Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asal-usul
Saat Bagas menunggu jawaban dari Floe, ia bahkan menatap interaksi dari wanita dan pria yang ditemui di butik dulu. Memang ia hanyalah seorang pria bayaran yang digaji hanya untuk bersandiwara dengan menikahi Floe, tapi sama sekali tidak menyangka jika hatinya ikut kecewa karena keputusan tiba-tiba yang membuatnya seolah tidak punya muka di depan semua orang di sana.
'Nona Floe, kenapa melakukan semua ini padaku hanya karena kedatangan pria itu? Apakah aku hanyalah sebuah barang yang bisa digunakan dan dibuang sesuka hati?'
'Kenapa juga aku merasa sesakit ini saat nona Floe membuangku layaknya seonggok sampah? Padahal pada kenyataannya aku memang sama sekali tidak berharga. Sadarlah, Bagas. Inilah posisimu sebenarnya saat berada di sekeliling orang kaya,' gumam Bagas yang kini mengangguk perlahan pada Floe.
Ia bahkan berakting tersenyum simpul seolah tidak merasakan apapun ketika tiba-tiba Floe mengambil keputusan tepat saat acara ijab kabul hendak dimulai. Namun, saat hendak membuka mulut untuk mengiyakan, tidak jadi melakukannya begitu mendengar suara bariton dari pria paruh baya yang tak lain adalah Hugo Madison.
"Apa yang kamu lakukan, Floe? Apa kamu pikir pernikahan hanyalah sebuah candaan? Seenaknya sendiri membatalkan pernikahan seperti ini. Apa yang dikatakan pria ini sebenarnya? Datang tak diundang seperti jaelangkung saja!" sarkas Hugo Madison yang saat ini benar-benar sangat murka melihat tingkah berlagak dari pria yang tidak jelas asal-usulnya tersebut.
Bahkan ia benar-benar merasa sangat malu di depan beberapa sanak keluarga yang menjadi saksi pernikahan. Ia saat ini menatap tajam ke arah putrinya dan memberikan titah.
"Cepat duduk dan kita tetap lanjutkan acara sesuai dengan rencana!" Kemudian beralih menatap ke arah Bagas. "Duduk di depan penghulu!"
Saat hendak mengatakan pada penghulu untuk melanjutkan acara, putrinya menghampiri dan berbicara lirih sambil memegangi lengannya.
"Pa, aku tidak bisa menikah dengan Bagas karena bukan ayah dari janin yang kukandung ini." Floe sebenarnya merasa sangat pusing dengan apa yang terjadi gara-gara Erland.
Bahkan ia tadi melihat Erland memberikan sebuah kode dengan mata agar segera menghentikan sang ayah yang tidak setuju dengan keputusannya.
"Apa maksudmu, Floe?" Hugo Madison kini memicingkan mata dan mengerti bisikan dari putrinya ke mana arahnya.
Refleks ia menggandeng tangan putrinya, tapi sebelumnya ia menatap ke arah penghulu. "Sebentar, Pak. Ada gangguan darurat sebentar. Saya minta waktu sepuluh menit."
"Baik, Tuan Hugo," sahut pria dengan mengenakan jas hitam tersebut yang kini melirik jam tangannya.
Meskipun sebenarnya bertanya-tanya di dalam hati mengenai apa yang terjadi, tapi tidak mau ikut campur atas permasalahan pribadi keluarga tersebut.
Sementara itu itu, Floe kini berjalan mengekor sang ayah dan di sebelahnya adalah Erland. Ia bahkan kini menatap tajam sosok pria yang ada di sebelahnya tersebut.
'Ini semua gara-gara pria sialan ini!' umpatnya yang kini bahkan tidak mendapatkan hal yang sama karena Erland berjalan tanpa menatap ke arah sang ayah.
Sementara itu, Erland yang saat ini tengah menunggu meledakkan bom waktu pada musuh besar ayahnya, hanya tersenyum menyeringai kala melihat pria paruh baya itu berhenti begitu tiba di ruang tamu dan berbalik badan untuk menatapnya tajam.
"Apa kau adalah bajingan tengik yang menghamili putriku?" Hugo Madison tidak ingin bertele-tele dan langsung mengungkapkan sesuatu yang tiba-tiba muncul di pikirannya.
Hingga ia melihat sebuah anggukan kepala dari sosok pria yang ada di hadapannya tersebut.
"Ya, sayalah orangnya, bukan pria bernama Bagas itu karena putri Anda hanya mencari tumbal untuk menutupinya! Sekarang saya ingin bertanggung jawab karena baru menyadari kesalahan." Erland yang masih belum mengungkapkan jati dirinya, kini bisa melihat tatapan tajam mengintimidasi.
Hingga ia merasa sangat senang mendengar suara bariton pria yang akan membuatnya bisa menampar secara tidak langsung.
"Aku sudah menduganya! Tapi aku harus menanggung malu pada semua orang di depan sana. Lebih baik sebutkan asal-usulmu karena aku tidak ingin menyerahkan putriku ke tangan orang yang belum jelas!" sarkas Hugo Madison yang kini ingin mencari tahu pria yang menghamili putrinya tersebut asal-usulnya.
Erland kini sangat senang karena akhirnya bisa meledakkan bom waktu untuk menghancurkan ayah Floe yang akan jadi mertuanya tersebut.
"Saya adalah ...."
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗