Hai readers......
Met dateng di karya aku.Jika sudi tekan vote dan tinggalkan jejak disini.Thanks udah mampir.Moga syuka, muachhh.
Karya ini 1000% ori imajinasi saya.Jika ada kesamaan tempat,nama tokoh dan secuil plot yaa..mohon maaf.Sebab,tak semua otak manusia berdeda-beda.
Huss..huss plagiat!!
karena menulis novel tak semudah mencuri,paham!
Saya recom,kk kk yang cakep baca sampe 30 episode awal.Di jamin Pasti ketagihan.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani_Loretzo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.Terungkap
"Amanda lo yakin?" Raut wajah Daniel menyelidik.
"Gw yakin!100%" Amanda mengangguk mantap.Ia mencoba tersenyum walau di benaknya terselip sedikit rasa gelisah.
Mereka berdua terus berjalan menyusuri koridor kantor menuju ruang meeting.Yah,hari ini adalah hari yang menentukan nasib Amanda.Ia sudah pasrah dengan permainan takdir padanya.
"Masih berani aja tu cewek dateng kesini" lagi,beberapa biji wanita STSS alias penggosip muncul.Sengaja suaranya ia keras kan.
"Kita lihat saja,bagai mana perusahaan akan menghukum mata-mata seperti dia!" ketus wanita lainya dengan melirik sinis Amanda yang berjalan di belakangnya.
"1 M loh,ya udah pasti lah dia di pecat!"nadanya menyindir seakan mereka orang paling suci di bumi.
Amanda hanya diam tertunduk pilu.Fikirannya liar entah kemana.Ia gelisah dan gemetar.Hingga tanpa sadar,ia meremas jemarinya yang berkeringat.
" Heh kalian!"gertak Daniel sambil menduding sekelumit wanita penggosip itu."Kalo punya mulut di jaga!urusin urusan kalian sendiri!bacot di gedein!lanjutnya,ia sudah meluap-luap.
Cih....
Mereka semua berdecih kemudian pergi.Daniel memperhatikan Amanda dengan sorot mata iba.Mengapa harus Amanda yang terlibat?
"Dasar kaleng rombeng!bisanya cuma ngejulidin orang!" Daniel mengumpati kepergian mereka agar Amanda tak pesimis.Mereka melanjutkan langkah nya,hingga tak terlihat di balik sudut koridor.
"Insiden ini sangat berpengaruh pada reputasi perusahaan.Sejauh ini,scandal ini lah yang paling buruk" Gibran memimpin rapat seluruh karyawan.
Amanda memperhatikan Gibran yang sedang berbicara dari jarak lumayan jauh.Ia terus melantunkan doa dalam hatinya.Sangking gemetarnya,ia sampai menggigit-gigit bibir bawah nya sendiri.
Daniel berdiri dengan tenang,seolah tidak terjadi apa-apa di sini.ia melipat tangannya di depan dada sambil mendengarkan kata-kata Gibran yang ia anggap seperti angin lalu.
"Hari ini,saya tidak akan membuang-buang waktu untuk membicarakan solusi.Tapi,sebagai CEO perusahaan,saya akan langsung mengadili orang yang bertanggung jawab!" Sorot mata nya mengarah pada mata Amanda.
Deggg.....
Jantung Amanda berhenti berdegup.Rasanya,ia seperti tertusuk puluhan anak panah.Matannya sedikit membelalak dan berkaca-kaca.
"Siapa orang ini?dan kenapa ia melakukan semua ini?saya juga tidak tau"ucapannya membuat semua karyawan bingung dan saling pandang.
" Bukannya udah jelas ya,si cewek itu pelaku nya"ujar salah satu karyawati sambil menunjuk amanda dengan matanya.
"Iya,semua orang udah tau kalo itu dia!" karyawati lainnya menimpali.Semakin ribut mereka semua membicarakan keburukan Amanda.
"Tapi,kami sudah menemukan bukti penting.Rekaman cctv.Saya yakin,itu bisa memberi tahu kita segalanya.Kejadian yang sebenarnya"kemudian Rio maju membawa remote monitor cctv.Lalu menekan tombol power nya.
Semua pasang mata tertuju pada layar yang memperlihat kan kejadian hari itu.
" Pukul 12;10,Amanda keluar dari ruangan pak Gibran dan kebetulan bertemu dengan salah satu karyawati kami!"Seru Rio saat layar monitor memperlihatkan Amanda keluar dari ruangan dan menyapa salah satu cleaning servis.
"Bukti ada di sana!bukan kah itu dia?"karyawan lainnya mulai memprovokasi mereka.
" Ya,itu dia!"jawab sebagian besar karyawan.
Amanda semakin pesimis.Ia menggigit bibirnya sangat keras demi mengurangi rasa sedih nya.
Hah apa itu?........
Semua orang tercengang kecuali Gibran dan Rio.Di saat tiba-tiba,layar monitor itu menunjukkan kesaksian lain.Ya,video yang memperlihatkan orang lain yang keluar dari ruangan Gibran.Siapa?
"Pukul 13;15 Angga masuk ke ruangan bos Gibran" Rio tersenyum sinis kearah Angga.
"Bukan aku!pasti ada yang menjebak ku!" kilah Angga,salah satu manager keuangan di sini.Raut wajahnya membara penuh emosi.
"Itu dia.Itu kan pak Angga!" ucap mulut karyawan yang tadi memprovokasi.
"Jangan bilang,Amanda di fitnah" timpal karyawati lainnya.
Amanda merasa sedikit lega melihat rekaman itu.Setidak nya,bukan hanya dia yang terseret.Tapi ada juga orang lain.Walau bukan ia pelaku nya,ia tetap merasa sedikit gelisah.Sebelum kebenarannya terungkap.
"Tidak sampai dua puluh menit,tepatnya jam 13;38.Angga keluar dari ruangan pak Gibran!" Rio melanjutkan ucapannya.
"Omong kosong!itu tidak sampai lima....." suara Angga tiba-tiba terjeda.Sudah keceplosan dia.
Ooooooo......
Jawab semua karyawan kompak menanggapi komentar Angga yang keceplosan.Semakin salah tingkah Angga.
"Ohhh maaf,gw salah liat!"balas Rio dengan nada menyindir.
Tanpa disadari,seulas senyum terukir di sudut bibir Amanda.Terlalu kecil,sampai-sampai nyaris tak terlihat.Tak bisa ia menutupi rasa bahagia di hatinya.Semenjak rekaman itu di putar,Gibran hanya memperhatikan wajah Amanda dari kejauhan.Tanpa Amanda sadari.
" Angga akan di pecat dan kami berhak menuntut nya di pengadilan nanti"kembali Gibran membuka suara.
"Sebagai tambahan,Amanda akan mendapatkan kembali pekerjaan nya.Silahkan kalian lanjutkan pekerjaan kalian" Lanjut Gibran kemudian pergi meninggalkan kerumunan karyawan.
Senyum sumringah tampak di bibir Amanda yang masih berdiri di tempatnya.Daniel pun menghembuskan nafas kasar.Untuk saat ini,Amanda aman.Dan semua mulut penggosip itu tertunduk malu.Tak berani mereka menatap wajah Amanda.
"keruangan bos,sekarang!" Rio mendekat dan membisikkan ke telinga Amanda.Dan Amanda hanya membalas nya dengan Anggukan.
"Daniel,gw duluan ya" pamitnya pada Daniel yang masih berdiri di sampingnya.
"Oke,bye..bye" Daniel melihat kepergian Amanda.Ia sedikit tenang,Amanda bisa keluar dari jaring yang ia pasang.
Amanda berlari kecil menghampiri Gibran yang sedang berdiri di depan jendela kaca.Senyum pun tak terlupakan ia sungging kan.Kemudian,secepat kilat memeluk Gibran.Gibran yang tak siap pun menjadi sedikit gentar.
"Wahhhh" Rio yang duduk di sofa membelalak melihat fenomena alam di depan matanya.Ia sedikit iri.
"Eh,sory.Kelabasan!"Amanda tersenyum malu-malu kucing.
" Maafin aku"Gibran meraih tangan Amanda dan menatap wajahnya lekat.Pandangan mereka akhirnya bertemu kembali setelah beberapa saat tak bertemu.
"Iya,gak papa kok" sahut Amanda tulus.Ia tau,memang sulit jika berada di posisi Gibran saat itu.
"Kamu....gak marah"
"Enggak,ngapain aku marah"
"Emmm,makasih sayang"kembali Gibran memeluk Amanda dan mengecup pucuk kepala nya.Amanda pun dengan senang hati membalas pelukan Gibran.
"Gw sama siapa?" Rio memasang wajah nya melas.
"Sama tembok!"jawab mereka berdua kompak yang masih berpelukan erat.
Vote,like,komen.......
muach......
Jika berkenan, mampir juga di karya recehku,
Suami Pusaka (Heart Darkness)
*perjodohan Paksaan dengan hal mistis*
itu ceritanya dari pengalaman aku sendiri loh
yang berbaur hal mistik
salam dari "Mr. Mafia or Mr. Psychopath ?"
dan "IF LOVE"
Bab 46 on going,sesaat lagi upp
makan bayam di rumah pak kadir
ini aku selalu hadir
smngt kk jgn lupa fdbck 🥰
Sudah Ku tinggalkan like banyakkk juga.dan fav
Ku juga menunggumu di Karya Ku ...Saling Dukung yukk....
MAKASIH..
..Banyakkk
jangan inget mampir yuk dinovelku judulnya
AKU HARUS BAIK
AKU HARUS JAHAT