Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Cinta Ke 7 Putri Dayang Suri

Status: tamat
Genre:Fantasi / TimeTravel / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Kerajaan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:109.3k
Nilai: 5
Nama Author: andi riana

Tamat, sedikit ekstra part untuk melengkapi cerita

Kerajaan Swarnabumi riuh rendah semua orang yg ada disana sibuk dengan persiapan pernikahan putra mahkota kerajaan Pangeran Mulyawarman dengan Putri Dayang Suri Putri Panglima Hang Tuah yang terkenal cantik dan ahli beladiri.

Tiba tiba Aaaarkh...aaarkh terdengar teriakan menyayat dari para pengawal yg menjaga gerbang. Istana Swarnabumi yg sibuk dengan persiapan pernikahan di kejutkan dengan serangan sekumpulan orang dengan pakaian hitam dengan wajah ditutupi kain hitam. Di depan mereka berdiri seorang pria dg wajah tertutup topeng, dialah Pangeran Indra Buana kekasih Putri Dayang Suri.

Pangeran mengamuk membabi buta menghancurkan seluruh persiapan perkawinan, membunuh semua pengawal yg menghalangi seketika istana menjadi lautan darah karena amukan pangeran Indra Pangeran sangat murka karena kekasihnya Putri Dayang Suri akan dinikahkan dengan lelaki lain, sambil berteriak pangeran berkata "Aku Pangeran Indra Buana bersumpah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi riana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Mabuk cinta

Pangeran membelai bibir Suri, "boleh? pangeran bertanya sambil tersenyum pada Suri. Suri yang ditanya menjawab dengan memonyongkan bibirnya "eleh biasanya juga langsung nyosor kayak bebek nggak pake nanya".

Pangeran Indra tertawa mendengar jawaban Suri. Mereka asik bercengkrama sambil tertawa, saat Suri lengah pangeran mengecup bibir Suri, Suri yang tak menyangka dapat serangan mendadak hanya melotot.

Pangeran Indra yang melihat ekspresi lucu Suri tertawa terbahak-bahak. Suri kesal melihat pangeran tertawa dan membalas dengan mengecup bibir pangeran Indra, sekarang gantian pangeran Indra yang melotot kaget dengan ciuman mendadak Suri.

Mereka berdua terdiam, dan sesaat kemudian mereka tertawa bersama. Pangeran Indra mencubit hidung Suri, " katanya kanda mesum ternyata adinda juga sama" "Sapa suruh curi-curi menciumku, aku juga bisa" Suri pura-pura cemberut.

Pangeran Indra menggigit hidung Suri "Aduh, apaan sih pangeran sakit" Suri memegangi hidungnya, "Kamu gemesin banget sayang" pangeran tersenyum jahil. "Gemes sih gemes tapi nggak gigit juga kali" Suri mengelus elus hidungnya yang sebenarnya tidak sakit.

"Iya maaf, ngga bakal gigit lagi, tapi ada syaratnya" Pangeran menatap Suri. "Syarat apa? aku ngga mau ya kalo susah" Suri bersungut-sungut sambil memonyongkan bibirnya.

Pangeran yang melihat Suri mengomel sambil memonyongkan bibirnya langsung menoel hidung Suri "Tu kan menggoda lagi" "Apaan sih, ngga ada" Suri marah "itu tadi monyong monyong gitu, jadi pengen nyium" Pangeran mengedipkan sebelah matanya genit.

"baiklah.. baiklah.. ngga monyong lagi", Suri mengangkat tangan tanda damai "jadi apa syaratnya? Suri bertanya lagi. "Panggil aku Kanda bukan pangeran, jika salah lagi harus dihukum" pangeran memberi penjelasan "Apaan sih dikit dikit dihukum dikit dikit dihukum" Suri mengomel lagi. "Dilarang mengomel juga, kalo mengomel lagi akan dihukum juga" Pangeran bicara lagi. "Suri yang mendengar langsung diam"

Hening, mereka berdua saling tatap, tatapan penuh rindu, hingga akhirnya "kruek.. kruek.." "suara apa itu" pangeran bingung mendengar suara aneh. "Pangeran aku lapar" Suri memegangi perutnya, mukanya memerah menahan malu.

"Ha3x... ayo kita ke istana, dinda bisa makan sepuasnya" pangeran bangun dan mengulurkan tangan membantu Suri untuk berdiri. "Mengapa kita tidak ke pasar saja?bukankah lebih dekat?" Suri bertanya pada pangeran Indra, tapi dijawab dengan gelengan.

"Tidak, aku tidak mau kejadian tadi pagi terulang lagi" pangeran membantu Suri naik ke kudanya, dan pangeran menyusul naik. Cantiqa ditinggalkan di pohon kasturi, lalu pangeran merafal mantera halimunan untuk menyembunyikan Cantiqa. Merekapun berkuda berdua menuju istana Buana Gemilang.

Setengah jam kemudian mereka tiba di istana Buana Gemilang, pangeran langsung membawa Suri ke Paviliunnya, memerintahkan dayangnya menyiapkan makanan dengan segera.

Tak perlu menunggu lama datanglah serombongan dayang dayang membawakan makanan, ada ayam goreng,ayam panggang, sate rusa, sate ayam, pepes ikan, dan ikan bakar. Suri yang melihatnya melotot pada pangeran Indra, "kenapa sebanyak ini pangeran, apa kau ingin membuatku gemuk dalam sekejap" bukannya menjawab pertanyaan Suri, pangeran malah mengacungkan 2 jari telunjuk dan jari tengahnya ke arah Suri. Suri yang tidak mengerti maksud pangeran bertanya lagi, "apa itu? aku tidak mengerti pangeran?" pangeran mengacungkan 3 jarinya sambil tersenyum.

Fahamlah Suri bahwa maksud dari 3 jari itu adalah hukuman baginya karena memanggil pangeran dengan sebutan pangeran bukan kanda seperti yang diminta pangeran Indra.

Suri kesal dan ingin memukul pangeran, tapi tidak jadi karena pangeran sudah menambahkan acungan jarinya menjadi 4, yang artinya hukuman bertambah jika Suri memukulnya.

"Ha3x.. Pangeran Indra tertawa puas karena berhasil mengerjai Suri. "Sudahlah sayang, terima saja hukumanmu jangan marah-marah lagi kasihan cacing cacing di perutmu, nanti nyanyi-nyanyi lagi karena kelaparan"

Suri yang tadinya ingin membalas, urung membalas pangeran Indra. Pangeran Indra mengulurkan tangannya, menyuapi Suri dengan ayam bakar, "Ayo, buka mulutmu, marahnya nanti saja" pangeran memerintah, dan Suri yang sudah sangat lapar, menurut saja. Suri makan dengan lahap, melupakan kekesalannya pada pangeran Indra.

Selesai makan mereka duduk di ayunan di belakang paviliun mawar putih, Suri yang lelah dan kenyang tertidur di pelukan pangeran Indra.

Pangeran menatap Suri yang tertidur pulas dipelukannya. "'Sayang, kau membuatku mabuk, mabuk karena cintamu" pangeran berbisik dan mengecup lembut kening Suri. membiarkan Suri terlelap dipelukannya, hingga pangeranpun tertidur.

please

......like.....

........komen....

...............vote....

dukungan kalian vitamin buat aku,

tq so much more reader😘😘😘

1
Arina Sabrina
weihh penulis ni orang mana dhoo
diyanir
ciri khas kerajaan melayu (maaf kalo salah 😁) dah mulai nampak nih 🥰
diyanir
ada hang tuah dan hang jebat 👍
diyanir
nuansanya berbeda dari kerajaan jawa... seperti dr pulau sumatera bukan sih author? suka cerita kerajaan seperti ini...
Andi Nurfiana
Jangan dibilang demit dong kesannya kayak setan atau juriq gitu, serem, kan mereka ngga ada berubah berubah wajah jadi serem, Saya menyebutnya makhluk halus, kalo di daerah saya sih disebut makhluk bunian.
🌹*sekar*🌹
🤔apkah kerajaan Indra Buana ini kerajaan demit thor..😁
tnya thor🤭🙏
Andi Nurfiana: salam kenal juga dari sumatera🙏
total 3 replies
Penggemar
mereka beda alam kah thor.....
Andi Nurfiana: iya, tapi akhirnya si cewek ikut si cowok ke alam gaib setelah 7x reinkarnasi
total 1 replies
Meida R
heheee kada papa thor maklum ja walau bahasanya ada masih campur2 indo banjar
Meida R
cuma paham sedikit2 thor,hehee
Meida R
wkwkwk kasian , suri di lawan
Meida R
seru
Azkia Queenzia
saye penah pigi malaysia 4 tahun..
mestilah pandaiii,,
dah tu rajin tengok cerite upin ipun pulak..makinlah pandaiii
hehehhehehehe 😂😂😂😂😂
Azkia Queenzia: ye lahh authorr pun pandai kali cakap..
hahayyyy suke suke suke
total 2 replies
Raisha
kpn up lg thor?
Raisha: Makaciii infonya kak🙏😀
total 2 replies
Nurhikma Nurhikma
semngat thor aku suka karyamu
afiva nur fitriansari
semngt thor
Diinau Zuldesu
di tunggu kelanjutannya thor, cemunguutttt💋💋💋😁😁
Nurhikma Nurhikma
komen ....
Andi Nurfiana
terima kasih dukung terus ya😘
Diinau Zuldesu
seru thor, setiap kehidupan membawa pembaca berangan2 ke kehidupan itu, keren bgt! 👌😍♥️ semanat thor di tunggu update nya lagi ya
Diinau Zuldesu
gpp thor dimaafkeunn 🤣🤣😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!