Indonesia
NovelToon NovelToon
Unforgettable Memories

Unforgettable Memories

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dnrfitri_

Bagaimana jadinya jika terdapat sosok pria yang selama ini mencari wanita yang tak terlupakan baginya dan saat menemukannya, Secara paksa, Ia langsung menawari pernikahan. Apabila tidak, ia akan tetap memaksa untuk mengandung anaknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dnrfitri_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UM - Pelajaran Untuk Istri (Part 1)

"Kau boleh kembali..." ucap Darren pada bawahan.

Setelah membungkukkan setengah badannya, Darren kembali masuk ke dalam lift meninggalkan tuannya bersama istrinya.

"Diam lah di sini dan jangan coba melarikan diri." Titah Darren pada istrinya sebelum ia masuk ke kamar mandi.

Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah pria bertubuh tinggi yang hanya mengunakan handuk yang melilit pinggangnya, sehingga memperlihatkan dada bidang dan perut yang tercetak sehingga membuatnya terlihat kekar.

Arabella memalingkan wajahnya. Demi tuhan ia malu karena telah memandangi tubuh seorang pria meskipun itu adalah suaminya.

"Apa yang kau lihat?" Darren malah berjalan menghampiri Arabella yang sudah ketakutan.

"Tidak, maafkan aku." ucapnya.

"Untuk?" tanya Darren.

"Egh tidak. Aku ingin keluar untuk makan. Aku lapar." ucap Arabella karena berada di sini membuatnya serasa akan mati.

"Berhenti mengatakan alasan!! Kau tidak akan pernah aku lepaskan!!" ucap Darren yang terlihat marah.

Arabella menundukkan kepalanya dengan air mata yang mengalir. Ia menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara.

"Jangan menangis!!" teriak Darren.

Hikss

Satu isakan lolos dari mulut Arabella, dan hal itu semakin membuat Darren terbakar amarah.

"Akkk lepaskan..." Arabella terperanjat saat Darren mencekal kedua lengannya dan membuatnya berdiri.

Arabella mendongakkan kepalanya dengan mata sembab dan air mata yang terus mengalir. Dia menatap Darren memohon. Namun, rasa takut semakin ia rasakan saat melihat wajah suaminya yang terlihat sangat marah.

Wajah datar dengan tatapan mata menusuk semakin membuatnya ketakutan

"Aku bilang berhenti menangis!" ucap Darren lagi dengan Deep voice nya.

Arabella kembali mengigit bibirnya. Seringai keluar dari wajah Darren di depannya yang membuatnya semakin ketakutan.

Dengan gerakan cepat tubuhnya sudah terlempar di atas ranjang dan Darren sudah berada di atasnya dengan senyuman menyeramkan.

"Apa yang kau lakukan!!" teriak Arabella ketakutan.

"Menurut mu..." jawab Darren dengan smirk di wajahnya.

"Lepaskan!!" teriak Arabella sambil memberontak, namun kekuatan tidak ada apa-apanya dari kekuatan Darren yang mengukungnya.

Darren tidak menggubris teriakan Arabella dan malah semakin melancarkan aksinya.

"Jangan!! Berhenti lakukan itu!!" Arabella terus berteriak sambil berusaha terlepas dari kukungan Darren.

Darren menahan kedua tangannya di atas kepalanya dengan mengunakan satu tangan dan tangan lainnya berada di pipinya.

Darren mendekatkan kepada ke telinga Arabella dan hal itu semakin membuat Arabella menangis ketakutan.

"Kita akan bersenang-senang." ucap Darren menggunakan deep voice nya yang membuat Arabella merinding sekaligus ketakutan.

Karena kekayaan dan wajah tampannya tak ayal banyak wanita yang mengejar-ngejar sosok seorang Darren. Darren yang benci akan wanita murahan tak segan-segan menjualnya setelah di iming-imingi bermain dengannya, yang lebih parah lagi bahkan Darren dengan mudah membunuh wanita yang menggangunya.

Arabella adalah wanita pertama yang tidak langsung mati atau pun ia jual, Arabella adalah wanita pertama yang ia mintai untuk menjadi miliknya. Arabella sendiri tidak mengerti alasan apa yang membuatnya dimiliki Darren. Darren hanya selalu meminta dirinya menikah dan melahirkan anak untuknya. Selebihnya kenapa dia dijadikan obsesi oleh CEO ternama masih teka-teki hingga sekarang.

"Sebelum kita bersenang-senang, aku pikir selama ini kau tidak pernah mengetahui namaku karena kau terus menerus memanggil ku dengan sebutan Tuan. Kau adalah istriku, bukan bawahan ku sampai memanggil dengan embelan itu. Makanya Aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu."

"Namaku Darren Anderson Collins. Desah kan namaku dengan merdu..." bisik Darren tepat di samping telinga Arabella yang semakin membuat Arabella ketakutan.

Sebisa mungkin Arabella terus memberontak agar terlepas dari kukungan Darren yang memiliki tubuh yang begitu kekar.

"LEPASKAN!! DASAR PRIA BAJINGAN!!" teriak Arabella dengan mata melotot meskipun masih mengeluarkan air mata.

"Berani sekali kau mengumpati ku!!" ujar Darren dingin dan tajam.

"Aku tidak peduli!!! Aku ingin pergi! Lepaskan aku!!" Arabella kembali berteriak dengan kekuatan penuh ia terus memberontak, namun tidak membuat Darren bergeser sedikit pun.

Seringai muncul di wajah Darren di sertai tatapan lapar yang semakin membuat Arabella ketakutan.

"Aku tidak ingin melakukan ini..." batin Arabella

"TOLONG!! SIAPAPUN TOLONG AKU!!!"

"DASAR PRIA BRENGSEK LEPASKAN AKU!!" Arabella kembali mengumpat di depan wajah Darren yang terlihat menahan emosi.

"Kau pikir seseorang bisa mendengar mu? Kita adalah suami istri, orang yang ada di mansion ini akan berpikir seribu kali mendengar teriakan mu. Mereka lebih tahu apa yang dilakukan kita berdua." Arabella meneguk salivanya susah payah.

"Apakah ini adalah akhir hidup ku?" batinnya lagi semakin ketakutan.

Melihat Arabella yang berhenti memberontak Darren langsung mendekatkan wajahnya semakin dekat pada Arabella, dengan cepat Arabella memalingkan wajahnya, air matanya semakin deras bahkan suaranya pun sudah hilang karena terus berteriak.

Emosi Darren memuncak, dengan cepat tangan bebasnya mencengkeram erat rahang Arabella dan membuat Arabella menatapnya.

"Sstt..." desis Arabella karena merasakan rahangnya semakin sakit.

Tanpa menunda lagi Darren mencium bibir seksi Arabella dengan brutal tanpa membiarkan Arabella bernafas.

"****!! Apa yang kau lakukan!! Aku tidak ingin melakukannya." Dengan sengaja Arabella mengigit bibir Darren karena dia kehabisan nafas.

"DASAR PRIA BEJAT!! B!ADAB!! BRENGSEK!!" Dengan amarahnya Arabella bertubi-tubi mengumpati Darren.

Tentu saja hal itu semakin memancing singa lapar, Darren mengeraskan rahangnya sehingga giginya bergemletuk dengan gerakan cepat Darren merobek baju yang Arabella pakai sehingga terpampang lah dua gundukan besar.

"BRENGSEK APA YANG KAU LAKUKAN!!" teriak Arabella.

"Sttt... gunakan bibir seksi mu untuk mendesahkan nama ku." Darren menempelkan jari telunjuk nya pada bibir Arabella.

Di tatapnya tubuh Arabella penuh nafsu. Tubuh Arabella bergetar ketakutan, memberontak pun tidak berarti apapun.

"LEPASKAN AKU!! APA YANG INGIN KAU LAKUKAN!! BERHENTI!!!" Arabella semakin ketakutan saat Darren mulai mendekatkan wajahnya.

"Diam atau aku akan bermain kasar."

Arabella kembali menangis histeris sambil berteriak meminta pertolongan, namun tidak ada satupun orang yang mendengarnya.

"Lepaskan akuuu..." suara Arabella melemah tenaganya sudah terkuras habis.

"Setelah aku menikmati tubuh seksi mu." ucap Darren.

Darren kembali mencium bibir yang membuatnya candu. Sangat brutal, tangannya yang bebas berusaha melepaskan rok yang masih di pakai oleh Arabella.

Arabella terus saja memberontak meskipun tenaganya sudah hampir habis, namun apa yang bisa ia lakukan? Pada akhirnya hanyalah sia-sia karena Darren tidak ingin berhenti.

Lima belas menit Darren asik dengan bibir Arabella kini turun ke leher jenjang milik Arabella yang sangat putih.

Arabella masih meraup oksigen dengan brutal karena ciuman yang membuatnya tidak bisa bernafas, dadanya naik turun dan hal itu semakin membuat libido Darren naik.

Ujung bibirnya tertarik melihat wajah Arabella yang sudah terlihat kacau, bibir bengkak rambut acak-acakan dan jangan lupakan lehernya yang penuh oleh tanda merah.

"Kau sangat menggoda..." ucap Darren dengan suara rendah.

"Lebih baik kau membunuh ku." ucap Arabella putus asa.

Tatapan penuh akan keputusasaan, memohon untuk di lepaskan pun ia rasa tidak berguna.

"Tidak semudah itu." ucap Darren.

Darren kembali kepada aksinya untuk menggagahi tubuh wanita di bawahnya.

Tangan Arabella sudah terlepas dan tidak ada berontakkan lagi dari Arabella, karena tenaganya sudah benar-benar habis.

Arabella hanya bisa pasrah dengan tatapan lurus ke atas saat Darren menciumi seluruh tubuhnya dengan nafsu.

Darren turun ke bawah dan melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuh Arabella, senyuman kembali terukir di wajah Darren bak singa yang sedang menangkap mangsanya.

"Kau sangat seksi." ucap Darren.

"Kumohon lepaskan aku." ucap Arabella sangat lirih.

"Tidak akan."

"APA YANG KAU LAKUKAN!!!" emosi Arabella kembali tersulut,

Dengan cepat Arabella menghindar dari Darren. Namun, sebelum ia bisa pergi Darren sudah lebih dulu menarik tubuhnya sehingga kembali terbaring di atas ranjang.

"LEPASKAN AKU BAJ!NGAN!!"

"Ternyata kau masih memiliki tenaga, lebih baik sisa tenaga mu kau gunakan untuk memuaskan ku."

Darren kembali mengukung Arabella dan kembali menciumnya dengan brutal.

Darren melepaskan handuk yang masih melilit pinggangnya dan memperlihatkan miliknya yang sudah berdiri.

Darren melepaskan ciumannya dan menatap Arabella penuh nafsu.

Arabella melirik ke bawah dan matanya melebar saat melihat milik Darren yang membuatnya bergidik ngeri meskipun bukan pertama kalinya.

"Bagaimana? Kau tidak sabar?" ucap Darren dengan cengiran menyeramkan. "Sudah lama kita tidak melakukan ini. Aku menahannya karena tahu anak kita pasti akan terganggu. Tapi dia lebih tahu sifat ayahnya, dan memilih untuk pergi. Dia tahu bahwa ayahnya tidak bisa menahan terlalu lama dan sekarang kau harus mengandung anakku lagi."

"Tuan, ku mohon lepaskan aku. Aku tidak ingin." ucap Arabella dengan sendu sambil menyatukan kedua tangannya memohon.

"Sttt... kau adalah wanita hebat yang bisa merasakan kenikmatan dariku. Aku memintamu langsung untukku. Tidak seperti wanita lain yang menjajakan tubuhnya untuk menarik perhatian ku." ucap Darren.

Darren menatap mata Arabella yang terlihat sangat menyedihkan dan sirat akan permohonan. Namun, hal itu tidak meruntuhkan niat Darren.

Tidak ada kata melepaskan dalam kamusnya sebelum memberi pelajaran pada seseorang yang sudah berani mengusiknya.

Arabella terus memohon sampai tidak sadar sesuatu menerobos masuk ke dalam miliknya.

"AKKK SAKITT!!"

1
Hernandi Siti
knpa gk di update sekalian sih aku tagantung bacanya🥲
Hernandi Siti
sangattttttt seruuuuu
Kartika Putranti
terus semangat buat author nya
Hernandi Siti
ceritanya bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!