Bulan gadis pintar di sekolahnya. Ia mempunyai teman-teman yang sangat peduli dan menyayanginya. Bulan juga memiliki keluarga yang lengkap dan harmonis.
Di lain sisi ada Bintang yang merupakan cowok yang urak-urakan. Ia juga seorang ketua geng motor. Dan keluarganya selalu aja menempatkannya pada posisi terbelakang. Bintang punya keluarga yang lengkap. Tapi seperti hidup sebatangkara. Hal itu juga yang membuatnya mendirikan geng motor yang dapat mengisi kekosongan hatinya. Geng motornya itu bagaikan rumah kedua yang di milikinya.
Lalu bagaimana jika dua orang dari kondisi yang sangat bertolak belakang bertemu? apakah akan ada cinta di antara mereka? atau hanya permusuhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang tahun galaksi
Pulang dari sekolah bintang langsung pulang ke rumah dan mengantarkan galaksi. Setelah mengganti seragam sekolahnya bintang kembali pergi. Tujuannya sekarang adalah rumah bulan.
Ia dan bulan akan pergi mencari perlengkapan untuk ulang tahun galaksi.
Di depan rumah bulan, ia langsung menghentikan motornya. Namun, matanya terpaku pada motor yang terparkir di depan rumah.
"Ini motor siapa? Kenapa gw ngerasa familiar sama motornya" gumam bintang.
Ia kemudian mengetuk pintu rumah. Tak lama bulan keluar.
"Ayo! Gw udah siap" ujar bulan.
"Ah iya, bulan gw boleh nanya sesuatu?" Tanya bintang.
"Iya boleh, apa?"
"Motor itu, motor siapa?" Tunjuk bintang pada motor yang terparkir di depan rumah.
"Oh motor itu, itu motor sepupu gw"
"Motor sepupu Lo?"
"Iya, kenapa?"
"Ah gak papa, gw penasaran aja"
"Hm" ujar bulan manggut-manggut.
"Tan, aku pergi dulu ya" pamit Gerald sembari berjalan keluar.
"Iya hati-hati" sahut bunda.
"Ah ini dia sepupu gw, namanya Gerald. Gerald kenalin ini bintang teman sekolah gw!" Ujar bulan mengenalkan keduanya.
"Jadi Lo sepupunya bulan?" Ujar bintang tidak percaya.
"Ya, tapi muka Lo santai aja gak usah berlebihan gitu" kekeh Gerald.
"Dosa apa bulan sampai punya sepupu modelan kayak Lo gini" ujar bintang tak habis fikir.
"Lo salah, justru bulan beruntung punya sepupu sebaik gw"
"Kepedean Lo!"
"Tunggu-tunggu! Jadi kalian udah saling kenal? Kalian temenan?" Tanya bulan.
"Lebih tepatnya musuh bebuyutan!" Balas Gerald.
"Mu_musuh?"
"Iya"
"Ta_tapi kenapa?" Tanya bulan.
"Tanya aja sama sepupu Lo itu?" Ujar bintang.
"Dia kalah ganteng sama gw, makanya pacarnya lebih milih gw ketimbang dia" ledek Gerald.
"Sembarangan Lo kalau ngomong!" Sentak bintang.
"Emang bener kan?"
"Maksudnya Aurora?" Terka bulan.
"Tepat banget. Ya udah gw ada urusan gw pergi duluan. Dan Lo jagain sepupu gw baik-baik! Kalau sampai lecet abis Lo sama gw!" Ancam gerald.
"Gak Lo suruh pun gw pasti jagain bulan!"
Setelahnya Gerald pergi meninggalkan bintang dan bulan di sana.
"Oh jadi sampai sekarang Lo masih belum bisa move on dari Aurora?" Ujar bulan tiba-tiba.
"Loh kok jadi Aurora sih?"
"Gw salah ngomong? Gak kan?" Ketus bulan.
"Lan, ayolah. Aurora udah gak penting buat gw! Yang ada di hati gw saat ini cuma Lo doang!"
"Basi banget gombalan Lo!"
"Gw gak lagi gombal!"
"Jadi pergi gak nih?"
"I_iya jadi" balas bintang.
***
Keesokkan harinya, bintang bangun lebih awal. Hari ini ia harus mempersiapkan semuanya untuk acara ulang tahun galaksi.
Setelah memakai seragam sekolahnya. Bintang langsung menghampiri orang tuanya di meja makan. Beruntung tidak ada galaksi, jadi ia bisa ngobrol leluasa dengan orang tuanya.
"Ma, pa, nanti pulang sekolah teman-teman aku bakalan datang! Mereka bakalan siapin acaranya. Selama itu aku akan ajak galaksi keluar buat belajar bawa motor. Nanti mama sama papa bantu mereka buat siapin semuanya ya!" Pinta bintang.
"Tenang aja, mama sama papa pasti bantu" balas papa.
"Iya, papa benar"
"Ada apa nih? Serius banget keliatannya?" Ujar galaksi yang baru saja datang.
"Ah gak, ini kakak kamu katanya mau ngajak pacarnya kesini!" Alibi papa.
"Kak bulan mau kesini? Kapan?" Tanya galaksi terlihat sangat antusias.
"Kamu kenal?" Tanya mama penasaran.
"Iya ma, dulu aku pernah di ajak kak bintang ke rumahnya. Orangnya cantik dan baik banget ma" ujar galaksi.
"Oh ya? Mama jadi gak sabar buat ketemu sama pacar kamu bin"
"Apaan sih Lo! Belum jadi pacar aku ma!" Balas bintang.
"Oh belum, berarti akan jadi pacar dong" ledek papa.
"Doain aja pa" kekeh galaksi.
"Papa kenapa malah ikutan galaksi" sewot bintang, tapi ia tetap tersenyum dengan gurauan orang tuanya.
Di sekolah bintang kembali berunding dengan teman-temannya mengenai persiapan acara ulang tahun galaksi.
"Semuanya udah siap kan?" Tanya bintang.
"Udah dong" balas gevan.
"Kuenya juga udah gw pesen sesuai permintaan Lo!" Ujar bulan.
"Thanks ya semua"
"Santai aja bin, kayak sama siapa aja lo" kekeh gevan merangkul sahabatnya itu.
***
Pulang dari sekolah bintang langsung mengajak galaksi ke sebuah lapangan kosong yang tidak terlalu ramai.
Seperti janjinya pad galaksi, ia akan mengajari galaksi membawa motor disini.
"Lo udah siap?" Tanya bintang.
"Udah kak"
"Sekarang kita mulai, Lo coba hidupkan motor nya!"
Galaksi memutar kunci motor dan menstarternya hingga suara mesin motor berbunyi.
"Bagus, sekarang coba Lo gas pelan-pelan!"
Perlahan galaksi memutar gas motornya. Namun, ia langsung kaget ketika gas motornya langsung tinggi.
"Lo gak papa?" Tanya bintang langsung membantu galaksi.
"Gak papa kak, cuma kaget aja"
"Itu biasa, karna Lo masih belajar. Kita mulai lagi ya!"
"Iya kak"
Galaksi kembali menggas motornya. Kali ia lebih santai dan rileks.
"Aku bisa kak" sorak galaksi ketika ia berhasil, walaupun masih kaku dan belum lancar dalam mengendarai motornya.
"Bagus, itu baru galaksi adik gw" kekeh bintang.
Tak terasa galaksi yang begitu menikmati belajar motor bersama kakaknya. Hingga ia tidak sadar jika hari sudah sore.
"Udah sore, lebih baik kita pulang sekarang!" Ajak bintang.
"Iya kak, mama sama papa pasti udah nungguin kita"
"Hm"
"Pasti semuanya udah siap sekarang" batin bintang.
Sampai di rumah, galaksi tercengang dengan rumahnya yang terlihat gelap.
"Kak, mama sama papa gak di rumah ya?" Tanya galaksi.
"Gw gak tau"
"Kak bintang yang hidupin lampu ya!" Cengir galaksi.
"Bilang aja Lo takut kan?"
"Bukannya takut kak, males aja hidupin lampunya"
"Alasan aja Lo" ledek bintang, sementara galaksi hanya nyengir kuda.
Saat membuka pintu, suara terompet dan balon pecah langsung terdengar. Dan bersamaan dengan itu lampu rumah langsung menyalah.
"Happy birthday to you"
"Happy birthday to you"
"Happy birthday galaksi"
Mama datang dengan kue di tangannya. Galaksi hanya terdiam melihat apa yang ada di depan matanya.
"Selamat ulang tahun galaksi, sehat selalu anak mama" ujar mama.
"Ma, aku kan udah bilang gak mau rayain ulang tahun ku" ujar galaksi.
"Gw yang minta buat ulang tahun Lo di rayain!" Ujar bintang.
"Kak bintang?"
"Iya gw, dan gw gak suka sama penolakan Lo. Itu sama aja Lo gak ngehargain usaha gw!" Ujar bintang.
"Bukan gitu kak, tapi kak bintang tau sendiri kan? Umur aku gak akan lama lagi!"
"Kata siapa? Gw yakin umur Lo gak sesingkat itu. Percaya sama gw!" Ujar bintang.
"Galaksi, lebih baik sekarang Lo tiup lilinnya. Lo gak mau kan kakak Lo kecewa karena Lo gak ngehargain usaha dia" ujar bulan.
Galaksi sedikit melirik kakaknya dan kemudian menatap mamanya yang membawa kue. Ia mengangguk pada galaksi agar galaksi segera meniup lilinnya.
Suara tepuk tangan terdengar sangat meriah ketika galaksi meniup lilinnya.
"Makasih ya semuanya, terutama buat kak bintang, mama dan papa" ujar galaksi.
"Gak usah cengeng!" Sentak bintang yang melihat mata galaksi berkaca-kaca.
"Gak, aku gak cengeng" balas galaksi.
"Kenapa dada aku sakit banget ya!" Batin galaksi memegangi dadanya.
"Kenapa? Dada Lo sakit?" Tanya bintang.
"Gak kak, gak papa kok" balas galaksi.
"Lo yakin?" Sedetik setelah pertanyaan bintang. Galaksi langsung pingsan, untung saja bintang segera menopang tubuhnya.
"Galaksi, Lo kenapa?" Ujar bintang panik.
"Galaksi, bangun nak!" Ujar mama.
"Bawa dia ke dalam, papa telfon dokter dulu!" Pinta papa.
Bintang dan gevan segera membopong galaksi menuju kamarnya.
"Gimana keadaan galaksi dok?" Tanya papa.
"Galaksi tidak boleh terlalu memforsir dirinya, ia harus banyak berisitirahat dan tidak boleh beraktivitas terlalu berat! Kalau itu terus berlanjut, mungkin saja usia galaksi tidak akan sampai satu bulan"
"Ya ampun galaksi" lirih mama.
Semua yang ada di sana menatap iba pada galaksi.
Mampir thor..🙋🙋