Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Kanaya sudah sampai di mansion bersama Defano, mereka langsung pamit kepada ayah dan ibu lalu segera masuk kedalam kamar Kanaya.
" Ibu ayah kami kekamar dulu " ucap Kanaya
" Baiklah, beristirahat lah nanti siang kita akan malam malam bersama " ucap Bu Reni
" Baik bu " ucap Kanaya
" Mari bu " ucap Defano sopan
" Silahkan Defano " ucap Bu Reni
Kaya sudah berada dikamarnya, iya segera duduk diranjangnya sedangkan Defano melihat-lihat ruangan kamar Kanaya yang terlihat rapi da bersih
" Kamu rapi juga kamarnya " ucap Defano
" Ya iyalah, aku ga suka kalau kamar berantakan " ucap Kanaya
" Tapi ko banyak boneka " tanya Defano
" Namanya juga anak perempuan pasti punya boneka lah " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Terus gimana kita tidur, ranjang kamu sempit " ucap Defano
" Cukup ko untuk berdua " ucap Kanaya
" Ga mau aku tidur dengan kamu, jangan mencari-cari kesempatan ya " ucap Defano kesal
" Astaga Defano kita sudah menjadi sepasang suami istri malah bilang seperti itu " ucapnya Kanaya kesal
" Eh ingat ya sama perjanjian kita " ucap Defano
" Dan kamu juga ingat untuk melakukan hal itu agar membuatku hamil " ucapnya Kanaya kesal
" Aku belum siap " ucap Defano
" Sampai kapan kamu belum siap, jangan mengingkari perjanjian kita " ucap Kanaya
" Nanti pas bulan madu kita akan melakukannya " ucap Kanaya
" Kamu yakin tidak tergoda denganku " ucapnya Kanaya menggoda Defano
" Astaga ucapan mu seperti seseorang yang agresif " cibir Defano
" Yang penting aku dapatkan yang aku inginkan dan kamu dapatkan yang kamu inginkan " ucap Kanaya dengan senyum jahatnya
" Dia ternyata licik juga " batin Defano
" Terserah lah " ucapnya Defano kesal dan berbaring dikasur kanaya
" Kenapa kamu malah tidur disini " ucap Kanaya kesal
" Aku cuma mau tidur sebentar " ucap Defano memejamkan matanya
" Tapi Defano " ucap Kanaya
" Ssstttt jangan berisik " ucap Defano memeluk guling Kanaya dan mulai terlelap tidur
" ish kalau dia tidur terus apa yang harus ku lakujan " ucap Kanaya bingung
Tiba-tiba suara handphone Defano berdering namun kini hanya sebuah pesan bukan telepon.
Kring....
" Apa aku harus membangunkan Defano takutnya ini penting, tapi nanti dia marah lagi " ucap bingung dan akhirnya memegang handphone milik Defano
" Pesan dari sarah " ucap Kanaya pelan
" Sayang kamu dimana, apa kamu tidak kangen aku... ayo kita ketemuan di cafe banyak yang aku ingin sampainkan " ucap pesan dari Sarah
" Aku harus membalasnya tapi bagaimana membuka ponsel milik defano " batin kanaya
" Aku punya ide.. " ucap Kanaya pelan, dan diam-diam menempelkan sidik jari tangan milik Defano kedalam handphone tersebut, dan benar saja handphonenya terbuka lalu iya segera membalas pesan Sarah
" Ok, kita ketemu di Cafe B jam sepuluh, ada hal juga yang mau aku sampai " ucap Kanaya memakai handphone milik sang suami
" Aku memang perlu bicara sama sarah " ucap Kanaya lalu menghapus pesan yang dikirim Sarah dan langsung menyimpan kembali handphone milik Defano
Kanya segera turun kebawah dan menemui sang bunda untuk meminta ijin iya mau bertemu dengan temannya.
" Ibu aku pamit ya " ucap Kanaya
" Mau kemana sayang " ucap Bu Reni
" Mau keluar sebentar, mau bertemu dengan temanku " ucap Kanaya
" Terus Defano bagaimana " ucap Bu Reni
" Defano tidur kasian kayanya semalem iya kecapean " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Kamu ya, bisa-bisanya membuat suamimu kelelahan " ucap Sang ibu
" HEHHEHE tidak sengaja bu " ucapnya bohong
" Tapi kamu harus pulang waktu makan siang " ucap sang ibu
" Siap bu " ucap Kanaya
" Hati-hati dijalan " ucap sang ibu
" iya ibu " ucapnya Kanaya melangkah pergi menuju mobilnya dan mengendarai mobilnya ke rumah sakit terlebih dahulu.
.
...****************...
.
Tiga puluh menit iya sudah sampai dirumah sakit lalu segera menemui dokter Reza, iya menunggu Dokter Reza di luar Ruangannya.
" Suster, tolong bilang ke dokter Reza Kanaya datang ingin berbicara penting " ucap Kanaya
" Baik Nona tunggu sebentar " ucap sang suster
" Iya sus " ucap Kanaya duduk didepan ruangan dokter Reza
Tak lama kemudian sang suster menghampirinya dan memberitahukannya jika iya diperbolehkan masuk
" Silahkan nona, dokter Reza menunggu anda " ucap sang suster
" Baik sus, terima kasih " ucap Kanaya sambil tersenyum
Kanaya segera masuk kedalam ruangan dokter Reza dengan senyuman diwajahnya.
" Pagi dokter Reza " ucap Kanaya
" Pagi pengantin baru... " goda sang dokter
" Ah dokter bisa saja " ucap Kanaya
" Bagaimana malam pengantin nya seru " goda sang dokter
" Ih dokter malah bilang begitu " ucap kanaya
" ok, maf Kanaya hanya bercanda, ada apa kemari... apa ada keluhan " tanya sang dokter
" Tidak Dok aku hanya ingin menanyakan bagaimana caranya cepat hamil " ucap Kanaya langsung to the points
" Sebenarnya saya bukan dokter kandungan namun saya cukup tau sedikit " ucap Dokter reza
" Kasih tau saya dok " ucap Kanaya penasaran
" Baiklah Kay, saya mau bertanya apa kamu sudah datang bulan... " tanya sang dokter
" Sudah sih dok " ucap Kanaya
" Kapan " tanya dokter Reza
" Seminggu yang lalu " ucap Kanaya
" biasanya masa subur itu seminggu setelah selesai datang bulan " ucap sang dojter
" Masa subur itu apa dok " tanya Kanaya
" Masa subur itu ketika rahim siap untuk di buahi dan biasanya masa subur ini waktu dimana kamu bakal cepat hamil " ucap sang dokter
" Lalu kapan masa subur saya " ucap Kanaya
" Kalau saya hitung bisa di hari ini sampai tiga hari kedepan tapi lebih bagus hari ini " ucap sang dokter
" Baik dok terima kasih informasinya " ucap Kanaya senang
Iya segera meninggalkan ruangan sang dokter dan bersiap-siap menuju cafe dimana iya dan Sarah janjian sebenarnya antara Sarah dan Defano, tapi karena Kanaya yang membalas pesannya pasti Sarah tidak mengira jika yang datang adalah Kanaya.
Bersambung...
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?