Indonesia
NovelToon NovelToon
Story Love 2K

Story Love 2K

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cintya Devi

[Sekuel dari novel Terjerat Pernikahan Di Atas Kertas]

Kieandra Sivano Aristya dan Kiondra Sivano Aristya. Mereka berdua adalah anak dari pasangan Elvano Aristya dan Chika Priscilla.

Kie dan Kio kini sudah bertumbuh besar. Meski saudara kandung dan wajah mereka yang hampir mirip, keduanya memiliki sifat yang berbeda.

Sifat Kie lebih condong mirip dengan papanya. Pekerja keras, Angkuh, Dingin dan Arogant. Sedangkan Kio, dia sangat mirip dengan mamanya. Anak yang mudah bergaul, ramah, tapi suka membangkang.

Kie kini sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahaan papanya dan Kio masih berkuliah dengan nilai yang pas-pasan.

Hingga suatu hari, keduanya mencintai wanita yang sama. Dia adalah Zilla Magnolia, mahasiswa baru di kampus Kio.

Mulai dari sana, hubungan Kie dan Kio sedikit merenggang. Dan Kio terus berusaha untuk membuat hubungan Zilla dan Kie menjauh dengan bantuan Risma, putri Haris dan Maya.

Kio sengaja meminta bantuan Risma, karena ia tahu jika Risma selama ini mencintai Kie.

Kira-kira apa usaha Kio dan Risma berhasil untuk menjauhkan Kie dari Zilla. Atau mungkin Kie tahu dengan semua rencana Kio dan Zilla?

Simak dan Ikuti ceritanya cinta kedua saudara ini.

Jangan lupa dukung author dengan Like,Coment dan tinggalkan jejak vote untuk author ya.
Terima Kasih 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Terakhirku

Tidak berselang lama, Kio sudah kembali sembari membawa 2 plastik teh hangat serta sebungkus gorengan yang masih panas. Melihat bibir Zilla yang menggigil, Kio pun segera mematikan ac di mobilnya dan mengambil lagi persediaan jaket yang selalu ia bawa di jok belakang mobil.

"Ini teh hangatnya di minum dulu ya, Zill. Sama ini jaketnya loe pakai lagi," cetus Kio.

"Makasih, Kak. Tapi gue kan udah pakai jaket yang loe kasih tadi," jawab Zilla.

"Ya iya sih. Tapi loe kan masih kedinginan. Udah buruan di minum, dan gorengannya di makan. Biar badan loe agak hangat. Dan kalau besok loe sakit, gak usah masuk. Nanti biar gue yang ijinin loe sama dosen pembina."

"Iya, Kak. Sekali lagi makasih ya. Kalau gak ada lor, gue gak tahu bisa sampai rumah jam berapa."

"Emangnya loe dari mana? Kenapa loe gak ikut ospek hari ini?"

"Gue lagi badmood aja, Kak. Dan seharian ini gue ada di makam Ibu dan Bapak. Suasana hati gue lagi memburuk dan setiap gue sedih gue selalu ke makam mereka," ucap Zilla dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

"Maaf sebelumnya, jadi loe udah gak punya orang tua? Terus loe hidup sama siapa?" tanya Kio.

"Ada Kakak gue, Kak. Cuma.."

"Cuma kenapa, Zill?" sahut Kio yang semakin penasaran.

Zilla menoleh ke arah Kio sambil menitikkan air matanya. Menatap sendu kedua matanya namun dengan cepat ia segera menghapusnya.

"Maaf, Kak. Gue gak bisa cerita. Bisa gak loe anterin gue pulang sekarang? Kakak gue pasti udah cemas nungguin gue pulang," ucap Zilla.

"Iya, sekarang juga gue antar loe pulang. Tapi kalau loe butuh teman buat cerita, loe bisa bagi kesedihan loe itu sama gue. Jangan pendam masalah loe sendirian ya. Ada gue yang akan selalu ada buat elo," jawab Kio dengan senyuman tampannya.

"Makasih ya, Kak. Gue kira loe itu cowok yang nyebelin dan ngeselin. Tapi ternyata loe itu cowok yang baik ya."

"Makanya jangan lihat casing luarnya aja sebelum menilai seseorang. Tapi loe perlu mengenalnya lebih dekat, baru loe bisa menilainya."

"Iya, Kak."

"Kalau gitu gue antar loe pulang dan sesampainya di rumah, loe langsung mandi air hangat dan tidur. Oke?"

"Iya, Kak."

Kio segera menyalakan mesin mobilnya, melaju dengan kecepatan yang sedang dan sesekali mengamati wajah Zilla dengan senyuman yang merekah.

"Gue yakin, lambat laun gue pasti bisa taklukin hati Zilla. Dan kalau gue beneran dikasih kesempatan buat menjadi kekasihnya, gue janji gue gak akan buat dia menangis. Bahkan kalau Tuhan mengijinkan, gue mau menjadikan dia wanita terakhir dalam hidup gue. Semoga aja doa gue ini dijabah Tuhan. Amin," batin Kio.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mobil Kio berhenti di depan gang yang ditunjuk oleh Zilla.

"Kak, stop. Gue turun di sini aja," ucap Zilla.

"Lah, memangnya rumah kamu di mana?" tanya Kio penasaran.

"Rumah gue masuk masih masuk gang, Kak. Dan mobil loe gak bakal bisa di bawa masuk ke dalam."

"Ya udah. Kalau gitu gue antar sampai depan rumah aja. Gue jalan juga gak papa kok," ucap Kio penuh harap.

"Gak usah, Kak. Gue jalan aja ya. Lagi pula gue gak mau bikin Kakak gue berpikir macam-macam. Udah gue pulang telat, basah kuyup begini, dan pulang sama cowok. Tahu sendirilah, apa yang bakal Kakak gue pikirkan tentang kita?" cetus Zilla.

Kio menghela napas sambil menganggukkan kepalanya. "Oke. Gue paham kok, Zill. Tapi besok kabari gue kalau loe berangkat ospek ya? Gue mau kita berangkat bareng. Tapi kalau badan loe gak enak, mending gak usah masuk aja. Dan ini nomor gue," ucapnya sambil menyodorkan nomor ponsel yang Kio tulis di selembar tisu.

"Iya, Kak. Gue turun dulu ya, Kak. Dan jaketnya gue bawa dulu ya. Mau gue cuci dulu."

"Iya. Bawa aja dulu," jawab Kio.

Zilla pun segera turun dan berjalan masuk ke dalam gang. Kio pun masih berada di sana untuk memastikan tidak ada yang berniat buruk pada Zilla.

Setelah 15 menit berlalu, Kio yang sudah merasa yakin jika Zilla sudah sampai di rumah kembali melajukan mobilnya. Dan dari arah belakang mobilnya, Kie yang sedari tadi menunggu Zilla di depan gang, mengepalkan kedua tangannya ketika tahu jika Zilla dan Kio ternyata sudah saling mengenal.

"Ketakutanku benar terjadi. Kio dan Zilla sudah saling kenal. Apa Zilla tahu jika Kio itu adalah Adikku dan apa dia akan memberitahu Kio soal hubungan kami? Secepatnya aku harus segera membawa Zilla ke rumah dan mengenalkannya pada Mama dan Papa. Sebelum semua rencana yang sudah aku susun jadi berantakan," batin Kie geram. Kie pun segera melakukan mobilnya kembali, menyusul Kio yang sudah terlebih dulu pergi dari sana.

Sambil menyetir, Kie berusaha menghubungi nomor Zilla. Akan tetapi, nomor Zilla masih belum aktif hingga Kie langsung melempar ponselnya ke kursi belakang karena kesal dengan sikap Zilla yang sudah memporak porandakan perasaannya.

1
Wiwik Yuli
kpn lanjut lg thor
Putricah Ngapak
kpn up nya LG thor
Leni marlina
Next
Ovira
lanjut ka, seru nie
Putricah Ngapak
wuiiihhh seru kakak adik dari elchik berebut gadis sederhana yg luar biasa lanjut thor
Ovira
ditunggu kelanjutannya ka,, lagi seru nie,, gimana ya saat ketemu besok kie sama zilla
Leni marlina
Next
Wiwik Yuli
sabar ya kak kie.....
Leni marlina
Next
Nina Amalia
mkya kie jngn terlalu dingin dan cuek nanti di serobot kio 😜
Fitria Lilis
dpt notif lngsung cek...next yah
Ovira
lanjut ka
Fitria Lilis
next
Wiwik Yuli
next kak
Leni marlina
Next
Nina Amalia
duaaa...
dua-duanya sama-sama suka zilla 😍🥰😘
Ovira
aduh dasar bavang kie
Wiwik Yuli
next kak
Nina Amalia
kei gercep keburu di tikung kio😜
Leni marlina
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!