Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Hahahaha... Bagus sekali, peliharaanku sudah merasuki tubuh pemuda itu, dia sudah dibawah kendaliku sekarang"
Rahayu terlihat sangat puas, senyum jahat muncul dari sudut bibir wanita tua tersebut.
"Sandy bagaimana anak buahmu?"
"Saat ini mereka sedang menyerang ma"
"Bagus, kita serang bersamaan, aku yakin kali ini anak sialan itu tidak akan lolos, segera selesaikan Mbah" titah Rahayu.
Sementara itu di kediaman Kai, keadaan semakin tidak berpihak ditambah dengan Kai yang kerasukan.
"Astaghfirullah, Abang gue kenapa?"
"Lu liat sendiri, diluar gimana?"
"Kita makin terdesak, salah satu pengawal terluka cukup parah" jawab Eland.
"Siapa?"
"Donny, dia terkena tembakan di bahunya"
"Amankan dulu El, gue gak mau ada korban dari pihak kita, minta Lucy ngobatin"
"Lucy?"
"Cewek yang baru datang pake motor, yang pake baju serba hitam" Elandra pun mengangguk.
"Terus kita sekarang harus gimana?" tanyanya lagi.
Lynn memejamkan matanya mencoba berfikir jernih. Untuk sementara dia berhasil menahan Kai dengan membuat benteng yang tidak bisa ditembus makhluk halus.
"Ambil handphone gue!" perintahnya. Elandra pun langsung melalukannya. Lynn menghubungi seseorang. Pada Nada dering ke 3 sambungan itu terhubung.
"Oliver lu mau gue comblangin ma si Aurora kan? Tapi syaratnya gue butuh anak buah lu sekarang"
"Wow..wow..wow.. Tenang dulu woy, lu tiba-tiba banget butuh anak buah gue, gak nanya kabar pasien lu ini?"
"Alah lama. Sahabat lu si Kai di serang habis-habisan, gue udah terdesak, anak buah keluarga gue gak bakal keburu, orang lu kan ada dimana-mana, cepet ya"
"Okay. Kirim alamat lu, gue lagi di Paris, sekarang gue balik indo" ujar Oliver. Lynn segera mengirim lokasi mereka. Oliver pun langsung melacaknya.
"Tahan mereka 10 menit, gue kirim bantuan sama helikopter"
"Okay, kalau bisa jangan lama, si Kai malah kerasukan setan, tambah repot gue" Lynn langsung mematikan sambungan telfonnya.
Oliver masih tidak bisa berkata apa-apa, perkataan Lynn terdengar sangat tidak masuk akal. Tapi dia segera mengirim anak buahnya untuk membantu.
"Lu dengerkan? Bertahan 10 menit lagi" Elandra pun mengangguk, ia kembali membantu di depan. Siapa sangka Marco malah menyusulnya ke dalam rumah.
"Menyarah saja cantik, kau sudah tidak ada jalan keluar"
"B-A-C-O-T, Bacot...!!!" Tanpa aba-aba Marco lansung menyerang Lynn. Dia mengarahkan tinjunya langsung ke muka Lynn, namun gadis itu dengan lihat menghindarinya, tidak hanya itu dia juga langsung memukul lengan Marco dengan kuat.
"Arrgggh......" Marco mengerang kesakitan.
"Kurang ajar, rasakan ini wanita sialan" Marco kembali menyerang Lynn, kali ini tendangan dan pukulan ia layangkan kearah Lynn secara bergantian. Namun lagi-lagi Lynn menghindarinya dan menghadiahi satu tinju telak di ulu hati Marco. Gerakan Lynn sangat lincah dan terukur, serangannya hampir tak terlihat. Namun ketika Kai berhasil menembus pagar pertahanan Lynn, fokusnya teralihkan, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Marco, di berhasil mendaratkan satu tendangan ke perut Lynn. Gadis itu mundur beberapa langkah.
Tak hanYa sampai disitu. Kai juga menyerang Lynn yang membuat gadis itu kerepotan. Dia harus menghadapi 2 pria sekaligus.
"Gue harus nyingkirin si Marco dulu" ucapnya. Lynn langsung menyerang Marco, namun lagi-lagi Kai menghadangnya. Mau tidak mau ia harus menghadapi Kai yang sedang kerasukan.
"Demit sialan." rutuknya. Dalam keadaan yang sangat terdesak, ia mengambil kesempatan disaat waktu yang sangat singkat. Gadis itu memejamkan matanya dan membaca beberapa doa kemudian ia mengambil air yang ada di atas meja, ia tiupkan doa tersebut ke dalam air dan dengan gerakan yang hampir tidak terlihat ia menyiramkan air tersebut membentuk sebuah lingkaran di sekitar Kai sehingga tidak bisa bergerak lagi, ia kembali terkurung.
"Nah sekarang giliran lu ya babi, sini maju lu" ujar Lynn kearah Marco. Tanpa basa basi Lynn langsung menyerang Marco dengan membabi buta. Marco kewalahan tidak bisa melawan, hanya beberapa jurus pria itu pun sudah ambruk.
"Cemen, gitu doang udah kalah, kirain gue pro". Tepat 10 menit bantuan yang dikirim Oliver pun datang. Tak hanya itu, ternyata sang kakak, Julian pun mengirimkan pasukannya. Oliver yang memang sudah mengenal Julian, memberi tahukan apa yang terjadi kepada Lynn. Hanya dalam waktu kurang dari 15 menit semua nya berhasil ditaklukkan.
Elandra dan yang lainnya pun masuk melihat keadaan Lynn. Gadis itu terlihat sedang bersiap menghadapi Kailendra. Seperti sebelumnya, iblis yang merasuki tubuh Kai berhasil meloloskan diri dari benteng yang dibuat Lynn. Dia langsung menyerang Lynn. beberapa orang mencoba menghalanginya namun tubuh mereka terlempar.
"Darren....!" Elandra kaget saat temannya melayang karena dilempar oleh Kai.
"KAILENDRA... ISTIGFAR LU, GUE TAU LU DI DALAM SANA BISA DENGER GUE KAN, LAWAN KAI LAWAN" Lynn berteriak. Kailendra mengerang, ia menutup telinganya. Kai semakin membabi buta.
"El ambil tambang di belakang, baantu gue ngiket dia di kursi" pinta LynnEilendra segera melakukan perintah Lynn. Eland dan beberapa temannya berhasil menangkap Kai namun mereka terpelanting cukup jauh karena tenaga Kai yang beberapa puluh kali lebih besar.
"Anjir gue serasa main film Conjuring cok" ujar Ares salah satu teman Elandra. Akhirnya setelah mencoba beberapa kali dan dibagi oleh para anak pengawal, mereka akhirnya bisa mendudukan Kai di kursi. Lynn memulai ritualnya. Gadis itu duduk sambil memejamkan matanya. Beberapa Ayat suci Al-Quran dia lantunkan dengan indah. Kai semakin mengerang kesakitan.