Indonesia
NovelToon NovelToon
Siksaan Pernikahan Karuna

Siksaan Pernikahan Karuna

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Angst / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:132.5k
Nilai: 5
Nama Author: Candradimuka

"Aku akan membuatmu merasakan neraka di hidupmu!"

Demi membalas kematian adiknya, Dayan menikahi Runa, mantan kekasih Zion yang dianggap menjadi penyebab kematian sang adik. Dayan bersumpah pada dirinya sendiri untuk memberi penderitaan dan mimpi buruk pada Runa, dengan kekerasan fisik, mental, dan siksaan bertubi-tubi. Bagaimana Runa bisa terbebas dari pernikahan neraka itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Dayan hendak bicara, bertanya ada apa sampai Aria memakai kursi roda, tapi Runa tak memberinya kesempatan. Yang Runa berikan justru tatapan curiga, tatapan trauma, masa lalu yang berkelebat seolah semua baru terjadi, yang memberitahu Dayan bahwa dua belas tahun bukan berarti membuat dosanya diampuni.

"Aku masih menyimpan salinan perjanjian perpisahan kita," ujar Runa seolah dia benar-benar sangat terancam sekarang.

Padahal Dayan diam.

"Akan kulaporkan ini pada Hestia. Kamu seharusnya tidak menemui Aria. Kamu seharusnya mematuhi kesepakatan dan kamu sengaja melanggarnya. Aku membayar mereka setiap tahun untuk sesuatu seperti ini jadi jangan pikir sekarang aku kalah darimu!"

Dayan tidak berniat begitu.

"Aria hidup sempurna." Runa menggigil ketika ketakutannya terus meningkat. "Aria tidak akan pernah merasakan neraka sepertiku jadi jangan pernah berharap menyentuh anakku! Jangan pernah, monster!"

Dayan tak sanggup menatapnya. "Aku tidak sengaja."

"Berhenti berbohong!"

"Aku bahkan tidak tahu kamu membuka kafe untuk Aria, Runa—"

"Jangan menyebut nama anakku seenaknya!"

Dayan terbelalak melihat Runa sesak napas. Tapi saat tangannya terulur membantu, Runa menepis itu sangat keras. Menutup wajahnya sendiri dengan tangan yang menggigil ketakutan.

"Menjauh dari putriku," racau dia tanpa kendali. "Menjauh darinya! Jangan berani menyakitinya! Akan kubunuh kamu jika berani! Aku tidak takut!"

"Runa, hentikan. Aria—putrimu akan tahu kalau keributan di sini menarik perhatian."

Perkataan Dayan setidaknya membuat Runa sadar. Walau tangannya masih menggigil, Runa menatap sekeliling. Beberapa orang mulai melihat dan nampaknya siap menolong kalau-kalau Runa pingsan di sana. Di mata mereka mungkin terlihat ini penindasan atau kekerasan.

Runa tidak bisa membiarkan Aria melihat sisi semacam ini.

"Pergi dari sini," ucap Runa setelah berhasil mengendalikan diri. "Jangan pernah menemui Aria lagi. Dan aku tidak bercand. Kamu melanggar perjanjian dengan menemui Aria jadi jangan pikir aku tidak akan menuntut."

Setelah mengatakan itu Runa bergegas pergi, benar-benar tak memberi Dayan kesempatan untuk bicara satu hal. Bertanya ada apa pun tak bisa.

Tapi Dayan merasa pantas saat melihat Runa begitu takut.

Dua belas tahun tidak cukup menghapus status monster Dayan di benak Runa.

*

Runa merasa kegelisahan menelannya tanpa ampun. Bahkan sekalipun ia sudah mengusir Dayan dan berkata akan melaporkannya karena berani menemui Aria, tapi Runa masih takut.

Runa masih merasa tidak aman. Ia merasa harus melakukan sesuatu untuk memastikan Aria tidak bertemu pria itu lagi.

Aria sangat pintar tapi dia juga masihlah polos. Dia bisa saja termakan pada kebaikan busuk Dayan. Dia bisa saja termakan pada perasaannya yang berkata Dayan baik, dia Papa, lalu akhirnya merasakan semua pedih itu.

Percayalah, otak yang terlanjur dirusak oleh kekerasan tidak akan sembuh seperti kulit yang terbakar lalu pelan-pelan pulih. Luka itu hanya akan terus seperti awalnya sampai kapan pun. Runa tidak mau anaknya merasakan ini.

"Mami, di mana Paman Dian?"

Runa tersenyum sambil diam-diam mengepal tangannya. "Dia bilang akan mencari di tempat lain. Lalu, ternyata putrinya sudah berusia 25 tahun jadi sepertinya kamu tidak bisa berteman. Maaf, Aria."

Gadis kecil itu tampak kecewa tapi mengangguk. "Jadi begitu. Sayang sekali."

"Kamu sudah menemukan semua bukunya?"

"Masih ada sedikit. Mami tidak ingin mencari juga? Mami bilang ingin membaca buku juga kemarin."

Runa tertawa canggung. "Ya, Mami juga—"

Kaki Runa yang lemas ternyata tidak bisa singkron dengan sikap pura-pura santainya. Wanita yang tadi baik-baik saja itu mendadak tersandung dan nyaris saja tersungkur jika pelayan toko tak buru-buru menangkapnya.

"Nyonya, Anda baik-baik saja?" tanya wanita itu cemas. "Haruskah kami menghubungi ambulans?"

Runa tahu bahwa ia sekarang terlalu panik dan kalau dirinya terlalu panik, Runa bahkan lupa cara membuat kopi.

"Tidak. Tidak perlu," tolak Runa halus. "Saya hanya lupa sarapan."

"Kalau begitu saya akan membantu Anda ke ruang istirahat dulu, Nyonya." Toko mereka memang sangat menjamu pelanggan karena itulah mereka tak mau membiarkan seseorang yang sakit keluar begitu saja.

Runa menerima kebaikan mereka sebab ia juga langganan toko ini. Menerima jamuan berupa sandwich dan jus segar.

Diam-diam Aria memerhatikan Runa. Gadis itu tahu bahwa Runa sudah sarapan dan Runa bahkan jarang sarapan. Waktu makan Runa itu siang hari jadi agak tidak normal ibunya bereaksi begitu cuma karena lupa sarapan.

Mami begini setelah bertemu Paman itu, pikir Aria mau tak mau. Wajah Mami juga pucat. Dan kalau dipikir lagi, tadi Mami bertingkah aneh. Mami bilang kita tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis bahkan jika kita teman, tapi Mami menyentuh tangan Paman itu tanpa izin.

Otak cerdas Aria menemukan kontradiksi. Dan selalu dalam kontradiksi ada penjelasan panjang.

Siapa sebenarnya Paman itu? Jangan-jangan dia dan Runa saling mengenal?

"Mami."

Runa menoleh. "Hm?"

Pertanyaan Aria tertahan di tenggorokan. Ia takut jika bertanya itu akan mengganggu. Mami bukanlah wanita yang menakutkan tapi ada misteri dalam dirinya yang bahkan Aria merasa tidak memahaminya.

"Tidak." Aria menepuk-nepuk lembut punggung tangan Runa. "Jaga kesehatan Mami."

*

Begitu pulang ke Indonesia malamnya, Runa memastikan Aria beristirahat sebelum ia pergi menemui Jenar. Jika tak mengambil langkah besar dalam hal ini Runa mungkin tak akan bisa tidur.

"Aku mau membeli tentara."

Jenar yang mendengar perkataan kakak ipar sepupunya itu seketika melotot. "Kakak barusan bilang apa?"

"Aku mau membeli tentara," ulang Runa tegas. "Tentara yang memastikan Dayan tidak mendekati Aria lagi."

Jenar tertegun. "Kenapa Kakak—"

"Aku bertemu badjingan itu di Singapur. Jadi kamu tahu dia menemui Aria?"

"Kak Dayan bilang tidak sengaja—"

"DUA KALI PERTEMUAN TIDAK SENGAJA ITU SENGAJA!" bentak Runa. Walau sesaat kemudian dia menutup wajahnya sendiri, sadar kalau dia bertingkah sangat menyebalkan pada orang yang salah.

"Maaf, Jenar. Maaf. Aku benar-benar panik."

"Kak Runa." Jenar datang mendekat, menyentuh punggung wanita itu untuk menyadari betapa gemetaran dia. "Baiklah, apa pun untuk ketenangan Kakak. Jika Kakak butuh tentara maka aku akan menghubungi organisasi bayaran yang akan melindungi Aria."

Runa mengangguk. "Pastikan organisasi itu bersih dari Dayan. Kalau bisa dia tidak mungkin lagi melihat Aria."

Jenar mengangguk setuju, tapi diam-diam setelah Runa pergi, Jenar menghubungi Dayan.

"Kak Runa ingin menyewa tentara untuk memastikan Kakak tidak mendekati Ariana."

Jenar bukan mau mengkhianati Runa. Sama sekali bukan. Tapi Jenar sudah memastikan bahwa Dayan tidak akan melukai Aria seperti ketakutan Runa.

Mereka tidak bisa memaksa Runa berhenti trauma karena dia mengalami hal yang benar-benar buruk di tangan Dayan, tapi setidaknya Jenar tahu Dayan tidak buruk untuk anaknya. Karena itulah Jenar ingin sedikit, walau hanya sedikit, memberi akses bagi Dayan pada anaknya.

"Tidak masalah," jawab Dayan setelah terdiam. Suaranya terdengar sangat lesu. "Bicaralah pada pemimpin Higanbana. Koneksiku dengan mereka tidak transparan jadi Runa tidak akan tahu."

"Kakak tidak mau mencoba lagi? Cobalah minta maaf berulang kali sampai Kak Runa mengerti. Dia sebenarnya pemaaf."

Dayan hanya diam dan sepertinya belum sanggup bicara apa pun mengenai maaf.

*

1
Y. Kasanova
Lebih baik, tangan nya aja di potong klo kaya gini.
Y. Kasanova
Psikopat
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
anak yg baik
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ceritanya menarik 🥰
Yuli Ani
kok tamat
dewi: terimakasih semagat d sehat selalu thoor
total 6 replies
dewi
semagat d lanjut thoor
dewi: oh gt thoor ok deh ....sehat selalu y thoor
total 2 replies
dewi
berjuang lah dayan dengan d dampingin aria utk bisa mengembalikan runa seperti manusia biasa d menghilangkan traumanya
Erni Nofiyanti
semangat terus kk
dewi
semoga liburan kalian indah d bisa mengobatin atau menghilangkan trauma runa sedikit demi sedikit dan mejalin kedekatan lg antara dayan d runa
dewi
semoga kebahagian segerah menyapa kalian runa dayan d aria 😁😘😘😘
Erni Nofiyanti
semangat KK
dewi
ayo runa coba lah utk percaya d memberikesempatan kedua utk dayan agar kalian sm2 bisa bahagia dan saling melengkapin
dewi
ayo runa cobalah utk bisa percaya dgn org2 dr masa lalu mu yg ingin memrubah semua duka mu menjadi kebahagian dan buang lah jauh2 rasa takut mu runa utk menjemput kebahagian mu d runa serta dayan klu memungkin kan
Yuli Ani
tolong maafkan dayan runa 🥺🥺
dewi
bagus dayan berani berbuat hrs berani bertanggung jawab utk memperbaikin atau menyelesaikan nya agar tak ada lg yg merasa d sakitin atau kecewa yg ada hanya kebahagian utk aria dan mungkin runa d dirimu
dewi
maaf aq tdk setuju dengan mu runa emang benar apa yg d lakukan oleh dayan sangat kejam pada mu dulu tp setidaknya dia sekarang berusah utk berubah d memperbaikin dirinya demi bisa mendapatkan maaf yg sesungguhnya dr mu serta memberikan kebahagian yg hakiki bagi anaknya jgn egois runa biar aria mengenal ayahnya d menilai sdri seperti apa ayah nya walaupun dia blg dia tdk peduli lg sama papa nya biar mami bahagia tp percaya d yakin lah d sudut hatinya berkata lain d selalu merindukan kehadiran ayah nya 🥲🥲🥲
dewi
ayolah runa jagan terlalu egois krn it sm saja seperti dayan yg tdk mau mendengar d melihat apa sebenar nya yg terjadi saat kecelakaan adek nya dia hanya menyalkan dirimu sebagai pelampiasan nya yg tak bisa menjaga adek nya dgn baik dan skrg di saat dirinya sadar apa yg dia perbuat sm runa itu salah dia hrs menangung kesalahan itu dgn kehilangan dirimu d anak nya ,tapi saat ini ckp sdh kalian mengakhirin gensi egois atau apa lah nama nya coba berdamai bicara dr hati ke hati d saling memaaffkan tentang masa lalu yg buruk demi kebahagian anak kalian berdua yg sebenarnya ingin hdp dgn kedua org tuanya krn sesunguhnya manusia adalah tempat salah d dosa
Take
Gara2 zion
dewi
sepertinya usul jenar ada benarnya dayan coba lah utk meminta maaf lagi dan lagi sampai runa pelan2 yakin klu dirimu sdh berubah tdk ada niat utk menyakitin aria ataupun mengambil nya dr runa ....tp hanya berharap dkt dgn aria sebagai seorang ayah dan berharap runa bisa sembuh d keluar dr traumanya
dewi
walau sakit dgn apa yg d lakukan dayan pada runa selama pernikahan mereka tapi tdk ada salah nya memberikan kesempatan pada dayan utk membuktikan dia telah jauh berubah d menembus segalah kesalahan nya d masa lalu mami runa bagai mana pun aria wajib tau siapa ayah kandungnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!