Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK

SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gibran Dirgantara, seorang pemuda desa yang berniat mengadu nasib di ibu kota, harus menelan kenyataan pahit saat dicampakkan dan dihina habis-habisan oleh mantan pacarnya, Siska, bersama kekasih konglomeratnya yang arogan. Namun, saat harga dirinya diinjak-injak di tengah kerasnya persaingan pusat pelelangan batu giok, Gibran secara ajaib membangkitkan entitas misterius bernama "Sistem Mata Sakti Raja Giok" yang menyatu langsung dengan saraf penglihatannya. Berbekal mata dewa yang kini mampu menembus lapisan batu kotor untuk melihat energi murni di dalamnya, Gibran memulai jalan balas dendam yang elegan untuk meremukkan kesombongan mereka yang meremehkannya, memborong batu-batu bernilai triliunan dari tumpukan sampah, dan merangsek naik menjadi master giok nomor satu yang paling ditakuti di dunia modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Lampu kristal raksasa memendarkan cahaya keemasan di lobi utama Gedung Dirgantara Larasati Group malam itu.

Karpet merah tebal membentang dari pintu masuk hingga ke panggung utama yang dihiasi bunga-bunga impor yang sangat mahal.

Gibran berdiri di depan cermin toilet VIP merapikan dasi sutra hitamnya dengan raut wajah yang sangat tenang.

Bima yang berdiri di sebelahnya justru sedang gemetar hebat hingga lututnya saling beradu satu sama lain.

Klotak klotak.

"Bos Gibran, saya rasanya mau pingsan saja malam ini melihat daftar tamu yang hadir," keluh Bima dengan wajah sepucat kapas.

"Saya cuma anak magang yang dulunya makan mi instan tiap hari, sekarang saya harus berpidato di depan walikota?" lanjutnya nyaris menangis.

Gibran menepuk bahu kurus pemuda itu dengan tenaga yang cukup keras untuk membangunkannya dari kepanikan mental tersebut.

Plak.

"Tarik napasmu dalam-dalam Bima, berhentilah bertingkah seperti pecundang yang menunggu dieksekusi mati oleh algojo."

"Malam ini kau adalah Direktur Operasional perusahaanku, sepasang matamu lebih berharga dari semua harta pejabat itu digabungkan," tegas Gibran menatap lurus.

Bima menelan ludahnya susah payah lalu membusungkan dadanya mencoba mencari sisa-sisa keberanian yang ada.

"B-baik Bos Gibran, saya akan berusaha tidak mempermalukan Anda malam ini!" ucap Bima mengangguk cepat.

Aurel melangkah masuk ke dalam ruangan VIP itu mengenakan gaun malam berwarna biru safir yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Aroma mawar hitam yang sangat elegan langsung menyapu indra penciuman Gibran membuat jantungnya berdetak satu ketukan lebih cepat.

"Para tamu VIP sudah berkumpul di lobi utama Gibran, Kapten Codet juga sudah mengamankan semua titik buta di area gedung," lapor Aurel dengan senyum menawan.

"Kau terlihat sangat cantik malam ini Nona Aurel, gaun itu benar-benar cocok dipakai oleh seorang ratu giok sepertimu," puji Gibran tanpa basa-basi sedikit pun.

Wajah Aurel seketika bersemu merah mendengar pujian blak-blakan dari pria yang biasanya selalu bersikap dingin dan kaku tersebut.

"Gombalan murahanmu tidak akan menaikkan gajiku Gibran, ayo kita keluar sekarang sebelum walikota memotong pita peresmian tanpa kita," elak Aurel salah tingkah memalingkan wajahnya.

Mereka bertiga berjalan keluar dari ruangan VIP menuju lobi utama yang langsung disambut oleh riuh tepuk tangan ratusan tamu undangan.

Prok prok prok.

Gibran melangkah naik ke atas panggung dengan wibawa mutlak yang membuat para pejabat tinggi itu menahan napas karena kagum. Bahkan Walikota pun menyempatkan diri untuk menunduk hormat saat bersalaman dengan pemuda yang telah menyatukan dunia bawah dan atas kota ini.

"Selamat malam para hadirin sekalian, malam ini adalah awal dari era baru perdagangan batu alam di seluruh penjuru provinsi ini."

"Dirgantara Larasati Group resmi berdiri untuk memastikan tidak ada lagi penipuan, pemerasan, dan monopoli kotor di tanah ini," pidato Gibran dengan suara bariton yang menggema.

Semua orang langsung bersorak sorai menyambut deklarasi berani dari sang Raja Giok yang baru tersebut.

Huuu woooo.

Namun di tengah sorak sorai perayaan itu, pintu kaca lobi utama tiba-tiba didobrak paksa dari luar oleh sekelompok pria berjas putih.

Brak.

Suara musik orkestra mendadak berhenti total digantikan oleh suasana tegang yang mencekik seluruh sudut ruangan dalam sekejap.

Enam orang pria berbadan tegap berjalan masuk memanggul sebuah peti kayu raksasa yang terlihat sangat berat ke tengah lobi. Di depan mereka, seorang pria paruh baya dengan rambut disisir klimis melangkah angkuh sambil bertepuk tangan pelan.

Prok prok.

"Pidato yang sangat heroik dan menyentuh hati Tuan Gibran, aku nyaris saja meneteskan air mata mendengarnya tadi."

"Sayang sekali kau lupa meminta izin kepada majikan sejatimu sebelum membuka lapak mainan kampungan ini," ucap pria klimis itu dengan nada yang sangat merendahkan.

Kapten Codet langsung mencabut pistol dari balik jasnya dan mengarahkannya tepat ke kepala pria klimis tersebut tanpa ragu.

"Berhenti di sana atau kepalamu akan berlubang malam ini juga dasar penyusup!" ancam Kapten Codet dengan rahang mengeras.

Pria klimis itu sama sekali tidak gentar dan justru tertawa mengejek melihat laras pistol di depan wajahnya.

Hahahaha.

Aurel yang berdiri di atas panggung langsung memucat pasi melihat lambang naga emas yang tersemat di dada jas putih pria tersebut.

"Turunkan senjatamu Kapten Codet, dia adalah utusan resmi dari Asosiasi Giok Nasional," perintah Aurel dengan suara yang sedikit bergetar panik.

Kapten Codet mendecakkan lidahnya kesal lalu menurunkan senjatanya dengan sangat berat hati mematuhi perintah Aurel.

Pria klimis itu merapikan kerah jasnya lalu menatap Gibran yang masih berdiri sangat santai di atas panggung utama.

"Namaku Surya, aku datang kemari jauh-jauh dari ibu kota negara membawa hadiah peresmian dari Ketua Asosiasi Giok Nasional untuk perusahaan kecilmu ini."

"Buka petinya sekarang juga di depan semua tamu undangan!" perintah Surya kepada enam anak buahnya yang berbadan besar.

Brak brak.

Papan kayu peti itu dihancurkan menggunakan linggis besi hingga memperlihatkan sebongkah batu raksasa berwarna abu-abu gelap.

Batu itu berukuran sebesar lemari es kecil dengan permukaan yang dipenuhi lubang-lubang aneh menyerupai sarang semut raksasa.

Para tamu undangan langsung berbisik-bisik kebingungan melihat bentuk batu yang sangat buruk rupa dan berbau menyengat tersebut.

"Asosiasi Nasional memberikan batu karang laut kotor sebagai hadiah peresmian? Ini jelas sebuah penghinaan terbuka bagi kota kita," bisik walikota kepada asisten pribadinya.

1
nadymaddy
💚💟
setiawan
🤩🥳
nurul khusna
🌹🥳
fitri
semangat gibran🥰
pricilia
seru banget🥰
gofur
sangat menarik ingin cepat di lanjutkan crita nya
sasa
💕💋
yani
🥳🥳
samuel df
mantap kaka 😘
clara
mantap
DD
bab ini diulang ya Thor 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!