Kiara menatap bayangan dirinya dalam cermin untuk waktu yang lama. Itu adalah pertama kalinya dia benar-benar memperhatikan penampilan nya. "Sangat jelek, pantas saja Chris meninggalkan ku," batinnya. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk mengubah penampilan nya dan fokus mengejar mimpinya menjadi wanita karir untuk membuat Chris menyesal. Dalam proses perjalanan nya itu ia bertemu dengan Sean yang merupakan pewaris dari salah satu perusahaan terbesar di kota. Pada awal pertemuan terjadi beberapa kesalahpahaman yang membuat mereka berujung pada hubungan rumit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Indarwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekasih lama yang kembali
"Perlu bantuan ?" ujar Sean mendekati Kiara.
"Tidak... sebentar lagi selesai. Tunggulah di meja makan." ujar Kiara.
"Baiklah." Sean menunggu sambil melihat Kiara yang dengan lihai menata makanan di piring.
"Makanan siap..." Ujar Kiara sambil membawa dua piring spaghetti.
"Darimana kau tahu kalau aku suka makan pasta ??" tanya Sean penasaran.
"Rahasia..." Kiara tersenyum penuh arti. Sean masih belum mau mengalah, dia terus menatap Kiara menunggu jawaban sebenarnya.
"Makanlah, nanti makanan nya dingin," ujar Kiara mengalihkan pembicaraan.
"Hmmm baiklah." Akhirnya Sean pun mengalah.
Selesai makan, mereka berdua berjalan-jalan disekitar taman.
"Sean, apa pendapat mu tentang ayahmu." Tanya Kiara.
"Ayahku ???" tanya Sean yang terkejut dengan pertanyaan Kiara yang tiba-tiba ini.
"Iya." Jawab Kiara sambil menganggukkan kepala.
"Kenapa tiba-tiba menanyakan tentang ayahku ?"
"Hanya penasaran. Kmu sudah mengetahui tentang keluarga ku tapi kamu sendiri belum pernah menceritakan tentang keluarga mu."
"Entahlah,,, dari kecil aku tidak terlalu dekat dengannya."
"Kalau ibumu ? sepertinya kau sangat dekat dengannya."
"Ayo duduk disana." Ajak Sean menunjuk sebuah bangku yang tak jauh dari posisi mereka saat ini.
"Ibuku, dia adalah wanita yang paling sempurna yang pernah kutemui. Dia tidak hanya cantik tapi juga cerdas dan tangguh. Kau tahu ? Sky Group yang sekarang menjadi kerajaan bisnis terbesar di negara ini, dulunya hanyalah perusahaan kecil yang bergerak di bidang IT. Ibuku sendiri yang membangunnya dengan susah payah tanpa bantuan dari keluarga Raharja. Lebih tepatnya ibuku dan ayahku yang membangun perusahaan tersebut," jelas sean panjang lebar.
Kiara tampak terkejut dengan apa yang dikatakan Sean, ternyata di dunia ini benar-benar ada orang yang begitu sempurna.
"Sejujurnya sampai saat ini aku sendiri belum bisa menerima kalau ibuku sudah meninggal. Tapi tidak peduli sejauh apa aku mencari nya, aku tidak bisa menemukan petunjuk keberadaan nya," lanjut Sean.
"Kalau Sky Grup didirikan oleh ibumu, kenapa sekarang berada di bawah kekuasaan keluarga Sanjaya ?"
Sean terkekeh sebelum menjawab pertanyaan Kiara.
"Sebenarnya aku tidak mau mengakui ini, tapi ayahku juga merupakan pebisnis handal. Dulu, Sky Grup pernah mengalami krisis besar. Kemudian, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba ayahku datang dan menawarkan bantuan. Aku sendiri masih penasaran darimana Ayahku mendapatkan uang sebanyak itu, tapi ibuku tidak pernah mau menceritakannya."
"Jadi ini adalah alasan kenapa tante Ananta bersi keras kau harus jadi pewaris ? ternyata karena rasa persaudaraan ?"
"Hahhh... persaudaraan ? Dia hanya ingin Sky Grup bergabung dengan Rahardja Group. Baginya lebih mudah mendapatkan Sky Grup dariku daripada Ayahku. Jika tidak kenapa sampai saat ini dia masih bertahan sebagai sekretaris nya, dan belum bisa mengambil alih Sky Grup ? itu karena selama Ayahku masih memiliki kendali penuh atas perusahaan, maka tidak akan ada yang bisa menyentuh nya. Harus ku akui kemampuan ku masih kalah dengan nya."
Kiara hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Sean.
"Itu juga karena pengalaman nya selama puluhan tahun. Lagipula bukankah sebentar lagi Sky Grup juga akan menjadi milik mu ?" ujar Kiara.
Sean hanya tersenyum menanggapi pernyataan Kiara.
....
Keesokan paginya Sean pulang ke rumah karena ada urusan kantor yang harus diselesaikannya, sementara Kiara tetap tinggal di rumah ibu Sean.
Sesampainya di kantor Ryan dan Mark sudah menunggunya di lobi.
"Ada apa ?" tanya Sean to the point.
Ryan dan Mark hanya saling pandang, tidak tahu bagaimana mengatakannya.
"Kita naik ke atas dulu." Ujar Mark kemudian.
Mereka bertiga pun masuk ke lift khusus eksekutif.
Sampai di depan ruangannya, Sean langsung membuka pintu dan masuk.
"Sekarang katakan !" Ujar Sean yang belum menyadari kehadiran orang lain di ruangannya.
Ryan dan Mark saling pandang kemudian menunjuk kearah belakang Sean.
"Surprise....!!!" Seru seorang gadis cantik yang tengah duduk di kursi presdir milik Sean.
Sean membeku melihat seseorang yang kini tengah menatapnya dengan wajah ceria. Seseorang yang selama ini dirindukannya, seseorang yang paling dibutuhkannya ketika ia mendengar kabar kematian ibu nya, seseorang yang meninggalkannya tanpa sepatah kata. Dia adalah Hellen, mantan kekasih Sean atau mungkin masih berstatus kekasihnya karena sampai saat ini belum pernah ada kata putus diantara mereka.
"Karena semuanya sudah berkumpul, jadi sekarang saatnya pergi ke tempat Ryan untuk merayakannya," ujar gadis tersebut.
Sean masih belum merespon sampai gadis itu menggandeng tangan nya.
"Kapan kau kembali ?" Tanya Sean yang masih terkejut dengan kehadiran Hellen.
Gadis tersebut menghentikan langkahnya dan menatap Sean. Dahinya berkerut heran mendengar reaksi Sean. Ini jelas bukan reaksi yang diinginkannya.
"Baru saja, aku langsung kesini begitu mendarat. Kenapa kamu terlihat tidak senang dengan kehadiran ku ? Apa kamu tidak merindukan ku ?" Ujarnya dengan nada manja.
Sean tidak tahu harus merespon apa, jadi dia hanya diam.
"Sudahlah, nanti kita bahas ditempat Ryan saja. Sekarang ayo kita pergi, Indra dan Maura juga sudah menunggu disana, jarang-jarang kita bisa berkumpul bersama kan ?" Lanjutnya.
"Oke... let's go !!!" ujar mark Kemudian.
.....
Kiara baru saja selesai menyiapkan makan malam, dia berniat menghubungi Sean dan menanyakan apakah dia akan kembali atau tidak. Tapi sebuah pesan suara dari Nana menginterupsi nya.
"Sayang, kau harus melihat ini." Ujar Nana.
Kemudian sebuah pesan gambar masuk, disana tampak ada Sean, Ryan dan Mark. Dan seorang gadis cantik dan anggun yang menggandeng tangan Sean dengan mesra.
Dilihat dari sisi manapun mereka tampak seperti pasangan yang serasi.
"Bukankah ini adalah calon suamimu ? Kenapa dia berada di BAR bersama wanita lain, bahkan sangat mesra. Memang benar, kita tidak boleh menilai seseorang dari tampangnya saja," ujar Nana kemudian.
"Tapi kau tenang saja, aku akan membuat perhitungan pada mereka." Ujar Nana lagi.
"Pulanglah dan jangan lakukan apapun." Kiara langsung menelponnya, sebelum gadis itu bertindak gegabah dan mempermalukannya.
"Tapi sayang, si brengs*k itu menghianati mu," protes Nana.
"Dengar, hubungan ku dan Sean hanya sebatas kontrak, jadi terserah dia mau berbuat apa. Hal ini tidak merugikan ku sama sekali," ujar Kiara.
"Apa kata mu ? Aku tidak salah dengar kan ?" Nana hampir berteriak mendengar apa yang dikatakan Kiara, untungnya dia segera membekap mulutnya sendiri.
"Aku akan pulang sekarang, kau harus menjelaskannya padaku." Lanjutnya.
"Aku akan menjelaskannya besok, sekarang aku masih di rumah ibunya Sean." Ujar Kiara.
"Ya ampun ra,,, jadi kau belum pulang ?"
"Hmmm,,,"
Tanpa disadari air mata Kiara pun menetes dengan sendirinya. Tangannya mencengkram hp nya sekuat tenaga. Hatinya sakit, bahkan lebih sakit dari saat dirinya putus dengan Chris.
Setelah cukup lama menangis, Kiara mencoba menenangkan dirinya. Ia mematikan semua lampu, lalu kembali ke kamar, membersihkan wajah kemudian tidur. Seolah tidak ada yang terjadi.
Begitulah dirinya ketika sedang menghadapi masalah. Setelah cukup puas menangis, ia akan kembali ke setelan awal seolah tidak terjadi apa-apa.
.....
Sean dan teman-temannya termasuk Hellen, tiba di BAR milik Ryan dan langsung masuk ke ruangan VIP. Benar saja disana sudah ada Indra dan Maura.
"Kalian sudah datang ?" Tanya Indra basa-basi.
Sementara Maura langsung berlari kearah mereka dan Memeluk Hellen.
"Kau jahat sekali, kenapa pergi tanpa pamit. Aku membencimu." Ujarnya, meluapkan kekesalannya pada Hellen.
"Heii bocah kecil kau menyakitinya." Tegur Ryan.
"Apa kau bocah tua." Balas Maura tak mau kalah.
"Kak, apa kau tahu, kekasihmu hampir direbut gadis ****** ?" Ujar Maura kemudian.
"Maura !!!!!!" Bentak Sean dan Indra bersamaan.
"Memang benar kan, kalau kakakku tidak pulang tepat waktu, kau dan ****** itu akan segera menikah." Maura melotot kearah Sean, meskipun dalam hatinya dia juga sedikit takut dengan tatapan tajam Sean.
"Sean, apa itu benar ?" Tanya Hellen dengan mata berkaca-kaca.
"Namanya Kiara dan dia adalah wanita baik-baik, dan aku akan tetap menikah dengannya apapun yang terjadi." Kemudian Sean pergi meninggalkan ruangan.
"Sean !!!" teriak Hellen sambil mengejar Sean keluar.
...****************...