Aku, si gadis benalu yang selalu di banding - banding kan dengan kakak ku. Hanya karena tak pandai dalam segala hal, aku merasa sendiri seperti benalu.
Namaku Shafira Angel Baskara, aku terlahir di keluarga yang tidak kekurangan apapun, hanya satu yang tidak ku miliki, kepintaran seperti kakak ku.
Hingga pada akhirnya sebuah keajaiban datang dalam dunia ku. Keajaiban berupa cinta dari dia, sosok yang selalu berada di segala situasi hidup ku. Mengubah semua sedih ku menjadi tawa, melukiskan warna baru di setiap lembaran.
Boleh kah aku berharap, kebahagiaan ini kekal untuk ku?
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hidup Shafira begitu berat, selalu di nomor duakan dalam hal apapun, membuat kepribadian nya lebih tertutup.
Bahkan Ketika cinta nya mulai berlabuh pada seseorang, kesedihan karena di khianati kembali menghampiri.
Akankah dia mampu menghadapi badai demi badai yang menerpa hidup nya?
Dan Siapakah yang akan menjadi pelabuhan cinta terakhir nya?
Simak kisahnya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fharisa Janny Alfarisy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27.Terbang Melayang
Part MAKAN MIE AYAM SPESIAL.
Masih dengan orang yang sama, tapi di tempat yang berbeda, kali ini Nathan mengajak Shafira makan mie ayam spesial di warung pinggir jalan, tempat boleh kecil tapi pengunjung nya, wih hampir seperempat Jakarta, banyak banget.
"Mie Ayam di sini tuh, enak banget, lo harus coba, ini tempat favorit gue soalnya." Ujar Nathan menyodorkan semangkuk mie ayam spesial ekstra bakso.
"Oh ya, gue cobain ya, kayak nya beneran enak nih." Shafira mulai makan mie ayam dengan sumpit. Suapan pertama sudah membuat mata nya melotot tak percaya.
"OMG ini enak banget, kok Lo bisa nemuin tempat mie seenak ini sih, salut gue, jujur ini mie ayam terenak yang pernah gue makan." Shafira memberi kan dua jempol untuk mie ayam Kang Ujang ini.
" Tempat pilihan gue emang anti gagal sih, Nex time kalau Lo mau lagi, bilang aja, nanti gue temenin." Nathan senang karena Shafira menyukai tempat favorit nya.
"Oke gue gak bakal nolak, Lo tau gak, gue tuh suka banget sama bakso, mie ayam, sama Esk krim, walaupun gue makan nya tiap hari, tapi gue gak pernah bosan." Shafira bercerita tentang kesukaan nya.
"Kok sama ya, gue juga gitu sih, Next day mungkin kita bisa mukbang bareng kadang." Ucap Nathan setengah becanda.
"Gampang itu mah,next day kita atur lagi." Shafira menyetujui ajakan Nathan.
"Gue boleh nanya sesuatu gak?" Nathan menatap manik mata Shafira. Dia mengangguk.
"Lo pernah pacaran gak sih?" tanya Nathan hati - hati, dia penasaran, tapi juga takut Shafira marah.
"Gak pernah, kenapa emang?" tanya Shafira balik.
"Gak papa kok, cuma pengen tau aja, secara Lo cantik, gue yakin pasti banyak yang ngantri kan, mungkin Lo nya yang gak mau." Jawaban Nathan memang benar.
"Lo benar, ada yang ngajak, tapi gue tolak, karena belum ada yang srek di hati." ucap Shafira dengan apa adanya.
"Kalau sama gue, gimana?" Tanya Nathan dengan senyum manis nya.
Khak.
Shafira tersedak, Nathan buru - buru menyodorkan air.
"Lo gak papa kan, sorry kalau pertanyaan gue ngelantur." Nathan merasa bersalah.
"It' is okay, gue cuma kaget, btw gue belum tau kak, tapi sejauh ini ya gue nyaman sih dekat sama Lo, dan bisa di bilang Lo cowok pertama yang bisa bikin gue nyaman." Shafira menjawab pertanyaan Nathan. Jawaban sederhana, tapi sukses membuat Nathan bahagia.
"Gue senang kalau Lo ngerasa nyaman sama gue, Lo bisa anggap gue BESTie dulu mungkin, sebelum sesuatu yang lain hadir di antara kita." ucap Nathan membuat Shafira bingung sekaligus salah tingkah.
"Maksud kak Nathan apa ya, sesuatu yang lain hadir, apa maksudnya dia Cinta di antara kami." Batin Shafira bertanya - tanya.
"Kok bengong, kenapa?" Tanya Nathan penasaran dengan ekspresi Shafira.
"Gak kok, cuma lagi mikir aja, sesuatu yang lain itu apa." jawaban Shafira membuat Nathan tersenyum, dia bangkit dari kursi dan berjongkok di depan Shafira.
"Sesuatu yang tumbuh karena ada rasa cinta, Lo paham maksud gue, gue cinta sama Lo, tapi gue gak akan maksa Lo buat terima cinta gue sekarang, biar waktu yang akan menjawab seiring kebersamaan kita, Lo gak usah takut, untuk sekarang anggap gue BESTie Lo, gue santai banget kok, okay." Nathan mengucapkan kata - demi kata sambil menatap Shafira dalam, hingga membuat jantung Shafira Deg degan.
"Kak Nathan kenapa jadi romantis gini sih, aduh gue jadi melting sih, tapi gue ragu sama perasaan gue, gue cuma bisa diem."
Batin Shafira dag Dig dug.
Nathan bangkit dari jongkok nya, perkataan dan perbuatannya Nathan, buat Shafira terbang melayang, hanya saja dia masih ragu dengan perasaannya pada Nathan.
Melihat Shafira diam, Nathan mencoba mencari topik lain.
"Lo mau Es krim gak, di sana ada penjual es krim tuh." perkataan Nathan menyadarkan Shafira dari lamunan.
"Mau, last go." mendengar kata Es krim Shafira Langsung bangkit dengan semangat empat lima.
Nathan tersenyum tipis. Inilah alasan Nathan jatuh hati pada Shafira, karena kelucuan, keceriaan, dan semua yang ada di diri Shafira.
Setelah makan makanan pedas, di tutup oleh Es krim yang dingin, lembut dan manis. Perfect.
"Lo mau rasa apa?" Tanya Nathan menatap Shafira.
"Gue mau rasa coklat," Babang penjual itu memberikan Es krim rasa coklat untuk Shafira dan untuk Nathan.
"Duduk di sana, yok." Nathan menunjuk sebuah bangku dekat taman.
"Gue penasaran, Lo sendiri emang pernah punya pacar?" tanya Shafira menatap Nathan.
"Pernah, pas gue kelas 10, gue sama dia pacaran dari SMP, tapi dia hilang tanpa kabar, gue gak tau dia pergi kemana, setelah kami putus, gue sama dia udah gak pernah kontakan lagi." Ujar Nathan mengingat kembali masa lalunya.
"Dan Lo udah lupain dia." tanya Shafira lagi.
"Gue udah lupain dia, dia bagian dari masa lalu, masa lalu itu ibarat memori, ketika kita melepaskan, isinya akan tetap utuh, tapi kita gak perlu membukanya lagi, cukup sebagai kenangan." ujar Nathan menatap mata Shafira, apa Shafira menyimpan perasaan yang sama padanya, tapi dia masih ragu.
"Oh gitu, memang seharusnya begitu sih." Ujar Shafira singkat.
"Lo makan es krim kayak anak kecil tau gak, cemong gitu." Nathan menghapus noda Es krim di pipi Shafira.
Shafira hanya diam, harus dia akui, Nathan memang laki - laki yang Sweet dan perhatian, dan meratukan dirinya. Tapi setelah mendengar cerita masa lalu Nathan tadi, Shafira mulai bertanya - tanya, jika suatu hari mantannya kembali, apakah Nathan akan tetap menaruh rasa untuk nya, ataukah kembali mencintai mantannya itu.
"Thanks." ucap Shafira singkat.
"Okay, habis ini gue mau ngajak Lo ke suatu tempat, Lo mau kan." tanya Nathan melihat ke arah Shafira.
"Kemana?" Shafira menaikkan alisnya.
"Nanti Lo juga tau." Nathan menggandeng tangan Shafira, mengajaknya pergi ke suatu tempat.
Shafira tak menolak, dia juga happy, bisa menghabiskan waktu bersama Nathan.
Motor Nathan melaju menuju entah kemana, Shafira tidak tau.Nathan ingin mengajak Shafira ke suatu tempat yang indah.
🍁🍁🍁🍁
Sepuluh menit kemudian, mereka sampai di sebuah tempat yang indah, dan menyejukkan mata.
TAMAN SITU LEMBANG. TAMAN KOTA, DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA.
"Wau indah banget pemandangan nya, gue beneran terpesona loh kak sama tempat ini." Shafira terpukau dengan keindahan yang tersaji di depan matanya, sungguh pancuran ilair yang indah, air kolam yang menyejukkan mata dan pesona alam yang hijau, benar - benar memanjakan mata.
"Kita ke sana yok, ke bangku dekat kolam." Nathan mengajak Shafira ke pinggiran kolam, dari sana pemandangan jauh lebih indah, karena dekat dengan air pancur.
Nathan duduk dengan Shafira, menikmati semilir angin, dan pesona alam hijau.
jangan lupa mampir ya🙏
jangan lupa mampir guys.😆😆😆😆🙏🙏🙏🙏