Indonesia
NovelToon NovelToon
Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Alvierra Zea Khanza atau biasa dipanggil Zea rela menjadi gubernur demi mewujudkan impian sang nenek. Tapi sejak menjabat, berbagai teror dan ancaman mulai mengincarnya.

Demi keselamatan Zea, sang kakek mengirim seorang pengawal pribadi bernama Sagara Arya, kapten dingin yang ternyata menyimpan misi rahasia yaitu membunuh Zea.

Sayangnya, menghadapi gubernur yang bar-bar, keras kepala, tetapi begitu tulus mencintai rakyatnya membuat Kapten Sagara perlahan melupakan misinya.

Di antara ancaman, rahasia, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh, sang kapten justru jatuh cinta kepada perempuan yang seharusnya menjadi targetnya.

Ketika tugas dan cinta berada di dua sisi yang berlawanan, akankah Sagara memilih perintah atau melindungi perempuan yang telah mencuri hatinya?

Yuk stay tune ya. Yang gak suka silakan skip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rival Cinta

Perlahan tangannya mengepal kuat. Senyum yang semula menghiasi wajahnya menghilang begitu saja ketika melihat Sagara mengambil makanan dari rantang yang dibawa wanita di sampingnya.

Siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa Sagara terlihat membiarkannya duduk begitu dekat?

Tatapan gadis itu kemudian tertuju pada wajah wanita tersebut, dan matanya langsung membelalak. Ia mengenali sosok itu dari berbagai berita yang belakangan ramai dibicarakan, baik di televisi maupun media sosial.

Alvierra Zea Khanza, gubernur termuda yang belakangan viral karena kebijakan-kebijakannya, sekaligus karena kecantikan dan keberaniannya yang sering menjadi sorotan publik.

“Jadi, itu Gubernur Zea?” gumamnya pelan. Ia akui Zea jauh lebih cantik dibandingkan dengan yang beredar di sosmed.

Rasa terkejut di wajahnya perlahan berubah menjadi ketidaksenangan. Tanpa membuang waktu lagi, ia melangkah menghampiri meja tempat Sagara, Zea, dan Intan berada.

“Pagi, Kapten,” sapanya dengan suara manis. Ia kemudian mengangkat rantang yang dibawanya sedikit lebih tinggi. “Saya membawa sarapan untuk Kapten.”

Percakapan di sekitar mereka langsung terhenti. Para tentara yang tadi sibuk bergosip mendadak diam, bahkan beberapa di antaranya saling bertukar pandang seolah sudah bisa menebak bahwa pagi itu akan menjadi lebih menarik.

Tentu saja mereka mengenal gadis tersebut. Namanya Soraya, seorang letnan satu yang merupakan putri Mayor Jenderal Agus dan sudah lama mengejar perhatian Kapten Sagara.

Soraya bukan sekali dua kali mengantarkan makanan kepada Sagara. Ia juga sering mencari alasan untuk bertemu pria itu, tetapi selama ini Sagara selalu menanggapinya dengan sikap dingin dan jawaban seperlunya.

Sagara mengangkat wajahnya dan menatap Soraya sekilas, lalu melirik rantang di tangannya. “Saya sudah sarapan.”

Senyum Soraya sedikit membeku. “Tidak apa-apa, Kapten. Saya sengaja membuatnya untuk Kapten, jadi mungkin bisa dimakan nanti.”

“Tidak perlu. Terima kasih.”

Jawaban singkat itu membuat suasana terasa canggung. Beberapa tentara yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menundukkan kepala, pura-pura sibuk dengan urusan masing-masing, meskipun telinga mereka jelas-jelas masih mendengarkan percakapan itu.

Sementara itu, Zea yang duduk di samping Sagara hanya terdiam. Ia memandang Soraya, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Sagara, sebelum akhirnya sedikit mendekat dan berbisik.

“Kapten, dia pacarmu?”

Sagara menoleh. “Apa?”

Zea mengangkat alis, lalu berbisik lebih pelan. “Ya ampun, kenapa kamu nggak bilang dari tadi? Aku malah duduk di sini mengganggu kalian sarapan bersama.”

Tanpa menunggu jawaban, Zea langsung meletakkan tangannya di tepi kursi dan bersiap berdiri. “Kalau begitu, aku pulang saja. Maaf, ya, aku nggak tahu kalau ternyata kamu sudah punya pacar.”

Sebelum Zea sempat benar-benar berdiri, Sagara buru-buru mengulurkan tangan untuk menahannya.

“Bukan,” katanya cepat.

Zea menoleh dengan wajah bingung. “Bukan apa?”

“Dia bukan pacar saya.”

Sagara bahkan segera menambahkan, seolah-olah takut Zea salah memahami ucapannya. “Saya masih jomblo.”

Hening sejenak.

Zea berkedip beberapa kali, sementara Intan yang mendengar ucapan tersebut langsung menoleh dengan ekspresi terkejut.

Beberapa tentara di sekitar mereka bahkan nyaris tersedak karena tidak menyangka Kapten Sagara akan memberikan klarifikasi sepanjang itu hanya untuk menjelaskan status hubungannya.

Sejak kapan Kapten Sagara merasa perlu mengumumkan status jomblonya? pikir salah seorang tentara.

Soraya yang berdiri di hadapan mereka mengepalkan tangannya semakin kuat. Ia sudah berkali-kali ditolak secara halus oleh Sagara, tetapi kali ini terasa jauh lebih menyakitkan karena pria itu buru-buru menjelaskan bahwa dirinya masih lajang di hadapan wanita lain.

Padahal, selama ini Soraya bahkan harus mencari-cari alasan hanya untuk mendapatkan beberapa menit percakapan dengannya.

Zea yang tidak menyadari perubahan suasana itu akhirnya mengangguk santai. “Oh, begitu, ya.”

Ia kembali duduk, lalu mengambil gelas minumnya. “Aku kira kalian pacaran. Soalnya dia sampai membawakan sarapan khusus buat kamu.”

Sagara melirik Soraya sekilas, kemudian menjawab datar, “Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya punya pacar.”

“Ya, aku juga nggak bilang kamu pernah mengatakannya.” Zea mengangkat bahu. “Aku cuma bertanya.”

Intan yang sejak tadi memperhatikan Soraya mulai menyipitkan mata. Dari cara gadis itu menatap Sagara, lalu memandang Zea dengan senyum kaku, Intan bisa menebak bahwa kedatangannya bukan sekadar untuk mengantarkan sarapan.

Intan melirik Zea yang masih santai menikmati minumannya, kemudian kembali memandang Soraya. Sudut bibirnya terangkat tipis ketika sebuah pikiran muncul di kepalanya.

Ada yang bakl perang nih.

Soraya berusaha mempertahankan senyumnya meskipun wajahnya mulai kaku. Ia menatap Sagara, berharap pria itu setidaknya akan menanyakan kabarnya atau menerima makanan yang telah disiapkannya dengan susah payah.

Sagara justru kembali menyantap sarapannya seolah kedatangan Soraya bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Sesekali ia bahkan menanggapi perkataan Zea, membuat gadis itu semakin sulit menyembunyikan rasa kesalnya.

“Kapten, Anda benar-benar sudah sarapan?” tanya Soraya sekali lagi, mencoba membuka percakapan.

“Sudah.”

“Kalau begitu, mungkin nanti Kapten bisa mencoba masakan saya.”

“Nanti saja kalau saya membutuhkannya.”

Jawaban itu kembali membuat Soraya terdiam. Sementara Zea menoleh kepadanya dengan ekspresi polos, sama sekali tidak menyadari bahwa keberadaannya telah membuat suasana hati seseorang memburuk sejak tadi.

“Eh, Mbak Soraya, ya?” Zea akhirnya menyapa ramah setelah melihat nama yang tertera pada tanda pangkat gadis itu. “Terima kasih sudah membawakan makanan untuk Kapten. Tapi sayang, dia sudah kenyang.”

Intan langsung menunduk, berusaha keras menahan tawanya. Kalimat Zea sebenarnya terdengar biasa saja, tetapi di telinga Soraya, ucapan itu justru terasa seperti penegasan bahwa makanan yang dibawanya tidak lagi dibutuhkan.

Soraya menarik napas perlahan, lalu memaksakan senyum. “Tidak masalah, Bu Gubernur. Saya bisa membawanya kembali.”

“Wah, sayang sekali. Padahal sudah repot-repot memasak,” ujar Zea tulus.

Sagara melirik Zea. “Bu, Anda sudah sarapan?”

Zea menoleh cepat. “Sudah. Memangnya kenapa?”

“Kalau sudah, kita bisa kembali.”

Zea langsung mendengus. “Baru juga duduk! Kamu ini benar-benar nggak bisa membiarkan orang menikmati pagi dengan tenang, ya?”

“Saya tidak melarang Anda menikmati pagi.”

“Terus kenapa buru-buru?”

“Karena Anda terus berbicara.”

Intan akhirnya tidak mampu menahan tawa. “Ya ampun, kalian berdua ini kalau bertemu pasti ada saja yang diributkan.”

Para tentara di sekitar mereka kembali saling melirik. Pemandangan itu semakin menguatkan dugaan mereka bahwa hubungan Kapten Sagara dan Gubernur Zea jauh lebih menarik daripada yang mereka bayangkan.

Di sisi lain, Soraya hanya berdiri dengan rantang masih berada di tangannya. Wajahnya tampak tenang, tetapi hatinya dipenuhi rasa kesal yang sulit disembunyikan.

Selama ini, ia tidak pernah menyerah meskipun berkali-kali ditolak oleh Sagara. Ia selalu berpikir bahwa suatu hari pria itu akan melunak jika dirinya terus berusaha mendekat.

Tapi pagi ini ia justru menyaksikan Sagara menerima sarapan dari Gubernur Zea, duduk bersamanya, bahkan buru-buru menjelaskan bahwa dirinya masih lajang ketika Zea mengira mereka berpacaran.

Soraya menatap Zea sekali lagi. Gadis itu masih sibuk mengomel kepada Sagara, sementara sang kapten menanggapinya dengan wajah datar seperti biasa.

Akan tetapi, bagi Soraya, ada sesuatu yang berbeda dari cara Sagara memperlakukan Zea.

1
Tiara Bella
ada aja ibu² julid yg sirik.....hempaskan saja zea.....
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
antara tugas dan cinta serumit itu ya

coro benange wis ruwet kui angel angel2 tenan
wis payah kui
judulé AMBYARRRR
cilla
zea adalah zahra next generation hahahaha🤣🤣🤣🤣 badasss🤭
cilla
ye kembali ke kampungmi dan pale🤭🤭 hahaha suka sama bahasanya😍
mama_im
takdir mulai berbicara 🤣🤣🤣
mama_im
duh ribet ya 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Zea selalu ada aja jawabannya buat lawannya kicep 😉😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Lisa dah nikah blm trus Karel mana kok gak ada ceritanya 🤔😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kayaknya itu nenek nya Sagara deh 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa wanita tua itu adalah mamanya Sagara 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sok Zea samaan sama Sagara sama" dingin dan acuh trus kita liat Sagara akan tahan gak kl kamu acuh dan dingin ke Sagara 😏😏
ryuka
lanjuutttthooorrr
ryuka
yeeeeeyyy ditemuin sma zheeeaaaa 😍😍😍😍😍
cilla
dan aku yakin zea bahkan sudah tau tapi diam aja dia kan manusia yg sulit di tebak kek emaknya🤣🤣🤣😍😍🤭 sagara jujur aja sama zea
Tiara Bella
makasih thor up nya banyak....love you/Kiss//Kiss//Kiss/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
Mei Mei
jangan Mako pusing Sagara pergi ko pasar aj cari bajabu biar otak mu encer berpikir jalan keluar gimn caranya, sebaiknya km cerita aja ke Zea dan keluarga Zea tentang masalah mu biar Zea dan keluarga nya bisa membantu km Sagara,,
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waduh jadi keluarga sagara dii jdiin sandra apalah itu namanya ancaman yaa nehh smacam itu suapaya sagara melakukan pembunuhan terhadap zea ya
wehhh piye iki jal
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahh ini dia
sat set tnpa drama keren
KLO kek gini rasanya negara ini akan damai2 saja
tp kbnykan pada komen dlu sblm tau faktanya
alahhh mboh lah mumet AQ
AQ ora tau melu2 komen ini itu JD tak tau lah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
gimna g di jaga orang udah jatuh cintrong duluan weeeekkkkk🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Mama Hasby
zeaa...zeaa...🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!