Indonesia
NovelToon NovelToon
Stay With Me

Stay With Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Badboy / Kriminal / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: kuratul ayuna

Cinta pertama yang membuat indah terluka, dan harus menerima rasa sakit yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Menjalani hubungan dengan pria physico tak selamanya bahagia, bisa-bisa indah mati di tangan Adit seperti yang terjadi di lantai 4. Setelah berpisah dengan Adit, indah menemukan pria yang lebih baik dari mantan kekasihnya. Tak hanya kehilangan cinta pertamanya, indah juga kehilangan sahabat terbaiknya bahkan indah juga sering kali menyalahkan dirinya sendiri. Ada apa dengan indah?.
Tak berpikir panjang untuk melakukan hal ini, Sehun langsung mengajak indah untuk menikah setelah wisudanya.
Veby dan Rose juga memutuskan untuk berkencan dengan seniornya di kampus. Bagaimana kisah cinta ketiga sahabat ini?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kuratul ayuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka hati?

Langit sore di kampus Univer berwarna jingga keemasan, memantulkan cahaya hangat di antara bangunan tua yang penuh cerita. Mahasiswa berjejal di lorong-lorong gedung, sebagian terburu-buru mengejar kelas terakhir, sebagian lagi memilih bersantai di taman belakang sambil menikmati kopi atau sekadar ngobrol sambil membuka laptop.

Indah melangkah perlahan menyusuri koridor Fakultas Seni, dengan tumpukan buku dan skrip presentasi di tangan. Rambutnya yang dikuncir seadanya berayun lembut setiap ia bergerak. Matanya lelah, tapi tetap bersinar karena ada sesuatu yang tak bisa ia abaikan dalam pikirannya,Sehun.

Sehun mahasiswa populer yang sering muncul di mading kampus dan sibuk pamer karya di sosial media. Dia juga terkenal Playboy pada masa itu, bahkan. Tapi ada ketenangan dalam sikapnya yang justru membuat Indah ingin tahu lebih banyak karena semenjak Sehun mengungkapkan isi hatinya, indah semakin hari semakin berdebar, tapi dia abaikan semua itu.

Hari itu, di bawah pohon flamboyan yang hampir habis bunganya, Sehun duduk di bangku taman kampus dengan jaket abu-abu. Ia melihat ke arah Indah yang baru keluar dari kelas, dan mengangkat tangannya pelan sambil tersenyum. Indah berhenti sejenak, hatinya berdebar aneh bukan karena gugup, tapi lebih pada rasa tenang yang ingin ia genggam lebih lama.

"Capek?" tanya Sehun ketika Indah duduk di sampingnya.

Indah mengangguk sambil menyandarkan kepala ke sandaran bangku. "Ujian akhir bikin otakku seperti bubur. Tapi entah kenapa... duduk di sini bikin aku agak waras."

"Karena kamu butuh tempat yang nggak minta kamu jadi siapa-siapa," jawab Sehun pelan. "Dan kalau kamu mau tahu, aku senang kamu datang ke sini."

Indah melirik Sehun, ingin mengolok-olok kalimatnya yang terlalu dalam, tapi suaranya justru tercekat. Di tengah kesibukan tugas dan deadline yang tak berkesudahan, Sehun adalah satu-satunya yang tidak pernah menuntutnya untuk menjadi apa-apa. Ia hadir, tanpa banyak bicara, tapi juga tak pernah benar-benar pergi.

Kini, menjelang akhir semester, saat semua orang sibuk memikirkan angka IPK dan CV magang, Indah justru merasa pelan-pelan... ia mulai mengizinkan hatinya untuk merasa. Untuk menerima bahwa mungkin, Sehun adalah satu dari sedikit orang yang benar-benar melihatnya bukan hanya sebagai mahasiswa populer, tapi sebagai manusia biasa, yang kadang ragu, kadang lelah, kadang ingin menyerah.

"Sehun..." gumam Indah pelan, "kalau semester ini berakhir, kamu bakal pergi juga?"

Sehun menoleh. "Kalau kamu mau aku tetap di sini, aku nggak akan pergi ke mana-mana."

“Karena aku masih nunggu jawaban dari kamu” tambahnya, seketika indah mengingat ungkapan kemarin pagi. “Aku .... aku masih butuh waktu...untuk berpikir... sekarang kita jalani aja dulu, sebagai seorang teman” terang indah dengan tenang tapi sedikit kikuk.

“Ndah... kapan pun kamu kasih jawaban... aku akan tetap nungguin itu... yang penting sekarang, kamu gak lari lagi dari aku...” ungkapnya. Hening sejenak.

“Makasih ya kamu udah selalu ada buat aku, bahkan disaat aku butuh seseorang kamu selalu hadiri”

Dan untuk pertama kalinya, Indah tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Di ujung semester ini, ia tak hanya lulus dari ujian kampus ia juga akhirnya lulus dari ketakutannya sendiri, dan siap membuka hatinya.

Di tengah riuhnya dunia perkuliahan dan segala tuntutan akademik, Indah menemukan kenyamanan di sisi Sehun seseorang yang tenang, tidak menuntut, dan selalu hadir tanpa banyak kata. Menjelang akhir semester, ketika orang-orang mulai bersiap berpisah dan melangkah ke dunia baru, Indah justru menyadari bahwa hatinya ingin tetap tinggal... bersama seseorang yang diam-diam telah membuatnya merasa pulang.

“Makasih juga... buat pertolongan lo yang kemarin” tambah indah yang seketika mengingat kejadian kemarin disaat dia dan sahabatnya ke mall.

Flashback on...

Indah sedang melihat-lihat rak aksesoris kecil, tiba-tiba.

SENTAKAN...

Tasnya terasa lebih ringan, dia terlambat menyadari. Ponselnya hilang. Indah panik jantungnya berdebar, ia menoleh ke segala arah. Sahabatnya masih asik memilih aksesoris di sudut lain. Indah mencari sosok yang mencurigakan di antara kerumunan yang lalu lalang cepat. Tapi tak ada yang memperhatikannya, “excuse me! Tolong! Ada yang mengambil ponsel saya” pekiknya, hingga kedua sahabatnya juga menyadari kalau itu suara indah.

“Ndah lo kenapa?” Tanya panik veby. “Hp gue hilang” indah sangat panik.

Lalu tiba-tiba, seseorang berlari melewatinya. Pria tinggi, mengenakan hoodie abu-abu dan masker. Di tangannya ponsel yang sangat mirip milik Indah. Ia mengejar seorang pemuda yang melarikan diri ke arah eskalator. Indah hanya bisa terpaku.

Beberapa menit kemudian, pria itu kembali sedikit terengah, dengan rambut berantakan karena lari. Tapi di tangannya, ponsel Indah kembali utuh.

“Sehun” ucap indah kaget. “Ya ndah… ni hp kamu kan”

Flashback off..

“Iya ndah sama-sama lain kali hati-hati” tambah Sehun dengan lembut.

“Jadi gimana?... kamu mau langsung pulang?” Tanya Sehun menatap dengan lembut ke arah Indah.

“Aku rencana mau mampir kesebuah toko buku”

“Kalau gitu aku temenin ya?” Tanya Sehun.

“Eh... gak usah... aku biasanya pergi sendiri kalau ke toko buku... karena veby sama rose kurang suka ke toko buku”

“Itukan biasanya... tapi sekarang udah gak biasa lagi... kemanapun kamu pergi aku tetap berada di dekat kamu” balas sehun, tubuhnya mendekap ke arah indah, jantung indah semakin berdebar tak karuan.

1
SnowySecret
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
Zizi Suartini
Kok ya aku digantung sih窶ヲ? Lanjut ga thor?! Lanjut ya? Haha
amooraa: Hihihi 🙈🙈
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!