Indonesia
NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:154.5k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Arthur menolak seketika. Wajah pria tua itu membeku, matanya membelalak lebar menatap Alessio dengan ketidaksenangan yang amat nyata.

"Alessio! Apa kau tidak terlalu serakah?!" bentak Arthur, suaranya tertahan namun penuh kejengkelan.

"Rumah sakit ini adalah salah satu aset terbesar milik keluarga Carlton!"

"Serakah?" Alessio terkekeh sinis, melangkah santai mendekati ayahnya.

"Bukankah rumah sakit ini didirikan oleh ibu kandungku dari nol? Jadi, sudah sewajarnya jika aku mewarisi apa yang memang menjadi hak ibuku."

Arthur mengepalkan tangannya di samping tubuh, mencoba mengatur napas dan membendung emosinya.

Pria tua itu berusaha mengubah taktiknya, mencoba bernegosiasi dengan nada paternal yang terkesan mengayomi.

"Dengarkan Ayah, Alessio," ujar Arthur yang kini melunakkan nada suaranya.

"Kau sudah sangat lama menetap di luar negeri tanpa memperoleh pelajaran tentang strategi menjalankan bisnis maupun ilmu kedokteran. Kau tidak bisa begitu saja mewarisi rumah sakit ini. Ayah hanya takut, di tanganmu yang awam, rumah sakit ini malah dibuat bangkrut."

Vanessa yang sejak tadi berdiri menyandarkan tubuh di dinding hampir tersenyum mendengar alasan klise Arthur. Namun, ia tetap diam, membiarkan Alessio memainkan perannya.

"Bangkrut?" Alessio menaikkan sebelah alisnya, mengukir senyum miring yang penuh ejekan.

"Ayah sepertinya lupa. Aku memegang saham sebesar 30 persen di rumah sakit ini. Dan sebagai pemegang saham individu tertinggi saat ini, bahkan tanpa perlu berdiskusi dengan Ayah pun, rumah sakit ini pasti akan jatuh ke tanganku."

Tubuh Arthur menegak kaku. Wajahnya yang tegap mendadak pucat.

"D-dari mana kau tahu soal saham itu?"

Alessio tidak langsung menjawab. Ia melangkah lebih rapat, memangkas jarak di antara mereka hingga hanya tersisa beberapa sentimeter.

Alessio merendahkan tubuhnya sedikit, berbisik tepat di samping telinga Arthur dengan suara desisan yang teramat dingin.

"Aku tidak hanya tahu soal saham warisan Ibuku di rumah sakit ini, Ayah..." bisik Alessio, nada suaranya menusuk hingga ke tulang sumsum Arthur.

"Tapi, aku juga tahu jika kau berencana menipuku untuk menandatangani surat pengalihan seluruh saham milikku itu kepada Jordan."

Deg!

Persendian Arthur terasa lumpuh seketika. Pria tua itu gemetar hebat, matanya memancarkan ketakutan dan rasa terkejut. Rahasia yang ia simpan rapat-rapat bersama tim pengacaranya selama bertahun-tahun... hancur berantakan di tangan putra kandungnya sendiri.

Melihat kepanikan dan rasa takut yang mulai menggerogoti pertahanan ayahnya, Alessio kembali menekan tanpa memberi celah sedikit pun untuk bernapas.

"Bukan hanya rumah sakit ini," lanjut Alessio, mundur satu langkah dan menatap ayahnya dengan pandangan menghakimi.

"Aku juga meminta seluruh keuntungan dividen rumah sakit milik Ibuku yang selama sepuluh tahun ini sudah kau makan dan nikmati sendiri... kembalikan semuanya padaku. Tanpa kurang satu rupiah pun."

"Alessio! Jangan melunjak!" pekik Arthur dengan suara gemetar, mencoba bernegosiasi lagi.

"Dividen sepuluh tahun itu sudah diputar untuk operasional keluarga dan aset lainnya! Kau tidak bisa menuntut hal yang tidak masuk akal seperti itu!"

"Oh, ya?" Alessio menyilangkan kedua tangan di dadanya, tatapannya berubah sangat berbahaya.

"Jika Ayah tidak mau mengembalikan semua uangku yang sudah Ayah curi dan berikan pada anak haram kesayangan Ayah itu, maka aku akan membongkar semuanya tepat di hari pernikahan Jordan nanti. Jangan lupa, Ayah... aku juga sudah tahu soal perselingkuhan busuk antara Jordan dan Yessika."

Alessio melirik ke arah Vanessa sebentar, lalu kembali menatap Arthur.

"Vanessa mungkin tidak bisa melawan permainan licik kalian," lanjut Alessio penuh penekanan. "Tapi aku... jauh lebih mampu menghancurkan kalian."

"Kau tidak akan berani, Alessio!" gertak Arthur, dadanya naik turun memburu karena amarah yang memuncak.

"Ayah mau lihat?" Alessio tersenyum miring, matanya menyala penuh kilat dendam yang amat pekat.

"Nanti aku perlihatkan!"

"Jika kau berani menghancurkan pernikahan Jordan, maka kau juga akan ikut hancur, Alessio!" ancam Arthur dengan suara tertahan.

"Tidak masalah," sahut Alessio santai, tanpa ada keraguan sedikit pun di wajah tampannya.

"Toh, selama sepuluh tahun ini aku sudah hidup dalam neraka dan bersusah payah merangkak keluar dari sana. Jika harus terjerumus lagi, setidaknya aku membawa kau dan juga anak harammu itu untuk ikut bersamaku."

Arthur membisu. Tenggorokannya terasa kering, dan ia tak lagi mampu mengeluarkan sepatah kata pun untuk membalas ucapan putranya.

Alessio merapikan jasnya yang sedikit kusut, lalu berbalik mengulurkan tangannya pada Vanessa. Vanessa menyambut uluran tangan tegap itu dengan senyuman anggun, membiarkan jemari mereka saling bertaut erat di depan mata Arthur yang hancur.

"Pikirkan baik-baik permintaan kompensasiku, Ayah," ujar Alessio dingin sebelum melangkah pergi. "Pengacaraku akan datang ke ruang kerjamu besok pagi membawa dokumen pengalihan aset. Pastikan pena emasmu sudah siap."

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Gintania nia
bagus seperti karya lainnya
penggemar_Uangkecil?!
👍
Umi Zein
bnyak pelajaran berharga dr cerita ini, ceritanya bagus dan keren 😍👍🏻👍🏻
Umi Zein
akhir yg tragis buat manusia2 serakah.

dan kehangatan kebahagiaan keluarga Ale dan Vanes🥰🥰
Umi Zein
manusia serakah akhir hidupnya mengenaskan. Jordan Arthur yesika
Umi Zein
lepaskan dan ikhlaskan memang sulit, tapi lambat Laun gak akan terasa, lepaskan dendam di hatimu buat semua beban kebencian mnjadi kebahagiaan 🥹🥹🥰
A.R
dasar ngk tau malu🤣🤣
Nurul Inayah
keren dia duanya sama sama kuat
Muft Smoker
Suka ma ceritanya
Muft Smoker
akhirnya semua dapet balasan nya masing2 ,,
dan kebahagiaan tetap pulang pada sang pemenang ,,

makasih buat cerita hebat ny kak ,,
dtggu karya terbaru ny yx ,,
Muft Smoker
waaah kembaaar ,, tp knp cuma 2 ,, 😆😆😆😆
A.R
seharusnya blokir tuhh nmrx sih mantan tunangan km atau ganti nomor kek sekalian,supaya ngk di ganggu trus2ann
A.R
habis lh kau🤣🤣
Ineke Susanti
Bagus kak
ryuka
assiiikkkk marco mau dibikinin cerita nya juga... kesian thorrr klo disiksa sma noah melulu 🤭🤭🤭🤭🤭
ryuka
yyeeeeaahhh tamatt.. seneng tapi sedihh juga thoorr 🤣🤣🤭🤭🤭🤭
ryuka
mau di bunuh tuhh kaya nya kakek kakek peyott 🫠🫠🫠🫠
ryuka
allesio kamu berhak bahagia.. lepaskan lah dendam mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!