Tania dianggap sebagai pembawa sial karena semua pria yang berpacaran dengannya selalu berakhir dengan kematian tragis.
Hingga seorang detektif kepolisian bernama Zayn pun turun tangan karena ingin mengusut misteri kematian adiknya setelah berpacaran dengan Tania. Dia menyamar dan berpura-pura menyukai Tania untuk mendapatkan informasi darinya.
Namun, apakah yang akan terjadi ketika Zayn akhirnya benar-benar jatuh cinta pada Tania? Dan apa yang harus dilakukannya ketika berada di persimpangan dilema ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Bisa Mengelak
"Apa? Apa maksud dari semua ini? Mas Hamdan!" Arum menatap Hamdan dengan penuh kebingungan.
Belum sempat Hamdan menjawab, dua orang polisi datang dan menangkap Arum.
"Lepaskan! Apa-apaan ini! Lepaskan!" Arum terus memberontak dari pegangan para polisi tersebut.
"Kamu harus mempertanggung jawabkan segala kesalahanmu, Arum! Pak, bawa dia," pinta Hamdan.
Arum pun di bawa ke kantor polisi. Tania, Hamdan, Zayn, dan Surya juga turut ikut untuk memberikan kesaksian.
*****
"Saudara Arum? Apakah anda mengakui bahwa anda telah melakukan tindakan pembunuhan berencana kepada semua pria yang dekat dengan keponakan anda?" tanya seorang polisi saat menginterogasi Arum.
Tak mampu mengelak lagi, akhirnya Arum mengalah. "Benar, Pak."
"Baiklah, berdasarkan bukti dan saksi yang telah kami kumpulkan, maka anda dinyatakan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana dan memberi obat pengacau pikiran kepada keponakan anda sendiri, dan menyebabkan saudara Sima melakukan bunuh diri dengan membawanya ke atap apartemen dan memprovokasinya. Ayo ikut kami ke sel. Anda akan menjalani sidang secepatnya karena semua berkas sudah lengkap berkat rekaman suara dari saudara Surya saat anda berdua bertemu di gedung kosong."
"Tunggu! Sebelum aku dimasukkan ke sel, aku ingin bertanya pada mereka." Menatap empat orang yang telah menjebaknya. "Bagaimana kalian merencanakan ini semua?"
"Biar saya saja yang menjelaskan, Om, Tania, Surya," pinta Zayn.
Zayn pun mulai bercerita.
Flashback 1
Setelah Surya diajak bekerja sama dengan Arum. "Zayn, ada yang ngajak aku kerjasama buat menghalangi kamu mengungkap kasus para mantan pacar Tania."
"Hah? Beneran? Siapa? Terus kamu mau?"
"Tau nggak, dia menganggap aku kekurangan uang. Terus dia nawarin aku buat kerjasama dengan dia dengan imbalan uang."
"Sur, ini informasi yang sangat penting. Siapa orangnya?" Zayn menatap Surya dengan tatapan serius.
"Arum. Sepertinya memang dia pelaku dari semua pembunuhan itu."
"Tante Arum? Tapi dia kan tantenya Tania?" Zayn tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Ya nggak taulah dia ada masalah apa dengan Tania. Yang pasti aku diminta melaporkan semua penyelidikan mu."
"Kamu tolak nggak?"
"Ya aku terima lah. Duitnya banyak, kok."
"Dasar kamu ini!" Zayn meninju lengan Surya.
"Ya mau gimana lagi, kalau aku nolak, kita nggak akan dapat apa-apa. Jadi aku setuju jadi mata-mata dia. Kita ikuti aja permainan dia." Surya tersenyum penuh makna.
"Kenapa kamu nolak? Bukannya kamu memang lagi butuh uang?"
"Aku butuh uang, tapi aku nggak mau membiayai pengobatan ibuku dengan uang haram."
"Aku juga pernah membully kamu waktu kita masih SMA." Zayn menambahkan.
"Berkat bully darimu aku menjadi orang yang lebih kuat. Aku tau saat kamu melakukan itu, supaya aku berani melawan ketidakadilan 'kan? Kamu sengaja menjadi salah satu anggota geng yang membully aku agar mereka nggak selalu menyiksa diriku."
"Kamu lebih pintar dari yang aku kira."
"Jangan kamu pikir kamu saja yang pintar, Zayn." Surya tersenyum penuh kebanggaan.
"Baiklah, mulai sekarang kita akan menjalani peran sebagai detektif yang melakukan penyelidikan. Kamu terus laporkan apa yang kita kerjakan. Kita akan mengumpulkan semua bukti dan menjebaknya nanti."
"Baik, kita mulai permainannya."
Flashback 2
Saat Zayn kecelakaan.
Setelah mengantarkan Surya dan memberinya bukti, Zayn pulang ke rumah orang tuanya.
Saat mobil truk datang, Zayn mulai mempersiapkan diri dengan alat pelindung diri. Di sampingnya ada potongan besar daging sapi yang dipakaikan baju yang sama dengannya.
Hingga ketika ia terjun ke bawah tebing, ia melompat dari mobil dan menembakkan tali ke tebing agar ia dapat bergelantungan. Tebing yang berbentuk rongga ditengahnya membuat posisi Zayn tidak terlihat saat supir truk melihat ke bawah.
Setelah ledakan terjadi, Zayn langsung naik ke atas dibantu alat panjat tebing yang ia pakai. Setelah itu, ia dijemput Surya dan bersembunyi di rumahnya sampai hari penjebakan terjadi.
Sebelum itu, Zayn juga sudah mengabari orang tuanya tentang semua ini agar mereka tidak perlu khawatir akan berita yang terdengar besok. Mereka cukup berakting dengan baik. Membatasi jumlah pelayat agar tak banyak orang yang terkena prank ala Zayn.
Tak lupa pula, Zayn menghubungi Hamdan lewat panggilan telepon karena ia tahu bahwa Hamdan orang yang jujur dan baik. Terbukti dari hasil investasi Zayn yang benar-benar dipakai untuk perusahaan tanpa berkurang atau masuk ke kantongnya.