Indonesia
NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."

​Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.

Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.

"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah di Atas Semen Dingin

​Gema suara logam rantai besi yang diseret kasar di atas lantai semen yang dingin dan lembap langsung memecah keheningan mencekam di dalam ruang bawah tanah Kediaman Grand Sterling. Ruangan itu terasa begitu sempit, dipenuhi oleh kepulan debu tua yang beterbangan setiap kali derap sepatu bot para pengawal melangkah di atas permukaan batu kali yang basah. Cahaya temaram dari lampu gantung tua berantai besi tampak menyoroti butir-butir keringat dingin yang mengalir deras di pelipis Clara dan ayahnya, membentuk jejak keputusasaan yang nyata di bawah teror mutlak. Dua orang pengawal bertubuh kekar berdiri tegak bagaikan patung kematian yang tidak memiliki nurani, masing-masing memegang cambuk besi berduri kecil yang memantulkan kilau mengerikan di dalam kegelapan lorong bawah tanah tersebut. Aroma karat, darah kering, dan rasa takut yang pekat berpadu menjadi satu, menciptakan atmosfer kematian yang mencekat tenggorokan siapa pun yang berada di sana.

​Di hadapan pemandangan penuh teror psikologis dan fisik itu, Zero tidak sedikit pun mengendurkan rangkulannya pada pinggang Scarlett. Pria berdarah dingin itu justru semakin mempererat dekapannya, menikmati aroma tubuh wanita di dalam pelukannya yang bercampur dengan bau adrenalin, parfum mewah, dan ketegangan pekat malam ini. Manik mata merah pekat Zero menyala tajam di tengah temaram cahaya, mengawasi setiap inci keputusasaan dan kehancuran jiwa yang tergambar jelas di wajah pucat Clara. Bagi Zero, penderitaan musuh bukanlah sesuatu yang patut dikasihani, melainkan sebuah pertunjukan seni yang indah untuk dinikmati bersama wanita yang paling dipujanya di dunia ini. Setiap detik ratapan yang keluar dari bibir para pengkhianat itu adalah musik pengiring yang sempurna bagi dominasi mereka.

​“Ah, lihatlah bagaimana air mata murahan itu mulai menetes dan membasahi wajah sombongnya, Ceira,” suara Scarlett mendengus penuh kemenangan di dalam ruang batin mereka, merasakan gelombang kepuasan yang teramat sangat atas penderitaan musuh bebuyutan mereka. “Wanita menyedihkan itu tadinya mengira dirinya adalah seorang ratu yang bisa mempermainkan dunia hitam sesuai kehendaknya. Sekarang, lihat di mana dia berada—merangkak di atas kotoran, lumpur, dan darah, memohon ampun pada makhluk yang salah tempat. Dia pikir hidup ini adalah sandiwara murah di mana dia selalu menang, padahal dia hanyalah pion bodoh yang siap dihancurkan.”

​Ceira, yang berbagi kesadaran yang sama di dalam raga fisik tersebut, tidak merasakan secercah pun rasa iba atau kasihan di dalam hatinya. Tempaan hidup yang kejam di dunia bawah, luka-luka emosional masa lalu, serta pengkhianatan beruntun yang ia terima telah menghapus sisa-sisa kelembutan yang tidak pada tempatnya. Ia membiarkan Scarlett mengambil alih dan menikmati detik-detik kehancuran musuh mereka tanpa ada niat sedikit pun untuk menghentikannya. Keduanya menyatu dalam satu frekuensi kebencian dan kekuatan yang membuat mereka tidak tersentuh oleh kelemahan manusia biasa. Di dalam benak mereka, rasa ampun adalah kemewahan yang hanya diberikan kepada orang yang tahu diri, bukan kepada tikus got yang mencoba menggigit singa.

​"Tuan... kumohon berikan kami satu kesempatan lagi! Ampuni dosa-dosa kami!" Ayah Clara berteriak histeris, suaranya parau, pecah, dan bergetar hebat saat lututnya bergesekan terus-menerus dengan lantai semen yang basah oleh tetesan air bawah tanah. "Kami tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di wilayah kekuasaan keluarga Sterling! Kami akan pergi jauh meninggalkan negara ini malam ini juga! Demi Tuhan, lepaskan kami!"

​Zero sama sekali tidak terusik oleh ratapan pilu dan permohonan memelas tersebut. Pria itu menunduk sejenak, menatap manik mata Scarlett yang memancarkan pendar kemerahan yang mematikan, lalu berbisik dengan suara bariton yang rendah dan begitu menggoda di dekat telinga wanita itu, sengaja mengabaikan jeritan di lantai.

​"Apakah suara cacing keparat itu mengganggumu, Kucing Liar?" bisik Zero dengan nada posesif yang kental, bibirnya menyapu lembut kulit leher Scarlett dengan sentuhan ringan yang membakar kulit. "Jika ya, aku bisa membungkam mereka untuk selamanya detik ini juga tanpa perlu membuang waktu lebih lama. Katakan sepatah kata saja, dan mereka akan lenyap dari muka bumi."

​Scarlett tersenyum miring, menengadahkan dagunya lebih tinggi untuk membalas tatapan intens pria di sisinya dengan penuh tantangan. "Jangan terburu-buru menghabisi mereka, Zero. Menikmati keputusasaan mereka perlahan-lahan dari detik ke detik jauh lebih menghibur daripada langsung memutus leher mereka begitu saja," jawab Scarlett dengan suara berat yang penuh dominasi mutlak. "Biarkan mereka merasakan sekelumit dari apa artinya rasa takut yang sebenarnya sebelum maut menjemput. Biarkan mereka memahami betapa mahalnya harga dari sebuah pengkhianatan di sarang singa."

​Zero menyunggingkan senyuman tipis penuh persetujuan atas kekejaman yang dilontarkan oleh alter ego wanita di pelukannya. Tanpa melepaskan dekapannya, Zero memberikan isyarat dengan kedipan mata dingin kepada salah satu pengawal di dekat pintu besi.

​Pengawal berbadan besar itu melangkah maju mendekati Clara yang kini menangis histeris sambil memeluk lututnya sendiri di sudut ruangan. Gaun malam mewah berwarna putih bersih milik Clara kini telah berubah kotor, ternoda oleh noda lumpur, debu semen, dan genangan air kotor bawah tanah. Bayangan ketakutan menyelimuti sekujur tubuhnya saat ia menyadari tidak ada jalan keluar dari tempat terkutuk ini.

​"Tidak... jangan mendekat! Ayah, tolong aku dari monster-monster ini!" racau Clara ketakutan setengah mati saat cambuk besi di tangan pengawal tersebut diangkat tinggi-tinggi ke udara, bersiap menghantam.

​"Ini adalah harga mutlak dari setiap tetes racun busuk yang kaukirimkan ke meja kami, Clara," suara Scarlett mendesis tajam bagaikan ular berbisa, menembus kesunyian ruang bawah tanah hingga bisa didengar jelas oleh wanita malang tersebut.

​Sabetan pertama mendarat telak di lantai semen tepat di samping tubuh Clara, menciptakan suara letupan udara keras yang memecah nyali siapa pun yang mendengarnya. Clara menjerit histeris hingga suaranya serak, menutup kedua telinganya rapat-rapat sambil meringkuk semakin dalam ke lantai. Ayahnya yang mencoba merangkak maju untuk melindungi sang putri langsung diseret menjauh dengan kasar oleh pengawal kedua, dipaksa menyaksikan bagaimana kehancuran total menghantam keluarga mereka tanpa sisa harapan.

​Di tengah jeritan kesakitan, isak tangis, dan kengerian yang memenuhi ruangan lembap itu, keintiman antara Zero dan Scarlett justru semakin membara dengan liar. Di dunia di mana darah dan kematian adalah bahasa sehari-hari yang biasa, rasa memiliki di antara para monster diciptakan melalui reruntuhan musuh-musuh mereka.

​Zero mendekatkan wajahnya kembali, melumat bibir Scarlett dalam sebuah ciuman yang semakin menuntut, dalam, dan liar, menutup indra pendengaran mereka dari segala rintihan menyedihkan di lantai. Di hadapan para pengkhianat yang meregangkan sisa-sisa kewarasan mereka, para penguasa Sterling menunjukkan bahwa cinta dan kekejaman berjalan di atas garis yang sama—abadi, mutlak, dan tidak tersentuh oleh belas kasihan dunia luar. Malam itu, di bawah temaram lampu tua yang menjadi saksi bisu, keadilan dunia bawah ditegakkan tanpa ampun. Setiap detik penyiksaan dan deru napas ketakutan berpadu menjadi satu simfoni kelam yang mengukuhkan dominasi mutlak keluarga Sterling atas siapa pun yang berani mencoba merusak kedamaian sang ratu kegelapan mereka.

1
xuer jinghao
lanjut kak semangat ☺️
xuer jinghao
lanjut semangat kak ☺️
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪😍
namice: 😘😘😘, siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan juga supportnya 😘😘😘💪🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
kok jadi penakut sih padahal kemarin berani loh
namice: karena ceira memiliki sisi rapuh kak, nanti akan ada dimana masa lalu Ceira kenapa memiliki alter ego kak😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku kaj😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga telah membaca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹💪
total 1 replies
°RhaiKen™
gak sabar pengen adegan bucin nya para tuan ni sama Scarlett dong kak 🤭🤭✌️💞💞
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Syadza
Aaaa lanjut kam thorrr, semangat moga update nya byk ya😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍💪
xuer jinghao: sama'
total 2 replies
Irsyad layla
lagi thor GK cukup 1
namice: 😍😍😘😘😘, sudah aku kirim satu bab lagi kak😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
up banyak banyak lah thor nggak cukup ini
namice: 😄😄, nanti aku tambahkan satu bab kak.... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
kasihan clara😭😭😭
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
lanjut........
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
good
namice: 😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak ya kak bintangnya 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 6 replies
Restu
semangat Thor......lanjut
namice: 😘😘😍, terimakasih support dan terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Restu
mampir thor.jangan setengah jalan thor🙏
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
Restu: sama-sama
total 2 replies
°RhaiKen™
/Scare//Scare/ ngeri nya KLO jdi MC cwe..
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
Keren abis pokonya...
namice: 😍😘😘🌹 dan ❤️ rose🌹 dan love ❤️ untukmu sekebon juga😘😘😘
total 5 replies
°RhaiKen™
Makin seru ceritanya..🥰🥰
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
namice: 😘😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Adidatur Rizki
kok sama sih ka,
namice: maaf kak salah kirim, sudah aku hapus dan aku ganti🙏🙏, terimakasih banyak ya infonya 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!