Indonesia
NovelToon NovelToon
CROSSLINE

CROSSLINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Iblis
Popularitas:405
Nilai: 5
Nama Author: Niskala Cakrabuana

Dunia tidak pernah benar-benar dikuasai manusia. Jauh sebelum manusia mengenal sihir, teknologi, atau kekuatan supernatural, dunia telah dihuni oleh Primordial, entitas purba yang merupakan manifestasi dari kekuatan alam dan dunia itu sendiri. Manusia pernah berperang melawan mereka. Untuk bertahan hidup, manusia menciptakan berbagai cara untuk melawan. Sebagian terlahir dengan kekuatan. Sebagian mempelajari sihir. Sebagian mengembangkan alkimia dan teknologi. Dan sebagian lainnya memilih jalan yang seharusnya tidak pernah ditempuh. Dari sejarah panjang itu, lahirlah delapan kekuatan besar: Esper. Magic. Alchemy. Science. Artificial Esper. Mutant. Mafia. Primordial. Mereka tidak saling percaya. Mereka tidak saling menyukai. Dan beberapa bahkan saling membenci. Namun ketika ancaman Primordial kembali meningkat, para Alchemist memaksa berbagai pihak untuk membentuk sebuah gencatan senjata bernama Peace Faction. Lima orang kemudian dipertemukan. Dafa, Artificial Esper dengan kemampuan Nullification yang tidak dapat dipahami. Alicia, Pure Esper tingkat Infinity yang kekuatannya berasal dari rasi bintang. Sirhan, Magician pengguna Dark Magic yang bahkan ditakuti oleh kaumnya sendiri. Raga, Mutant tingkat Rare dengan tubuh yang mampu berevolusi hingga menjadi sekeras berlian. Dan Nerissa, seorang Alchemist yang menjadi penghubung di antara mereka. Mereka seharusnya bekerja sama. Masalahnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar datang untuk berdamai. Ada yang ingin membuktikan bahwa kaumnya adalah yang paling unggul. Ada yang ingin membalas dendam. Ada yang menyembunyikan tujuan sebenarnya. Dan ada manusia yang sejak awal memanfaatkan kekacauan ini untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Karena perang melawan Primordial mungkin bukan satu-satunya perang yang sedang berlangsung. Di CROSSLINE, musuh tidak selalu berada di seberang garis. Kadang, mereka berdiri tepat di sampingmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala Cakrabuana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARTIFICIAL ESPER

Pagi itu, Dafa kembali menuju Alchemy Village.

Mikael sudah cukup lama berada di sana untuk menjalani pemulihan. Kondisinya juga jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali dibawa Dafa. Luka-lukanya telah pulih dan tubuhnya sudah mampu bergerak seperti biasa.

Dafa datang tanpa banyak bicara. Setelah memastikan urusannya dengan Valerian selesai, ia membawa Mikael keluar dari desa.

Sebelum meninggalkan Alchemy Village, Mikael berhenti sejenak di depan rumah Valerian. Nerissa dan Valerian berdiri di sana mengantar kepergian mereka.

“Terima kasih sudah merawatku selama di sini,” kata Mikael.

Valerian tersenyum. “Tidak perlu berterima kasih. Yang penting sekarang kamu sudah pulih.”

Nerissa mengangguk. “Jaga dirimu baik-baik setelah kembali.”

“Aku akan ingat mengingatnya, Pak Valerian.”

Mikael kemudian menoleh kepada Dafa. “Sudah siap?”

Dafa mengangguk. “Kalau begitu, kita berangkat.”

Mikael kembali menatap Valerian dan Nerissa. “Sampai jumpa lagi.”

“Sampai jumpa,” jawab Nerissa.

Dafa dan Mikael kemudian berjalan meninggalkan Alchemy Village menuju tempat persembunyian Artificial Esper.

Perjalanan berlangsung cukup tenang. Mikael sesekali melihat ke arah Dafa, tetapi tidak banyak bertanya. Ia sudah mengetahui bahwa tempat yang akan mereka tuju bukanlah tempat biasa. Itu adalah salah satu tempat persembunyian Artificial Esper yang selama ini dijaga agar tidak diketahui Scientists.

Beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya tiba.

Dafa berhenti di depan sebuah bangunan sederhana yang tersembunyi di antara pepohonan. Dari luar, tempat itu terlihat seperti bangunan kosong yang tidak memiliki sesuatu yang menarik.

Dafa membuka pintunya.

“Mikael sudah kembali.”

Suara langkah kaki segera terdengar dari dalam.

“Benarkah?”

Seorang gadis muncul dari balik pintu.

Wajahnya langsung berubah cerah ketika melihat Mikael berdiri di samping Dafa.

“Mikael!”

Ia segera menghampiri mereka.

Mikael tersenyum kecil. “Sudah lama, Michele.”

Michele langsung memperhatikan tubuh Mikael dari atas sampai bawah, memastikan tidak ada sesuatu yang salah. “Kamu sudah benar-benar sembuh?”

“Sudah jauh lebih baik.”

Michele menghela napas lega. “Syukurlah.”

Dafa hanya memperhatikan keduanya dari samping sebelum akhirnya masuk lebih dulu.

Tempat itu kembali dipenuhi suasana yang tenang.

Untuk sementara, tidak ada Scientists. Tidak ada pengejaran. Tidak ada pertempuran.

Hanya sekelompok Artificial Esper yang akhirnya bisa kembali berkumpul.

Michele masih berdiri di dekat Mikael. Sejak Dafa membawa kakaknya kembali, wajahnya terlihat jauh lebih cerah. “Kamu tahu aku benar-benar khawatir waktu mendengar kamu terluka?”

Mikael tersenyum kecil. “Maaf. Aku juga tidak menyangka bakal berakhir seperti itu.”

Michele menghela napas, lalu menepuk bahu Mikael.

“Yang penting kamu sudah kembali.”

Dafa berjalan melewati mereka dan meletakkan beberapa barang yang dibawanya di atas meja.

“Aku membawa beberapa persediaan dari Alchemy Village. Obat dan makanan.”

Michele menoleh. “Dafa, kamu selalu melakukan itu.”

“Memangnya kenapa?”

“Tidak kenapa-kenapa.” Michele tersenyum. “Aku cuma merasa kamu terlalu banyak membantu kami.”

Dafa menatapnya sebentar. “Kalian juga bagian dari tanggung jawabku.”

Michele terdiam sejenak. Kalimat sederhana itu selalu memiliki arti besar baginya.

Sejak meninggalkan Scientists, Dafa adalah salah satu orang yang membantu mereka menemukan tempat untuk bertahan hidup. Ia juga yang membawa mereka keluar dari fasilitas Scientists ketika mereka tidak memiliki pilihan lain.

Bagi Michele, Dafa bukan sekadar pemimpin Artificial Esper.

Ia adalah orang yang telah menyelamatkan dirinya dan Mikael.

“Terima kasih, Dafa,” ucap Michele pelan.

Dafa hanya mengangguk. “Tidak perlu berterima kasih.”

Michele tersenyum lagi. Namun kali ini, senyumnya tidak sekadar karena Mikael telah kembali.

Ada rasa hormat dan kekaguman yang sudah lama ia simpan terhadap Dafa.

Sementara itu, Mikael memperhatikan keduanya dari samping. “Kalian berdua masih sama saja.”

Michele langsung menoleh. “Maksudmu?”

“Bukan apa-apa.” Mikael tersenyum kecil lalu berjalan masuk lebih jauh ke dalam tempat persembunyian.

Dafa menghela napas pendek. “Biarkan saja.”

Michele tertawa kecil. “Baiklah, Mikael memang begitu.”

Suasana tempat persembunyian Artificial Esper kembali terasa hangat.

Untuk beberapa saat, mereka bisa melupakan bahwa di luar sana masih ada Scientists yang memburu mereka.

Siang mulai mendekat ketika aktivitas di tempat persembunyian Artificial Esper kembali berjalan seperti biasa.

Tidak ada aturan khusus mengenai pembagian tugas. Mereka sudah terbiasa hidup berpindah-pindah dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Sebagian memeriksa persediaan, beberapa memperbaiki peralatan yang rusak, sementara yang lain memastikan tempat persembunyian tetap aman.

Dafa berjalan mengelilingi ruangan utama sambil memeriksa beberapa catatan. “Persediaan makanan masih cukup untuk berapa lama?”

“Kalau jumlah kita tetap seperti sekarang, sekitar dua minggu,” jawab salah satu Artificial Esper.

“Obat?”

“Masih aman. Tapi beberapa jenis mulai menipis.”

Dafa mengangguk. “Nanti akan aku cari lagi.”

Michele yang sedang membantu menata persediaan menoleh. “Kamu mau pergi lagi?”

“Mungkin.”

“Kamu baru saja kembali.”

“Tenang saja, aku tidak akan pergi jauh.”

Michele menghela napas. “Setiap kali kamu bilang begitu, biasanya kamu malah pulang membawa masalah baru.”

Dafa menatapnya sebentar. “Itu hanya kebetulan.”

Michele tertawa kecil. “Kalau begitu, semoga kali ini tidak ada kebetulan.”

Di sisi lain ruangan, Mikael mulai membantu memperbaiki salah satu perangkat komunikasi yang sempat rusak. Kondisinya memang belum sepenuhnya kembali seperti semula, tetapi ia sudah cukup kuat untuk melakukan pekerjaan ringan.

Tempat itu kembali dipenuhi aktivitas sederhana.

Tidak ada yang istimewa.

Namun bagi mereka, keadaan seperti ini justru merupakan sesuatu yang berharga.

Artificial Esper tidak memiliki kota sendiri. Mereka tidak memiliki wilayah yang bisa mereka sebut sebagai rumah secara resmi. Tempat seperti ini hanya menjadi persinggahan sampai mereka harus kembali berpindah.

Dafa berhenti sejenak di dekat jendela.

Di luar, pepohonan bergerak perlahan tertiup angin.

Ia memperhatikan keadaan sekitar sebelum akhirnya kembali ke dalam.

Untuk saat ini, tempat itu aman.

Dan mereka masih bisa menjalani hari seperti biasa.

Menjelang sore, keadaan di tempat persembunyian Artificial Esper masih relatif tenang.

Michele sedang membantu Mikael menyusun kembali beberapa peralatan ketika salah satu Artificial Esper masuk ke ruangan utama. Wajahnya terlihat sedikit lebih serius dari sebelumnya.

“Dafa.”

Dafa yang sedang memeriksa catatan langsung menoleh. “Ada apa?”

“Kami menemukan sesuatu di sekitar area luar.”

Dafa meletakkan catatannya. “Apa itu?”

“Jejak kaki manusia. Tidak banyak, tapi ada beberapa di sisi utara.”

Michele ikut menoleh. “Manusia?”

Dafa terdiam sejenak. “Apakah ada yang melihat siapa mereka?”

“Tidak. Mereka sudah pergi sebelum kami mendekat.”

Dafa berjalan menuju meja dan mengambil peta sederhana wilayah sekitar. “Seberapa dekat?”

“Tidak sampai ke tempat ini. Mereka masih cukup jauh.”

Mikael ikut mendekat. “Mungkin cuma orang yang kebetulan sedang lewat.”

“Mungkin,” jawab Dafa.

Ia menatap tanda yang dibuat pada peta.

Tidak ada bukti bahwa mereka sedang mencari Artificial Esper. Tidak ada alasan untuk langsung mengambil kesimpulan.

Namun Dafa tetap berhati-hati.

“Untuk sementara, jangan ada yang keluar sendirian.”

Salah satu Artificial Esper mengangguk. “Baik.”

Dafa kemudian menatap yang lain. “Dan jangan ubah rutinitas. Kalau memang ada seseorang yang mengamati daerah ini, kita tidak perlu memberi mereka alasan untuk tahu bahwa tempat ini penting.”

Michele mengangguk pelan. “Jadi kita belum perlu pindah?”

“Belum.” Dafa kembali melihat peta. “Kita belum tahu apakah mereka benar-benar sedang mencari kita.”

Ruangan kembali tenang. Tidak ada kepanikan. Tidak ada pertempuran.

Hanya sebuah tanda kecil bahwa ketenangan mereka mungkin tidak akan berlangsung selamanya.

Malam mulai turun ketika Dafa meninggalkan tempat persembunyian Artificial Esper.

Ia berjalan cukup jauh dari bangunan utama sebelum berhenti di sebuah area yang dipenuhi pepohonan. Tempat itu sengaja dipilih karena cukup jauh dari persembunyian, tetapi masih berada dalam jarak yang aman.

Dafa berdiri diam. Beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah dari balik pepohonan.

Seorang pria muncul dan berjalan mendekatinya.

Pria itu adalah orang yang selama ini menjadi sumber informasi Dafa dari dalam Scientists.

“Kamu datang lebih cepat dari biasanya,” kata Dafa.

“Ada sesuatu yang perlu aku sampaikan.”

Dafa menatapnya. “Informasi apa yang kamu dapatkan?”

Pria itu memastikan keadaan sekitar sebelum menjawab. “Aku akhirnya mendapatkan informasi tentang Lucia.”

Dafa langsung terdiam. Nama itu sudah beberapa kali muncul dalam pikirannya sejak Alicia dan Neira memberitahunya tentang hilangnya Lucia.

“Kamu tahu di mana dia?”

Pria itu menatap Dafa beberapa detik. “Aku sekarang tahu keberadaannya.”

Dafa memperhatikan wajahnya. “Di mana?”

Pria itu belum menjawab. Angin malam melewati pepohonan di antara mereka.

Dafa menunggu.

Namun pria itu hanya berkata, “Aku akan memberitahumu setelah memastikan beberapa hal.”

Dafa mengerutkan kening. “Apa yang masih harus dipastikan?”

Pria itu tidak langsung menjawab. Ada sesuatu yang berbeda dari cara bicaranya malam itu.

Sesuatu yang tidak Dafa sadari.

“Aku akan menghubungimu lagi nanti saat waktunya tiba.”

Setelah mengatakan itu, pria tersebut berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.

Dafa tetap berdiri di sana. Ia akhirnya mendapatkan jejak Lucia.

Namun untuk pertama kalinya, informasi yang seharusnya membuatnya semakin dekat dengan jawaban justru meninggalkan lebih banyak pertanyaan.

1
Niskala Cakrabuana
Gasssd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!