Indonesia
NovelToon NovelToon
AKU INGIN BAHAGIA

AKU INGIN BAHAGIA

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: zakina

Namaku Nurzakina. Aku berasal dari keluarga yg terbilang sederhana. Aku sangat beruntung memiliki seorang Ayah yang sangat menyayangiku. Aku juga memiliki 2 orang sahabat yang baik.


Suatu ketika kejadian tak terduga terjadi. Kehormatanku direnggut oleh orang yang sangat kusayangi. Dialah ayahku sendiri yang tega merenggut kesucianku. Aku sangat hancur, duniaku seakan runtuh.


Sanggupkah Nurza melewati harinya yang menyakitkan setelah mengetahui kebenaran itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zakina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 CINCIN PEMBERIAN KAKEK YANG TAK DIKENAL

"Kamu mau apa kalau Cowok?" Ucap Nurza.

"Aku mau..." Ucapan Lisa terpotong.

"Paling mau deketin Cowok. Lisa itu centil banget dengan yang namanya cowok," Ucap Ilmi.

"Oooo, gitu kiraiin apa," Ucap Nurza.

"Jangan percaya Nurza, dia itu hanya iri saja karena aku selalu jadi incaran para cowok," Ucap Lisa.

"Iya dikejar para cowok yang marah akibat tingkah usil kamu itu," Ucap Ilmi.

"Apa yang kamu katakan," Bisik Lisa pada Ilmi.

"Aku mengatakan yang sebenarnya," Ucap Ilmi yang sengaja sedikit meninggikan nada suaranya.

'Awas saja kamu Ilmi, berani-beraninya mengungkap keusilan aku didepan Nurza dan Indah,' Batin Lisa.

"Apa benar yang dikatakan Ilmi?" Tanya Nurza pada Lisa.

"Aku..," Ucapan Lisa terpotong.

"Benarlah, kalian mau liat video-nya yang Usil. Kebetulan aku sempat video-in dia secara diam-diam tanpa ketahuan, hahaha," Ucap Ilmi.

"Mana Videonya aku mau liat," Ucap Indah.

"Coba aku liat," Ucap Nurza yang hampir bersamaan dengan ucapan Indah.

'Ilmi beneran menyimpan Video aku secara diam-diam? Kalau benar bisa hancur pencitraanku didepan Nurza dan Indah,' Batin Lisa.

"Oke aku buka dulu ponselku," Ucap Ilmi sembari mengambil ponselnya di Tas. Ia mulai membuka aplikasi ponselnya. Setelah menemukan Video Lisa, Ia memperlihatkan pada Nurza dan Indah.

'Gimana nih, kalau sampai Ilmi menunjukkan Video itu, bisa-bisa aku ditertawaain mereka. Tidak aku tidak boleh diam saja, mereka tidak boleh melihat isi Video itu,' Batin Lisa sembari merebut ponsel Ilmi.

"Ponselku! Kmbalikan ponselku!" Ucap Ilmi.

"Eggak akan aku kembalikan, sebelum Video ini ku hapus," Ucap Lisa berlari kesana-kemari sembari menghapus Video itu.

"Kamu hapus aja, aku masih ada duplikatnya," Ucap Ilmi tersenyum.

"APA! KAMU PUNYA DUPLIKAT-NYA!" Teriak Lisa tanpa sadar.

"Hei jangan berisik, ganggu saja," Ucap Yuyun Salah satu teman kelas.

"Bisa tidak, kamu bicara biasa? Terikan-mu itu buat telingaku sakit," Ucap Sri.

"Hehe, maaf aku nggak sengaja teriak," Ucap Lisa, 'Ini semua akibat ulah Ilmi, aku nggak akan pernah maafkan dia, jika sampai Nur dan Indah tau Video itu,' Membatin.

"Ilmi, hapus kagak Video-nya! Kalau tidak aku enggak akan mau bicara lagi sama kamu! camkan itu!" Ucap Lisa sengaja menekan kata.

"Tolong jangan bicara gitu, Lis. Aku akan menghapus Video-mu itu, asalkan kamu mau bicara sama aku. Aku tidak bisa hidup tanpa bicara sama kamu biarpun hanya sedetik saja," Ucap Ilmi memasang muka sedih.

"Alay banget sih kamu Ilmi," Ucap Nurza.

"Kata-katamu itu terlalu alay, Ilmi," Ucap Indah yang bicara hampir bersamaan dengan Nur

'Kena kamu, akhirnya mau juga kan kamu hapus Video itu, ancamanku ternyata mampan. Ilmi nggak tau aja kalau aku hanya berakting, enggak sia-sia aku belajar akting sama Mama, ada manfaatnya, hehe,' Batin Lisa merasa menang.

"Hahaha," Tawa Ilmi.

"Kenapa kamu ketawa Ilmi?" Tanya Lisa bingung melihat Ilmi tiba-tiba tertawa.

"Kamu masih normalkan, Ilmi? Jangan takut-takutin kami?" Ucap Indah merasa ngeri liat tawa Ilmi.

"Kamu kenapa, Ilmi. Tadi bicara-mu alay, sekarang tertawa tidak jelas. Aku jadi bingung dengan sifatmu yang berubah-ubah terus," Ucap Nurza, " Apa kamu memiliki kepribadian ganda?" Tanyanya.

"Lisa, tadi semua kata yang ku ucapkan barusan, itu semua Bohong. Mana mau aku hapus Video mu itu, aku sudah capek-capek ambil video mu itu secara diam-diam, kamu malah seenaknya menyuruh menghapus Video itu. Ancaman kamu itu tidak akan mampan. Kalau kamu tidak mau bicara sama aku, yah udah enggak masalah. Aku tau kalau tadi itu kamu berakting, jadi enggak usah terlalu senang dulu," Ucap Ilmi.

"Jadi kamu berpura-pura saja tadi, aku kira beneran. Kata-katamu itu terlalu alay tadi," Ucap Nurza.

"ILMI!" Teriak Lisa.

"Enggak usah teriak-teriak gitu, aku nggak budeg," Ucap Ilmi.

"Sudah kalian jangan berantem melulu, aku capek dengarnya," Ucap Nurza.

"Iya benar tuh kata Nurza, kalian ini sudah besar. Apa enggak malu bertengkar mulu, kayak anak kecil?" Ucap Indah.

"AKU BUKAN ANAK KECIL!" Teriak Lisa dan Ilmi bersamaan.

"Hahaha, kalian samaan ngomongnya," Ucap Nurza.

"Apa kalian jodoh kalik ya, ngomong aja samaan, hahaha," Ucap Indah.

"Ih amit-amit, jodoh ama dia, mending aku sama pocong daripada sama dia," Ucap Ilmi.

"Jodoh apaan, masa cewek ama cewek, enggak mungkinlah. Aku masih normal keles," Ucap Lisa pada Indah, "Ih, kalau kamu cowok, aku ogah jodoh ama kamu," Sambungnya menatap Ilmi.

"Kenapa? Gini-gini aku kuat tau," Ucap Ilmu.

"Kuat dari mananya, kuat makan sih iyya," Ucap Lisa.

"Benar gak, Indah, Nurza?" Tanya Lisa.

"Yayaya," Ucapku dan Indah bersamaan.

Sepulang sekolah, ku lihat seorang kakek berjualan barang-barang kuno.

"Batu akik, batu akik, dibeli, dibeli, murah meriah," Ucap Sang Kakek sembari menyeberang jalan.

Tiba-tiba sebuah motor melintas dengan kecepatan tinggi.

"AWAS!" Teriakku berlari dan mendorong kakek kearah samping dan kami pun terjatuh kepinggiran aspal.

"Brak."

"Awh...Kakek, kakek tidak apa-apa?" Tanyaku.

"Kakek baik-baik aja, Cucuk. Terima Kasih karena sudah menolongku," Ucap Sang Kakek.

"Sama-sama, Kakek," Ucap Nurza.

Kakek pun bangkit dan berdiri. Lalu mulai mengambik barang-barang jualannya yang berserakan di aspal.

"Kasihan juga. Aku bantu saja ah, biar cepat. Yang lain mas diam aja," Gumamku melihat sekeliling orang yang tak bergerak sedikit pun untuk membantu si Kakek.

"Biar ku bantu, Kekek," Ucapku.

Tak lama, semua barang-barang si Kakek sudah terkumpul didalan kotak.

"Terima kasih sekali lagi, Cucuk," Ucap Si Kakek.

"Sama-sama, Kakek," Ucap Nurza.

"Ambilah cincin ini sebagai tanda terima kasihku karena kau telah menolong Kakek," Ucap Si Kakek menyerahkan cincin ditelapak tanganku.

"Tap...," Ucapan Nurza terhenti saat dia menatap cincin itu, '*Wow, cincin ini sungguh indah. Aku sungguh menyukainya*.'

"Kau menyukai-nya, Cucuk?" Tanya Si Kakek.

"Iya Kakek, cincin ini sungguh indah. Aku tak bisa lepas menatap keindahan cincin ini. Aku baru pertama kali melihat cincin sebagus ini. Apa Kakek yakin, memberikan ini untukku," Tanyaku.

"Iya, sekarang cincin itu milikmu. Kau harus menjaga cincin itu baik-baik," Ucap Si Kakek.

"Makasih, Kakek. Aku janji akan tetap menjaga cincin ini baik-baik," Ucap Nurza kembali menatap cincin secara lekat-lekat. Cincin tersebut bewarna biru dan memiliki gambar duyung.

"Kakek....," Ucapan Nurza terhenti saat si Kakek tiba-tiba menghilang.

"Lah, tuh Kakek kemana? Bukankah tadi dia didepanku? Lalu kemana perginya? Masa iya dia pergi begitu saja? Apa mungkin dia mau jualan lagi kalik ya? Ah, mungkin saja. Sebaiknya aku pulang," Gumam Nurza sembari melihat sekeliling warga dan siswa.

'*Aneh, dari tadi mereka hanya diam doang. Ada orang mau ketabrak, mereka malah dia saja, sudah kayak patung. Huh, untung tadi aku bisa menyelamatkan Si Kakek tepat waktu. Kalau tidak, entah apa yang terjadi pada kakek itu*,' Batin Nurza. Sedangkan Para Warga dan Para Siswa saling bisik-membisik.

"Kasihan, cantik-cantik kok gila," Bisik-bisik para warga yang beralu di jalan.

"Apa dia sudah bosan hidup hingga dia mau bunuh diri?" Bisik-bisik para warga.

"Nurza itu kenapa ya? Tiba-tiba melintas saat motor melaju dijalan. Apa dia mau bunuh diri?" Bisik-bisik para Siswa.

"Entahlah, untung aja tadi dia tidak ketabrak," Bisik-bisik para siswa.

Nurza tidak menyadari bisikan-bisikan para warga dan para siswa. Yang dia lihat, mereka hanya berdiam diri selayaknya patung.

1
Zana Maria
Ceritanya sungguh menarik,, semangat terus yaa author ku sayang dalam berkarya 😊👍❤️
Lina Herlinawati
ga jls bgt ni cerita...
Lina Herlinawati
up nya lm ya
Zakina Inar: Hem, UP tiap hari sih, kak. Cuman mau aku tamatin sekarang. Karena tampaknya sudah tak ada lagi yang baca😊
total 1 replies
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
Aku pengen deh jadi pemeran utamanya, seru kali ya! Thor! Aku mau masuk ke ceritamu bisa enggak?!
Drone Ground
ceritany keren banget..............jadi baper hehehe. di tungu up selanjutnya SEMANGAT...
Madu Yang Luar Biasa
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Criss Cross
up dunk ku tunggu yhaaaa semoga sukses
HotBabe
Lihat aku disini, pembaca yang selalu setia menanti~~
I'm site
Next kak jangan lupa mampir baca novelku ya
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 1 replies
🌺Mamie Ericka🌺
Semangat yah, mampir juga 😚
Noona
semangat thorr!!! jangan lupa mampir yaa
Vesya
Recommended, ceritax seru.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!