Indonesia
NovelToon NovelToon
Bidadari

Bidadari

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dream.ct

Apa jadinya jika seorang pria harus menikahi dua wanita sekaligus? Ketika janji harus dipenuhi, pernikahan antara seorang pria dengan dua bersaudara terjadi.

Akankah dua bidadari bahagia bersama dalam satu mahligai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dream.ct, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Korban Hipnotis

Arrasya sangat sibuk mempersiapkan koleksi pakaian musim semi tahun ini. Berkat idenya yang dinilai fresh tapi masih cocok untuk segala usia, design Arrasya dipilih sebagai design utama dalam pakaian musim ini.

Mungkin Arrasya harus berbangga diri. Sebab dia satu - satunya designer muda dengan status bukan designer tetap Jeanne Laurent yang karyanya dijadikan pakaian utama dalam koleksi musim ini.

Yang membuat Arrasya semakin senang adalah persaingan antar karyawan di Jeanne Laurent sangat sehat. Mereka dapat menerima bahwa karya Arrasya pantas dipilih.

Arrasya dibantu Emily digudang sampel. Dia butuh saran dalam memilih kain. Disana terdapat berbagai jenis kain dengan kualitas terbaik. Keduanya sibuk menentukan kain mana yang paling cocok untuk design di buku sketsa Arrasya.

"Kupikir ini yang paling cocok, Arrasya. Selain karena bahannya selalu jadi pilihan terbaik untuk musim semi, serat kainnya tidak terlalu mencolok dan bisa menonjolkan motif bunga yang kamu mau," Emily memindai kain yang dia raba dan menempelkannya ke kulit tangan Arrasya.

"Aku tidak salah minta bantuanmu, Em." Arrasya memuji kepekaan dan selera Emily soal kain. Sebenarnya dia sedang ragu memutuskan pakai kain yang mana untuk design terakhir pakaian yang harus dia buat. Dia harus menyiapkan total tujuh pakaian untuk koleksi musim semi mendatang. Semua pakaian Arrasya akan bergabung bersama belasan design lainnya dan akan dipamerkan dalam fashion show bertema cinta musim semi—spring love.

"Katakan, bagaimana kamu akan berterima kasih padaku!" Emily menguji Arrasya.

Arrasya memasang tampang serius. Seolah dia berpikir keras.

"Bukankah kamu sedang mencari selembar batik mega mendung? Aku tahu siapa yang bisa membantumu mendapatkan satu. Yang dibuat oleh seniman terbaik tentunya," tawaran Arrasya sangat menggiurkan bagi Emily si pecinta batik Mega Mendung.

"Oh, sayangku. Kamu sangat tahu yang aku inginkan!" Emily sangat senang. Kebetulan dia ingin membuat sebuah gaun dengan batik mega mendung yang sangat dia suka.

Arrasya mengangguk senang. Dia sangat tahu siapa yang bisa dia andalkan soal itu.

"Oh, itu dia orangnya!" seru Arrasya begitu seorang gadis masuk keruangan sampel.

"Janis?"

"Yup! Ayahnya seorang pemilik toko kain terbesar di kotanya. Nggak akan sulit baginya menemukan satu yang berkualitas tinggi," Arrasya menepuk pundak Janis penuh keyakinan. Sementara Janis bengong sendiri, dia nggak tahu apa yang dibicarakan Arrasya dan Emily.

"Oke, apa pun itu. Sebelum itu pergilah ke kantor Paul. Dia mencarimu!" kata Janis.

Arrasya naik ke lantai teratas gedung Jeanne Laurent demi memenuhi perintah CEO mereka.

Entah ada apa Paul menyuruhnya naik. Biasanya Caroline yang akan berurusan dengan Paul kalau soal pekerjaan para designer.

"Apa yang bisa aku bantu, Tuan Paul?" Arrasya berdiri tepat di depan meja kerja Paul.

Paul menunjuk sebuah map. Arrasya mengambil dan membaca isinya.

"Itu adalah kerja sama perusahaan dengan lembaga penerima mahasiswa. Jeanne Laurent akan jadi donatur sekaligus penampung magang calon designer muda berbakat. Kebetulan ada kamu. Pihak pengirim mahasiswa meminta kita mengirim perwakilan untuk sesi wawancara di Jakarta. Kamu bisa pergi, kan?" Arrasya mendengarnya sebagai perintah.

"Aku tidak tahu apakah aku orang yang tepat untuk itu," Arrasya sedikit ragu. Soalnya dia belum lama bergabung di Jeanne Laurent, tidak seperti Caroline yang dia nilai lebih pantas mewakili nama besar Jeanne Laurent.

"Caroline sendiri yang merekomendasikanmu. Itu artinya kamu adalah orang yang tepat. Aku juga berpikir begitu," sahut Paul meyakinkan Arrasya. Dia sendiri juga selalu profesional saat bekerja.

"Baiklah. Akan aku pelajari secepatnya," Arrasya setuju dengan pekerjaan tambahan yang diberikan Paul. Dilihat dari waktunya, dia akan berangkat ke Jakarta begitu koleksi musim semi diluncurkan.

Arrasya pamit, dia harus kembali bekerja.

"Arrasya!" panggil Paul menghentikan langkahnya.

"Ya?"

"Aku...tidak ada. Kembalilah ke bekerja," Paul melepas Arrasya pergi.

Dia termenung begitu Arrasya menghilang dibalik pintu. Memikirkan semua yang terjadi pada Arrasya belakangan ini. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi takut menyakiti perasaan wanita itu.

"Seharusnya dia nggak akan membiarkan kamu terluka, Arrasya."

Paul sedang menikmati masa - masa patah hatinya sekarang. Berusaha merelakan Arrasya meski dia nggak bisa menerima alasan pernikahan mendadak Arrasya. Ya, Paul mencari tahu sendiri dengan usahanya. Dia hanya ingin memastikan Arrasya jatuh ditangan pria yang tepat. Namun yang dia temukan malah berbeda dari harapannya. Arrasya terjebak dalam pernikahan poligami yang dia sendiri nggak begitu paham. Sekarang dia sangat ragu. Bisakah Arrasya bahagia dengan suaminya?

Hanya waktu yang bisa menjawab. Paul nggak mungkin mendikte Arrasya dengan kehidupan pribadinya. Dia hanyalah bagian dari masa lalu Arrasya. Dia cukup tahu diri. Dia nggak akan membebani Arrasya dengan patah hatinya.

Paul meninggalkan ruangannya. Dia ada janji makan siang dengan seseorang. Sebenarnya dia malas pergi. Hanya saja sang ibu akan menegurnya kalau dia ingkar janji.

Senyum smirk Paul terbit saat melihat seorang gadis sendirian diruang sampel. Entah kenapa kakinya terus melangkah walau otaknya mengingatkan dengan janji makan siang yang harus dia tepati.

Dia menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Berjalan mengendap - endap agar targetnya nggak sadar dengan kedatangannya.

"Kamu tertangkap gadis nakal!" ujarnya setengah berbisik ditelinga Janis.

Janis jelas kaget sekali. Tiba - tiba saja Paul datang saat dia sedang menghitung stok sampel diruangan itu. Pria itu menyergapnya dengan melingkarkan lengan diperutnya.

"Tangan anda harus dihukum karena melecehkan karyawan, tuan CEO!" Janis mengultimatum Paul.

"Lalu bagaimana denganmu, nona karyawan? Malam itu kau menciumku, menggodaku lalu membuangku begitu saja. Kau menghindariku seolah aku wabah penyakit. Bukankah hukumanmu harusnya lebih parah?" goda Paul ditelinga Janis.

Dia merasa senang memiliki kesempatan untuk mengerjai gadis itu. Soalnya sejak kejadian Janis mabuk malam itu. Janis seperti lupa ingatan sehari setelahnya. Lalu menghindar dan bersembunyi saat melihatnya. Paul pikir akan sedikit menggoda Janis siang ini. Mungkin akan menyenangkan.

"Si-siapa yang menggodamu? Bukankah orang mabuk sering melakukan hal gila. Kamu tahu itu hal wajar, kan?" sangkal Janis gugup. Dia nggak menyangka Paul akan membahas hal memalukan itu lagi. Dia pikir Paul sudah lupa. Tapi nyatanya nggak, Paul malah menyanderanya sekarang.

Paul yang lebih tinggi dari Janis dapat melihat ekspresi wajah Janis. Gadis itu terlihat menggemaskan saat gugup begini. Paul jadi ingin terus menggodanya.

Dia membalik tubuh Janis dan segera merapatkannya ke dinding. Nggak memberi sedikit pun ruang bagi Janis untuk menghindar apa lagi kabur. Dia membungkuk demi mendekati bibir Janis.

Janis semakin menggemaskan. Gadis itu memicingkan matanya rapat - rapat dan melengos kesamping.

Paul tertegun demi melihat bibir merah muda Janis yang menggoda. Tadinya dia hanya berniat mengerjai Janis. Tapi sepertinya sekarang dialah yang dikerjai Janis. Bibir ranum merah muda itu menyihirnya. Paul sudah pernah merasakannya dalam keadaan sadar sepenuhnya malam itu dan dia ingin mengulanginya lagi sekarang.

Paul mulai menempelkan bibir mereka. Telapak tangannya membingkai kedua pipi Janis agar dia lebih leluasa menciumnya. Dengan keahliannya berciuman, Janis yang tadinya kaku kini berubah pasrah menerima bibirnya. Paul semakin memperdalam ciuman mereka saat menyadari Janis membalas ciumannya. Keduanya saling mencecap rasa bibir satu sama lain. Paul kembali terbuai dan menginginkan lebih.

Tapi sayangnya bunyi ponselnya memaksa berhenti. Diruangan sepi itu nada deringnya begitu nyaring, mustahil dia mengabaikan.

"Maafkan aku, sayang. Aku harus pergi!" Paul mengusap bibir Janis yang basah dan bengkak karena ulahnya dengan ibu jari. Dia mengerling lalu mengelus puncak kepala Janis seperti biasa.

Janis seperti dihipnotis barusan. Dia baru sadar begitu Paul membuka pintu dan pergi dari sana.

"Ke-kenapa aku dicium?!"

Tbc.

1
Wawan
Hadir... ✍️
3RSEL
mampir juga di karya pertama ku KA yang berjudul CINTA dan AIR MATA siapa tahu suka terima kasih😉
3RSEL
haaaa.....haaaaaa
keren....keren.......para raider sudah di kasih hal yang gereget di awal Thor......
sukses selalu
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
keren kak cerita dan tulisannya. Aku izin mampir hehehh. Kalau bolehhh temenan yuk kak🥰😍 salam kenal yaaaa, aku Chipsz 🌙
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
ga kebayang di hari berikutnya kehidupan kiran dgn diko gmn😭😭😭😭😭
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
yasalaaaammm😭😭😭😭😭 kirannnn dahlah aku nyungsep aja
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
ya Allah 😭😭😭😭😭 berlapis2 sudah kesedihan kiran
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
alhamdulillah siuman 😭😭😭
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
Kiran 😞😞😢😢 harus kuat ya 😭😭 ikut sedih
Kentang Gembul [HIATUS NULIS]
ya ampun 🥺 ada aja ya kabar buruknya
eilha rahmah
gak kebayang gimana rasanya jadi Kiran, nyesek banget pastinya... /Sob/
Rahma AR
iklan meluncur
hyacinth
awalan nya aja udh segereget ini Thor semangatttt yaaaaaaa

ouh iya aku juga punya karya lho ayo mampir Thor kita saling mendukung 😁🥰😘
eilha rahmah: yukk... saling mampir kak, aq bakal mampir di karya kamu 😊, jangan lupa mampir di karya pertamaku yaa...
total 1 replies
💋Mari➹♡Mar
rasanya kok nyesek mendengar kiran bakal di poligami. Emang gak ada pria lain ya Thor yang mau nikahin adiknya? Jalan pikiran bapaknya gimana sih..

jangan lupa mampir juga di karyaku ya Thor.
eilha rahmah: yukk... saling mampir kak, aq bakal mampir di karya kamu 😊, jangan lupa mampir di karya pertamaku yaa...
total 1 replies
🎀
ceritanya seru thor 😍😍 jangan lupa mampir yaa 🤗🤗
Dream.ct: oke kak 😊
total 1 replies
🎀
penulisannya bagus banget thor, detail, udah kaya baca novel asli aja,
oh ya jgn lupa mampir di karyaku ya 🤗
Mesri Simarmata
gak diteruskan lg Thor
eka aLendRa
hay Thor aku mampir nie. . . keren

kalo ada waktu mampir juga ya dikaryaku
Mesri Simarmata
lanjut lg Thor
Mesri Simarmata
tetap semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!