Namaku Indira Angreyna
Nama yang sangat indah dan bercahaya, namun kehidupan pernikahanku tidak seindah yang aku bayangkan.
Indira menikah dengan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun dengannya.pria itu sangat mencintainya sama seperti dirinya yang begitu mencintai pria itu.Namun saat malam pertama mereka setelah menikah, suaminya tiba tiba berubah kasar padanya,tidak mau menyentuhnya bahkan mengatakan hal yang menyakitkan hati Indira.
Sejak kejadian itu hubungan mereka tidak pernah membaik sampai bulan ke 11 pernikahan mereka,di malam acara ulang tahun pernikahan mereka,suaminya membuat semua keluarga mereka terkejut dengan apa yang suaminya katakan kepada keluarganya.
Bagaimanakah cerita selanjutnya,Apa yang membuat suaminya lansung berubah sikapnya padanya?.
yang pasti cerita ini banyak mengandung bawang membuat mata terus mengeluarkan air ya😭
Ingin tau kelanjutan kisahnya,yuk intif.... pasti bikin kamu menangis,dan terharu sedih,dan senang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mardalena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Tiga Hari kemudian.
Hari ini,hari keberangkatan Indira menuju kota B yang saat itu di antar orangtuanya dia kesana.
Dikota B,Reza sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan orangtuanya dan adiknya. Rumah baru yang dia beli disuruh ayahnya sudah dia bersihkan menyuruh tukang bersih.dalam rumah sudah dia lengkapi semua faselitasnya tinggal menghuninya lagi rumah itu.
"Sudah siap..?" Tanya ayahnya.
"Sudah ayah.."jawab Bunda dan Indira bersamaan.
"kalau begitu,ayo kita lansung berangkat."Ucap ayah yang di iyakan Bunda dan Indira.mereka masuk kedalam mobil taxi yang akan mengantar mereka menuju bandara.
Beberapa belas menit kemudian mereka pun sampai juga di bandara, mereka lansung masuk karena pesawat yang akan membawa mereka sebentar lagi akan berangkat.
Mereka bertiga sudah berada di dalam pesawat sekarang.perjalanan mereka akan menempuh waktu selama 6 jam dan satu kali transit.
Sekarang ahkirnya mereka sampai juga di kota B,dimana kota itu nanti yang akan menjadi tempat tinggal Indira yang baru.
"Hubungi kakak kamu nak,tanya,dimana dia sekarang.."Ucap ayah menyuruh Indira menghubungi abangnya.Indira mengambil ponselnya menekan nomor abangnya untuk menanyakan dimana dia sekarang.
"Hallo Bang,kami sudah sampai ini. abang dimana?" tanya Indira
"abang udah di depan nungguin kalian, Kalian keluar kejalur kiri,abang menunggu kalian di depan ini." Ucap Reza memberitahu adiknya,dimana dia menunggu mereka saat itu.
"Baik bang,kami lansung kesana. Jangan di matikan." ucap Indira melihat kearah ayahnya dengan tangannya menunjuk kearah kiri mereka mengatakan Reza menunggu disana. Mereka bertiga lansung berjalan menuju kearah yang Reza katakan.
"Abang melihat kalian dek." Ucap Reza melambaikan tangannya memberitahu kalau itu adalah dia. Indira mematikan ponselnya lalu memasukan lagi tasnya lalu membawa orangtuanya menemui abangnya.
"Ayah,bunda.."Reza menyalimi tangan kedua orangtuanya.setelah itu dia mengambil bawaan orangtuanya koper maupun tas mereka.
"Ayo.." Ucap Reza kemudian menuju mobilnya yang di ikuti Orangtuanya dan Adiknya.Mereka masuk kedalam Mobil dan tidak lama Reza mulai mengendarainya menuju Rumah mereka.
"Sudah lama tidak kesini,semakin maju saja kota kita ini bang.."Ucap Ayah mengagumi suasana kota B mulai dari Bandara tadi sudah begitu jauh berubah.
"Ia Ayah,pembangunannya cukup pesat sekali disini ayah.lihatlah itu Morgana Mall,sekarang ayah lihat sudah semakin Besar sekali yah.." Ayah,Bunda maupun Indira melihat kearah yang Reza tunjukan.
"Ia nak,bagus sekali..."Guman Bundanya.
"Ia bund,disini sangat jauh sekali perbedaannya di banding di kota kita Bund.." Ucap Reza.
"Ia nak,terlihat jelas dari bangunannya megah semuanya,jalanan bagus dan bersih banget setiap tempatnya.." Ucap Bunda juga mengagumi kota tempat putranya bekerja itu.
"Ia bunda..,makannya kota ini di juluki kota bersih,dan kaya.kota ini banyak orang-orang pengusaha kaya raya yang aku tau informasinya ,mereka selalu menyumbangi kekayaan mereka untuk kemajuan kota ini Ayah,Bunda..,Adek.." Ucap Reza sedikit memberitahu Orangtuanya dan adiknya mengenai kota itu.
"Emm..pantasan saja.."Ucap ayahnya.
"bang rumah kita dimananya bang?" tanya indira.
"Kita masuk jalur raya 2 dek,abang sengaja membeli rumah kita disana biar kamu ngak terlalu jauh berangkat kerjanya.Kalau kakak lumayan tapi ngak jauh juga kok." Ucap Reza.
"Belanjanya jauh ngak bang..?" Tanya Bundanya.
"Nggak jauh bund,kita dekat kepasar dan Morgana Mall 3 bund..,semuanya dekat Bund.." Jawab Reza memberitahu Bundanya.
"Ia nak,baguslah kalau begitu nak.. Jadi enak mau pergi belanja.." Ucap Bunda senang.
"Iya Bund...Ayah,kita makan dulu soalnya Reza ngak ada masak.hee.." Ucap Reza tertawa kecil.
"Tanya Bunda sama adik kamu bang, ayah sih ngikut saja.." Ucap Ayah.
"Kenapa kita ngak belanja aja,masak dirumah bund.." Ucap Indira Memberikan Idenya agar tidak makan di luar.
"Ia bang,benar juga kata adik kamu.. Antar kami belanja kepasar saja bang, sekalian belanja untuk stok di rumah sayurannya.." Ucap bunda.
"Baiklah Bund,abang antar kalian belanja kesana..?" Ucap Reza.
Mereka sampai di parkiran pasar. Bunda dan Indira mengernyitkan keningnya melihat pasar seperti supermarket.
"Benaran ini pasar nak..?" Tanya Bunda masih melihat pasar modern itu.
"Ia bund..ini pasarnya kalau disini, pasarnya ngak kayak di tempat kita. Sini hegienis semua bund..Ayo.." Ucap Reza kemudian mengajak orangtuanya dan Indira masuk kedalam.mereka mulai memilih bahan makanan yang begitu rapih susanannya,bersih tempatnya dan juga lengkap semua bahan makanan dan sayurannya.
Indira dan Bunda masih memilih-milih sayuran yang akan mereka beli, sedangkan Reza dan Ayah berbagi tugas mencari apa yang Bunda dan Indira surah carikan seperti beras maupun minyak Goreng dan lain-lain lagi.
"Sudah semuanya Bund...?" Ucap Ayah menanyakan belanjaan Bunda dan Dira.
"Kayaknya sudah semuanya yah..nanti kalau ada yang lupa bisa Reza belikan." Ucap Bunda.
"Baiklah,kalau begitu ayo kita pulang, ini sudah semakin sore..." Ucap Ayah.
Kemudian mereka masuk kedalam mobil lagi yang tidak lama Reza mengendarainya dengan kecepatan sedang menuju rumah mereka.
sori yaa...aku koreksi
tanpa bukan tampa
konflik bukan komplik
make up bukan mekup
nggak bukan ngak.
ceritanya menarik..sayang msih banyak typo nya thor..
sukses trus untuk smuanya karyamu /Good//Good/