Indonesia
NovelToon NovelToon
Falling In Love With My Ex Wife

Falling In Love With My Ex Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Teen
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

kisah sepasang suami istri yang menyerah di tahun kedua pernikahan karena terlalu banyaknya pertengkaran diantara mereka.

pernikahan yang diawali dengan sebuah perjodohan antara Seraphina Anastasya dengan seorang pria dingin bernama Dikta Rey Ibrahim membuat keduanya mengalami konflik berkepanjangan dan yang diperparah oleh Dikta yang dengan sengaja tetap menjalin hubungan dengan kekasih pria itu yakni Delara Sasmita yang berujung pengkhianatan oleh Delara dengan berselingkuh dibelakang Dikta.

setelah 5 tahun, Dikta dan Sera dipertemukan kembali karena sebuah kecelakaan yang tidak disengaja oleh Sera sehingga dirinya diharuskan bertanggungjawab atas Dikta.

yuk simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kemarahan Delara

Lampu-lampu di bar hotel itu remang-remang, membiaskan cahaya keemasan di permukaan gelas-gelas yang berderet rapi.

Musik jazz mengalun pelan, seharusnya menenangkan, namun bagi Delara, suasana itu justru seperti memerihkan luka yang terbuka. Ia duduk di kursi paling ujung, gelas koktail di tangan sudah hampir kosong, sementara tubuhnya yang gemetar menahan amarah.

Tadi, ketika dirinya dan dua orang perwakilan dari perusahaan bertemu dengan Dikta serta beberapa staf untuk membicarakan perihal kerjasama dan meninjau lokasi untuk peluncuran produk terbaru, Dikta pamit ke toilet dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Delara.

Dirinya rela menunggu Dikta demi bisa berbicara bedua dengannya.

Namun sialnya ketika mereka sedang berbicara, Delara melihat siluet yang amat dia kenal.

Sera ada di tempat yang sama dengan mereka. Delara segera melancarkan aksinya, dan menggoda Dikta tapi laki-laki itu mengindar dan menolaknya.

Dikta lalu tanpa sepatah kata pun meninggalkannya. Pergi begitu saja, menuju pintu keluar, mengejar sosok yang baru saja terlihat melintas di sana. Seraphina.

Delara mencengkeram gelas sampanye di tangannya hingga buku jarinya memutih.

"Berani-beraninya dia..." gumamnya pelan, penuh kepahitan. "Meninggalkanku di sini seperti orang asing, hanya demi mengejar perempuan yang merupakan mantan istrinya?"

Ia menatap ke segala arah dimana nampak beberapa pengunjung yang sibuk bercengkrama dengan rekan ataupun pasangannya, mata Delara menyala, memancar amarah.

Selama ini ia sudah berusaha sekuat tenaga, mendekati Dikta, bekerja sama dengan perusahaannya, bahkan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berada di dekat laki-laki itu.

Tapi Dikta?

Selalu saja menghindarinya dan kini justru sedang mengejar Seraphina.

Seraphina yang membuatnya melupakan segalanya, termasuk keberadaan Delara.

"Kau tidak akan menang, Seraphina," bisiknya dingin. "Aku tidak akan membiarkanmu kembali mengambil tempat yang seharusnya milikku."

Delara meneguk habis minumannya.

Berdiri dan meninggalkan tempat itu yang kini mulai ramai dipadati para pengunjung.

Melangkah cepat menuju pintu keluar samping yang lebih sepi. Amarahnya kini berubah menjadi tekad yang dingin dan tajam. Ia tahu, jika ia hanya diam dan menunggu, Dikta tidak akan pernah kembali padanya. Harus ada yang dilakukan. Sesuatu yang cukup kuat untuk meretakkan hubungan yang baru saja mulai tumbuh di antara Dikta dan Seraphina.

Sesampainya di dalam mobil, Delara tidak langsung menyalakan mesin. Ia menyandarkan punggung sejenak, menatap lurus ke depan.

Berbagai ide mulai bermunculan di kepalanya, beberapa di antaranya terasa kejam, namun ia tidak peduli.

Baginya, tujuan itu mulia, memenangkan kembali hati Dikta, dan memastikan Seraphina tidak bisa lagi mengganggu mereka.

"Kalau kalian tidak bisa dipisahkan dengan cara biasa..." gumamnya sambil menyeringai tipis, "...maka aku akan menciptakan alasan agar kalian sendiri yang saling menjauh."

Ia mulai menyusun rencana di dalam kepalanya.

Mencari celah, mencari kelemahan, mencari momen yang tepat untuk menanamkan benih keraguan di antara mereka.

Entah itu dengan menyebarkan kesalahpahaman, atau menciptakan situasi yang membuat Dikta meragukan Seraphina, atau sebaliknya, membuat Seraphina berpikir bahwa Dikta belum benar-benar berubah.

"Kalian akan berpisah dan aku akan pastikan itu," ucapnya tegas, seolah bersumpah pada dirinya sendiri. "Dan Dikta akan kembali kepadaku. Seperti yang seharusnya terjadi sejak dulu."

Delara menyalakan mesin mobil, memacu kendaraannya membelah malam yang semakin larut. Di dalam hatinya, tidak lagi ada kesedihan, hanya tekad yang mengeras.

Ia tidak akan membiarkan usahanya selama ini sia-sia. Jika takdir tidak membantu, maka ia sendiri yang akan mengatur jalannya cerita.

...************ ...

Suasana di kafe itu tenang, namun udara di meja tempat Delara dan Arga duduk terasa kaku.

Delara sengaja mengajak Arga bertemu di tempat yang sepi, berharap bisa menyampaikan niatnya tanpa gangguan.

Di hadapannya, Arga duduk dengan tenang, namun sorot matanya waspada.

"Terima kasih sudah mau bertemu, Arga. Dan perkenalkan, aku Delara Sasmita tapi kau cukup panggil aku Delara" mulai Delara memperkenalkan diri, berusaha menyembunyikan ketegangan di balik senyum yang ia paksakan.

"Aku tahu kita tidak saling mengenal, tapi ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu dan pastinya kau akan tertarik. Ini tentang Seraphina Anastasya.... dan Dikta Rey Ibrahim."

Arga menyilangkan tangan di dada, menatap lurus ke arah perempuan di hadapannya. "Apa hubungannya aku dengan masalah mereka"

"Kita berdua sama-sama menginginkan hal yang sama, bukan?" suara Delara merendah, nadanya seolah tulus. "Kau ingin Sera, dan aku ingin Dikta. Tapi selama mereka berdua masih terus dekat, kita tidak akan pernah punya kesempatan. Jadi... bagaimana kalau kita bekerja sama? Kita pisahkan mereka, dengan cara yang halus saja. Nanti aku bantu kau mendekati Sera, dan kau bantu aku mendapatkan Dikta. Kita sama-sama menang."

Delara berhenti sejenak, menanti reaksi Arga.

Ia yakin tawarannya itu masuk akal. Namun yang ia dapatkan justru gelengan kepala Arga dengan tatapan tidak setuju.

"Sorry Nona Delara. Aku menolak, aku tidak tertarik" jawab Arga tegas, tanpa ragu sedikit pun.

Wajah Delara berubah.

"Apa? Kau serius? Kau tahu kalau tidak ada Dikta, peluangmu dengan Sera jauh lebih besar, kan?"

"Memang begitu kelihatannya," Arga menegakkan punggungnya, suaranya mantap. "Tapi aku tidak akan mendapatkan hati Sera dengan cara memisahkan dia dari orang yang dia cintai, apalagi dengan permainan kotor. Kalau aku mendekati Sera, aku mau melakukannya dengan jujur. Kalau dia akhirnya memilihku, itu karena dia memang tulus padaku. Bukan karena aku mencurangi perasaannya."

"Tapi Dikta sudah pernah menyakitinya dulu!" seru Delara tidak terima. "Kau mau diam saja melihat Sera kembali terluka?"

"Itu urusan mereka berdua, dan Sera berhak memutuskan siapa yang dia pilih. Bukan kita yang menentukan untuknya," Arga berdiri perlahan, menatap Delara dengan tegas. "Saranku, jangan coba-coba mengatur perasaan orang lain, Nona Delara. Kalau kau memang mencintai Dikta, buktikan dengan tulus, bukan dengan cara memisahkan dia dari orang yang dia cintai. Cara seperti itu tidak akan membawa kebahagiaan untuk siapa pun. Itu hanya akan menyakiti mu lebih dalam"

Arga melangkah pergi, meninggalkan Delara yang terdiam mematung di kursinya.

Penolakan itu bukan hanya mengecewakan, tapi juga mempermalukannya. Ia kira Arga akan setuju. Ternyata ia salah besar.

Delara mencengkeram cangkir kopinya dengan kasar. Penolakan Arga tidak akan menghentikannya. Kalau Arga tidak mau membantu, berarti ia harus mencari cara lain. Sendiri pun ia tidak masalah.

"Kau boleh jujur dan mulia, Arga," gumamnya pelan, penuh kepahitan. "Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Dikta dan Sera tidak akan bisa bersama. Bagaimanapun caranya."

 

bersambung....

1
Asriani Rini
Klau pub sera dan dikta tidak kembali bersama bukan berarti dia mau kebsli sama kamu delara
Dewi Andayani
Aku mampir lagi di karyamu, ya Thor😍...
Ditunggu crazy up nya💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!