Ini kisah tentang diriku yang mencintai seseorang dalam diam dan berusaha untuk tidak memiliki sikap yang egois yang ingin berusaha untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tml_8TR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENANG-KENANGAN
...Beberapa minggu kemudian...
Hari ini adalah hari dimana, berkas Riska lengkap. Iya lengkap, karena ia akan menyerahkannya ke pihak panitia beasiswa di Korea.
"Mah, pah, kakak, Riska berangkat dulu ya, assalamualaikum"Pamit Riska yang tak lupa menyalami kedua orang tuanya dan kakaknya.
"Waalaikumsalam, Hati-hati"Imbuh Ibu Riska yang menikmati Film kesukaannya bersama dengan Suami dan Anak pertamanya.
......................
Riska pun berangkat dengan motornya, Seperti biasa, Sahabatnya pasti menunggunya atau menyempatkan diri untuk bisa pergi bersama-sama.
Dalam perjalanan menuju ke sekolah, Riska tak sengaja menjatuhkan air matanya. Ia merasa sedih, karena waktu sepertinya tak memberikan Riska waktu bersama sedikit lagi. Pikiran Riska merasa ia akan pergi sangat lama, Rasa takut dan bingung yang ia rasakan.
Riska juga berpikir bagaimana nanti keadaannya disana, tanpa sahabatnya, tanpa orang tuanya. hatinya sempat menepis perasaan itu, tapi semakin waktu cepat menunjukan keberangkatan, rasa yang ia tepi malah kembali lagi.
"Tenang Riska ini hanya sebentar, demi masa depanmu dan orang tuamu, bahkan orang-orang yang mendukungmu"Batin Riska yang berupaya untuk bisa menyemangati dirinya.
Karena sudah sedikit tenang, Riska pun mempertahankan air matanya, agar tak mengalir lagi. dan ia pun kembali Fokus menyetir motornya.
......................
...DiSekolah...
Setelah memparkirkan Motornya, Riska dan Sahabatnya menuju ke ruangan kelas mereka. Dimana ruangan itu tempat pembagian Hasil Ujian mereka.
Selama di perjalanan, Langkah Riska menjadi pelan, Ia melihat sekelilingnya sambil terus berjalan. Didalam penglihatan Riska terdapat bayangan kesenangan, keramaian, dan ke indahan. baik waktu ia yang sendiri sampai gelar raja sekolah menjadi miliknya.
"Ah...tak terasa 3 tahun sudah berlalu, dan sekarang kini aku pergi dengan membawa kenangan indah ini"Batin Riska yang tak lupa dengan senyuman manis di bibirnya.
......................
Tak terasa, Riska sudah berdiri di depan kelas tepatnya kelas terakhir yang ia duduki. Dan sekarang hiasan didalam kelas adalah kenang-kenangan.
"Semua silahkan duduk"Ucap Pak guru, setelah semua muridnya masuk. Karena mendapat perintah, Semua pun duduk dengan tertibnya, iya karena mereka sudah dewasa.
"Assalamualaikum, dan selamat pagi"Pembukaan yang menjadi awal pembicaraan antara guru dan muridnya.
"Waalaikumsalam, Pagi Pak"Balasan Murid bersamaan dengan semangatnya.
"Ah..tak terasa sekarang kalian sudah dewasa dan melanjutkan pendidikan,bahkan mungkin ada yang ingin langsung kerja. Bagaimana kabar kalian?"Pak guru yang duduk dan pernah mengajar Riska serta murid yang lain, merasa sedih, karena murid-murid luar biasa sudah tak ada lagi di sekolah mereka, meski sebenarnya masih ada adik kelas, namun kenangan anak kelas 3 merupakan kenangan yang tak terlupakan.
"Baik pak...."Balasa serentak lagi dari para murid.
"Baik...kalau begitu, bapak akan memberikan hasil nilai ujian kalian, dan permintaan maaf dari kepala sekolah kalian yang sedang ada rapat di luar kota"
"Iya pak, tak masalah, kami tak mempermasalahkan itu, kesek pasti sedang bekerja keras untuk kami dan yang lainnya"Balasan Dimas menjadikan suasana haru yang melanda.
"Kau ini dimas, sudah pintar sekarang"
"Bapak"Muka Dimas pun memerah karena malu, ia dikenal sebagai pria berandal, yang suka membully, walau tak sekelas dengan Riska. jadi, ia jarang terkena masalah dengan Riska.
"Sudah...sekarang bapak bagikan ya"Tanpa basa basi, Pak guru langsung membagikan hasil ujian itu, ia juga menyebutkan nama-nama dari lembaran didepannya, agar para siswa mengambilnya sendiri.
Lembar demi lembar pun berlalu, dan Riska sudah mendapatkan apa yang sudah ia tunggu-tunggu. namun sebelum mereka di persilahkan pulang, Pak guru memberikan gelar dan penghargaan untuk Siswa terbaik selama 3 tahun ini.
"Seperti yang kalian ketahui, kepala sekolah kita sudah memberitahukan akan ada siswa yang mendapat gelar sebagai siswa terbaik tahun ini"Ucap Pak guru sambil mengambil mendali yang bertulis siswa terbaik, serta sertifikatnya.
"Baik ada 3 orang yang mendapatkan gelar ini, yang lain mendapat sertifikatnya"Ucap Pak guru yang memeriksa sertifikat dan mendali agar tak salah membagikannya.
"Oke yang di urutan ke tiga ada Nadia,Gelar cewek terbaik dalam bidang komunikasi dan siswa terbaik selama tiga tahun ini"Pak Guru mempersilahkan Nadia untuk maju dan menunggu sampai 3 gadis di sebutkan.
"Sekarang di urutan ke dua ada Manda, Gelar Cewek terbaik di bidang kesenian dan siswa terbaik selama tiga tahun ini"Setelah di panggil Manda pun maju berdiri disamping Nadia.
"Oke yang terakhir, pasti sudah tahu kan!"Pak guru sengaja menghentikan perkataannya karena semua siswanya pasti tahu itu siapa.
"Siapa lagi pak, Sang Raja sekolah kita, pembela perempuan"Imbuh Pria yang begitu antusiasnya karena memang sudah mengetahui siapa orang yang di bicarakan.
"Kau benar...Dia di urutan pertama, ya itu Riska, Gelar cewek terbaik di bidang, olahraga, kesenian, komunikasi, pelajaran, dan lain-lain. serta siswa terbaik selama tiga tahun ini"Senyum Pak guru begitu senangnya, ia memang memuji kemampuan Riska baik akademi mau pun nonakademik.
Karena sudah mendengar Namanya, Riska pun maju ikut berbaris di depan dengan Sahabatnya. Mereka mendapat mendali dan Sertifikat. Serta mendapat sebuah Foto besar yang akan di pajang mengikuti siswa terdahulu, iya siswa terbaik serta persahabatan terlama bahkan sampai mereka sukses nanti. Bahkan tak hanya itu, mereka juga menangis mengingat kenang-kenangan mereka, selama sekolah bersama.
......................
Setelah semua selesai, Riska pun pulang. Dalam perjalanannya, ia sempat berpamitan dengan semua guru di sekolahnya, dan sahabatnya. Ia dan sahabatnya berpisah di sekolah, karena Manda dan Nadia akan pergi ke luar kota bersamaan di hari pembagian hasil nilai ini. Hati Riska pun sedih, ia yang masih berharap bisa berbicara lama, kini hanya bisa mendengar suara sahabatnya melalui layar handphone.
Setelah pamit, Riska menyempatkan diri untuk memperlengkap berkasnya dan membeli beberapa hal yang berkaitan dengan berkasnya. Dan Saat semua telah selesai ia beli, ia pun kembali pulang kerumahnya dan menyiapkan diri untuk bulan depan. serta kedepan-depannya lagi.
......................
...~Selesai~...
berarti ini cerita sudah lama ya kak 🙏🙏🙏
rate 5
tombol ❤
semangat kak
salam my boss psychopath