Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27.
"Hah??" Olivia menoleh memandang Vincent, "Aduh! tidak usah membahas itu lagi!"
Olivia sudah memberi peringatan kepada Dosennya, untuk mengatasi masalah di kampus.
Dan ia tahu apa yang akan dilakukannya lagi, kalau masih saja Lydia membuat masalah di kampus.
"Bagaimana dengan urusan yang aku pinta, untuk kak Vincent lakukan??"
"Oh!" Vincent teringat dengan perintah Olivia sebelumnya.
"Sama persis seperti kayak yang Nona Smith pikirkan, ketua Patton group sudah memutuskan untuk menjual semua saham dengan harga murah!" jawab Vincent tersenyum senang, "Sudah beres!"
Olivia menghela nafas dengan lega, "Bagus!" ucapnya tersenyum senang.
"Tapi, kalau Patton group memang sudah berada di ambang bangkrut, apakah kira-kira investasi ini masih berguna??" tanya Vincent merasa kurang yakin.
"Kak Vincent tunggu saja, nanti lihat sendiri keseruannya! Ayo, jalan!" Olivia tersenyum dengan yakin, karena ia sudah mengetahuinya dikehidupan sebelumnya.
Vincent yang tadinya merasa tidak yakin, perlahan tersenyum mendengar jawaban Olivia.
Ia pun percaya mendengar apa yang dikatakan Olivia, lalu kemudian menyalakan mesin mobil.
"Di dalam Patton group itu, ada seseorang yang sangat pintar, tahu!" kata Olivia tersenyum, saat Vincent telah menyalakan mesin mobil, dan perlahan mulai membawa mobil meluncur ke jalan raya.
Vincent menoleh memandang Olivia.
Sepertinya Olivia menyimpan sesuatu, yang membuatnya tidak menganggap remeh daya pemikiran Olivia.
Di kehidupan sebelumnya, ketua Patton group baru saja menjual sahamnya, eh! grupnya langsung menemukan teknologi batre energi! dan langsung masuk tiga besar perusahaan nasional! bisik hati Olivia mengingat kehidupan sebelumnya.
Olivia menggelengkan kepalanya, orang yang mengambil alih perusahaan itu kaya mendadak dalam semalam! pikirnya lagi.
"Dia itu akan menjadi pondasi ku, untuk sukses di masa depan!" kata Olivia lagi memberitahu Vincent.
"Tenang saja, Nona! kalau pun kamu rugi, masih ada aku!"
Olivia menoleh memandang Vincent, ia hampir tertawa mendengar apa yang dikatakan Vincent.
Sepertinya Vincent sedikit meragukan apa yang ia katakan.
"Oh, iya!"
"Kenapa?" tanya Vincent menatap lurus ke depan mengemudikan mobil melihat jalan.
"Bagaimana dengan urusan mengusir Papa dan Mamaku dari villa?"
"Maaf!"
"Kenapa??" Olivia memandang Vincent dengan lekat.
"Aku sudah menyuruh orang untuk membuang semua barang mereka keluar dari dalam villa!" jawab Vincent.
Vincent menceritakan bagaimana orang tua Olivia, beserta kakak Olivia saat diusir keluar dari villa.
Di pekarangan luar villa Olivia, ke dua orang tua Olivia berteriak dan membuat kehebohan oleh teriakan mereka, sehingga tetangga lingkungan villa menonton mereka.
Beberapa bodyguard yang diperintahkan Vincent membawa, dan melemparkan barang dengan kasar ke luar pekarangan villa.
Mariana menjerit sembari menangis melihat barang mereka di lempar begitu saja ke tanah.
"Hei! pelan-pelan!!!" teriak Albert.
"Apa yang kau lakukan??!" David berteriak membentak anak buah Vincent, karena melemparkan begitu saja pakaian mereka tepat mengenai Albert.
Albert sampai kewalahan untuk menangkap barang, yang di lempar mengarah padanya sehingga membuatnya sampai terhuyung.
"Pa!!" David dengan cepat memegang bahu Ayahnya itu.
"Kalian ini mau apa?! cepat lepaskan semua barang-barang kami!!!" teriak Mariana dengan kencang, sampai wajahnya memerah oleh emosi.
"Akh!!" Albert memegang dadanya mengaduh kesakitan, akibat baru saja terkena lemparan barang oleh anak buah Vincent.
Ia merosot jatuh ke tanah, dan David dengan panik memegang tubuh Ayahnya dengan erat.
"Pa!!!"
Albert terduduk di tanah, dan kemudian ia seketika menjadi emosi memukul tangannya ke atas tanah.
"Olivia! anak durhaka! berani-beraninya dia mengusir kita keluar dari villa!!!"
Wajah David juga seketika menjadi sangat marah sekali, menahan rasa geram melihat apa yang sekarang terjadi pada mereka.
"Dia benar-benar keterlaluan!!!" teriak Albert lagi sampai menangis oleh emosi yang meluap-luap.
Bersambung......
..