Si Danny terbangun. Mimpi dia. Mimpi yang sangat menyeramkan. Titi yoni. Gondo yoni. Puspo tajem. Itu yang menurut beberapa pakar sangat mengilhami arti mimpi. Titi yoni, Karena tengah malam terbangun, akibat rasa capek yang sudah di lakukan semenjak siang tadi melakukan aktifitas. Baik itu kerja berat, lari sampai keringatan, atau tertidur seharian. Sehingga belum juga jauh malam sudah mendapatkan mimpi. Gondo yoni, gondo itu bau, dan yoni itu unsur perempuan. Gondo Yoni, arti mimpi pada waktu setengah malam, biasanya tidur lelap, dan tidak juga mempunya arti tertentu, mulai jam 12 malam hari hingga sampai jam 2 malam. Danny dan Sara Osih tersesat di hutan. Dan harus berjumpa dengan mahluk misterius. belum lagi mesti berhadapan dengan penyihir misterius di hutan yang tengah melakukan ritual mistis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C4703R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
“Waduh bagaimana kita pulang ini?“
Kebingungan keduanya.
Soalnya memang membingungkan. Daerah tersebut rasanya belum pernah di jelajahi. Jangankan menginjak, tahu saja belum. Ini yang Namanya tersesat. Alias di selong hantu. Itu yang mengerikan. Sehingga jalanan seakan buntu serta tak di hafalin semua. Menjadikan segalanya seakan pusing. Untuk menentukan arah mana yang tepat. Hal itu biasa, seperti Tengah menghadapi pemilihan saja yang demikian pusing. Tidak ketemu-ketemu. Karena pusing serta kelelahan.
“Hehe takut kan lu.“
Bagaimana tidak takut, kalau lokasinya demikian menyeramkan. Sehingga pepohonan saja nampaknya remang-remang serta penuh dengan bayangan kengerian. Kena angin sedikit saja sudah terlihat gerakannya yang bagaikan raksasa tinggi besar.
Itu belum kalau ketemu mahluk penghuni hutan. Baik itu Binatang buas. Maupun harimau menyembunyikan belang. Itu tak diketahui. Walau mereka belum tentu Binatang malam, akan tetapi dalam lokasi yang demikian pekat, bisa saja segalanya terjadi. Sebab mereka juga Binatang yang butuh makan. Makanya walau malam, namun kelaparan, Binatang yang normal saja pasti akan memburu buruan. Apalagi kalau melihat sesuatu yang di butuhkan itu, makanya bakalan langsung menyerang, sampai mereka di tangkap, untuk kemudian akan mengisi perut. Sebab segalanya menjadi ganas, jika kekuatan Kembali. Dan itu terjadi karena ada makanan dalam perutnya yang terserap oleh tubuh yang berkenaan dengan kekuatan tadi. Untuk itu juga dalam rimba pekat tersebut, bisa saja para predator akan saling berkeliaran, seiring keluarnya Binatang malam yang nikmat buat mereka nikmati, dan Tengah sama-sama mencari makanan. Yang mengerikan kalau bertemu mereka, dan menganggap manusia yang Tengah lewat itu sebagai makanan. Maka akan di terkamnya. Atau menganggap kedatangan mereka sebagai pengganggu, yang menjadi saingan dalam hutan tadi. Sehingga nantinya saling berebut mendapat makanan yang di butuhkan tubuh.
“Kalau emak gue nyari bagaimana?“ semakin khawatir Sara mengingat orang rumah yang belum di pamiti, akibat kepergiannya secara diam-diam. Sehingga akan menjadi pemikiran tersendiri, atau lebih jauh akan membuat perkiraan mereka banyak sekali. Berkaitan dengan keselamatan mereka. Itu yang menjadikan semuanya demikian kebingungan dalam menyikapi peristiwa aneh yang kini bukan hanya menghadang di depan mata, akan tetapi di rasakan langsung kengeriannya.
“Ya tahu. Gue sendiri bingung,“ ujar Danny yang turut prihatin akan keadaan mereka yang kali ini jauh dari mana-mana dan siapa-siapa yang jelas Tengah berada di Tengah-tengah hutan belantara yang tak di ketahui berbahaya atau tidak, namun kemungkinannya, jika ada di dalam hutan begitu, tentunya sangat berhubungan dengan mahluk penghuninya yang saling melakukan serangan sebagai bagian dari hukum rimba yang sangat mengerikan dengan tujuan untuk saling makan seperti naluri mereka yang hanya perlu makanan pada hari itu.
“Aduh padahal aku ada acara.“
“Masa.“
“Iya.“
“Lagipula pada senang kan?“
“Ya sudah, makanya segera kau cari jalan pulang, biar aku juga bisa makan enak. Sate sama lontong.“ Terbayang betapa nikmatnya makan makanan demikian. Sebab kalau perut keroncongan, begitu nikmatnya mendapat makan. Seperti Tengah bekerja di sawah, walau hanya dengan gorengan sama sayur dedaunan, serta makan di tepi pematang, itu sudah sangat nikmat.
“Mana aku tahu. Orang ini hutan lebat, beda dengan biasanya,“ jelas Sara yang ikut kebingungan.
“Yah… orang hutan malah nggak tahu. terus aku nanya sama siapa.“
“Tersesat kaya ini, tak tahu arah jalan pulang.“
dukungan nya 🙏