Karya pertama ku, si pemula yang masih mendalami peran penulis novel. Jika berkenan silahkan di beri kritik dan sarannya.
terimakasih 🙏🙏🙏
menceritakan seorang janda muda berusia 18 tahun yang datang ke sebuah pernikahan lalu jatuh hati dengan sang mempelai pria.
Mau jadi pelakor? tentu saja tidak itu bukanlah gayanya.
Demi melupakan kekagumannya yang menurutnya hanya sesat itu, dia lebih fokus pada tujuan yang dari awal menjadi janji serta impiannya yang selalu di ceritakan pada alam. ayahnya.
Mungkinkah dia berhasil meraih mimpinya?.
Apakah dia akan tetap menjadi pelakor walau bukan gayanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RH'S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 TAHUN BARU
Aku sudah datang di rumah Becca karena dia sungguh tidak bisa membuatku tertidur padahal aku sudah Insomnia, saat aku tertidur di siang hari malah dia selalu mengusikku dengan melakukan panggilan yang selalu mengingatkan agar aku datang kerumahnya. Mungkin ini terakhir dia menjalankan tahun baru bersama, eh tapi bukankah jika tahun baru semua pada pulang kerumah atau berkumpul ya? walaupun tahun depan saat sudah wisuda dan menjalankan kuliah di Luar Negeri bisa pulang kan?.
“ Lo lama banget sih Ci, sudah sampai kenapa tidak segera masuk sih malah melamun disini?” kesal Becca saat membuka pintu melihatku berdiri mematung di depan pintunya.
“ ck, lagian juga tahun barunya nanti malam Becca ngapain buru – buru?”
Dia tidak menjawabku dan segera menarikku masuk, ternyata disana sudah ada keluarga Tante Erin, aku segera bersalaman pada orang tua kecuali Ronald. Dia sudah tua tapi dia masih tidak bisa diciumtanganya karena bukan mahram kan? aku cukup heran sejak kapan dia menyukaiku? apa yang disukai dariku? Emang ada ya? cantik? Tentu lebih cantik Becca bukan? Pintar? Bukankah dia sudah pintar? Lalu apa?
“ ck akhir – akhir ini lo kebanyakan bengong deh Ci, tante Erin tanya tuh” ucap Becca sambil sedikit menggoyangkan tubuhku
“ya tante ada apa?”
“ kamu kenapa? Apa yang kamu pikirkan? Apa ada masalah?” tanya Tante Erin yang khawatir dan semua orang juga melihat kearahku.
“ ah tidak tante, masalah pekerjaan saja” dalihku
“ apa Kak Rangga menyusahkan Lo?” tanya Becca, ya dia seperti biasa selalu menanyakan itu jika aku banyak pikiran mengenai pekerjaan, memang Rangga selalu meminta dan menuntutku agar perusahaan berkembangkan?. Mungkin dia khawatir karena aku tidak memiliki latar belakang tentang bisnis
“ tidak,tante Nia mana?” tanyaku berusaha mengalihkan pertanyaan
“ mama membeli bahan untuk nanti malam bersama ayah” jawab Becca
*
*
*
*
Hari sudah malam semua sudah siap dihalaman belakang rumah Becca, setelah isya tadi mereka sudah menyiapkanya, katanya mau acara panggang memanggang seperti di drama dan film – film itulah yang dikatakan Becca tadi siang. Semua sudah sibuk berkumpul dan berbincang, mama dan ayah Becca serta tante Erin berkumpul membentuk kelompok sendiri. Sedangkan Becca dan Rendy memanggang lalu Kelvin dan kedua orang tuanya bermain di karpet yang digelar membentang.
Aku masih berdiri memperhatikan mereka kurang satu orang yaitu Ronald, kemana dia? ah mungkin dia keluar ada temannya di daerah sini. Kutebak Rangga keluar negeri ingin merayakan tahun baru dengan kak Kayla, karen kak Kayla tidak pulang. Aku heran bukankah kuliahnya sudah selesai kenapa tidak bekerja diperusahaan ayahnya saja malah memilih bekerja di Luar Negeri.
“ kau tidak memiliki pasangan sendiri?” Tanya seseorang yang sudah berdiri di belakangku, astaga dia mengagetkanku saja seperti hantu
“ lalu kamu? Mana pasanganmu?” tanyaku sambil celingukan mencari seseorang
“ pertimbangkanlah pertanyaanku 2 bulan lalu, maka kau akan jadi pasanganku untuk malam ini” hah? Dia masih belum menyerah
“ sebenarnya apa yang membuatmu menyukaiku, dan mungkin kamu hanya sekedar menyukai tidak dengan mencintai?”
“ aku tidak tahu”
“ apa kau mengagumiku saat aku datang kerumahmu yang selalu memasakkan makanan dan mencuci piring?, atau aku yang selalu kesusahan dan mendapat bantuan dari tante Erin?, atau aku yang menjadi pelayan di cafemu?”
“ saat aku melihatmu yang tidak putus asa, ceria dan senyummu seakan semua baik-baik saja, padahal kau sangat rapuh dan butuh seseorang” huh pandai sekali dia
“ mungkin kau hanya mengagumiku, aku tidak paham apa itu cinta? lebih baik kamu mencari orang yang tepat” aku hendak meninggalkannya dia sungguh tidak putus asa, kupikir setelah kutolak dia akan berhenti karena aku tahu jika dia dulu tidak hanya memiliki satu wanita, aku sudah menyelidikinya dan bertanya pada beberapa teman dekatnya.
“ apa karena masa lalumu kau tidak percaya cinta? dan tidak ingin memiliki pasangan? mungkin lebih tepatnya takut bukan?” apa? takut? Mana ada aku hanya tidak mau memikirkan hal rumit seperti itu
“ hah? Tidak. Emm mungkin iya, aku tidak tahu jelas yang kutahu aku tidak paham cinta dan aku ingin fokus pada impian ku. Jika aku ingin memiliki pasangan dan sudah paham cinta, aku tidak akan memilihmu karena aku sudah menganggapmu seperti kakak kandungku, tidak mungkinkan kakak dan adik menikah betapa anehnya itu. Dan aku memikirkannya saja sudah tidak mau” jelasku yang mungkin agak membuatnya marah
Aku pergi meninggalkanya, semua orang sudah berkumpul menunggu daging yang dipanggang Becca dan Rendy. Ronald berjalan dibelakangku menuju ke tempat perkumpulan itu. Aku menuju ke tempat pemanggangan selagi Becca berada di perkumpulan itu dan Rendy langsung ikut berkumpul saat aku menggantikannya. Ronald selalu melirikku mungkin jika aku tidak mengatakan seperti itu dia sudah menghampiriku dan membantuku.
“ ada apa dengan kalian” ucap Rendy yang mungkin memperhatikan Ronald yang selalu melirikku
“ tidak ada”
“ lalu kenapa Ronald selalu melirikmu, dengan sifatnya yang seperti biasa seharusnya dia mendatangimu dan membantumu untuk mendekatimu” dia sangat paham sekali sifat kakaknya
“ aku tidak tahu” ucapku yang sudah malas dengan pertanyaanya
“ terserah deh, semoga saja Ronald segera menyerah padamu” sepertinya sudah, kau tenang saja hahahaha
“ hemm” dehemku yang masih malas menjawabnya
Rendy pergi kembali ketempatnya, dia menyukai Becca apakah Becca akan sama sepertiku yang menganggap Rendy seperti kakaknya atau justru berbeda?. Menurut pemahamanku tentang Becca dia mudah sekali menyukai orang dan jatuh hati pada orang, aku juga tidak tahu, ah sudahlah bukan urusanku juga.
Saat aku sibuk memanggang tiba – tiba Hpku bergetar dan panggilan masuk dari Si sexsi, ada apa bukankah ini tahun baru seharusnya dia merayakan bersama Lucas bukan?. Semua berpasangan ditahun baru kenapa dia malahan menghubungiku yang tidak punya pasangan, apa mungkin dia mengira aku punya pasangan dan diajak keluar bersama?.
Aku pergi agak menjauh dari pemanggangan dan menyuruh koki yang disewa ayah Becca untuk melanjutkannya. Sebenarnya aku cukup malas untuk mengangkatnya tapi jika tidak dia bisa marah dan mengomel seharian padaku seperti Becca, aku cukup heran karena saat SMA dia cuek dan agak pendiam.
“ ada apa sih Si”
“ Lo dimana sih kok tidak ada dikontrakan”
“ di rumah Becca, bukannya Lo tahun barunan sama Lucas?”
“ ngapain gue telpon lo kalau gue sama Lucas, dia malah pulang kampung. Kesal gue eh malah lo juga tidak ada padahal kan gue mau ngajak lo keluar”
“ hahaha ckckckc kasihan”
“ dih malah ngeledek lagi”
“ lagian lo sih kayak kagak ada teman lain saja”
“ ada sih, tapi pada punya pasangan tidak seperti lo yang sendirian dan bebas, kupikir bisa keluar dengan Lo karena tahun baru”
“ keluar sendiri lah”
“ kagak ah gue mu tidur dirumah”
“ gue pulang deh kalau begitu”
“ jangan! sudah malam, besok saja lo tebus. Gue heran kenapa lo susah sekali diajak keluar dari saat kita bertemu, sampai sekarang belum pernah jalan bareng loh”
“ lo kan tau gue sibuk”
“ iya deh iya”
Setelah panggilan selesai aku berjalan menuju kumpulan yang anggotanya berkurang sekarang tinggal 3 orang yaitu Becca, Rendy dan Ronald. Ah mungkin para orang tua juga sudah pada mengantuk kokinya juga sudah tidak ada pulang kah? Jam berapa sih kok sudah bubar. Bukankah tahun baru seharusnya menunggu sampai jam 12 malam untuk menghitung pergantian tahun kan?
“ kok sudah pada masuk?” tanyaku pada 3 orang yang tersisa
“ sudah pada mengantuk, lo telpon siapa?” tanya Becca
“ Sexsi, ditinggal pacarnya pulang kampung jadi dia ingin mengajakku keluar tapi malah aku disini. Eh bukannya para orang tua mau ikut menghitung pergantian tahun ya?”jelasku sambil mencomot daging yang ditusuk dan masih hangat
“ telat lo, sudah jam berapa sekarang?” aku segera melihat jam dan ternyata sudah lewat jam 12 bahkan hampir jam 1
“ kenapa tidak pada tidur sih?”
“ ya sudah tidur gih” Rendy menyuruh Becca untuk tidur karena biasanya dia jam 9 sudah tidur
“ ayok Ci, tidur”
“ aku kan tidak bisa tidur dijam begini, kalian saja aku masih mau disini. Tuh mas Ronald juga sudah mengantuk kan?” aku menunjuk Ronald yang hanya diam dengan mata sayunya
“ kenapa?” tanya Ronald
“ sudah biasa” jawabku
Becca masuk bersama Ronald sedangkan aku membersihkan tempat yang sudah digunakan ini dibantu Rendy sepertinya dia juga tidak bisa tidur. Apakah dia sepertiku yang insomnia kelihatanya bukan waktu dirumah tante Erin bulan lalu dia masih tidur dan bangun seperti biasa.
“ kau juga insomnia?” tanyaku padanya
“ aku sudah tidak mengantuk, mungkin nanti jika sudah mengantuk lagi baru tidur” ucapnya padaku sambil membersihkan tikar yang mau kugulung.
“ apa kau menolak Ronald lagi?” tanyanya
“ ya”
“ kenapa?”
“ bukankah itu sudah biasa bagi Ronald, dia tidak hanya memiliki satu wanita bukan?”
“ kau tahu?, tapi denganmu dia berbeda” apanya yang beda
“ aku hanya menganggap dia seperti kakak kandungku jadi akan aneh jika menjalin hubungan lebih, lagipula aku tidak paham apa itu cinta?”
“ bukannya kamu masih terjebak masa lalu” terjebak? sepertinya bukan atau mungkin iya, apa aku takut seperti kisah Widya yang ditinggal kekasihnya saat hamil? atau takut akan diselingkuhi? atau mungkin takut dibohongi? Aku juga tidak tahu apa yang ku takutkan
“ tidak tahu”
“ sebaiknya kau segera keluar dari bayangan masa lalumu karena umurmu akan bertambah seiring berjalannya waktu, kau butuh yang namanya siklus dan itu membutuhkan pasangan” apa maksudnya aku tidak paham, apa yang dimaksud anak?
Setelah berbicara aneh dia masuk dan tidak terlihat oleh pandanganku aku masih diam ditempat menikmati kembang api yang ada diatas sambil memikirkan ucapan Rendy yang tidak ku mengerti. Siklus? Apakah anak? Emm mungkin iya.