Seorang mahasiswa yang harus berurusan dengan dengan Dosen yang dia anggap selalu membuat hidupnya semakin berantakan hingga keduanya sering berdebat hingga tanpa dia sadari Dosen itu menyukai mahasiswa itu hingga dia terus mengejar, hingga keduanya merasakan hal yang sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanlindia Lukita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28#*#*
"Itu apa yang kalian bawa?" tanya Airin pada mereka.
"Aduh, aku lupa." jawab Nissa yang sempat membawa sesuatu ditangannya.
Nissa mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik itu.
"Aku bawa Bakso." Jawab Nissa dengan memperlihatkan kantong plastik itu pada mereka.
"Pantas saja sedari tadi kita berangkat bau bakso, ternyata kamu beli bakso." ucap Lusi pada Nissa.
"Orang sakit makannya harus yang hangat-hangat, ini aku belikan buat kamu." kata Nissa yang langsung meletakkan dimeja.
"Makasih ya Nissa." jawab Airin yang memang dasarnya suka dengan makanan bakso.
"Sama-sama, rin." jawab Nissa, dengan cepat dia mengeluarkan 4 bungkus bakso.
"Ayo kita makan, mumpung masih hangat." jawab Nissa yang mempersiapkan mangkok. Mereka langsung duduk di ruang tamu, mereka menikmati waktu santai dengan makan bersama.
"Aku juga bawa makanan juga lho." kata Mita yang langsung membuka kotak itu.
Ternyata isinya Martabak manis dengan topping kacang dan coklat.
"Hari ini kita makan besar." ucap Airin yang benar-benar kaget mereka membawa begitu banyak makanan di apartemennya.
"Ayo kita nikmati makan siang kita bersama." kata Lusi pada mereka, Airin langsung pergi ke dapur mengambil minuman dingin yang ada dikulkas.
Mereka menikmati makan siang bersama ,setelah selesai makan siang mereka duduk santai diruang tamu dengan menikmati cemilan yang dibawa Mita.
Saat diruang tamu, Mita bercerita pada mereka berdua tentang kejadian yang dialami oleh teman mereka. Tanggapan mereka langsung kaget saat mendengar cerita dari Mita.
"Memang apa maunya mereka, dari dulu mereka mencari masalah pada kita." kata Nissa yang bingung pada mereka.
"Aku juga tidak tahu, yang terpenting mereka tak tahu siapa sebenarnya Airin." ucap Mita sambil melirik kearah Airin.
"Lebih baik kalian diam, jangan orang lain tahu. Aku hanya ingin berteman dengan orang yang benar-benar tulus mau berteman denganku." ucap Airin yang benar-benar ingin memiliki teman yang setia.
"Baiklah, berarti kita semua ini teman yang baik untuk kamu kan?" tanya Mita pada Airin
"Pastinya." jawab Airin dengan senyuman,mereka semua saling berpelukkan menujukkan merasa begitu bahagia.
" oh iya rin, tadi waktu di kampus aku tidak sengaja melihat ayahmu masuk ke kampus." ucap Mita pada Airin, sontak saja Airin kaget.
"Ayahku dikampus?"
"Iya rin, aku awalnya tak yakin setelah aku ikuti benar jika itu ayahmu." ucap Mita yang semakin yakin dengan apa yang dia lihat.
"Kamu yakin jika itu ayahnya Airin?" tanya Lusi pada Mita.
"Aku yakin, 100 % aku yakin." ucap Mita yang benar-benar menunjukkan ekpresi seriusnya.
"Tapi aneh juga, untuk apa ayahnya Airin ke kampus." kata Nissa yang bingung apa yang sedang ayahnya Airin lakukan dikampus.
"Mana aku tahu, yang jelas itu ayahmu rin. Aku tidak bohong." ucap Mita yang benar-benar membuat Airin bingung.
"Untuk apa ayah datang ke kampus?" batin Airin yang bingung dengan tujuan apa ayahnya datang ke kampusnya.
Rasa penasaran mulai Airin rasakan, seperti ada yang disembunyikan oleh ayahnya.
"Sepertinya aku harus tanya langsung pada ayah, tujuan ayahnya apa pergi ke kampusnya." batin Airin yang akan memberanikan diri untuk bertanya.
Ditempat lain
Hari ini Mama Bella berkunjung dirumah Mama Anita, mereka terlihat begitu bahagia.
"Semalam aku sudah bilang tentang tujuan kita, suamiku hanya bilang setuju saja." jawab Mama Bella yang menjelaskan hasil diskusi dia dengan suaminya.
Sontak saja Mama Anita terlihat begitu bahagia, akhirnya tujuan dia menjodohkan putranya dengan Airin berhasil. Kini mereka tinggal mendiskusikan kembali dengan suaminya.
"Bagaimana dengan suami kamu nit?" tanya Mama Bella pada Anita.
"Kebetulan suamiku belum pulang, mungkin besok suamiku pulang." jawab Mama Anita yang kini menunggu jawaban dari suaminya.
"kalau begitu kamu bicarakan dulu kamu sama suamimu , setelah itu baru kita tentukan tanggal kita bertemu lagi." kata Mama Bella yang memberi arahan pada Anita.
"Okelah kalau begitu, aku bicarakan dulu dengan suamiku." jawab Mama Anita yang begitu antusias.
"Apa putrimu sudah tahu tentang rencana kita?" tanya Mama Anita pada Bella.
"Belum tahu, jika semua sudah pasti nantinya aku beritahu dia." jawab Mama Bella.
Mama Anita membalas dengan senyuman, dia benar-benar bahagia. Dia tidak sabar menjadikan Airin menantunya.
Sore hari
Airin masih menikmati waktu santainya dengan mereka, Mita, Lusi dan Nissa masih berada di apartemennya.
Mereka tertawa terbahak-bahak setelah melihat film komedi. Tidak sengaja Nissa melihat jam dinding di ruang tamu.
"Ternyata sudah jam 4 sore." ucap Nissa, sontak saja Mita kaget.
"Apa!" teriak Mita.
"Kamu kenapa?" tanya Lusi yang kaget mendengar teriakan dari Mita.
"Gawat aku disuruh pulang jam 4, aku juga belum jemput adikku les." Mita bergegas mengambil tasnya.
"Dasar pelupa." ucap Nissa yang melihat Mita yang sibuk sendiri.
"Ya sudah aku pulang dulu." pamit Mita yang terlihat buru-buru ingin pulang.
"Ya sudah, hati-hati dijalan." pesan Airin pada Mita.
Setelah kepergian Mita, kini giliran Lusi dan Nissa yang bergiliran pulang juga.
"Aku pulang dulu ya." pamit Lusi pada Airin.
"Ya sudah, makasih ya sudah main kerumahku." ucap Airin pada mereka berdua.
"Iya rin." jawab mereka berdua.
Mereka saling berpelukkan. "Besuk kami tunggu di kampus ya." kata Lusi pada Airin.
"Siap." jawab Airin yang besuknya mereka akan berkumpul lagi dikampus.
Mereka pun akhirnya pergi dari tempat itu, kini posisi Airin sendirian di apartemen. Yang awalnya ramai dengan kedatangan mereka kini dia kesepian tidak ada teman yang menemani dirinya.
Airin duduk terdiam diruang tamu, hingga dia bergegas membersihkan ruang tamu hingga bersih.
Setelah ruang tamu bersih kini dia kedapur mencuci piring kotor didapur.
Tiba-tiba terdengar suara bel lagi, Airin segera membuka pintu itu.
"Ada apa mereka kembali lagi." batin Airin, setelah dibuka ternyata salah tebakkan dia.
"Alex." jawab Airin yang kaget dengan kehadiran Alex di apartemennya.
"Hallo Airin, selamat sore." sapa Alex dengan menunjukkan wajah bahagianya dan senyum manisnya.
Membuat Airin langsung takut, pria yang dikenal dingin, galak bisa menunjukkan wajah manisnya kearah dirinya.
"Benar-benar aneh." batin Airin yang bingung harus bagaimana menghadapi pria satu ini.
"Sore juga." jawab singkat Airin yang sedikit aneh memandang wajah Alex.
"Kamu kenapa, apa ada yang aneh?" tanya Alex yang merasa ada yang aneh cara pandang Airin pada dirinya.
"Tidak ada, ada apa kamu kesini?" tanya balik Airin pada Alex.
"Sekedar ingin menjenguk kamu." kata Alex yang memandang wajah Airin.
"Untuk apa aku dijenguk, aku tidak sakit." jawab Airin dengan nada kesalnya pada Alex.
karakter tokonya juga kuat