Indonesia
NovelToon NovelToon
I Love You To The Moon And Back

I Love You To The Moon And Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: KyGe

Hidup Viona Felysia Tan adalah tentang menaati peraturan dan menaati sang ibu adalah peraturan mutlak yang tak boleh dilanggar.

Namun ketika masuk kuliah, pertentangannya dengan sang ibu dimulai. Viona tak mau menuruti keinginan sang ibu untuk bersekolah bisnis dan malah mempelajari seni tari yang membuat sang ibu marah besar. Hingga saat Viona sukses menjadi penari profesional, hubungan diantara keduanya makin renggang. Tiga tahun kemudian, segalanya berubah tragis ketika kakaknya meninggal dunia.
Ditengah keterpurukkan itu, dia dipaksa menikahi Panji, suami kakaknya sendiri.

Pernikahannya dengan Panji membawanya mengenal industri hiburan dan segala hal yang didalamnya. Termasuk Angkasa, seorang penyanyi sukses dan populer dengan sifat eksentrik yang sudah menyukainya pada pandangan pertama. Merasa sejalan, benih-benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya.

Tapi apakah cinta bisa sepenuhnya mekar ditengah hubungan sahnya dengan Panji? Sanggupkah Viona melanggar peraturan lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KyGe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. BINGKAI YANG TERKUAK

Setelah keadaannya sembuh, Angkasa kembali bekerja. Dia melanjutkan proses syuting yang sempat tertunda. Kali ini, dia melakukan syuting di pedesaan.

Di sela-sela syuting, saat beristirahat, Angkasa menginginkan sebuah kopi. Jadi dia meminta Boby untuk membelinya.

Sepeninggal Boby, Viona yang baru sampai menghampiri Angkasa. Perempuan itu tersenyum manis, "Bagaimana keadaanmu, Ase?" tanyanya.

"Sudah lebih membaik." balas Angkasa tak kalah tersenyum.

"Tidak terasa kau tinggal menjalani beberapa adegan lagi. Setelah syuting selesai, mari makan malam bersama." ajak Viona.

Angkasa mengangguk, "Tentu saja."

Pembicaraan mereka terhenti karena asisten sutradara sudah datang dan memberitahu Angkasa syuting akan segera dimulai. Viona pun menyaksikan dari pinggir.

***

Syuting drama sudah selesai, dan sesuai ucapan Viona, kini seluruh anggota staf produksi dan para pemeran makan malam bersama untuk merayakan rampungnya syuting mereka. Viona juga ikut serta menemani Angkasa.

Restoran mewah itu dipenuhi oleh suara gelak tawa dan percakapan hangat. Malam itu, para staf produksi, pemain, dan manajer berkumpul untuk merayakan hari terakhir syuting drama yang mereka kerjakan selama berbulan-bulan. Meja panjang yang dipenuhi berbagai hidangan lezat menjadi pusat perhatian, namun suasana meriah yang melingkupi ruangan itu lebih terasa daripada makanan itu sendiri.

Angkasa duduk di ujung meja, diapit oleh manajernya, Viona, dan Caitlyn, lawan mainnya dalam drama tersebut. Angkasa terlihat santai malam itu, senyum tipis menghiasi wajahnya yang biasanya serius di lokasi syuting. Dia mengobrol dengan Viona tentang rencana proyek berikutnya, sementara Caitlyn berusaha mencuri perhatiannya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kecil atau memberikan komentar tentang pengalaman syuting mereka.

"Angkasa, setelah ini, kamu ada rencana liburan?" tanya Caitlyn dengan nada riang, berusaha terdengar santai meskipun hatinya berdebar. Sejak awal syuting, dia merasakan ketertarikan yang mendalam pada Angkasa, namun pria itu selalu menjaga jarak, seolah tidak pernah membaca sinyal yang dia kirimkan.

Angkasa menoleh ke arah Caitlyn, memberikan senyum sopan. "Belum ada rencana pasti, mungkin aku akan istirahat sebentar sebelum memulai proyek baru. Kebetulan aku sedang mempersiapkan album terbaru."

Mata bulat Caitlyn berbinar-binar, "Wah benarkah? Selamat ya akhirnya aku bisa mendengar lagu terbarumu lagi setelah sekian lama. Omong-omong, sebagai fans dan teman, bisakah aku diberi kesempatan untuk mendengar lebih dulu?" pintanya.

"Maafkan aku, tidak bisa. Aku tidak bisa memberikan orang lain mendengar laguku saat belum selesai sempurna." tolak Angkasa.

Caitlyn mengangguk, sedikit kecewa karena jawaban Angkasa terasa formal. Namun, sebelum dia bisa mengatakan apa-apa lagi, Angkasa sudah memalingkan mukanya dan kini sepenuhnya fokus berbincang dengan Viona.

"Ini adalah proyek pertamamu sebagai manajer, jadi bagaimana perasaanmu?" tanya Angkasa.

"Aku masih belum terbiasa, tapi kuharap hasilnya bagus." balas Viona.

"Kalau begitu Mbak Manajer, bolehkah aku meminta sesuatu hal?"

Viona menaikkan satu alisnya.

"Apa?"

"Bisakah kau tahan dulu naskah drama yang datang nanti? Sejujurnya aku sedang menggarap lagu baru, aku berencana akan membuat album di akhir tahun nanti."

"Wah, tentu saja. Tentu saja!"

Pembicaraan mereka terhenti karena sutradara tiba-tiba membuka pembicaraan.

"Halo selamat malam, saya sebagai sutradara mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga syuting ini bisa rampung dengan baik. Setelah ini, kami akan memasuki tahap pasca-produksi dan sampai bertemu di konferensi pers satu bulan lagi ya." ucap sang sutradara diiringi sorak sorai yang lainnya.

"Ase, saya mengucapkan terimakasih karena telah bekerja sangat keras menjadi Rio. Meski ada beberapa kendala tapi semuanya berjalan dengan baik." Pidato sutradara pun terus berlanjut, dia menyalami semua orang dan memuji atas kerja keras masing-masing.

Kemudian salah satu staf produksi berdiri dan menarik perhatian semua orang dengan tepukan tangan keras.

"Oke, semuanya! Malam ini kita tidak hanya makan dan minum saja, tapi juga bermain sedikit untuk bersenang-senang. Bagaimana kalau kita main 'Truth or Dare'?" seru staf itu dengan antusias.

Semua orang menyambut usulan itu dengan sorakan, dan permainan pun dimulai. Gelas-gelas minuman mulai berputar di antara para pemain, menciptakan suasana yang semakin riuh. Beberapa putaran berlalu dengan tantangan-tantangan ringan, sampai akhirnya giliran Caitlyn.

Gelas berhenti di hadapan Caitlyn, dan semua mata tertuju padanya. Salah satu kru tersenyum nakal. "Oke, Caitlyn, Truth or Dare?"

Caitlyn merasa jantungnya berdetak lebih kencang. Dia tahu permainan ini bisa menjadi sangat berbahaya, terutama ketika berada di sekitar orang-orang yang mengenalnya dengan sangat baik. Namun, dia tidak ingin terlihat pengecut di depan Angkasa. "Dare," jawabnya dengan mantap.

Senyum nakal dari kru itu semakin lebar. "Kamu harus minum tiga gelas sekaligus."

Sorakan terdengar dari seluruh meja, dan Caitlyn menatap gelas-gelas di depannya dengan sedikit ragu. Dia bukanlah peminum berat, dan meskipun dia ingin menjaga citranya, dia tahu bahwa minum sebanyak itu bukan ide yang bagus. Dia melirik Angkasa, berharap mendapatkan sedikit dukungan.

Namun, sebelum Caitlyn bisa memutuskan untuk menolak atau menerima tantangan itu, Angkasa mengangkat tangannya. "Biar aku yang melakukannya," katanya dengan tenang, membuat semua orang terdiam sejenak.

"Angkasa, ini hukuman untuk Caitlyn, bukan untukmu," kata salah satu kru dengan nada bercanda, meskipun dia terkejut dengan tindakan Angkasa.

"Tidak apa-apa," Angkasa tersenyum lembut ke arah Caitlyn sebelum melanjutkan, "Aku akan menggantikannya."

Caitlyn merasakan campuran perasaan antara lega dan terharu. Meskipun Angkasa tidak pernah menunjukkan tanda-tanda tertarik padanya, tindakan ini membuatnya merasa sedikit lebih dekat dengan pria itu.

Angkasa dengan tenang mengambil gelas-gelas itu satu per satu, dan meneguk isinya tanpa ragu. Seluruh ruangan menyemangatinya, dan Viona yang duduk di sebelahnya tidak bisa menahan diri untuk berkomentar.

"Wow, aku baru tahu budaya di industri hiburan bisa seliar ini," ujar Viona dengan nada setengah bercanda, setengah kagum.

Angkasa hanya tersenyum setelah menelan tegukan terakhirnya. "Ini bukan soal budaya, Viona. Kadang, kita hanya perlu melindungi satu sama lain."

Viona mengangguk, mengerti maksud Angkasa. Caitlyn menatap Angkasa dengan mata berbinar, merasa bersyukur sekaligus semakin tertarik pada pria itu. Namun, di sisi lain, Angkasa tetap menjaga sikapnya yang tenang dan tidak memberikan kesan bahwa tindakannya didorong oleh perasaan yang lebih dari sekadar kepedulian.

Malam itu berlanjut dengan tawa dan kesenangan, namun dalam hati Caitlyn, ada perasaan yang semakin dalam terhadap Angkasa, meskipun dia tahu, pria itu mungkin tidak pernah melihatnya lebih dari sekadar rekan kerja.

***

Malam itu, perayaan berlanjut dengan lebih banyak gelas yang berputar di antara para pemain dan kru. Angkasa, yang biasanya jarang minum, tanpa diduga mulai merasa kepalanya semakin ringan setelah menggantikan Caitlyn dalam permainan tadi. Satu gelas lagi diberikan padanya, dan meskipun Viona sempat menahan, Angkasa tetap meneguknya.

Tak lama kemudian, Angkasa mulai kehilangan keseimbangan. Senyum tipis yang tadi menghiasi wajahnya mulai memudar, digantikan oleh pandangan yang samar dan langkah yang terhuyung-huyung. Viona, yang menyadari keadaan Angkasa semakin tidak stabil, memutuskan untuk membawanya pulang sebelum keadaan menjadi lebih buruk.

"Ayo, kita pulang sekarang," kata Viona dengan nada tegas, meskipun ada nada kekhawatiran dalam suaranya. Angkasa hanya mengangguk setuju, tidak lagi bisa merespon dengan jelas.

Viona segera memanggil taksi dan membantu Angkasa masuk ke dalamnya. Perjalanan ke apartemen Angkasa berlangsung dalam keheningan. Viona terus memperhatikan Angkasa yang duduk di sebelahnya dengan mata yang setengah tertutup. Dia jarang melihat Angkasa dalam keadaan seperti ini—pria itu selalu tampak tenang dan terkendali.

Sesampainya di apartemen, Viona dengan hati-hati memapah Angkasa keluar dari taksi dan membawanya ke lantai rumah Angkasa. Apartemen itu tampak gelap dan sunyi saat mereka masuk. Mungkin karena sudah hampir tengah malam dan bibi pembersih rumah sudah pulang.

"Angkasa, kamu tidak bisa tidur di sini," bisik Viona saat Angkasa limbung ke sofa.

Viona pun berusaha menarik Angkasa bangun dan mereka masuk, Viona mengarahkan Angkasa menuju kamar tidurnya, mencoba sebisa mungkin agar tidak membuat banyak keributan.

Namun, saat mereka masuk ke kamar, Viona merasa kesulitan menavigasi ruangan yang gelap gulita. Dia meraba-raba mencari saklar lampu, dan ketika akhirnya dia menemukannya dan menyalakannya, pandangannya langsung terhenti pada sesuatu yang membuatnya terperanjat.

Di dinding kamar, tergantung figura besar dengan foto hitam putih yang memancarkan aura nostalgia yang suram. Mata Viona membesar saat dia mengenali sosok dalam foto itu—itu adalah dirinya sendiri, mengenakan gaun pengantin.

Seluruh tubuhnya terasa kaku. Dia menatap foto itu, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mengapa ada foto pernikahannya di kamar Angkasa? Pikiran-pikiran liar mulai bermunculan dalam benaknya, dan rasa takut mulai merayap di sekujur tubuhnya.

Tanpa menunggu lebih lama, Viona memutuskan untuk keluar dari kamar itu secepat mungkin. Dia meninggalkan Angkasa yang masih setengah sadar di ranjang, mengabaikan suara samar yang keluar dari bibirnya yang lemah.

Viona berjalan cepat keluar dari apartemen Angkasa, hampir berlari. Tangannya gemetar saat dia menekan tombol lift, berharap pintu segera terbuka. Saat lift tiba, dia masuk dan menekan tombol lantai dasar dengan tergesa-gesa, tidak berani menoleh ke belakang.

Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Viona dipenuhi dengan pertanyaan dan kebingungan. Mengapa Angkasa memiliki foto pernikahannya? Apa hubungan antara mereka yang selama ini dia tidak sadari? Viona merasa takut, bingung, dan sedikit khawatir. Apakah Angkasa menyimpan perasaan yang tidak pernah dia tunjukkan selama ini? Ataukah ada alasan lain yang lebih gelap di balik keberadaan foto itu di kamarnya?

Di dalam taksi, Viona mencoba menenangkan diri, tetapi pikirannya terus berputar. Dia tidak bisa menghilangkan bayangan foto itu dari benaknya, dan semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa bahwa ada sesuatu yang salah—sesuatu yang harus dia temukan jawabannya.

Namun, satu hal yang pasti, malam itu telah mengubah pandangan Viona tentang Angkasa, dan dia tahu bahwa hubungan mereka tidak akan pernah sama lagi setelah kejadian ini.

1
KyGe
iya kak, makasih kak, mohon dukungannya ya☺️
🌻Ruby Kejora
Novel baru kak
Semangat 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!