Namaku Nurzakina. Aku berasal dari keluarga yg terbilang sederhana. Aku sangat beruntung memiliki seorang Ayah yang sangat menyayangiku. Aku juga memiliki 2 orang sahabat yang baik.
Suatu ketika kejadian tak terduga terjadi. Kehormatanku direnggut oleh orang yang sangat kusayangi. Dialah ayahku sendiri yang tega merenggut kesucianku. Aku sangat hancur, duniaku seakan runtuh.
Sanggupkah Nurza melewati harinya yang menyakitkan setelah mengetahui kebenaran itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zakina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 KEDOK ASLI RISMA TERUNGKAP
"Yes," Ucap Ilham kegirangan tanpa sadar memeluk Nur, "Eee, maaf," Sambungnya melepaskan pelukan.
"Iya enggak apa. Ilham tadi itu aku salah ngomong, maaf ya," Ucap Nurza.
"Benarkah?" Ucap Ilham menatap Nurza dengan penuh selidik.
"I..ya...," Ucap Nurza gugup.
"Nur, jujur saja kamu enggak perlu menutupi perasaanmu lagi hanya demi Risma, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyukai Risma. Dihati dan pikiranku cuman ada kamu," Ucap Ilham.
"Tapi Risma sangat menyukaimu, dia yang lebih pantas bersamamu, Ilham. Dia baik, cantik, dan setia. Dia juga sangat mencintaimu, Ilham," Ucap Nurza.
"Kalau memang dia baik, mana mungkin dia menyuruhmu berjanji untuk menjahuiku hanya karena keegoisannya. Kamu bilang cantik, percuma dia cantik jika hatinya busuk. Dan satu lagi, itu bukan cinta melainkan Obsesi. Kalau dia beneran cinta sama aku, seharusnya dia membiarkan aku bahagia bersamamu, bukan malah menjauhkanmu dariku," Ucap Ilham.
"Bagaimana pun Risma tetap sahabatku, aku enggak mau menyakiti perasaannya. Aku enggak mau jika sampai hubungan persahabatan kami hancur gara-gara masalah percintaan. Aku juga enggak mau sampai dia membenciku, apalagi sampai memusuhiku," Ucap Nurza.
"Lalu perasaanmu sendiri? Kenapa kamu selalu memikirkan perasaan dia, apa perasaan aku tak ada artinya buat kamu? Dia bukan teman yang baik, Nurza. Dia selalu membicarakanmu di belakang. Untuk apa kamu memikirkan dia yang tidak tulus berteman denganmu," Ucap Ilham.
"Maafkan aku Ilham, bukannya aku enggak ngerti persaanmu, aku sudah terlanjur janji," Ucap Nurza.
"Nurza, dia itu tidak sebaik dengan apa yang kamu pikirkan. Dia itu Rubah, bermuka dua. Dia selalu membicarakanmu pada orang lain. Sadarlah Nurza, dia itu jahat. Apa kamu tau tadi tanpa sengaja aku mendengar ucapannya saat aku mau menemui temanku. Aku mendengar dia tertawa dan menyebut namamu, dia mengatakan kalau kamu itu cewek lemah dan penakut. Dia juga bilang, kalau dia mau berteman denganmu itu semua demi mendapat nilai bagus, dia hanya memanfaatkanmu saja. Dia juga mengatakan kalau kamu mis...," Ucapan Ilham terpotong.
"Ilham, kamu salah paham. Risma itu gadis baik dan tulus, enggak mungkin dia tega membicarakan aku dibelakang. Aku tau kalau dia selalu menyontek tugasku, tapi itu semua karena dia emang enggak tau cara mengerjakannya. Aku memberikan jawabanku padanya itu semua karena aku merasa kasihan liat dia. Mungkin benar yang kamu bilang kalau dia hanya memanfaatkanku saja, namun bagi aku itu semua merupakan salah satu dari bentuk persahabatan," Ucap Nurza.
"Apa kamu tidak percaya padaku? Apa kamu lebih percaya padanya?" Tanya Ilham.
"Bukan begitu Ilham, aku..," Ucapan Nurza terpotong.
"Aku punya bukti jika apa yang aku katakan, semuanya benar," Ucap Ilham sembari memperlihatkan Video.
...VIDEO DIPUTAR...
"Kalian tau kalau aku berteman dengan Nurza itu semua agar aku ingin mendapat nilai bagus. Aku cuman manfaatin dia doang. Aku sebenarnya enggan berteman dengannya, Nurza itu cewek miskin dan suka makan gratisan. Kayak pengemis yang suka minta-minta. Kadang aku merasa jijik melihat wajahnya, Nurza itu orangnya jorok, makan selalu belepotan. Ih pokoknya kalau di liat pasti kalian jadi ilvil. Aku nggak mengerti, kenapa semua cowok pada suka sama Nurza, dibilang cantik enggak juga, dibilang kaya juga kagak. Terus apa sih kelebihan Nurza itu, cantikkan juga aku. Bahkan aku juga kaya, tapi tetap saja Nurza yang selalu jadi pusat perhatian semua cowok, termasuk Ilham Pria idaman yang selalu jadi incaranku selama ini," Ucap Risma.
"Terus Kamu mengalah begitu saja sama Nurza, cewek yang katamu sok baik itu?" Ucap teman baru Risma.
"Ya kagak lah, enggak mungkin aku nyerah gitu saja. Kalian tau, dia tidak akan berani mendekati Ilham-ku lagi," Ucap Risma.
"Kenapa bisa?" Ucap salah satu temannya.
"Ya bisalah, orang aku sudah membuatnya berjanji, hahaha. Dia itu cewek yang paling bodoh yang pernah aku temui. Aku nangis atau marah sedikit saja dia langsung minta maaf dan mau menuruti semua keinginanku. Dan betapa bodohnya dia mau menuruti semua ucapanku, termasuk menjauhi Ilham, hahaha," Ucap Risma.
"Apa dia tau kalau kamu berpura-pura baik padanya selama ini?" Ucap Temannya.
"Mana dia tau. Orang dia itu cewek bego, mau saja aku kibulin, haha," Ucap Risma.
"Risma, kenalin aku sama dia yah. Aku juga mau berteman dengannya, siapa tau aja dia bisa mengerjakan semua tugasku," Ucap teman yang lain.
"Aku juga mau berteman sama dia, supaya aku enggak repot lagi. Aku mau menyuruh dia membawa cemilanku atau mie kekelas kita, hahaha," Ucap Temannya tertawa.
"Tenang, aku pasti kenalkan kalian padanya, dia pasti mau disuruh-suruh sama aku, hahaha," Ucap Risma.
...VIDEO BERAKHIR...
Nurza sangat terkejut sembari menutup mulut dengan telapak tangan.
'Aku enggak nyangka, orang yang selama ini aku sayang dan sudah aku anggap kayak saudara, tega mengataiku didepan teman barunya. Aku baru tau ternyata kamu itu jahat, Risma. Apa salahku padamu Risma, kenapa kamu mengatakan hal itu pada mereka. Aku bahkan tidak pernah meminta ditraktir, kamu sendiri yang mau mentraktir aku. Aku mau makan gratisan darimu itu semua demi dirimu, aku enggak mau kamu sedih jika aku menolaknya. Emang iya aku senang ditraktir, semua orang juga pasti senang jika ditraktir. Aku emang miskin tapi aku enggak pernah mengemis apapun darimu, aku kecewa padamu Risma,' Batin Nurza sedih.
"Nurza, Nurza, Nurza," Ucap Ilham menyadarkan.
"Eh, iya Ilham, ada apa?" Ucap Nurza.
"Kenapa melamun? Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu sedih melihat video yang aku tunjukan ini. Nurza, maafkan aku, jika kamu sedih liat video ini. Aku tidak punya pilihan selain menunjukkan video ini padamu. Aku tidak mau kamu menjauhiku lagi dan lagi. Sekarang kamu sudah tau sifat asli dia, lebih baik kamu jauh-jauh darinya. Aku tidak mau kamu terus-terusan berteman dengan orang yang bermuka dua kayak dia," Ucap Ilham.
"Ilham, aku kekelas dulu yah," Ucap Nurza bangkit dari batu besar yang Ia dan Ilham duduki sembari melangkah meninggalkan Ilham. Namun saat melangkah, Ilham menahan tangannya.
"Nurza, jangan jauhi aku lagi, berjanjilah," Ucap Ilham.
"Iya. Tolong lepaskan tanganmu, aku mau kekelas," Ucap Nurza.
"Eee, maaf Nurza," Ucap Ilham melepaskan tangan Nurza.
Sesampainya dikelas, Lisa, Indah dan Ilmi langsung bertanya-tanya.
"Nurza,kamu lama sekali. Apa yang kamu lakukan diluar sama Ilham?" Tanya Lisa.
"Kamu dan Ilham pacaran?" Tanya Indah.
"Apa Ilham menembakmu, maksud aku mengajakmu pacaran?" Ucap Ilmi.
"Enggak", Singkat Nurza sembari duduk dibangkunya, lalu mengambil buku ditas dan membacanya.
"Kamu kenapa sih, Nurza. Datang-datang kok diam gini," Ucap Indah.
"Tadi kamu ceria amat sekarang ko murung," Ucap Ilmi.
"Kamu baik-baik saja kan, Nurza?" Ucap Lisa.
"Hm..iya aku baik, kalian tidak perlu khawatir. Dan tolong jangan ganggu aku belajar," Ucap Nurza.
"Belajar apa? Guru aja belum ada yang masuk mengajar?" Ucap Lisa.
"Iya, pembelajaran belum dimulai, kamu malah belajar duluan," Ucap Indah.
"Biarpun guru belum masuk, aku mau belajar. Siapa tau aja kalau nanti Guru datang terus memberi pertanyaan, kan bisa aku jawab," Ucap Nurza.
"Iya juga yah," Ucap Lisa dan Ilmi.
"Sejak kapan kamu punya buku kelas dua belas? aku enggak pernah liat kamu keperpustakaan. Tadi saja kamu keluar bersama Ilham . Dan Guru juga belum membagikan buku kelas 12?" Ucap Indah.
"Aku meminjam buku kakak kelas yang sudah tamat," Ucap Nurza.
"Ooo, buku kakak kelas," Ucap Indah.
"Kakak kelasnya, cowok apa cewek?" Tanya Lisa.
"Cewek, mana berani aku meminjam buku ke kakak kelas cowok," Ucap Nurza.
"Yah, aku kira cowok," Ucap Lisa.
"Kamu mau apa kalau Cowok?...
...☆BERSAMBUNG☆...