Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Aisyah Sangat Manja
Aisyah dan Kaivan saat ini sedang menikmati makan siang berdua.
"Ini...." Kaivan sangat romantis memotong daging steak untuk istrinya dan setelah sudah terpotong kecil-kecil kemudian memberikan kepada Aisyah.
"Makasih Kak," sahut Aisyah.
"Makanlah!" ucap Kaivan membuat Aisyah menganggukkan kepala.
Baru saja menelan potongan daging tersebut menggunakan garpu tiba-tiba ekspresinya berubah dan terlihat sangat enek ingin membuang makanan itu.
"Kenapa Aisyah?" tanya Kaivan.
"Rasanya begitu aneh dan sedikit bau, apa dagingnya tidak fresh?" ucapnya menduga-duga dan bahkan tidak selera untuk memakannya.
"Benarkah, tidak kok, punya saya rasanya tetap sama, tidak ada bau apapun!" Kaivan mencicipi daging yang sama persis dengan yang dipesan istrinya.
"Tapi tidak suka," ucap Aisyah yang tiba-tiba selera makannya hilang.
"Kalau begitu kita tukaran," ucap Kaivan yang mengambil sedikit daging itu menusuk dengan garpu dan menyuapi istrinya.
"Eheggg!"
Aisyah justru semakin merasa enek dan hampir saja muntah.
"Kak sama saja," ucapnya benar-benar menolak ingin daging itu dijauhkan.
Kaivan jadi bingung sendiri, daging itu bahkan menurutnya biasa saja dan tidak ada hal yang aneh apalagi bau-bau seperti yang dikatakan istrinya.
"Maaf kak, tetapi ini benar-benar tidak enak. Aisyah tidak suka dagingnya," ucap Aisyah.
"Ya sudah kalau begitu kita memesan daging yang baru," sahut Kaivan.
Aisyah menggelengkan kepala dengan manja.
"Tidak mau makan daging," ucapnya dengan wajah cemberut.
"Tadi katanya ingin makan steak," sahut Kaivan.
"Rasanya tidak enak dan mual," ucap Aisyah.
Kaivan menghela nafas, "baiklah kalau begitu sekarang ingin makan apa?" tanya Kaivan.
"Ada kepiting tidak ya, di Restoran ini?" tanya Aisyah.
"Dari daging dan pindah ke siput?" tanya Kaivan memastikan dengan menaikkan sebelah alisnya membuat Aisyah menganggukkan kepala.
"Aisyah kamu alergi kepiting, nanti kamu demam," ucap Kaivan memberi ingat.
"Kakak tahu dari mana jika Aisyah alergi memakan kepiting?" tanyanya.
"Ya saya tahulah, saya suami kamu," sahut Kaivan.
Aisyah tiba-tiba saja tersenyum.
"Heh, apa yang lucu?" tanya Kaivan.
"Jadi Kakak juga berusaha untuk mencari tahu apa yang Aisyah suka dan apa yang Aisyah tidak suka?" tanya Aisyah.
"Bukankah sebagai pasangan suami istri memang wajib?" tanya Kaivan.
Aisyah sudah pasti akan klepek-klepek, dibalik cueknya suaminya ternyata ada perhatian dan berusaha untuk mengenal dirinya lebih dalam lagi.
"Tapi, Kak. Aisyah pengen makan daging kepiting, akan sedikit saja dan tidak akan demam!" ucapnya sekarang berusaha mencoba untuk membujuk suaminya
"Aisyah......"
"Kak Aisyah dokter, jadi tahu batasannya dimakan seberapa banyak agar tidak demam," ucapnya halalkan segala cara agar bisa menikmati kepiting yang sudah ada di dalam bayangannya.
"Baiklah!" Kaivan tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan Aisyah membuat Aisyah tersenyum lebar seperti anak kecil yang baru saja mendapat mainan.
Kaivan akhirnya mengganti menu makanan istrinya dengan kepiting saus Padang, setelah makanan itu sudah tertera di meja mereka. Kaivan tidak membiarkan tangan sang istri kotor yang mengambil daging dari dalam cangkangnya dan kemudian memberikan kepada Aisyah.
Aisyah sepertinya tidak tahu batasannya, dia sangat ingin memakannya, Kaivan beberapa kali menegur, tetapi Aisyah ternyata tidak dapat mengontrol diri.
"Katanya sedikit, tetapi hampir satu dengan ukuran besar habis dilahap semua," sindir Kaivan.
"Namanya juga enak," jawabnya dengan mulutnya mengunyah makanan yang penuh seperti anak kecil.
"Kalau nanti demam bagaimana?" tanya Kaivan dengan 1 alisnya terangkat.
"Ada obat demam dan hanya tinggal suntik," jawabnya dengan enteng.
"Mentang-mentang dokter, jadi semena-mena," ucap Kaivan geleng-geleng kepala membuat Aisyah hanya tersenyum yang kembali menikmati makanan itu.
"Oh iya kak. Nanti Aisyah diantar ke pemakaman saja ya, Aisyah akan naik taksi ke rumah sakit," ucap Aisyah.
"Kamu ingin berziarah ke makam siapa?" tanya Kaivan.
"Nenek," jawab Aisyah.
"Aisyah, saya ingin menunggu kamu selesai berziarah, tetapi 20 menit lagi saya harus bertemu dengan klien. Maaf saya tidak bisa menunggu kamu," ucap Kaivan.
"Tidak apa-apa. Aisyah juga tidak minta ditunggui," sahut Aisyah.
"Kalau begitu kamu hati-hati ke rumah sakit, ingat kalau di pinggir jalan jangan kebanyakan melamun, kalau sopir taksinya lalu ngebut kamu harus menegur," ucap Kaivan memberi pesan yang begitu panjang kepada istrinya membuat Aisyah mengangguk-anggukkan kepala.
Mungkin sedikit posesif, tetapi wanita kebanyakan lebih suka jika prianya sangat posesif kepadanya, merasa diperhatikan dan takut kehilangan.
******
Setelah menikmati makan siang bersama di luar jalur dan akhirnya Kaivan antarkan sang istri ke pemakaman elit.
Kaivan tiba-tiba terdiam duduk di kursi pengemudi.
"Kakak kenapa?" Aisyah melihat ekspresi suaminya itu sedikit berbeda.
"Sudah lama saya tidak datang ke tempat ini," ucapnya.
Aisyah mengerutkan dahi mendengar perkataan yang spontan keluar dari suaminya.
"Hmmmm, maksud saya, dulu sering mengantar Mama ke pemakaman ini, nggak ada kerabat yang dimakamkan di tempat ini," Kaivan menyadari sesuatu dan dengan cepat mengubah kalimatnya.
"Oh iya, siapa?" tanya Aisyah pasti penasaran.
"Hanya kerabat jauh saja, silsilah persaudaraannya sulit dijelaskan," jawab Kaivan.
"Begitu!"
"Ya sudah kalau begitu Aisyah berziarah dulu," ucap Aisyah berpamitan tidak lupa mencium punggung tangan suaminya dan mengambil kembang yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu di jok mobil bagian belakang.
Kaivan melihat kepergian istrinya yang berjalan ke tempat pemakaman. Kaivan menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, merasa sedikit kurang fokus dan akhirnya membuat Kaivan meninggalkan tempat itu.
*****
Aisyah menabur bunga di atas pusara maka neneknya, setelah memberikan doa kepada sang nenek.
"Nek, Aisyah sekarang benar-benar bahagia dengan pernikahan Aisyah, huhhhh banyak sekali yang ingin Aisyah ceritakan kepada Nenek, tetapi ini sudah sore dan Aisyah harus kembali ke rumah sakit, Nenek jangan lupa untuk datang terus ke mimpi Aisyah.
Aisyah hanya ingin mengatakan jika Aisyah benar-benar bahagia," ucap Aisyah tersenyum dengan mengusap-usap mesan tersebut.
"Assalamualaikum Nek!" ucapnya kemudian berdiri dan tinggalkan makam neneknya yang sudah indah ditaburi mawar kesukaan sang nenek.
Langkah Aisyah tiba-tiba saja terhenti ketika Kamila tiba-tiba saja berada di pemakaman sama dengannya dan Kamila memakai pakaian serba hitam dengan pashmina yang hanya sedikit menutup bagian rambutnya.
"Aisyah!" sapa Kamila kaget melihat keberadaan Aisyah.
"Apa yang tante lakukan di sini? Tante juga baru saja berziarah ke makam ibu dari suami tante?" tanyanya dengan mengerutkan dahi.
Makam neneknya saat ini yaitu ibu dari ayahnya. Aisyah merupakan cucu yang paling dimanja dan sang nenek meninggal di saat Aisyah baru saja memasuki kuliah di semester pertama.
"Kenapa sih, Tante tidak pernah mau kalah dari Aisyah, apa semua yang Aisya miliki harus Tante miliki juga," ucapnya mulai marah melihat Kamila dan bahkan kemarahannya itu juga membesar karena mengingat bagaimana wanita itu datang ke rumahnya dan membuat bundanya menangis.
"Aisyah kenapa kamu salah paham kepada tante, tante datang bukan untuk merebut apapun dari kamu," Kamila selalu berusaha untuk membangun hubungan baik dengan Aisyah
Dia tahu mungkin Aisyah terluka menerima kenyataan bahwa ayahnya memiliki istri dan anak lain. Tetapi menurut Kamila selama ini dia sudah banyak berkorban.
Bersambung....
suaminya loh ....pengantin baru looh