neraka untuk membumihantarkan tempat itu. Namun, sebelum semburan apinya keluar dari tenggorokan...

TAP.

Kayy melangkah keluar dari teras membawa sapu lidi di tangan kanannya. Pria bercelemek itu menatap sang naga raksasa dengan pandangan yang sangat dingin dan malas.

Secara instan, Kayy melepaskan seperseratus persen dari tekanan aura status MAX-nya yang tersembunyi. Seketika, gravitasi di sekitar sang naga terasa melonjak ribuan kali lipat! Langit serasa runtuh menimpa punggung sang Naga Kuno. Tubuh raksasanya mendadak terkunci rapat ke tanah, bahkan untuk menggerakkan kelopak matanya saja sang naga tak sanggup!

Di mata sang Naga Kuno, pria bercelemek yang memegang sapu lidi di hadapannya mendadak berubah menjadi sosok pencipta alam semesta yang sanggup meremukkan seluruh jalannya dimensi hanya dengan satu jepitan jari!

K-Kekuatan apa ini?! Pria ini... Pria ini bukan manusia! Dia adalah entitas Penguasa Mutlak! batin sang Naga Kuno gemetaran hebat, seluruh kebanggaannya sebagai makhluk purba hancur berkeping-keping menjadi debu ketakutan murni.

Kayy menghela napas pendek, menunjuk naga itu menggunakan gagang sapu lidinya. "Kamu terlalu besar. Tubuhmu menutupi kebun sayur saya dan mengganggu anak saya bermain. Kalau kamu mau tinggal atau bermain di pekarangan ini, berubah jadi kecil sekarang juga."

Peringatan itu terdengar sangat santai, tetapi di telinga sang naga, itu adalah perintah mutlak yang jika dilanggar akan berujung pada pemusnahan total jiwanya.

"P-Baik, Yang Mulia!" jerit sang Naga Kuno dalam hatinya.

SHUUUUUUSH!

Sihir transformasi naga langsung aktif dalam hitungan detik. Asap merah tebal menyelimuti tubuh raksasanya. Tubuh sepanjang lima puluh meter itu mendadak menyusut drastis, makin kecil, makin pendek, hingga akhirnya asap sirna.

Di atas rumput pekarangan, kini hanya tersisa seekor naga kecil berukuran sebesar kucing persia! Sisik merahnya berkilau lucu, memiliki dua sayap mungil di punggungnya, dan sepasang tanduk kecil yang menggemaskan.

Elena membelalakkan matanya gembira. "WAAAAHHH! Kadal merahnya berubah jadi naga mungil yang lucu!"

Elena langsung melompat dan mengangkat naga kecil itu ke dalam pelukannya, memeluknya erat-erat seperti boneka. Sang Naga Kuno—yang dulunya ditakuti oleh seluruh benua—kini hanya bisa pasrah berkeringat dingin di dalam pelukan hangat seorang bocah lima tahun, sambil melirik takut-takut ke arah Kayy yang kembali santai menyapu lantai teras.

"Hore! Elena punya teman terbang baru!" seru Elena melompat-lompat riang bersama Shiro dan naga mungil di tangannya, membuat suasana pekarangan rumah kayu itu makin ramai oleh keajaiban baru.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!