Indonesia
NovelToon NovelToon
Rubah Cantik Kesayangan Tuan Muda

Rubah Cantik Kesayangan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Indarwati

Davira Adhitama yang merupakan pewaris tunggal keluarga Adhitama, tiba-tiba muncul setelah 10 tahun menghilang. Tujuannya kembali saat ini adalah untuk mencari bukti tentang kejadian 10 tahun yang lalu dan balas dendam atas kematian ibunya. Namun ia justru kembali terjerat kisah cinta yang rumit dengan Barra Dharmawangsa yang merupakan mantan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Indarwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Fakta yang mengejutkan

"Bukankah kau melakukan semua ini karena kau menyukai Mike ?" ujar Davira.

"Boleh kah aku tetep memanggil mu dengan nama Marissa ? aku lebih terbiasa dengan nama ini," lanjut nya.

Marissa masih tercengang dengan jawaban Davira, ini bukan respon yang dibayangkan nya.

"Kau tidak marah ?" tanya Marissa.

Davira tertawa ringan. "Kenapa aku harus marah ? aku justru senang karena akhirnya Mike menemukan orang yang tepat. Kau tahu ? kalian adalah orang yang penting dalam hidup ku jadi aku ingin kalian bahagia terlepas dari apapun itu," ujarnya kemudian.

Marissa tidak merespon perkataan Davira, diam-diam ia mengepalkan tangannya.

"Sayang, kau disini ?" Barra memanggil Davira.

Davira berbalik menatap Barra dan mengernyitkan dahinya, laki-laki ini benar-benar tidak bisa di tebak.

"Oh ada nona Sheilla juga, kalau begitu silahkan lanjutkan mengobrol nya."

Barra mengecup puncak kepala Davira.

"Aku akan menunggu di dalam. Jangan terlalu lama di luar, cuaca sedang tidak bagus," ujarnya kemudian.

Davira hanya mengangguk. Siapapun yang melihat ini akan percaya kalau mereka adalah pasangan yang saling mencintai.

"Hubungan kalian seperti nya semakin membaik," ujar Marissa.

"Yah begitulah, untuk saat ini aku tidak memiliki pilihan lain selain mempercayai nya. Terlalu banyak teka teki dalam kasus ini, jadi tidak perlu buru-buru. Kita bisa menyelidiki nya secara perlahan," ujar Davira.

"Baiklah aku harus segera kembali, baik-baik lah dengan Mike. Aku pergi dulu," lanjut nya berpamitan.

Marissa hanya bergumam sebagai jawaban, kemudian ia memeluk Davira untuk waktu yang cukup lama.

"Hei aku hanya pergi ke dalam, bukannya mau pergi jauh. Apa kau ingin masuk bersama ku ?" ujar Davira.

Marissa menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku masih ingin disini. Didalam terlalu ramai, kau masuklah dulu."

Davira menepuk bahu Marissa dan pergi meninggalkan nya.

Ia mencari Barra di aula pesta namun tidak menemukan nya. Setelah berjalan sebentar akhirnya ia melihat Barra yang sedang duduk di sofa. Ia berjalan menghampiri nya dan duduk disampingnya.

Barra baru saja ingin mengatakan sesuatu tapi di tahan oleh Davira, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya dan menunjukkan nya pada Barra.

Barra mengangguk mengerti. "Tidak mengobrol lagi ?" tanya Barra kemudian.

"Apa kau bahkan cemburu pada Marissa ?" ujar Davira balik bertanya.

"Tidak, aku melihat kalian berbicara dengan serius. Kukira kalian akan membutuhkan waktu yang cukup lama."

"Tidak ada yang serius, hanya saja aku masih tidak menyangka ternyata Marissa adalah putri tuan Robert."

"Ada terlalu banyak rahasia di dunia ini dan kamu tidak harus mengetahui semuanya. Tapi sebagai gantinya jangan terlalu mempercayai orang lain," ujar Barra serius.

"Bagaimana denganmu ?"

"Tentu saja aku adalah pengecualian."

"Sepertinya tidak ada yang menarik lagi disini, tuan Wijaya dan Mike juga sepertinya sedang sibuk. Ayo kita pulang."

"Baiklah, ayo pulang." Barra memasukkan alat perekam yang di tunjukkan Davira ke dalam minuman didepannya.

Barra dan Davira pergi meninggalkan pesta setelah berpamitan dengan Mike.

"Bagaimana kau bisa tau kalau ada perekam di tas mu ?" tanya Barra.

"Aku hanya asal menebak dan ternyata benar," jawab Davira.

"Jadi apa yang akan kau lakukan ?"

....

Sementara itu disisi lain Mike menghampiri Marissa yang sedang sendirian di balkon.

"Kenapa berada disini sendirian ? Apakah pesta nya begitu membosankan ?" ujar Mike, ia melepaskan jasnya dan memakaikannya kepada Marissa.

"Terimakasih," ujar Marissa.

"Disini sangat tenang, aku menyukai nya," lanjut nya.

Mike menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas. "Maaf aku ada sedikit urusan tadi," ujarnya.

"Tidak apa, tadi Davira juga menemani ku sebentar."

"Syukurlah kalau begitu, ngomong-ngomong tadi itu sedikit mengejutkan."

"Oh ya ? bukankah kau sudah tahu. Beberapa hari yang lalu ada orang yang meretas data-data di komputer ku. Hanya 1 orang yang bisa melakukannya dengan begitu cepat, sayangnya orang itu terlalu terburu-buru sampai tidak menyadari kalau dia meninggalkan jejak," ujar Marissa dengan wajah datarnya.

"Oh ya, selain ceroboh kau juga cukup lambat, karena Barra sudah lebih dulu melakukannya. Jauh sebelum kau."

"Padahal kalian bisa langsung menanyakannya pada ku, kenapa harus bertindak seperti pencuri dan berpura-pura tidak tahu apa-apa ?" lanjut nya.

"Jika aku langsung menanyakannya pada mu apa kau akan langsung menjawab nya ? Kalau begitu apa tujuan mu sebenarnya ? Kenapa kau mendekati Davira ?" tanya Mike.

"Hahahaha, Davira benar-benar sangat beruntung. Semua orang berusaha melindungi nya," ujar Marissa.

"Baiklah aku akan mengatakan sejujurnya kepadamu, tapi sebelum itu tanda tangani surat perjanjian ini."

Mike membaca surat perjanjian itu sekilas kemudian menandatangani nya.

"Kau menyetujui nya begitu saja ?"

"Untuk nya aku bahkan rela memberikan nyawaku, saham ini bukan apa-apa untukku. Jadi sekarang katakan yang sebenarnya," desak Mike.

Awalnya dia sengaja mendekati Marissa untuk mendapatkan informasi dari nya dan membantu Davira secara diam-diam. Siapa yang tahu justru dirinya lah yang masuk ke dalam jebakannya.

"Aku hanya merasa dia cukup menarik jadi aku penasaran dan kebetulan aku sedikit membutuhkan bantuan nya," ujar Marissa.

"Katakan sejujurnya jangan berbelit-belit ! Aku tahu ada hal lain yang kau sembunyikan." ujar Mike sedikit geram.

"Aku sudah mengatakan yang sejujurnya, setidaknya harga saham mu hanya cukup untuk itu. Jika kau merasa ada hal lain silahkan cari tau sendiri," ujar Marissa. Ia melepaskan jasnya dan mengembalikan nya pada Mike.

"Tidak perlu berpura-pura baik di depan ku, aku lebih suka kau yang menatap ku dengan wajah dingin seperti ini. Walaupun mungkin para orang tua itu tidak akan menyukainya." Setelah mengatakan hal tersebut ia pergi meninggalkan Mike.

....

"Bagaimana ? kau sudah melakukan apa yang ku suruh ?" tanya tuan Robert.

"Sudah, tapi tidak ada informasi penting yang kita dapatkan," jawab Marissa.

"Lagi-lagi kau melunak kepada nya, ingat dia adalah orang yang sudah menghancurkan keluarga mu," ujar tuan Robert penuh penekanan.

"Siapa yang sebenarnya menghancurkan keluarga ku anda sendiri yang paling tahu, aku dan dia, kita berdua sebenarnya adalah korban. Jadi berhenti mengatakan hal tersebut untuk mengancam ku, itu benar-benar membuat ku muak," ujar Marissa datar.

"Kalau begitu kita bisa mengakhiri semuanya sekarang juga, aku akan menelepon pihak rumah sakit sekarang," ujar tuan Robert mengancam.

"Sepertinya mereka sudah tahu mengenai alat perekam tersebut. Tapi dari sini kita tahu hubungan mereka sudah berkembang cukup banyak."

"Bagus lah, semakin dekat hubungan mereka maka ini akan semakin menarik." tuan Robert tersenyum puas.

"Kalau begitu sampai disini saja, tidak perlu mengantar ku sampai Mansion," ujar Marissa.

"Apa peringatan ku masih belum cukup ? Lagipula mana ada seorang ayah yang menurunkan anaknya ditengah jalan ? jika kau menyayangi ibu mu, sebaiknya mainkan peran mu dengan baik."

Bersambung ....

1
Nabila Oktaviannisa
sebenarnya crtanya bagus,menarik.tapi terlalau banyak teka teki.
Cherry blossom: Terimakasih atas masukannya kak 🙏
total 1 replies
HotCupid
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Cherry blossom: makasih kak 🙏 jangan lupa add to favorite buat dapat notifikasi setiap update episode nya ya dan juga ⭐ 5 nya biar author nya makin semangat buat update ☺️☺️
total 1 replies
Yem
Ceritanya Menarik Kak..
Penuh teka-teki dan buat penasaran..
Yem: baik kak..
total 2 replies
Vie
mantappppzzz
Vie: siap kk
total 2 replies
Vie
lanjut tor.,
jangan lupa mampir di novelku juga iya....
mangatss
Cherry blossom: Siap kak..
total 1 replies
in_JUMI
Terus semangat kk ...
jangan lupa mampir di cerita aku jg
Cherry blossom: Makasih kak,, oke nanti aku mampir... ini masih selesaikan tutup buku dulu di kantor... hihii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!