Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Kini di kamar rawat Hana hanya tinggal Hana dan Ibunya saja, Hele, Velo dan kedua orang tuanya sudah pulang sejak satu jam yang lalu.

Di samping ranjang pasien Mira menatap punggung Hana yang berbaring membelakanginya, ada perasaan kecewa, marah yang bercampur jadi satu yang kini Mira rasakan, Mira tidak pernah berfikir putrinya yang dia kenal sangat lembut ternyata bisa bertindak sekejam itu hanya karna cemburu.

Tadi Mira melihat dengan jelas dari rekaman cctv yang di tunjukkan oleh Velo, kalau Hana memang sengaja ingin mencelakai Helen, Mira awalnya tidak ingin percaya dengan rekaman cctv itu, namun tubuh Mira langsung lemas saat mendengar Hana mengakuinya.

''Hiks,, Ibu, Hana gak mau kalau wajah Hana rusak, nanti Velo pasti tidak mau lihat Hana lagi, pokoknya Ibu harus cari dokter kulit terbaik untuk Hana'' isak Hana.

Mira memejamkan matanya, kenapa putrinya masih belum mau sadar dengan kesalahan yang di perbuatnya.

''Hana, kamu fikir setelah apa yang kamu lakukan pada Nona Helen tadi, Den Velo masih mau berteman denganmu'' ucap Mira.

Hana langsung membalikkan badannya, dan menatap marah pada Ibunya.

''Kenapa Ibu bicara seperti itu?, Velo itu selalu perduli sama Hana, kalau dia tidak mau berteman dengan Hana, itu semua karna Helen, dia yang sudah merusak hubunganku dengan Velo'' ucap Hana marah.

Mira menggelengkan kepalanya.

''Sebaiknya sekarang Ibu carikan dokter kulit untuk Hana, biar wajah Hana bisa kembali seperti semula'' pinta Hana.

''Nak, Ibu tidak punya uang sebanyak itu untuk mencarikan dokter kulit untuk kamu'' timpal Mira sedih.

Sontak Hana membulatkan matanya.

''Tidak mungkin Ibu tidak punya uang, Ibu sudah berapa tahun kerja di Aditama, dan gaji Ibu juga lebih besar dari pelayan yang lain, sudah,,,,''

''Selama ini gaji Ibu selalu Ibu berikan padamu semua'' potong Mira membuat Hana teridam seketika.

''Ibu tidak mau lihat kamu merasa insecure dari teman temanmu, jadi selama ini uang yang setiap bulan Ibu berikan padamu, itu uang gaji bulanan Ibu'' ungkap Mira.

Setiap bulan gaji yang di terima oleh Mira nominalnya tujuh puluh juta, karna dia pelayan senior, dan semua uang itu Mira berikan pada Hana, agar Hana punya pegangan saat keluar bersama teman teman elit sekolahnya agar Hana tidak merasa insecure, dan sisanya untuk Hana tabung sendiri.

''I,, ibu jangan bohong, I,, ibu pasti punya tabungan sendiri, yang Hana tidak tahu'' ucap Hana menolak percaya dengan yang di katakan oleh Ibunya.

Mira menggelengkan kepalanya. ''Ibu benar benar tidak punya tabungan sama sekali'' lirihnya, Mira juga menyesal kenapa selama ini dirinya tidak pernah terfikirkan untuk menyimpan sendiri sebagian uangnya, untuk jaga jaga jika terjadi sesuatu.

''Terus bagaimana dengan wajahku, Bu!'' teriak Hana membuat Mira kaget.

Mira mengusap tangan putrinya untuk menenangkannya. ''Kamu yang sabar, ya'' ucapnya.

''Sabar sabar, Ibu jangan hanya nyuruh Hana sabar saja, Ibu berusaha dong'' marah Hana.

Mira terkejut sembari mengelus dadanya, kenapa putrinya bisa berubah kasar seperti ini.

Sedangkan Velo sepulang dari rumah sakit, dia mengantarkan Helen pulang ke kediaman Atmajaya, sedangkan mobil Helen yang di tinggal di kediaman Aditama di ambil oleh Antonio.

''Kamu beneran tidak ingin membawa kasus ini ke jalur hukum?, Hana sudah melalukan tindakan berbahaya lo sama kamu'' tanya Velo entah ke berapa kali.

Awalnya Velo dan kedua orang tuanya sudah sepakat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum, namun Helen sebagai korban menolaknya.

''Gak perlu, lagian gue baik baik saja'' sahut Helen.

''Bagaimana kalau nanti dia berencana mencelakai kamu lagi?'' tanya Velo khawatir.

Helen tersenyum lalu mengusap punggung tangan Velo dengan lembut. ''Lo tenang saja, gue jamin dia tidak akan bisa mencelakai gue'' ucapnya.

Velo menghela nafasnya. ''Baiklah kalau kamu maunya begitu, aku janji akan selalu menjagamu, aku pastikan Hana tidak akan bisa melakukan apapun padamu'' ucap Velo dengan sungguh sungguh.

Helen mengangguk. ''Gue percaya sama lo''

''Ya sudah gue turun dulu, lo gak mau masuk dulu ke dalam?'' tawar Helen.

Velo menggelengkan kepalanya. ''Terimakasih, lain kali saja'' sahut Velo.

''Oh, ok lo hati hati'' ucap Helen lalu keluar dari mobil Velo.

Lalu Velo menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Atmajaya.

Sedangkan Antonio yang sudah sampai sejak tadi, untuk membawa pulang mobil milik Nonanya dari kediaman Aditama, dia bergegas menghampiri Nonanya, untuk memberikan kunci mobil milik Nonanya.

''Nona, ini kunci mobil anda'' ucap Antonio.

''Terimakasih ya om'' tukas Helen sembari mengambil kunci mobilnya dari tangan Antonio, tanpa menyentuh sedikitpun telapak tangan Antonio.

''Sama sama Nona, itu memang sudah tugas saya'' timpal Antonio.

Helen hanya tersenyum.

''Em, kalau saya boleh tahu, sebenarnya apa yang terjadi di kediaman Aditama?'' tanya Antonio yang sudah sangat penasaran.

Tadi saat Nonanya mengiriminya pesan, memintanya untuk mengambil mobil Nonanya di kediaman Aditama, Antonio dengan panik langsung bergegas pergi ke sana, Antonio khawatir terjadi sesuatu dengan Nonanya, dan kehawatiran Antonio semakin bertambah besar, saat salah satu pelayan Aditama memberitahu dirinya kalau Nonanya pergi ke rumah sakit.

''Apa yang terjadi dengan Nona Helen?, kenapa sampai di bawa ke rumah sakit?'' tanya Antonio panik, sembari mencengkram kerah baju pelayan itu.

Pelayan itu sampai kaget melihat reaksi Antonio yang menurutnya terlalu berlebihan, apa lagi Antonio hanya asisten Papanya Nona Helen.

''Tuan Anton maaf, yang masuk rumah sakit bukan Nona Helen, tapi Hana, Nona Helen hanya pergi menjenguk saja sama Den Velo'' ucap pelayan itu, membuat Antonio langsung melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju pelayan itu.

Antonio bernafas lega karna Nonanya baik baik saja.

''Maaf maaf, saya terlalu panik, sebagai asisten Tuan William, saya juga memiliki tanggung jawab atas keselamatan Nona Helen'' ucap Antonio, saat menydari kalau dirinya barusan sudah menunjukkan kepanikannya yang terlalu berlebihan, Antonio takut pelayan di depannya menyadari keanehan darinya.

Pelayan itu mengangguk, percaya dengan apa yang di katakan oleh Antonio. ''Iya saya bisa mengerti, anda tenang saja, Nona Helen baik baik saja kok, malah Den Velo yang terluka'' ucap pelayan itu membuat Antonio penasaran, sebenarnya apa yang sudah terjadi, namun Antonio tidak ingin bertanya lebih banyak, dia memilih segera membawa pulang mobil milik Nonanya.

Kembali ke saat ini.

Helen terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Antonio.

''Tadi saat sarapan, Hana sengaja ingin menumpahkan sup panas yang di bawanya dari dapur ke padaku'' jawabnya.

Sontak Antonio langsung membulatkan matanya.

''Terus sekarang anda bagaimana?, apa anda baik baik saja?'' tanya Antonio khawatir.

''Aku baik baik saja kok om, untung tadi Velo bergerak cepat, jadi sup itu tidak sampai tumpah ke arahku, tapi berbalik tumpah ke wajah Hana'' sahut Helen tersenyum.

Antonio menghela nafas lega.

''Hana sudah sangat keterlaluan, dia harus di beri pelajaran'' gumam Antonio dengan emosi yang menggebu gebu.

''Tidak perlu Om, lagian dia sudah menerima karmanya, dengan sup panas yang tumpah di wajahnya, itu sudah pasti membuat wajahnya rusak'' ucap Helen.

Antonio langsung teridam, namun di hatinya dia masih menyimpan kemarahan dan dendam pada Hana, karna sudah berani ingin mencelakai Nonanya.

"Tunggu saja, aku akan membuat gadis jal**ng itu menyesal, karna sudah berani ingin mencelakai Nona Helen" batin Antonio menggertakkan giginya.

1
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Tiara Bella
iuhhh si Hana naksir om Anton GK bakalan mw dia....apalg klu Anton tw klu itu Hana.....
tinie
semangaat
Hellen dan om Anton
pasti kuat menghadapi cobaan
ulet bulu
tinie
gilaa🤣🤣
stiap orang ganteng kamu suka
apalagi jika tau om Anton lebih tajir
punya dua perusahaan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kaylla salsabella
musuh nya keluarga velo
Sulati Cus
kyknya musuh nya keluarga beli atau hana pasti srh menghancurkan salah satu dr mereka emang dasar velo jodohnya si hana😅
tinie
apakah vello termasuk saingan orion🤔🤔
tinie
heey
kirain kamu sudah melahirkan
karna di p rks 🤔🤔
Tiara Bella
apa yg dilihat si Hana ya beruntung Bangt dia ada yg nolong.....
Sribundanya Gifran
lanjut
kaylla salsabella
weleh si biang kerok datang
endang
double dong kk 🤭🤭💪💪👍
Tiara Bella
udh velo sm Hana aja....gk ush gangguin Helen lg
aristi
Hana muncul lgi
kaylla salsabella
si hana
kaylla salsabella
eh emang bang Antonio bujang tua🤭🤭🤭
tinie
horee selamat ya om
cintamu diterimah💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
endang
semangat kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!